Anak Genius Ayah Mengejar Ibu

Anak Genius Ayah Mengejar Ibu
Frustrasi Stefanus


__ADS_3

Di dalam gedung kantor milik Stefanus yang telah dipindah alihkan ke tangan Hans. Dia mencari keributan sebagai pelampiasan kemarahan dengan masalah yang dialaminya saat ini tentang skandalnya bersama Lauren. Stefanus mengobrak abrik kantor ruangan milik Hans dengan memukul meja menggunakan balok kayu, entah dia dapat darimana dengan keadaan mabuk berat setelah keluar dari diskotik semalam.


Hans yang baru datang melihat banyak karyawan yang berkerumunan di lorong ruang kerja miliknya. Kemudian Hans mendekati para karyawan dengan ekspresi marah.


"Apa yang kalian lakukan du depan ruangan kerja saya?", tanya Hans dengan tegas dan ekspresi dingin.


Para karyawan hanya menunduk kepala. Lalu Hans berjalan dengan ekspresi dingin yang membuat para karyawan tidak berani menatapnya.


Ketika akan sampai di ruang kerjanya, Hans dikejutkan dengan Stefanus yang tertidur di lantai dengan ruangan seperti kapal pecah.


Lalu Hans berteriak memanggil salah satu karyawan yang ditunjuknya


"Kamu!", tunjuk Hans mengarah kepada karyawan pria berdasi hitam dengan melambaikan tangannya, "kamu ke sini!", perintah Hans dengan tegas.


Karyawan laki-laki tersebut mendekati Hans dengan kepala menunduk.


"Ya pak, ada apa?", tanyanya dengan gugup.


"Tolong panggil satpam dan angkat dia ke kantor polisi", tegas Hans.


"Baik pak", ucap Karyawan laki-laki tersebut.


Hans yang masih di ruang kerjanya menyuruh para karyawannya untuk kembali bekerja dengan suara lantang. Para karywan terbirit-birit kembali ke meja kerja mereka sambil saling membisikkan dari telinga ke telinga teman-temannya tentang kehebohan dalam kantor saat ini.


Setelah para karyawan pergi, Hans berjongkok dengan menepuk pipi Stefanus yang sudah teler sambil mengucapkan selamat dalam artian mengejek.


"Selamat Stefanus, setelah bertahun-tahun yang telah kau lakukan kepada ayahku sekarang menuai akibat atas keserakahan kamu. Mungkin aku dan Gideon belum puas sebelum kamu merasakan arti sebuah neraka di dunia ini. Aku bersyukur memiliki mantu yang telah mengalir darahmu namun dia memiliki sikap berbeda dengan kamu. Aku harap kamu mendapatkan semua balasan berkali lipat",ucap Hans dengan meluapkan kalimat emosi yang selama ini di pendam dalam hatinya.


Beberapa saat Hans telang mengungkapkan emosinya, satpam datang bersama karyawan laki-laki tadi menghadap Hans dengan perilaku sopan.


"Maaf pak, kami terlambat mengetahui jika kantor bapak dibuat berantakan oleh tuan Stefanus", ucap salah satu satpam berpakaian hitam. Tetapi Hans tidak mengindahkan dan langsung memberikan petintah untuk mengangkat Stefanus langsung dibawa pergi ke kantor polisi meski dalam keadaan teler.


Dua satpam tersebut mengangkat tubuh Stefanus yang cukup berat dengan melewati Jordhan dan Rayhan yang baru datang. Jordhan dan Rayhan merasa bingung dan telah melewatkan yang terjadi di kantor tempat mereka bekerja. Lalu Jordhan dan Rayhan melangkah pergi dengan lebar untuk mendapatkan informasi yang mereka lewatkan saat ini.

__ADS_1


Jordhan memanggil salah satu karyawannya untuk menceritakan apa yang terjadi di kantor selama dirinya belum datang dan telah melewatkan yang terjadi di pagi hari. Karyawan tersebut menceritakan yang terjadi saat Jordhan belum datang. Di dalam ruang direktur tidak hanya Jordhan saja yang menyimak cerita dari karyawannya namun juga Rayhan ikut mendengarkan dan merasa ingin tahu.


"Permisi pak",ucap karyawan wanita.


"Ya, masuk. Kemarilah aku butuh informasi tentang masalah tadi sewaktu kami belum datang", ucap Jordhan.


"Duduklah di sebelah saya", ucap Rayhan.


