Anak Genius Ayah Mengejar Ibu

Anak Genius Ayah Mengejar Ibu
Perceraian Herlena dan Stefanus 2


__ADS_3

Di tengah keluarga mereka sedang tentram. Brian mengganggunya dengan terus mendekati Tina saat dirinya berjalan ke pusat perbelanjaan sendirian.


Ketika Tina sedang memilih kebutuhan, tiba-tiba Brian dari belakang memeluk Tina. Lalu Tina terkejut saat tangannya bertengger di perut dengan kurang ajarnya.


Brian membisikkan, “aku akan tetap mengejarmu. Bagaimanapun caranya”, dengan senyum licik sambil mengambil foto kedekatan hubungan intim mereka.


Tina yang merasa di manfaatkan langsung menginjak kaki Brian dengan kalimat, “pria murahan”, dengan berjalan berlalu meninggalkan Brian yang mengumpat kasar, “dasar cewek j*l*ng!”


Tina pergi ke tempat parkir dimana mobilnya terpakir bersama sang sopir. Lalu Tina menyuruh sang sopir untuk mengantarnya pulang sebab hari ini dia sedang tidak mood untuk berbelanja. Tina akan menyuruh pelayannya untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari di mall.


Brian yang masih di pusat perbelanjaan menyeringai ketika dia mendapatkan fotonya dengan kedekatan secara intim bersama Tina. Brian memiliki pikiran untuk menghancurkan keluarga kecil Thomas dengan membuat skandal bahwa Tina bertemu dengannya di belakang dia.


Brian pergi meninggalkan pusat perbelanjaan untuk pulang ke rumah setelah mendapatkan yang diinginkan.


Sampainya di rumah, Felix yang sedang bermain playstation bertanya kepada Tina.


“Mom, tadi berpamitan pergi berbelanja. Kenapa momy tidak membawa apa-apa setelah pergi ke mall?”, ucap Felix.


“Tadi momy bertemu dengan pria bajing*n sayang”, ucap Tina dengan menyandarkan punggungnya di sofa.


“Pria bajing*n?”, tanya Felix.


“Ya boy, waktu dahulu kita pernah bertemu di cafe dan dia ngotot minta momy untuk kembali kepadanya. Kamu masih ingat tidak?”, ucap Tina.


Felix mencoba mengingat-ingat sambil bermain game dengan Audrey di sampingnya.


Beberapa menit kemudian Felix menang dengan bersamaan mengingat laki-laki itu.


“Aku ingat mom”, ucap Felix dengan meletakkan stick ps nya.

__ADS_1


“Apakah dia berbuat sesuatu terhadap momy? Biarkan Felix yang akan memberikan pelajaran untuknya”, ucap Felix.


“Dia...”, ucapan Tina terpotong saat Thomas masuk tiba-tiba dengan sorotan mata tajam dengan melewati Felix dan menarik tangan Tina.


Tina pun terheran kenapa ekspresi Thomas seperti itu. Tina kali ini mengalah mengikuti perintah Thomas masuk ke kamar untuk menghindari perdebatan ditengah anak-anak.


Felix yang melihat ekspresi daddy nya sampai menerka-nerka bahwa terjadi sesuatu yang membuatnya marah. Felix kini menunggu dua orang dewasa menyelesaikan masalah dengan mengajak Audrey pergi ke kamarnya untuk merangkai lego sembari menunggu momy nya meminta tolong.


Di dalam kamar utama, Thomas mendorong tubuh Tina ke ranjang dan mencium kasar sampai Tina meronta dengan mendorong tubuh kekar Thomas. Akhirnya Thomas melepaskan ciumannya.


Lalu Tina beranjak dari tidurnya dengan kalimat marah.


“Thomas! Kamu itu apaan sih?! Tiba-tiba datang dan berbuat kasar terhadapku!”.


“Lihatlah photo di ponselku”, ucap Thomas menunjukkan gambar berduaan dengan berpelukan bersama Brian. Setelah melihat photo tersebut Tina tersenyum sinis dengan bergumam, “ternyata pria brengs*k itu tidak tahan menghancurkan rumah tangga orang”, dengan berkacak pinggang dan menghembuskan nafas kasar. Kemudian menjelaskan kepada Thomas dengan duduk di sampingnya.


“Thomas, kamu itu harusnya cari tahu kebenarannya. Bukannya yang kamu utamakan kecemburuan kamu”, ucap Tina dengan mengambil tangan Thomas sambil memberikan kecupan. Thomas pun membenarkan perkataan Tina. Seharusnya dirinya tidak mementingkan kecemburuan namun kebenaran yang harus di cari sebelum bertindak kasar terhadap Tina.


