Anak Genius Ayah Mengejar Ibu

Anak Genius Ayah Mengejar Ibu
Sebentar Lagi Berkumpul Kembali 1


__ADS_3

Wanita itu merenggangkan pelukan dengan mengusap air mata lalu memegang dua tangan putrinya yang tidak mengingat apa-apa di masa lalu akibat kecelakaan tersebut.


"Nak, kamu kemana saja? Momy, daddy, telah mencari kamu kemana-mana namun kami tidak menemukan kamu. Ceritakanlah kepada momy dan daddy, apa yang terjadi beberapa tahun saat kamu meninggalkan rumah", ucap Alena.


Tina mengerutkan alis bertanya-tanya siapa wanita yang dihadapanny? sambil menoleh kearah Grace untuk memberikan penjelasan sambil mengkode.


Grace tahu arti tatapan tersebut yang diberikan oleh Tina. Sementara Felix pun juga bingung. Lalu Grace membuka suara setelah tarik nafas.


"Aunty", panggil Grace.


"Grace!", panggil Alena dengan meminta penjelasan.


"Iya aunty, kita pergi cari restoran terdekat di pusat perbelanjaan dulu yuk", ajak Grace


Grace menggandeng Felix berjalan di depan dengan diikuti oleh Alena bersama teman arisannya dan Tina.


Setelah menemukan restoran mereka duduk bersama sementara teman Alena pamit pulang dulu dengan alasan anaknya akan segera sampai ke rumah habis dari Belanda. Alena menganggukan kepala.


Saat ini suasana begitu canggung bagi Grace. Lalu Grace membuka suara.


"Aunty, kita pesan makanan dahulu", tawar Grace dengan memanggil pramusaji.


"Baiklah", ucap Alena


Pramusaji datang membawa buku menu dan diberikan kepada pelanggan lalu mencatat makanan yang akan mereka pilih.


"Saya pesan hot dog dan orange juice", ucap Grace


"Saya Grilled chicken dan lemon tea", ucap Alena


"Saya hamburger dan orange jus", ucap Tina.


"Felix ingin apa?", tanya Tina dengan mengalihkan pandangan dari buku menu.


"Aku mau sosis bakar, pizza dan minuman di samain dengan momy", ucap Felix.


"Baiklah boy", ucap Tina.


"Kalau begitu silahkan ditunggu", ucap pramusaji wanita tersebut.


Sembari menunggu Grace mulai menjelaskan mengenai pertanyaan-pertanyaan bertubi di dalam pikiran ibu dan anak.


"Aunty, dia saat ini hilang ingatan...," jelas Grace

__ADS_1


"Apa!", Alena terkejut dengan tatapan sedih kepada anak semata wayangnya ini.


"Kenapa kamu tidak cerita Grace? ", tanya Alena dengan memandang wajah Tina.


"Maaf aunty..., "sesal Grace dengan suara lirih


"Bisakah kamu menjelaskan kepadaku tentang Tina selama ini? ", tanya Alena yang diangguki oleh Grace.


"Cerita awalnya dia itu dikhianati oleh Brian, lalu Tina masuk ke bar yang tidak pernah ia injakan, kemudian dia terlalu mabuk dan esok paginya sudah berada di ranjang dengan seorang pria yang tidak ia kenal...," jeda Grace saat makanan telah datang. Setelah pramusaji tersebut meletakkan hidangan dimeja dan pergi. Grace kembali bercerita.


"Siapa pria itu?", tanya Alena tanpa mengalihkan pandangan dari wajah putrinya yang saat ini memandang Grace yang sedang bercerita.


"Thomas", sebut Grace


"...Dan anak laki-laki di samping putrimu itu adalah Felix hasil hubungan one night", jelas Grace. Lalu Alena memandang cucunya yang sedang asyik menikmati santapan makanan yang iya pesan sampai belepotan. Alena meneteskan air mata sambil beranjak dari duduk lalu memeluk Felix penuh kehangatan dan kerinduan walaupun belum pernah tahu wajah cucunya.


"Cucuku", ucapnya sambil memeluk. Felix yang sejak tadi makan sambil menguping berhenti ketika Alena tiba-tiba memeluknya.


"Nenek!", panggil Felix yang tangan mungilnya memegang makanan sosis bakarnya.


"Ya boy", ucap Alena merenggangkan pelukan dengan mencium dua pipi gembulnya sis kanan dan kiri.


"Apakah anda ibu dari momyku?", tanya Felix dengan wajah polosnya.


"Ya sayang, mulai saat ini kamu panggil aku nenek", ucap Alena dengan senyuman lembut untuk cucunya yang tidak pernah ia lihat sama sekali. Lalu Alena beranjak dari jongkoknya dan duduk kembali.


"Kamu mau kan?", tanya Alena yang diangguki oleh Tina.


"Syukurlah jika kamu menerima ajakan momy. Momy tidak sabar memberikan kejutan kepada daddy kamu pasti dia bahagia. Dia juga merindukan kamu, sayang. Apalagi dengan kehadiran Felix cucuku ini", ucap Alena dengan menoleh ke cucu sematawayangan yang sedang minum orange juice.


