Anak Genius Ayah Mengejar Ibu

Anak Genius Ayah Mengejar Ibu
Berkumpul Dengan Orang Terdekat


__ADS_3

Lauren mendengus dengan perasaan jengkel dan marah melihat Stefanus yang selalu mengganggu kehidupannya. Sembari menunggu Stefanus terbangun dari tidurnya, Lauren pergi membersihkan badan terlebih dahulu. Tak butuh waktu yang terlalu lama, Lauren telah menyelesaikan ritual mandi dan membuat sarapan roti panggang dengan telor ceplok dan tiba-tiba ada sebuah tangan kekar memeluk tubuhnya. Lalu Lauren meminta Stefanus untuk melepaskan pelukannya di perut namun Stefanus tidak mengindahkan dan dia malah mengendus ceruk leher milik Lauren membuat Lauren bertambah jengkel di pagi hari. Moodnya yang sudah dibangun dengan baik kini hancur dalam sekejap. Lauren mencoba melepaskan pelukan itu namun tangan Stefanus terlalu erat sehingga Lauren memanggil namanya dengan nada tinggi sambil mematikan kompor.


“Stefanus! Lepaskan!”, bentak Lauren tetapi Stefanus tidak mengindahkan. Lalu Lauren membalik tubuhnya dengan mendorong tubuh Stefanus dengan sekuat tenaga dan pada akhirnya terlepas dan Stefanu terjungkal ke lantai akibat dirinya masih terbawa mabuk.


“Jika kamu sudah sadar, tolong pergilah dari apartemenku!”, ucap Lauren bernada tinggi dan meninggalkan semua masakan yang sudah disiapkan.


Lauren pergi ke kamar dengan mengambil tas selempangnya lalu keluar dan memberikan ancaman untuk Stefanus, “Stefanus segeralah pergi dari apartemenku jika kamu tidak ingin aku laporkan ke polisi. Saat malam nanti aku kembali, kamu sudah meninggalkan apartemenku. Awas jika kamu masih di sini aku akan mengusir kamu dengan beberapa preman yang ku panggil bahkan sampai kepolisian. Mengerti!”, dengan berlalu pergi sambil menutup apartemennya dengan keras.


Stefanus mendengar ucapan dari Lauren tersenyum menyeringai.


Aku akan menunggunu pulang sampai malam maupun pagi. Aku tidak takut dengan ancaman kamu. Kamu sudah terikat denganku maka aku tidak akan sudi melepaskan kamu.


Sementara Thomas memberikan kejutan untuk Tina yaitu mendatangkan keluarganya dan teman-temannya ke pulau miliknya. Tina terkejut sampai menutup mulutnya yang menganga karena tak bisa mengungkapkan segala sesuatu yang terus terjadi setiap kali Thomas diam-diam terus mengejutkan dirinya dengan berbagai kebahagiaan yang tak terkira.


Felix yang di dalam gendongan Hans meminta diturunkan dan menyapa momy-nya.


“Hai mom!”, sapa Felix


“Hallo boy, momy kangen dengan kamu”, ucap Tina dengan memeluk tubub putranya.


“Bagaimana keadaan momy di sini?”, tanya Felix.


“Sungguh luar biasa boy. Daddy kamu terus memberiku kejutan dan tiada henti”, ucap Tina.


“Syukurlah kalau momy bahagia”, ucap Felix.


“Syukurlah nak, jika kamu diberi kebahagiaan terus oleh Thomas. Apabila Thomas menyakitimu, katakanlah kepada daddy. Akan daddy hajar dia dengan kepalan tangan daddy”,sela Hans dengan memperlihatkan kepalan tangan kanannya sambil memberikan nafas.


“Tidak hanya daddy kamu yang akan memberikan pelajaran untuk Thomas tapi aku akan turun tangan dengan membawa kamu pergi dari kehidupannya”, serobot Keenan.

__ADS_1


“Lihatlah Tina, banyak pria yang membantu kamu”, ucap uncle Eddy. Tina terkekeh dan menyapanya.


“Hallo uncle Eddy, aku tidak menyangka jika kamu juga ikut datang kemari$, ucap Tina.


“Tentu saja sayang. Uncle juga ingin merasakan hiburan makanya uncle ikut. Uncle tidak ingin melewatkan momen hiburan dan bahagia terlewatkan”, ucap uncle Eddy.


“Apakah aku boleh memelukmu nak?”, tanya uncle Eddy.


“Tentu”, ucap Tina.


“Tolong jangan terlalu lama”, peringatan dari Thomas.


“Kamu terlalu cemburu boy”, ucap uncle Eddy.


