Anak Genius Ayah Mengejar Ibu

Anak Genius Ayah Mengejar Ibu
Ending


__ADS_3

Dua bulan setelah insiden penculikan dan kecelakaan kini pada pukul 11.00, Jordhan mengadakan pesta pernikahan dengan Vienna setelah menyelesaikan tugas yang diberikan oleh Thomas. Jordhan dan Vienna mengucapkan janji suci sehidup semati. Lalu melakukan lemparan bunga dan bunga itu di tangkap oleh Rayhand. Lalu Rayhand memberikan kepada Laura dengan berlutut. Laura merasa malu dengan sikap Rayhand dan membuat mereka tertawa renyah dan menyoraki dua sejoli yang saling tersipu.


Di tengah kebahagiaan Jordhan, tiba-tiba Tina merasakan kram diperutnya sehingga Thomas langsung menggendong Tina ke rumah sakit.


Sebagian tamu Jordhan ikut ke rumah sakit menemani Tina dan Thomas. Lalu sebagian mereka tetap di tempat.


Vienna yang berada di samping Jordhan berbisik kepadanya.


“Hei uncle, lebih baik kita sudahi pesta ini dan ikut menyusul mereka. Kamu sebagai sahabat lamanya harus ikut mendampingi dan memberikan selamat”, bisik Vienna.


“Baiklah, kita ke sana”, ucap Jordhan menarik tangan Vienna untuk pergi ke kamar berganti pakaian. Sebelum pergi meninggalkan pesta itu, Jordhan meminta salah satu anak buahnya untuk menghandle pesta sampai para tamu undangan bubar. Lalu Jordhan pergi ke rumah sakit.


Di depan ruang persalinan Thomas tengah khawatir begitupun dengan keluarganya. Suasana di depan persalinan dimana Tina tengah melahirkan sangat menegangkan.


Beberapa lama kemudian mereka mendengar suara tangisan bayi di ruang persalinan yang menggelegar sampai keluar. Keluarga besar Tina dan sahabatnya tersenyum bahagia dengan saling berpelukan. Sementara Thomas masih risau keadaan istrinya.


Saat dokter keluar dari ruang persalinan langsung dicerca pertanyaan dari Thomas.


“Bagaimana keadaan istri saya dok?”


“Dia tidak kenapa-napa kan?”


“Apakah ada gejala saat ia melahirkan?”


Dokter meminta Thomas untuk tenang lalu menjelaskan bahwa Tina dalam keadaan baik-baik saja dan dia saat ini tengah menyusui bayinya.

__ADS_1


“Thank you dok”, sela Herlena dengan senyum bahagia.


“Apa jenis kelamin cucuku dok?”, tanya Alena.


“Dia perempuan Mrs”, jawab dokter tersebut.


“Apakah kami boleh menjenguknya?”, tanya Thomas.


“Kalian bisa langsung menemuinya setelah kami memindahkannya ke ruang rawat”, ucap dokter tersebut.


“Kalau begitu saya pamit”, pamit dokter itu.


Para suster yang membantu dokter tadi membantu pasien pindah ke ruang inap.


Grace yang berada di belakang Alena langsung menyerobot dan berteriak dengan suara keras sehingga membuat lainnya merasa terganggu tetapi Grace tidak perduli dan langsung memeluk Tina sambil mengucapkan selamat.


Thomas yang tidak jauh dari Grace langsung menegurnya.


“Grace, seharusnya kamu tidak perlu berteriak dan terlalu heboh apalagi aku sebagai suaminya belum memberikan pelukan untuk istriku dan kamu malah dengan sekenanya mendahului aku duluan. Satu lagi.. kamu jangan berteriak lagi karena putriku ada di sampingmu. Kasihan dia mendengar teriakan kamu..”, dengan ekspresi kesal.


“Thomas, kamu tidak boleh begitu dengan sahabatku. Kami juga baru bertemu setelah sekian lama tidak berjumpa. Biarkan Grace melepaskan rindu begitupun denganku. Kita juga sering berpelukan. Jadi, kamu jangan berlebihan menegurnya”, protes Tina.


Lalu Grace membetulkan perkataan sahabatnya.


