
Kini wajah mereka terpancar bahagia setelah satu minggu menjalani rumah tangga dengan status suami istri. Kini Tina selalu melayani Thomas setiap pagi dengan dari pagi menyiapkan kemeja dan memberikan kecupan pagi yang berbeda dari sebelumnya.
Mereka sarapan pagi bersama putranya yang selalu membantu menyatukan kisah percintaan mereka.
Namun kebahagiaan mereka tidak lama setelah Brian dan dua wanita itu mengusik percintaan mereka yang baru saja menjalani kehidupan normal dengan status suami istri.
Ketika Tina sedang bersama Grace tiba-tiba Ellizabeth menarik lengan Tina hampir terjungkal ke depan.
Grace langsung membentak Ellizabeth.
“Kamu apaan sih!!”, bentaknya dengan nada tinggi.
“Diam”,sinis Ellizabeth.
“Lepasin aku dulu!”, marah Tina dengan menghempaskan tangan Ellizabeth.
“Kamu mau ngapain?”, tanya Tina dengan ekspresi menantang.
“Ini semua salah kamu ya Tin”, ucap Ellizabeth dengan nada geram.
“Salahku? Emang salahku apa? Aku tidak pernah mengusik kamu dan malahan kamu yang selalu mengusik kehidupan aku”, sinis Tina.
“Salah kamu yaitu...”, dengan mendorong dada Tina dengan jari telunjuk sambil menatap tajam.
“Kamu telah mengambil Thomas dariku”,geram Ellizabeth.
“Oh ya, bukannya sudah pernah ku katakan beberapa dekade yang lalu. Bahwa Thomas itu tidak pernah menyukai wanita jal*ng sepertimu”, sela Grace dengan mendorong tubuh Ellizabeth.
“Dia itu bukan barang yang semenannya bisa di dapatkan. Dia itu memiliki perasaan yang bisa kau paksakan”, amarah Grace dengan besengut.
“Diam!!”, teriak Ellizabeth yang frustrasi dan membuat para pejalan kaki memperhatikan pertengkaran mereka.
“Kenapa harus diam? Kamu di sini peran antagonis masak gak bisa membela diri”, ucap Tina dengan tatapan sinis.
“Kalian kini menang, selanjutnya aku akan balas perbuatan kalian lebih dari ini awas saja”, ancam Ellizabeth.
“Aku dan Tina tidak takut!!”, teriak Grace dengan membuang nafas kasar.
“Yuk, kita pergi dari sini. Aku malu jadi pusat perhatian para pejalan kaki di sini”, ajak Tina.
Mereka pergi dengan menaiki taxi dengan menghembuskan nafas lega setelah sekian lama terusik oleh kehadiran Ellizabeth.
__ADS_1
“Tin, apa kamu mengingat wanita jal*ng itu? Dia yang selalu mengusikmu dari awal kuliah sampai sekarang”, tanya Grace.
“Aku tidak mengingatnya, namun aku hanya terbesit kebawa amarah yang kau hidupkan tadi”, ucap Tina.
“Dasar”, ucap Grace dengan senyum.
“Besok kalau kau mengingat, kamu harus melawan wanita-wanita jahat seperti Ellizabeth. Jangan lemah dan mengalah. Ok”, ucap Grace.
“Tentu, buat apa aku belajar karate tapi tidak ku gunakan”, ucap Tina.
“Iya, iya, kamu sahabatku yang terbaik tapi sekarang yang dahulu kamu tidak menggunakan kemampuan kamu jadi kuanggap kamu sahabat yang bodoh”, ucap Grace dengan meledek.
“Iya deh, aku dulu bodoh, sekarang aku harus menjadi wanita yang tidak bodoh lagi”, senyum Tina memeluk sahabatnya.
Ellizabeth membuka pintu dengan kasar di rumahnya Brian sampai pemiliknya kaget dan amarahnya keluar.
“Apaan sih kamu!”, ucap Brian dengan nada tinggi.
Ellizabeth tidak mengindahkan omongan Brian dan dia malah langsung duduk dengan mengambil whisky milik Brian dengan sekali teguk dalam gelas kecil sambil menarik nafas lalu menghembuskan.
“Aku tadi bertemu dengan Tina”, ucap Ellizabeth.
“Terus, apa yang membuatmu marah?”, tanya Brian.
“Kamu benar wanita gila”, ejek Brian.
:Kapan kita menghancurkan rumah tangga mereka?”, tanya Ellizabeth.
“Kita tidak boleh gegabah dan aku sudah menyusun rencana ini dengan baik-baik. Kamu harus sabar dan jangan mengacau rencanaku ini”, ucap Brian dengan memberikan peringatan untuknya.