“Aku mengerti perasaan kamu, Thomas. Jadi lain kali mintalah penjelasan aku dahulu untuk mendengarkan kejadian yang sebenarnya”, ucap Tina.


“Baiklah, lain kali aku akan cari kebenaran dahulu. Sekarang ceritakan kejadian yang sebenarnya”, ucap Thomas.


“Kejadian yang sebenarnya yaitu waktu aku sedang memilih barang untuk kebutuhan sehari-hari kita, tiba-tiba Brian memelukku dari belakang dan aku terkejut. Lalu aku minta dilepaskan namun dia malah memelukku dengan erat dan membisikkan di telingaku dengan mengatakan, “aku akan mengejarmu Tina. Bagaimanapun caranya?”, pada saat itu juga aku menginjak kakinya ketika dia mengambil fotoku dengan tubuh melekat”, jelas Tina.


Usai mendengarkan penjelasan dari bibir wanitanya, Thomas langsung mengkonfirmasikan kepada anak buahnya untuk memberikan pelajaran untuk Brian yang telah mengganggu istrinya. Setelah mematikan ponsel, Thomas mendekati tubuh istrinya dengan memberikan ciuman yang lembut penuh dengan kasih sayang sampai oksigennya hampir habis.


Felix yang berada di kamar tidak mendengarkan pertengkaran begitu bersyukur bahwa kesalahpahaman mereka dapat diatasi.


Sementara di tempat lain, Stefanus sedang menikmati kejenuhan pikirannya bersama wanita cantik yang disewanya sambil minum-minum.

__ADS_1


Sikap Stefanus semakin menggila dengan terus berteriak dan berjoget di tengah dance floor sampai pagi dengan ucapan ngelantur.


Di awali pagi yang cerah, Alena bersiap-siap menemui putri dan cucunya untuk mengajak mereka jalan-jalan setelah sekian lama tidak menikmati kebersamaan.


Sedangkan Herlena mempersiapkan berkas-berkas tuntutan perceraian dengan Stefanus yang dibantu oleh Gideon. Tak lupa Herlena mbawa beberapa photo hasil visum yang dilakukan oleh Stefanus saat tinggal bersamanya. Kemudian seluruh berkas dibawa kejaksaan untuk di proses setelah di masukkan kedalam amplop coklat besar.


Herlena yang berada di samping Gideon tidak sabar untuk terlepas dari siksaan dalam pikiran dan hatinya. Gideon yang berada di samping Herlena menyuruhnya untuk bersabar. Herlena mengangguk dan menampakkan senyuman hangat kepadanya dengan memberikan kecupan dipipi kirinya sambil mengucapkan terimakasih. Gideon merasa senang dan berharap setelah bercerai dengan Thomas, dirinya dapat kembali merasakan kebahagiaan tanpa rasa sakit di hatinya.


Herlena pergi bersama Gideon kejaksaan perceraian dengan mengisi formulir tuntutan. Setelah mengurus semuanya, Herlena dan Gideon pergi ke taman sambil mengenang kembali masa dimana dirinya dan Gideon waktu masih kecil sambil menikmati camilan dan minuman yang dibelinya.


Sedangkan Alena berjalan-jalan dengan Tina, Felix, Audrey, dan Laura menjajal satu persatu gaun dengan di traktir oleh Alena. Laura yang mendapatkan traktiran begitu besar dia langsung mencari barang yang diinginkan. Tina yang melihat Laura dengan antusias tersenyum dengan menggelengkan kepala melihat sikapnya yang tidak berubah setelah sekian lama tidak bertemu.


Usai berberlanja, Alena mengajak mereka ke restoran area mall. Di sana dengan kebetulan bertemu dengan Keenan bersama Axel. Lalu mereka memanggil dan menyapanya.


“Keenan! Axel!”, teriak Laura dengan melambaikan tangan sambil berlari mendekat.


Keenan yang mendengarkan suara teriakan menyebut namanya menoleh ke sumber suara dengan tersenyum.


“Apa yang kalian lakukan di sini?”, tanya Laura.


“Kami jalan-jalan”, ucap Keenan.


Tina yang baru menyusul langsung memperkenalkan Keenan dan Axel kepada ibunya.


“Mom dia Keenan dan Axel”, ucap Tina.


“Hallo, salam kenal”, ucap Alena.


“Bagaimana kalian ikut bergabung sambil mengobrol seputar kalian dapat saling bertemu dengan putriku?”, tawar Alena.

__ADS_1


“Baiklah”, ucap Keenan.


__ADS_2