“Ta..tapi sweety..”, ucapan Thomas terpotong ketika Tina memberikan sinyal untuk menyudahi perdebatan ini. Alena yang berada di samping Thomas menepuk punggung dan memberikan kode untuk mengalah. Thomas pun diam dan menghampiri Tina dengan memberikan kecupan di keningnya sambil berbisik, “sweety, kamu sekarang berani banyak protes ya. Lihat saja nanti. Hukuman menantimu”. Bisikan Thomas membuat Tina bergidik ngeri dan baru menyadari kalau suaminya adalah pria sang penguasa dengan berhati dingin.

__ADS_1


Di sela-sela mereka, Herlena dan seluruh tamunya memberikan ucapan selamat dan di susul dua sejoli yang baru saja mengucap janji suci pun ikut memberikan selamat atas kelahiran putrinya.


Tina merasa tidak enak di tengah-tengah momen bahagia diantara Jordhan dan Vienna.


“Thank you semuanya”, ucap Tina dengan senyum bahagia.


“Aku minta maaf kepada kalian berdua yang tengah berbahagia malah aku mengacaukan pesta bahagia kalian”, ucap Tina dengan tulus.


“Tidak, tidak Tina, aku malah merasa senang tidak terlalu lama berdiri diatas altar bersama pria brengs*k ini. Itu adalah mujizat bagiku. Kecelakaan seperti ini pun kita juga tidak bisa memprediksi waktu kelahiran.. sepertinya putrimu mengetahui kalau aku tidak terlalu suka berdamping dengan uncle mes*m ini”, ucap Vienna yang mendapatkan pelototan dari Jordhan juga tawaan dari orang-orang disekitar.


Di tengah tawaan yang menggema di ruang rawat tiba-tiba ada suara keras dari Felix dengan membawa bunga sambil berkata, “Mom, selamat atas kelahiran seorang putri yang cantik seperti momy. Aku sebagai kakak akan menjaganya”.


“Thank you boy atas ucapan selamat yang mengharukan”, ucap Tina dengan memberikan kecupan di kening putranya.


Pada momen haru itu tiba-tiba Felix mengatakan yang tak terduga dengan sebuah permintaan kepada Tina untuk membuatkan seorang adik lagi dengan identik kembar. Membuat semua orang kaget dan suasana yang tadinya haru menjadi tawa ketika Thomas menyetujui permintaan dari putranya bahwa dirinya akan berusaha menghasilkan bayi selanjutnya. Tina yang masih menjadi pasien tiba-tiba berdiri dengan memberikan tarikan ditelinga Thomas sehingga orang-orang disekitar mereka mendukung kecuali para pria yang selalu saja menginginkan olahraga ranjang.


Lima tahun berlalu dan pada akhirnya Lauren keluar dari tahanan. Kepribadian Lauren berubah menjadi sosok wanita yang tak lagi terlalu ambisi akan hal harta ataupun pria. Selama dia di penjara, Lauren selalu menerima surat dan foto mengenai putranya yang dikirimkan oleh Stefanus.


Lauren memandang foto itu dengan meneteskan air mata sambil bermonolog, "sayang, momy tidak akan lagi meninggalkan kamu. Momy berjanji setelah keluar dari sini..momy akan ada di sampingmu. Tunggulah momy", dengan mencium foto.


Thomas, Tina, dan seluruh keluarganya berlibur di Mahattan. Di sana tidak hanya berlibur dengan keluarganya saja tetapi juga bersama orang-orang terdekatnya berkumpul. Mereka menikmati suasan pantai dengan bersenda gurau. Felix yang telah beranjak remaja semakin pintar dalam memrogramkan komputer. Dia juga sudah didekasi sebagai anak genius.


Lautan yang terombang-ambing dengan angin sepoy yang gemuruh ditambah suara tawa dari anak-anak menambahkan suasana bahagia yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Thomas merangkul bahu Tina sambil menikmati suasana keluarga yang sangat indah. Tina memberikan kecupan di pipi Thomas dengan mengucapkan terima kasih. Thomas memberikan senyum hangat lalu menarik pinggang Tina dan Thomas memberikan ciuman yang intens kemudian Thomas melepaskan setelah sekian menit dengan dahi menempel di dahi Tina dengan senyum.


Sementara Stefanus dan Lauren juga merasakan bahagia di negara lain bersama buah hatinya yang sudah beranjak lima tahun. Lauren merasakan kebahagiaan setelah keluar dari penjara bersama Stefanus. Sedangkan kedua orang tua Lauren harus mempertanggung jawabkan perbuatan yang mereka lakukan terhadap putrinya dan asuransi yang mereka palsukan.

__ADS_1


__ADS_2