Anak Genius Ayah Mengejar Ibu

Anak Genius Ayah Mengejar Ibu
Membalikkan Keadaan


__ADS_3

Thomas melakukan kelicikannya kepada Lauren untuk melindungi istrinya dengan mengancam Victor yang kini di bawa ke ruang bawah tanah.


Sekarang Victor tengah disekap dan mulutnya ditutup dengan lakban dengan wajah babak belur setelah para anak buah Thomas menghajar karena Victor memberontak.


Thomas tengah menunggu Victor sadar dari pingsannya sambil menikmati wine dan serutu.


Beberapa mjam telah berlalu akhirnya Victor sadarkan diri dengan merintih sakit di wajahnya. Victor perlahan membuka mata dan melihat sosok laki-laki yang tengah menunggunya sadar. Victor berdecak dalam batin dengan mengumpat.


“Ck, bedebah ini benar-benar lebih licik dan pintar dari dugaanku. Sial, aku tidak bisa memanfaatkan dia. Malah yang ada aku dimanfaatkan olehnya dan tidak mendapatkan apa-apa darinya meski sepersenpun. Pria ini sebenarnya siapa sih. Laki-laki dihadapanku yang ku tahu hanya sosok pria pengusaha yang kaya saja namun setelah dia memanggil anak buahnya aku malah menjadi ikan teri saja. Bangs*t!”


“Kamu sudah mulai sadar itu bagus untukmu”, ucap Thomas dengan nada dingin.


“Aku akan memberikan belas kasih asalkan kamu mau memenuhi perintahku untuk memutar balik rencana yang sedang kamu rencanakan dengan otak licikmu bersama teman kamu. Maka kamu akan mendapatkan persenan dan keuntungan yang akan kamu dapatkan setelah menjatuhkan wanita jal*ng itu”, ucap Thomas dengan melepaskan lakban yang ada dibibirnya secara kasar sampai Victor mengadu saki dengan mengumpat hanya bisa dilimpahkan dalam batinnya.


“Auch sakit brengs*k!”


“Baiklah, akan aku turuti perintahmu. Tapi, sekarang anda harus melepaskan ikatan tali di tanganku dan kakiku!”, kesal Victor.


“It’s ok, aku akan melepaskan sebelum itu...”, ucapan Thomas terhenti memanggil anak buahnya yang memegang tas jinjing di tangannya dengan lambaian tangan. Pria itu menghampiri dan mengambil sesuatu dalam tas tersebut. Pria itu mengeluarkan sebuah suntikan dan obat yang mematikan bagi korban yang akan diberikan. Biasanya Thomas menggunakan obat itu untuk menjalankan aksi kejinya ketika menjalankan misi untuk melawan musuhnya di dunia mafia. Kini Thomas menggunakan obat itu untuk mengancam preman kecil yang mengganggu dirinya dan keluarganya.


Victor melihat suntikan itu yang akan menancap dilengannya. Victor langsung berteriak dengan keras sambil memberontak.


“Apa yang kamu berikan kepadaku?!”, teriaknya. Thomas hanya tersenyum menyeringai saja.


“Jawab dong?! Kamu kan gak bisu!”


Thomas tetap saja diam dan memberikan kode kepada anak buahnya untuk menyuntikan obat itu tanpa rasa kasihan. Setelah selesai menyuntikan obat ke dalam tubuh Victor yang kini tersungkur dilantai dengan bangku yang di dudukinya hampir menangis karena obat yang disuntikan di lengannya.

__ADS_1


Thomas memberitahu obat yang masuk ke dalam tubuhnya dengan ekspresi dingin.


“Kamu tahu obat apa yang kuberikan padamu”, geram Thomas.


“Obat itu secara perlahan akan membuat tubuhmu akan terasa rematik apabila kamu tidak mendapatkan obat penyembuhnya”.


“Jika kamu ingin mendapatkan obat itu, kamu harus menjalankan perintahku untuk menghancurkan wanita itu. Kamu tidak boleh membangkang selama dalam tugas apabila kamu menginginkan obat penyembuh itu dalam waktu satu minggu untuk memberikan pelajaran untuknya”, ucap Thomas dengan gigi mengetat.


Victor mendengar perkataan Thomas sebenarnya merasa kesal dengan dirinya sendiri.


“Sh*t,kenapa aku tidak cari tahu siapa pria yang kuancam. Dia laki-laki berbahaya. Aku harus turuti permintaannya bagaimanapun juga”, batin Victor.


“Baiklah, aku akan menjalankan tugas yang kau berikan untukku. Setelah aku berhasil, kamu tidak boleh mengingkari dengan ucapanmu mengenai obat penyembuh itu”, ucap Victor.