“Tapi aku sudah tidak sabar”, ucap Ellizabeth.
“Iya, aku tahu, namun siasat yang kita rencanakan dengan buru-buru akan menghancurkan semuanya dan kita bahkan tidak mendapatkan apa-apa”, ucap Brian.
“Baiklah, aku akan percayakan kepada kamu”, ucap Ellizabeth dengan beranjak berdiri dan sampai di pintu kamar Ellizabeth membalikkan badannya dan memberikan informasi mengenai pernikahan Thomas dan Tina.
“Oh ya, aku lupa memberitahu kamu bahwa Tina dan Thomas sekarang sudah resmi menjadi suami istri setelah aku mencari tahu dari beberapa kerabat dari Thomas”, ucapnya dan langsung meninggalkan Brian di ruang tengah sendirian dengan ekspresi terkejut.
Sementara Lauren melakukan rencana sesuai dengan ide licik Brian. Lauren mendekati Stefanus kembali agar bisa dekat dengan Thomas. Meski dengan malas dan merasa risih bersama dengan Stefanus yang notabenenya pria tua yang mes*m.
Lauren sering kali makan bersama dengan Stefanus dan menemaninya pergi di setiap pertemuan setelah melakukan perjanjian yang dapat menguntungkan untuk dirinya. Stefanus terus memuji kehebatan Lauren dan membuat karier Lauren semakin lama menajak dan lebih popularitas sampai agency besar menawarkan untuk bekerja sama.
__ADS_1
Keuntungan Lauren juga di dapat oleh Victor bersama manajernya yang memanfaatkannya. Namun lambat laun Laurent mengetahui perbuatan kedua orang yang dipercayainya sehingga Lauren berpikir membuat siasat licik untuk menjerumuskan mereka ke dalam jurang.
Lauren meminta bantuan kepada Stefanus untuk membantunya menghancurkan karier manajernya bersamaan dengan Victor meski bantuan yang dimintanya itu ada imbalan yaitu tidur bersama. Namun Lauren tidak punya pilihan lain dan sudah terlanjur melewati batas sehingga dia akan melakukan apa pun demi mencapai tujuannya.
Esoknya, ada sebuah berita hot mengenai perselingkuhan dan berita skandal mengenai manajernya bersama Victor sehingga suami dari manajer tersebut memblokir semua keuangannya dan hak asuh mengenai anaknya.
Kini manajer itu sedang di siksa dirumahnya sampai babak belur dan dibuang tanpa sepersen pun uang yang dimilikinya.
Sedangkan Victor pergi ke suatu tempat yang tidak dapat dikenali oleh banyak orang.
Sedangkan Tina sedang menikmati obrolannya dengan Keenan, Grace dan Jack di mansion miliknya.
“Tadi kalian belanja apa saja?”, tanya Jack.
“Kami belanja beberapa baju untuk kami dan anak-anak juga kamu honey”, ucap Grace dengan senyum hangat.
“Tadi tahu gak, kami itu bertemu dengan nenek lampir”, ucap Grace.
“Dimana?”, tanya Keenan.
“Di pusat pertokoan”, jawab Tina.
“Apakah dia macam-macam dengan kalian?”, tanya Jack.
“Tenang saja, dia tidak dapat berkutik tadi. Sebab kami telah memenangkan tropi sampai ia hanya dapat berteriak”, ucap Grace.
“Syukurlah, jika kalian tidak kenapa-napa”, ucap Keenan.
“Kalian berdua harus berhati-hati dengan mereka meski saat ini kalian baik-baik saja tapi mereka akan membalaskan dendamnya kepada kalian dengan dua kali lipat”, ucap Jack.
“Betul kata Jack, terutama padamu Tina. Dia akan terus mengusik kehidupan kamu. Secara kamu sudah sah jadi istri Thomas”, ucap Keenan.
“Tenang saja uncle, Felix akan melindungi momy”, sela Felix dari belakang.
“Oh, putra momy sudah pulang”, ucap Tina dengan senyum hangat.
“Bagaimana dengan sekolah kamu boy?”, tanya Keenan.
“Sangat menyenangkan dan lancar”, jawab Felix.
“Kamu sudah besar boy”, ucap Jack dengan mengusap kepala Felix.
__ADS_1
“Tentu, aku ingin segera dewasa agar aku bisa melindungi momy ku”, ucap Felix.
“Iya, iya, boy, aunty percaya dengan kamu”, ucap Grace dengan mencubit pipi gembulnya.