Anak Genius Ayah Mengejar Ibu

Anak Genius Ayah Mengejar Ibu
Skandal Stefanus dan Lauren


__ADS_3

Kini Stefanus berada di kediaman Gideon dengan berteriak menyuruh Gudeon keluar.


"Gideon!".


"Gideon!!".


"Gideon!!!".


"Keluar kamu dari mansion mu. Aku mau membawa pulang istriku!".


"Gideon! keluarlah kamu!! Jika kamu tidak keluar aku akan beberkan kamu bahwa kau telah menyembunyikan istri orang lain!".


Gideon yang berada di dalam ruang tengah bersama Herlena yang tengah terlelap tidur di sofa mendengar suara keributan dari luar.


Lalu Gideon mencoba keluar dan teriakkan itu semakin kencang dan jelas bahwa suara bariton itu milik Stefanus.


Para penjaga yang berada di luar begitu kewalahan. Akhirnya Gideon keluar dan mereka bisa sedikit tenang. Stefanus yang tidak bisa menahan emosi langsung memberikan layangan tinju di wajah Gideon.


Lalu Gideon tersungkur akibat tinjuan yang amat keras mengenai wajahnya.


"Tuan", salah satu penjaga menolong Gideon untuk berdiri sedangkan tiga pengawal menahan Stefanus dengan terus mendorong tububnya sambil berteriak.


"Kamu bangs*t, membawa istriku tanpa sepengetahuan aku. Kembalikan istriku sekarang!"


"Kamu tidak memiliki hak untuk membawa Herlena yang telah apa kamu lakukan terhadapnya", ucap Gideon dengan mengusap darah di sudut bibirnya.


"Itu bukan urusanmu!", bentak Stefanus.


"Itu menjadi urusanku semenjak dia di tinggalkan oleh kedua orang tuanya. Aku tidak akan pernah melepaskan kepadamu hanya untuk disakiti. Pergilah, jika tidak akan aku laporkan kamu ke polisi atas tindakan kekerasan kamu terhadap Herlena", ucap Gideon.l dengan mengusirnya.


"Apa kamu punya bukti?!", tanya Stefanus dengan menantang.


"Tentu, jika tidak aku tak akan mengancam kamu, brengs*k", ucap Gideon meninggalkan Stefanus yang seperti orang bodoh dengan memberikan kode perintah untuk anak buahnya segera membawa Stefanus pergi.

__ADS_1


Sampainya di dalam ruang tengah Herlena bangun dari tidurnya dengan mengusap matanya yang sedikit perih karena menangis berjam-jam.


Lalu memposisikan duduk saat melihat Gideon datang dengan sudut bibir terluka.


"Gideon, siapa yang ribut di luar?', tanya Herlena.


"Itu manusia serakah. Sudahlah lebih baik sekarang kamu membersihkan diri untuk menyegarkan tubuhmu", ucap Gideon yang akan melangkah namun terhenti dengan ucapan Herlena.


"Aku tidak memiliki pakaian di sini", ucapnya dengan malu.


"Tenang saja kamu sementara memakai kemeja ku dulu. Nanti akan aku suruh pelayan membelikan pakaian untukmu", ucap Gideon.


"Terima kasih", lirih Herlena dengan menunduk kepalanya.


Sementara Thomas begitu senang ketika Stefanus menderita meskipun dia adalah ayahnya sendiri.Thomas saat ini sedang berhubungan dengan Tina di atas ranjang setelah hiatus dua minggu karena terjadi kepada setiap wanita.


Sedangkan Felix sedang menghebohkan berita tentang wanita yang suka menindas momy nya hingga mengalami kecelakaan. Felix tidak berhenti menyulutkan komentar jahat kepada Lauren. Lauren yang sedang melihat komentar jahat membuatnya merasa geram dan takut meski sudah mengambil inisiatif membela diri dengan akun lain.


Tetapi komentar itu terus menyerang dirinya sampai membanting ponsel di kamarnya hingga pecah. Ketika Stefanus bersama ke dua orang tuanya datang Lauren langsung beranjak dari ranjang untuk membentak Stefanus.


"Kau apa-apaan menampar anakku, Stefanus!", bentak ibu Lauren dengan memeluk anaknya.


"Semua itu gara-gara kamu!", bentak Lauren dengan terus memukul dada bidang Stefanus.


"Benar, yang dikatakan anakku Stefanus. Kamu harus bertanggung jawab semua ini", ucap ayah Lauren yang seperti benalu untuk anaknya.


Lalu Stefanus berteriak, "Arghhh!!", dan meninggalkan mereka dengan menutup pintu keras. Stefanus pergi meninggalkan mansion miliknya dengan melajukan mobil dengan kecepatan tinggi.