"Tadi itu tuan Stefanus tiba-tiba ada di dalam kantor yang saat ini di tempati oleh presdir Hans. Dia terkapar di lantai setelah mengalami mabuk dengan ruangan sudah seperti kapal pecah tuan. Entah apa yang terjadi sejak pagi ataupun malam hari ketika tidak ada orang. Satpam juga tidak mengetahui bahwa tuan Stefanus bisa masuk ke kantor. Itulah ceritanya pak, saya hanya mengetahui sampai segitu..", jelas karyawan wanita.


"Baiklah, kamu bisa keluar", ucap Jordhan.


Setelah karyawan wanita itu keluar Rayhan menerka dan menyampaikan apa yang ada dipikirannya.


"Kemungkinan Stefanus depresi masalah skandal yang terjadi dengan Lauren dan memberikan pukulan besar ketika perusahaan ini diambil alih oleh Hans", ucap Rayhan.


"Bingo, aku setuju dengan pikiran kamu", ucap Jordhan lalu mengambil ponsel menghubungi Thomas.


"Hallo Jordhan, ada apa?",ucap Thomas.


"Ada berita penting yang akan membuatmu terkejut", ucap Jordhan.


"Berita penting?", tanya Thomas.


"Ya, ini berita penting seputar ayah kamu. Aku mendengar bahwa Stefanus datang ke perusahaan dimana tempat yang kau naungi dahulu dalam keadaan mabuk. Dia datang ke perusahaan saat tengah malam dan menghancurkan ruang kerja yang saat ini di duduki oleh Hans. Sekarang dia berada di kantor polisi man", ucap Jordhan.


"Dia benar-benar frustrasi Thomas", ujar Rayhan dengan merebut ponsel milik Jordhan. Lalu Jordhan mendelik karena kesal. Namun Rayhan mengabaikan ekspresi kekesalan Jordhan yang terpatri di wajah.


"Itulah karma yang harus di bayar olehnya walaupun dia daddy ku", ucap Thomas dengan menarik dasi yang sedikit mencekik leher.


"Gila! kamu Thomas...", ucapan Rayhan terpotong oleh Jordhan yang langsung merebut ponsel milik diri sendiri.


"Sudahlah kamj tidak perlu mendengarkan omongan dari Rayhan", ucap Jordhan.

__ADS_1


"Kalian lama-lama bisa menjadi sepasang kekasih jika tidak segera akur", ejek Thomas.


"Kamu ngacau banget", ucap Jordhan.


"Kalau begitu aku tutup sambungan teleponnya. Sepertinya Hans butuh pencerahan dari kami. Dia sudah masuk ke ruang kerja ku", ucap Jordhan langsung mematikan ponsel secara sepihak.


Setelah menutup telepon dari Thomas, Jordhan membuka suara.


"Ada apa Mr. Hans? Sepertinya kamu membutuhkan bantuan", ucap Jordhan.


"Ya, aku butuh bantuan dari kamu untuk menghandle rapat hari ini. Saya ingin kamu memimpin rapat mengenai pemasaran saham properti di sini", ucap Hans.


"Baiklah, Mr. Hans", ucap Jordhan.


"Apakah anda sedang ada masalah sepertinya raut wajah anda begitu lelah?", tanya Jordhan.


"Ya, saya lagi ada masalah dengan perilaku Stefanus yang membuat ruang kerjaku kayak kapal pecah", ucap Hans.


"Sekarang dia dimana?", tanya Rayhan yang pura-pura tidak tahu.


"Aku bawa dia ke kantor polisi", ucap Hans.


"Kalau begitu saya akan pulang dulu. Nanti hasil laporan kamu kirim ke email saya. Badanku lagi lesu, entah kenapa?", ucap Hans.


"Kalau begitu, semoga cepat sembuh Mr. Hans", ucap Jordhan.


Sementara Lauren terus berteriak di ruang kamarnya. Dia seperti orang depresi saat kasus skandalnya tidak terselesaikan. Tatkala Lauren depresi, Elizabeth mendapatkan banyak pundi-pundi uang sebagai model majalah dengan di kontrak beberapa agency.


Kali ini gairah Elizabeth begitu membuncah untuk mendapatkan uang tanpa ada halangan dan makian dari bibir Lauren yang terus mengancamnya.


Wajah Ellizabeth terus bersinar di balik germilangnya pesona tubuh yang semakin exotic. Brian yang melihat siaran televisi tentang Ellizabeth semakin ingin mendekatkan diri kepadanya.


Brian membutuhkan orang yang memiliki banyak uang. Saat ini Brian sedang terlilit hutang akibat saham menurun karena skandal korupsi yang dia lakukan. Brian bersembunyi di ruangan gelap agar tidak tertangkap oleh pihak detektif. Brian memiliki rencana untuk mengubah wajahnya agar dapat terhindar dari kejaran detektif.

__ADS_1


__ADS_2