Anak Genius Ayah Mengejar Ibu

Anak Genius Ayah Mengejar Ibu
Hari Kelahiran sang Putra Garce dan Jack


__ADS_3

Di siang hari, dengan sinar matahari yang menelisik lewat jendela. Stefanus sedang menikmati kebersamaan dengan Lauren sambil merokok. Lauren yang berada di samping Stefanus sedang bermanja-manja dengan tangan terus menggerayangi. Stefanus menikmati sentuhan dari Lauren.


Sefanus mengangkat obrolan dengan Lauren, “sweety, aku mau mulai saat ini juga tidak perlu mengejar Thomas. Aku akan berikan segalanya untukmu”, tuturnya.


Raut wajah Laurent berubah marah setelah mendengarkan lontaran dari bibir Stefanus dengan menghentikan tingkah manjanya pada Stefanus dengan mengatakan dalam batin, “apakah orang tua ini mulai mrnyukaiku? Oh my god, bukannya aku dapat anaknya malah yang ku dapatkan orang tua ini. Tidak bisa, tidak bisa, pokoknya semua sudah aku lakukan tidak boleh sia sia”.


Lauren kemudian memposisikan duduknya dengan tegak dan mengubah ekspresi wajahnya biasa saja dengan tatapan menghadap ke depan lalu mulai berbicara.


“Honey, kamu tahukan dengan perjanjian kita. Kamu, sekarang malah ingkar janji menyuruhku untuk berhenti mengejar Thomas. Aku mencintainya, Stefanus”, ungkap Lauren dengan penekanan di nama pria itu. Ekspresi wajah kaku dengan gigi mengetat setelah mendengarkan ungkapan cinta Lauren untuk anaknya membuat dia tersulut emosi. Lalu Stefanus membuang puntung rokok itu setelah dimatikan. Kemudian Stefanus duduk di pangkuan Lauren dengan mencekik leher wanita itu dan dia terkejut dengan meronta-ronta tapi Stefanus tidak peduli, dia malah mendorong tubuh Lauren berbaring. Lalu Stefanus mulai aksinya dengan kasar. Membuat Lauren ketakutan dengan perlakuan Stefanus. Lauren hanya bisa pasrah aksi yang dilakukan Stefanus. Entah setan apa yang merasuki Stefanus, dia sampai melakukan hal kasar tanpa ingat usia kandungan Lauren akibat tersulut emosi. Beberapa menit kemudian aksi kasarnya menjadi lembut dan mereka sama-sama menikmati meskipun hati Lauren saat ini sedang memendamkan dendam pada Stefanus yang berani berbuat kasar dan tidak memenuhi keinginannya.


Sementara Tina sedang menunggu Grace lahiran dengan di temani Felix yang sedang bermain game. Sedangkan Thomas akan menyusul setelah bertemu klien masalah pekerjaannya selesai baru akan ke rumah sakit.


Grace terus berteriak dibawah sinar lampu di ruang ICU dengan ditemani Jack yang duduk di sampingnya. Suara jeritan dari bibir Grace terus menggema lalu beberapa lama kemudian suara jeritan Grace berganti suara tangisan bayi "oe.. oe.. oe..". Jack kemudian mencium kening istrinya dengan mengucapkan kata terima kasih sambil meneteskan air mata.


Tina yang berada di luar mendengar tangisan bayi begitu bahagia sampai memeluk tubuh anaknya yang di samping sedang bermain gadget dengan berteriak, “felix! Aunty Grace akhirnya memiliki teman dan kamu bisa bermain bersamanya boy”, ungkap Tina dengan rasa bahagia.


“Auch mom, pelukannya terlalu erat”, adu Felix dan Tina meminta maaf.


“Maafkan momy boy, momy terlalu terbawa suasana bahagia”, ungkap Tina dengan wajah berseri.


Beberapa saat kemudian ruang ICU terbuka dan suster sedang mendorong troly ranjang bayi. Tina dari kejauhan melihat bayi itu sedang terlelap di ranjang mungil itu dengan mata berbinar. Lalu di susul dengan ranjang yang di tempati Grace sedang di dorong menuju ruang rawat inap. Kemudian Tina mengikuti mereka bersama Jack ruang rawat inap dengan menggedong tubuh mungil Felix anaknya.


Setelah suster selesai memasang alat infus dan pergi, Tina berlari ke arah Grace dengan merangkul sebentar lalu mengucapkan kata selamat kemudian menurunkan tubuh Felix dari gendongannya.

__ADS_1


“Yaampun Grace selamat atas kelahiran anak pertama kamu”, ungkap Tina dengan senyuman lembut.