Sesampainya di gedung diskotik, Stefanus melangkah lebar sampai ke meja bar dan meminta kepada melayan satu botol whisky dengan kadar alkohol tinggi. Sang pelayan pria mengambilkan dan langsung di sahut oleh Stefanus lalu meneguk hingga tandas setengah botol dengan mata menyalang.


Kehidupan dia saat ini begitu hancur sampai tidak bisa menahan air mata yang menetes lalu meminum kembali whisky tersebut.


Sekarang di dalam mansion milik Gideon, Herlena berada di blakon kamar untuk merasakan angin sepoy dan menghirup udara yang selama ini selalu mencekat di hidung. Rasa nafas yang lega belum pernah di rasakan oleh Herlena. Sekarang dia merasakan nafas lega. Herlena menghirup angin dengan merentangkan ke dua tangannya untuk merasakan angin malam yang menyegarkan baginya. Ketika sedang menikmati angin malam dengan merentangkan tangannya tiba-tiba Gideon mengagetkan dengan suara dan menyelimuti tubuhnya dengan jaket.

__ADS_1


"Bagaimana jika kamu sakit karena angin malam yang kau hirup berlebihan?", tanya Gideon di samping Herlena dengan merangkul pundaknya.


"Tidak masalah, aku baru merasakan nafas lega Gideon yang selama ini begitu sesak di dadaku", ucap Herlena.


"Tapi jangan menghirup begitu banyak. Jika kamu sakit itu terlalu merepotkan", ucap Gideon dengan terkekeh dan Herlena memukul lengan dengan merajut gaya anak kecil.


Gideon yang mendapatkan pukulan dari Herlena malah tertawa begitu juga yang di rasakan Herlena. Kini Herlena begitu nyaman bersama Gideon. Dia merasakan beban yang selama ini dipinggul begitu berat di pundak akhirnya satu persatu terhempas beban tersebut.


Herlena meletakkan kepalanya di pundak Gideon dengan senyuman hangat yang diberikan pada Gideon untuknya sambil memberikan usapan di pundaknya.


Sedangkan Ellizabeth yang telah mendengar berita tentang Lauren begitu senang saat dia mengalami penderitaan yang selama ini di harapkan oleh Ellizabeth. Ellizabeth membaca komentar jahat dari para netizen dengan bersenandung di dalam kamar. Di saat Ellizabeth sedang menikmati penderitaan Lauren, dia mendapatkan notifikasi dari agencynya. Ellizabeth mendapatkan tawaran untuk menjadi model exotic di peran utama yang membuat Ellizabeth bertambah bahagia.


Tatkala penderitaan Lauren sedang bertubi-tubi bersama Stefanus, Kini Ellizabeth mendapatkan berpundi-pundi uang setelah sekian lama tidak menghirup udara segar uang selama dia berada di bawah kendali Lauren.


Lalu Ellizabeth beriang gembira di kamar dengan menghidupkan musik untuk dia berjoget.


Matahari terbit dari arah timur dengan sinar mentari menyelusup di sela-sela korden. Tina terbangun karena merasa terganggu oleh suara deritan ponsel. Lalu Tina beranjak dari pelukan Thomas dengan memposisikan tubuhnya duduk sambil bersandar di kepala ranjang dan menutupi tubuhnya yang tanpa sehelai kain. Lalu mengangkat sambungan telepon genggam dari momy nya, "hallo mom, ada apa pagi-pagi menghubungiku?", tanya Tina dengan mata sedikit pedas.


"Momy mau bertanya soal berita tentang ayah mertuamu yang terkena skandal itu. Bagaimana tanggapan Thomas nak?", ucap Alena dari seberang sana yang sedang membantu suaminya merapikan dasi.


"Biasa saja mom. Aku juga heran dengan Thomas ketika melihat siaran televisi waktu itu dan dia hanya menanggapi dengan santai", ucap Tina.


"Dia memberikan alasan karena ibunya yang telah lama tersakiti oleh ayahnya", ucap Tina.


"Kasihan ya, momy sampai tidak tega dengan masalah di keluarga suami kamu", ungkap Alena.


"Kamu tidak perlu memberikan kasihan untuk mereka. Itu hukuman yang harus mereka rasakan setelah melakuka. perbuatan yang merugikan orang lain", sela Hans.


"Hans!!", bentak Alena.


Tina yang masih diseberang sana terkekeh dengan pertengkaran mereka yang begitu lucu.


Sedangkan orang yang sedang di seberang sana Hans mematikan ponsel dan membawa Alena dalam dekapan ciuman hangat di pagi hari yang membuat Alena kesal.

__ADS_1


Setelah melepas ciuman itu, Hans berlari keluar sebelum terkena serangan dari Alena yang ubun-ubunnya sudah mendidih denga. berteriak, "I'm sorry sweety".


Alena yang berada di dalam hanya terkikik geli dan pipinya merasa panas akibat perilaku suaminya.


__ADS_2