Sedangkan Thomas saat ini sedang berseteru kembali dengan Stefanus yang masih tidak menerima kekalahannya dengan menyebutkan anaknya durhaka. Namun Thomas hanya diam dan tersenyum sinis tingkah laku Stefanus yang geram sambil mengaitkan dengan Gideon, orang yang telah ia khianati.


"Boy, daddy akan mengaku kalah jika setengahnya hasil kerja keras kita tidak diberikan pada Gideon si pria b*ngs*t", marah Stefanus dengan berkacak pinggang di depan Thomas yang tengah duduk di meja kerjanya.


"Thomas jika kamu tidak mengabulkan permintaan daddy, jangan harap aku menerima kekalahan dengan kamu", ancam Stefanus dengan geram sambil jari telunjuk menunjuk nunjuk dekat wajah Thomas dengan berlalu pergi.


Thomas hanya diam sambil berdecak dalam pikirannya dengan mengatakan, " dasar tua bangka yang tidak tahu diri", lalu menghubungi Reyhan untuk mengantarnya bertemu klien.


"Hallo, Reyhan", panggil Thomas.


"Iya Thomas, ada apa?", tanya Reyhan.


"Persiapkan mobil, kita pergi bertemu klien untuk kerja sama real estate", ucap Thomas lalu mematikan ponselnya sepihak dan mengambil jas untuk dibawa bertemu klien.

__ADS_1


Sementara Tina dan Felix diajak oleh Alena ke rumahnya dan Grace kembali pulang untuk memberikan kesempatan kepada mereka untuk melepaskan kerinduan. Sekarang ini Alena mengajak Tina untuk masuk bertemu Hans suaminya.


"Ayo sayang kita masuk", ajak Alena dengan menarik lengannya.


Tina berjalan mengikuti langkah Alena dengan menggendong tubuh Felix.


Sampainya di ruang tamu, Alena menyuruh Tina untuk duduk dulu.


"Duduklah dulu nak", tawar Alena


"Aku akan bawa daddy kamu kesini sebagai hadiah kejutan", ucap Alena dengan wajah bahagianya.


Di dalam Alena menemui suaminya di halaman belakang sedang menikmati teh manis sambil membaca koran. Alena memanggil suaminya yang asyik menikmati berita yang tercetak dalam koran.


"Hans!", panggil Alena duduk di samping kursi putih.


"Ya honey, ada apa?", tanya Hans dengan pandangan masih tertuju pada koran yang dibacanya.


"Aku memiliki kejutan untuk kamu Hans", ucap Alena dengan wajah cerianya.


Hans lalu menutup koran dan mengarahkan pandangan ke istrinya yang tampak lebih ceria dibandingkan tahun-tahun yang lalu setelah Tina pergi hanya meninggalkan surat saja.


"Kejutan?", tanya Hans yang diangguki oleh Alena.


"Kamu ikutlah ke luar bersama ku", ucap Alena dengan menarik lengan Hans secara paksa sebelum Hans mengiyakan. Hans mengikuti langkah istrinya lalu tiba-tiba menyuruhnya untuk berhenti dan memerintahkan suaminya untuk menutup mata.


"Hans berhentilah di sini dahulu dan ikuti perintahku jika kamu ingin kejutan dariku", ucap Alena yang diangguki Hans tanpa banyak bertanya untuk menyenangkan Alena yang saat ini begith ceria.


"Sudah aku tutup mata ku sweety", ucap Hans


"Jangan dibuka mata kamu sebelum ada aba-aba dariku dan jangan mengintip", ucap Alena


"Sudah sweety, aku tidak akan mengintip", ucap Hans yang sedang memenjamkan matanya.


Alena menarik lengan Hans sampai ke ruang tamu. Ketika telah sampai pada tujuan saat ini Tina sedang memegang foto keluarganya dan Felix berada di samping Tina dengan bertanya, "dia siapa mom?"


"Itu momy kamu nak", ucap Alena dari dalam dengan memegang tangan Hans suaminya.


Hans yang sedang memejamkan matanya penasaran dengan suara anak kecil dan bertanya-tanya dalam pikirannya, "suara siapa itu?"


Rasa penasaran begitu menggerogoti belum ada satu menit setelah mendengarkan suara anak kecil lalu berganti suara dari Alena.


"Honey, bukalah ke dua mata kamu. Siapa yang datang?", ucap Alena

__ADS_1


Lalu Hans membuka perlahan dan terkejut melihat putrinya dihadapan dia sekarang dengan menyebut nama putrinya, "Tina!", kemudian Hans mendekap tubuh putrinya untuk melepaskan kerinduan yang selama ini dia pendam bertahun-tahun dengan mengeluarkan air mata.


Felix yang berada di samping Alena begitu senang melihat ibunya bertemu dengan keluarganya begitu juga yang dirasakan oleh Alena sambil mengangkat tubub Felix dan mencium pipi gembulnya.


__ADS_2