“Bukannya aku cemburu. Tapi Tina segera akan menjadi istriku. Aku tidak akan mengizinkan siapapun untuk memeluknya kecuali aku. Itu hanya untukku”, tegas Thomas dengan nada tandas di kalimat terakhir.


Orang-orang disekitarnya tertawa melihat ekspresi kecemburuan Thomas. Membuat Reyhan gatal untuk tidak menggoda Thomas.


“Padahal kalau sedang di kantor atau berkumpul dengan koleganya sorotan mata itu seperti menghunus setiap orang yang berada di dekatnya. Namun saat Tina sedang memeluk atau mengobrol dengan pria lain ternyata sisi lainnya muncul yaitu sebuah kecemburuan seperti anak remaja yang sedang pubertas”, tawa Reyhan yang diikuti oleh lainnya.


Thomas mendengarkan setiap perkataan Reyhan lalu Thomas membentak dengan sorotan mata tanda peringatan untuknya.


“Reyhan!”


Kemudian Rayhan terdiam melihat sorotan itu dengan menundukka kepala sampai Laura yang berada di sampingnya mengatakan, “kamu sih, banyak tingkah uncle”.


Lalu Gideon ikut menimbrung dengan memecahkan suasana yang menjadi sedikit suram ketika Thomas berekspresi dingin.


“Thomas, kamu jangan begitu dengan kawan baik kamu. Karena yang dikatakannya itu benar dan tidak dipungkiri. Kamu harus menerima itu”, ucap Gideon.

__ADS_1


“Benar daddy, kamu harus berbaik hati dengan uncle Reyhan. Kita ke sini itu untuk berlibur. Bukan melihat daddy yang kaku seperti itu”, ucap Felix.


“Kata kaku itu pantas untuk sebutan baru untukmu Thomas”, kekeh Hans.


Kemudian Herlena mengalihkan pembicaraan lainnya.


“Oh ya Thomas, kemana tempat istirahat kami?”, tanya Herlena.


“Akan ada pelayan yang menunjukkan kamar kalian. Aku akan panggil mereka”, ucap Thomas.


“Denis! Denis!”, panggilnya.


Denis muncul bersama dengan beberapa bawahannya yang akan menunjukkan kamar mereka.


“Silahkan tuan-tuan, nyonya-nyonya, ikutlah kami. Kami akan pandu kalian untuk sampai ke kamar kalian. Biarkan barang bawaan anda semua dibawa oleh pekerja kami. Anda ikutlah bersama pelayan Villa di sini”, ucap Denis.


Lalu mereka pergi ke kamar mengikuti para pelayan yang menunjukkan kamar mereka. Sedangkan Felix ikut dengan Tina dan Thomas ke kamar untuk istirahat Felix sekaligus untuk bermain.


Pada saat membuka kamar, Tina terperangah melihat kamarnya yang begitu sangat istimewa.


“Thomas, kamu terlalu memanjakan putra kita”, ucap Tina.


“Tidak sweety, aku malah senang apabila putra kita menyukainya”, ucap Thomas.


“Daddy, aku sangat senang dengan kamar yang telah kau berikan. Ini lebih dari cukup dad. Thank you dad”, ucap Felix dengan berlari memeluk Thomas. Thomas mengangkat tubuh Felix dan mencium pipi gembulnya.


Tatkala kebahagiaan Tina tak bisa terhitung, kini Ellizabeth bertubi-tubi mengalami hal buruk dari dibenci para fans sampai Brian tidak bisa duhubungi.


Ellizabeth hanya dapat duduk diatas ranjang dengan menekuk kakinya sambil menggigi ibu jari dan menonton siaran televisi. Ellizabeth melihat banyak siaran tentang dirinya sampai dia tidak mampu untuk kembali bangkit.

__ADS_1


Sial nasibku yang bodoh ini. Kebodohanku sampai di manfaatkan oleh Brian. Sekarang dia tidak bisa ku hubungi. Aku akan balas kalian semua yang bersenang-senang diatas penderitaan aku. Aku akan menghancurkan kalian terutama wanita bernama Tina. Aku akan hancurkan kamu berkeping-keping untuk membayar semua penderitaan aku yang selama ini ku alami. Aku tak akan melepaskan kalian setelah berita ini berlalu.


Sedangkan Brian mencari cara untuk mendapatkan Tina kembali tanpa bekerja sama dengan Ellizabeth. Brian tidak ingin melepaskan Tina sebab dia membutuhkan sesuatu yang dimiliki oleh orang tuanya. Brian mencoba mendekati Lauren untuk diajak kerja sama. Brian mencari nomor ponsel Lauren terlebih dahulu baru memikirkan cara mendekatinya.


__ADS_2