Anak Genius Ayah Mengejar Ibu

Anak Genius Ayah Mengejar Ibu
Keromantisan Thomas 2


__ADS_3

Di pagi hari dengan suasana bahagia di hati Tina Reffalino setelah mendapatkan lamaran dari Thomas. Kini Tina tidak pernah bisa lepas tersenyum sambil bersenandung saat membuat sarapan pagi untuk dirinya dan Thomas. Thomas yang baru saja terbangun dari tidurnya melihat Tina sedang bergoyang begitu asyik membuat Thomas tersenyum dengan berkacak pinggang. Thomas melihat pemandangan yang indah di pagi hari dengan goyangan Tina saat memasak. Thomas mencoba menghampiri Tina dengan diam-diam lalu memeluk tubuhnya.


Membuat pemilik tubuhnya terkejut dengan memanggil namanya, “Thomas!”


“Ya sweety”, bisik Thomas di telinga Tina sambil memberikan tiupan yang membikin pemiliknya merasa geli.


“Thomas!”, peringatan dari Tina.


“Ada apa sweety?”, tanya Thomas.


“Bisakah pagi-pagi jangan mes*m”, ucap Tina.


“Sekarang lepaskan pelukan kamu. Aku takut masakan untuk sarapan pagi ini akan gosong”,ucap Tina.


“Baiklah, aku akan melepaskan pelukanku ini. Namun aku ingin kamu memberiku morning kiss”, ucap Thomas.


“Jika aku sudah memberikanmu morning kiss. Apakah kamu mau melepaskan aku?”, ucap Tina dengan mematikan kompor dan membalikan tubuhnya.


“Ya, aku akan melepaskan pelukanku. Biar kamu melanjutkan masak untuk sarapan pagi ini”, ucap Thomas.


Lalu Tina berjinjit untuk memberikan morning kiss kepada Thomas. Tina memberikan kecupan singkat saja. Membuat Thomas tidak puas dengan kecupan singkatnya. Kemudian Thomas menarik pinggang Tina untuk lebih mendekat dan mencium kembali dengan dalam.


Karena oksigennya hampir habis, Thomas melepaskan ciuman tersebut. Thomas pergi meninggalkan Tina yang sedang mengambil nafas sebelum terkena amarahnya.


Tina merasa jika dirinya telah ditipu sambil menyalakan kompornya dan melanjutkan acara memasak.


Beberapa lama kemudian masakannya telah jadi dan Tina duduk di sebelah Thomas. Mereka menikmati sarapan pagi dengan nikmat dan penuh kebahagiaan.


“Thomas, kapan kita kembali? Aku takutnya terlalu lama di sini kita ditungguin oleh Felix”, ucap Tina.

__ADS_1


“Tenang saja sweety, Felix tidak akan mencari kita. Kita bisa melepaskan kerinduan lewat vidcall”, ucap Thomas.


“Tapi, Felix membutuhkan aku di dekatnya. Bukan semata aku hanya melepaskan rindu saja. Namun terpenting adalah Felix selalu di kelilingi orang tuanya agar merasakan bahagia itu bersama dan kita bisa melihat pertumbuhan putra kita Thomas”, ucap Tina.


“Iya sweety, aku tahu. Kita di sini setengah bulan baru kita kembali”, ucap Thomas.


“Apa?! Kamu benar-benar gila Thomas. Aku tidak ingin terlalu lama berjauhan dengan putraku”, ucap Tina.


“Tenang saja, Felix pasti memahami kita”, ucap Thomas.


“Tapi..”,


“Tapi...tapi, terus saja sih sweety. Kita kan gak tinggal di sini seumur hidup berduaan tanpa Felix. Kita hanya meninggalkan sebentar saja”, ucap Thomas.


“Tapi itu masalahnya yaitu bagaimana dengan pekerjaan kantor. Kamu bisa saja akan di pecat oleh daddy dan kita tidak dapat restu darinya”, ucap Tina.


“Jangan mulai lagi Thomas”, ucap Tina melanjutkan nasi gorengnya yang tinggal sesuap. Lalu tiba-tiba Thomas mengangkat tubuh Tina yang membuatnya kaget. Lalu Tina memukul dada bidang milik Thomas dan minta di lepaskan tetapi Thomas tidak menggubrisnya. Dia malah melanjutkan perjalanannya membawa Tina ke tempat yang istimewa yang telah dihias oleh Thomas sesuai dengan pikirannya.