“Iya aunty, selamat”, ucap Felix di samping ranjang Grace.


“Thank you boy”, ucap Grace.


“Apa kalian sudah menyiapkan nama untuk putra kalian?”, tanya Tina.


“Iya kami sudah siapkan”,papar Jack.


“Siapa namanya?”, tanya Tina kembali.


“Nama anak kami Raiden Carolus Harisson”, ungkap Grace dengan senyuman bahagia.


“Itu nama sangat bagus Grace”,ucap tulus dari Tina.


“Hai Grace”, sapa Thomas dari tengah-tengah pintu dan mereka menoleh.


“Thomas!”, panggil Grace.


Thomas lalu mendekat dan menghampiri Grace dengan mengucapkan selamat.


“Selamat Grace atas kelahiran putra pertama kamu”, sambil memberikan bingkisan kado beserta sebuket bunga pada Grace.

__ADS_1


“Thank you semuanya, aku jadi terhura”, ungkap Grace.


“Terharu kali Grace”, pungkas Tina dan Grace terkekeh.


“Bayi kamu mana?”, tanya Thomas.


“Bayi kami berada di ruang bayi”, sahut Jack dan Thomas beroh ria. Lalu mereka mengobrol di ruang inap begitu lama kemudian Tina bersama keluarga kecilnya berpamitan pada Grace.


“Grace sepertinya kami harus pamit pulang”, ucap Tina dengan beranjak dari sofa.


“Kok cepat sih Tin”,ujar Grace.


“Cepat gimana? Felix saja sampai tertidur dan ini sudah pukul 06.00 sore Grace”, ungkap Tina yang dibalas kekehan dari Grace.


“Ya udah deh, hati-hati di jalan ya gaes”, ucap Grace dengan tangan melambai.


“Kami pamit dulu Jack”, pamit Thomas.


“Thanks ya Thomas atas buah tangan dan menyempatkan menjenguk kelahiran pertama istriku”, ucap Jack yang diangguki Thomas. Lalu mereka pergi meninggalkan Grace bersama Jack. Tina berjalan beriringan dengan Thomas yang sedang menggedong tubuh mungil Felix melewati lorong rumah sakit menuju ke tempat parkiran. Sesampainya di parkiran Felix di dudukan di Carseat Care Baby yang berada dalam jok belakang.


Setelah itu Thomas duduk di kursi pengemudi dan melajukan mobilnya dengan mengobrol seputar kebahagiaan Grace saat ini.


“Thomas tahu tidak, aku tadi melihat putra Grace yang berada di ranjang troly tadi begitu imut”, papar Tina dengan penuh bahagia. Thomas yang berada disampingnya menggoda Tina untuk menampik rasa sesal akibat tidak bisa melindungi orang terkasihnya sampai kehilangan janin dalam perutnya.

__ADS_1


“Sweety, bagaimana ketika kita sampai di rumah membuat bayi setelah aku menidurkan Felix di ranjang?”, goda Thomas dengan naik turunkan kedua alisnya. Tina yang berada di samping Thomas yang menggodanya langsung mendapatakan pukulan dan umpatan kata mes*m. Thomas hanya tertawa lalu menarik tengkuk Tina untuk menciumnya saat lampu merah dan Tina terkejut dengan meronta dan mendorong tubuh kekar suaminya dengan pipi merona lalu membuang muka ke sisi jendela melihat jalanan. Thomas yang di sampingnya tersenyum sambil melaju kembali mobilnya setelah lampu hijau.


Sesampainya di rumah, Thomas menaruh tubuh Felix ke kamarnya. Setelah itu menyusul Tina ke dalam kamar utama. Saat masuk ke dalam kamar Tina tidak ada di sudut ruangan itu. Lalu melihat pintu kamar mandi itu, Thomas menyusul ke sana dengan pintu yang tidak terkunci. Secara diam-diam Thomas ikut bergabung di bathub saat Tina sedang menikmati air rendaman hangat itu. Lalu Tina terbangun dari alam euforianya saat menikmati tubuhnya relax dalam bak mandi karena ulah Thomas. Kemudian Tina berteriak, "arghhh", dengan bertanya, "ka..kau, kenapa masuk?", Thomas yang mendengarkan pertanyaan itu berdecak, "ck", terus menjawab dengan santai di dekat telinga Tina, "kita sedang proses membuat anak sweety". Bisikan Thomas membuat wajah Tina seperti kentang rebus. Thomas yang berada dibelakangnya tersenyum dan mulai aksinya hingga selesai mandi.


__ADS_2