“Tentu, aku tidak pernah ingkar apa yang ku keluarkan dari mulutku selama kamu patuh”, ucap Thomas dengan senyum licik.


Thomas memanggil anak buahnya untuk melepaskan tali tersebut. Setelah tali yang mengikat kaki dan tangannya terlepas, Victor beranjak berdiri dengan mengusap tangannya yang terluka sedikit sakit itu. Lalu Victor menatap wajah Thomas yang begitu menakutkan.


“Laki-laki dihadapanku sebenarnya siapa sih? Nanti setelah aku keluar dari tempat ini, aku harus cari tahu”,ucap hati Victor.


“Kamu sudah terlepas dari ikatan itu dan kamu bisa keluar dari sini dengan menjalankan tugas sesuai misi yang nanti akan aku kirin lewat chat. Ingat, jangan pernah mengkhianati kebaikan aku. Kamu tak akan mendapatkan obat itu apabila kamu melanggar aturan”, ucap Thomas mengingatkan Victor.


“Kamu boleh pergi!”, usir Thomas.


Victor pergi meninggalkan tempat itu. Victor tidak bisa berkata setelah mendapatkan kekejaman dari Thomas. Victor hanya diam dan pergi tanpa kata dengan diantar dua anak buah Thomas. Sedangkan Thomas tengah memerintahkan anak buahnya yang handal untuk memantau gerak geriknya Victor.


“Pantau gerak gerik dia”, ucap Thomas.

__ADS_1


“Baik tuan”.


Kemudian Thomas juga menyusul pergi meninggalkan tempat markas itu. Thomas kembali di kediamannya. Dalam perjalanan kembali ke mansionnya. Thomas terlebih dahulu mampir ke sebuah toko kue. Thomas keluar dari mobil dengan diikuti oleh salah satu pengkhianat dalam aliansinya. Thomas tidak mengetahui bahwa dirinya tengah dikuntit oleh musuhnya.


Thomas tengah melihat kue dalam etalase lalu memesan kue itu.


“Mrs. saya pesan kue yang dilapisi cokelat ini dan berikan aku dua kotak cokelat”, ucap Thomas dengan ekspresi dingin.


“Ba..baik tuan”, ucap pelayan itu dengan sedikit takut.


Pelayan itu membungkus kue dan dua kotak cokelat dan menyerahkannya kepada Thomas setelah selesai terbungkus. Lalu Thomas membayar kue dan dua kotak cokelat kemudian kembali ke dalam mobil. Sopir itu menancapkan gas menuju ke mansion milik Thomas.


Beberapa lama kemudian Thomas telah sampai di mansion. Thomas turun dari mobil lalu membuka pintu yang tidak terkunci dan masuk ke dalam mansionnya dengan mata menelisik setiap ruangan untuk mencari istrinya. Lalu Thomas melihat sosok yang dicari saat ini tengah di dapur. Thomas tersenyum miring melihat istrinya yang sedang minum. Thomas berjalan mengendap-endap agar tidak ketahuan oleh Tina. Thomas meletakkan kantong berisi kue dan cokelat diatas meja makan kemudian menghampiri Tina dengan memeluknya dari belakang membuat Tina kaget dan hampir tersedat.


Tina meletakkan gelas yang berisi air mineral dengan membalikkan tubuhnya sambil menatap tajam.


“Honey, kamu ingat kembali juga setelah beberapa hari kamu pergi tanpa bisa dihubungi”, ucap Tina dengan membelai wajahnya.


“Sweety, maaf apabila aku pergi tanpa memberikan balasan salam rinduku untukmu”, ucap Thomas di depan wajahnya yang hanya berjarak satu inci sambil membbibirnya.


“Apakah kamu merindukan aku, sweety?”, tanya Thomas dengan mendesis.


“Aku sangat merindukan suamiku ini”, ucap Tina dengan memberikan kecupan rasa rindunya terhadap suaminya.


“Aku juga merindukan kamu”, ucap Thomas dengan menarik tengkuk untuk kembali berciuman dan menggendong Tina seperti bayi koala dan membawanya masuk ke kamar untuk melepaskan rindu mereka dengan bermadu kasih sambil menikmati nuansa surga dunia yang selama ini di tahan untuk keselamatan kandungan dalam perut Tina sampai mereka terlelap dalam tidurnya.


Di sisi lain Victor tengah mencari informasi mengenai Thomas namun dia tidak mendapatkan informasi yang dibutuhkan seolah identitas Thomas tidak bisa di lacak dan dilindungi dengan kode rahasia yang tidak bisa di jangkau oleh semua orang. Victor merasa kesal dan dipermainkan oleh pria yang dia ganggu. Victor mengumpat, “sh*t!”, dengan menjambak rambutnya sendiri sambil berteriak frustrasi.

__ADS_1


__ADS_2