Tina terkejut melihat belakang mansion besar itu penuh dengan bunga yang tertancap di tanah. Tapi yang membuat heran bagi Tina kenapa ada ranjang ditengah taman bunga. Saat Tina bertanya, Thomas langsung saja membawanya ke atas ranjang dan mulai berbulan madunya yang kesekian.


Sementara Felix, Herlena dan Alena sedang berjalan-jalan di pusat perbelanjaan. Herlena membawa Felix ke tempat bermain. Mereka mencoba beberapa permainan sambil berfoto selfi layaknya remaja. Herlena dan Alena tidak berhenti tertawa ketika melihat komentar dari para netizen.


Felix yang berada di tengah dua orang tua begitu gaul membuatnya senang. Dia malah tidak malu apa yang dilakukan oleh kedua grandma-nya.


Selesai mencoba beberapa permainan, kini Herlena dan Alena mengajak Felix ke pusat toko mainan. Felix membeli begitu banyak mainan seperti robot-robotan dan beberapa barang elektronik yang ingin dimilikinya. Herlena dan Alena mengabulkan permintaan Felix. Mereka berkongsi membelikan barang yang telah dipilih oleh Felix. Setelah itu mereka pergi makan untuk beristirahat. Senyuman yang terpatri di ke dua wajah milik grandma-nya tak pernah luntur. Felix merasa kebahagiaan yang kini dialaminya begitu lengkap setelah sekian lama di harapkan olehnya. Felix merasa kebahagiaan yang dialaminya lebih dari semua orang yang pernah membuat Felix merasa iri.


Di saat perjalanan pulang, Felix mengucapkan terimakasih untuk kedua neneknya.


“Grandma thank you”, ucap Felix

__ADS_1


“Sama-sama sayang”, ucap Alena mencium pipi gembulnya begitu juga Herlena ikut memberikan kecupan di pipi cucunya.


“Herlena aku tidak merasakan kita bisa berkumpul begini”, ucap Alena.


“Iya Alen, aku sangat senang melihat Felix menikmati perjalanan ini”, ucap Herlena.


“Iya dong grandma, Felix menikmati karena aku memiliki dua grandma yang masih kece seperti anak remaja”, sela Felix duduk ditengah mereka.


Sedangkan Stefanus sedang dirudung berbagai permasalahan mengenai kerja sama. Stefanus salah mencari kolega sehingga dia ditipu dengan ratusan triliun. Stefanus melampiaskan amarahnya dengan menendang meja kerjanya dan mengobrak abrik kertas diatas meja.


Setelah amarahnya terlampiaskan, Stefanus pergi dengan menutup pintu ruang kerjanya begitu keras membuat sekretarisnya yang berada di sekitarnya kaget.


Stefanus pergi menuju klub malam sebagai tempat menenangkan diri.


Kali ini Stefanus hanya minum-minum saja tanpa menyewa wanita kupu-kupu malam. Dia meneguk arak dengan sebotol dan meminta tambah ulang sampai dirinya mabuk dan teler hingga pagi hari tanpa ada yang bisa menghubungi keluarga dekatnya.


Pada saat membuka mata, Stefanus melihat pelayan bar tender yang sedang membersihkan gedung klub malam.


Stefanus bangun dengan merenggangkan kedua tangannya lalu memberikan ATM kepada bar tender tersebut untuk membayar beberapa minumannya yang sudah dihabiskan.


Lalu Stefanus pergi meninggalkan klub malam tersebut.


Beberapa lama kemudian Stefanus telah sampai di sebuah apartemen entah itu apartemen milik siapa.


Stefanus menggedor pintu apartemen tersebut.


Lauren yang baru saja terbangun dari tidurnya harus beranjak dari ranjang untuk membukakan pintu yang terus menggedor pintunya dengan berjalan malas.


Ketika membuka pintu tanpa melihat wajah orang lewat monitor, Lauren langsung terkejut melihat pria dengan wajah kusut sampai orang-orang yang berada di sekitar apartemennya menatap Lauren dengan tatapan sinis. Lauren langsung membawa masuk pria itu untuk menghindari gosip sebagai seniman dunia entertainment. Lauren memapahnya dan membaringkan dia diatas sofa dengan ekspresi kesal.

__ADS_1


__ADS_2