Anak Genius Ayah Mengejar Ibu

Anak Genius Ayah Mengejar Ibu
Kejahatan Dibalas Dengan Kejahatan 3


__ADS_3

Di kediaman Thomas sedang mengadakan makan malam bersama dengan keluarganya setelah mendengar Felix memenangkan pertandingan berturut-turut dalam bidang pemrograman. Di sana tidak hanya keluarga terdekat saja tapi ada sosok pria yang kebetulan datang dan diajak makan malam yaitu Keenan.


Thomas merasa was-was ketika Keenan berada di tengah keluarganya tercinta. Gideon yang berdekatan dengan Herlena dan Keenan mengeluarkan sebuah kado.


“Felix, grandpa memiliki kado untukmu”, ucap Gideon dengan menyodorkan sebuah kado yang cukup besar entah apa isinya. Begitu juga dengan lainnya sambil memberikan kata selamat untuk Felix. Lalu Felix mengucapkan teruma kasih untuk mereka yang telah memberikan ucapan dan kado terbaik untuknya.


Kemudian setelah satu persatu memberikan ucapan dan kado lalu mereka memulai makam malam yang dihidangkan begitu mewah sambil berbincang soal bisnis.


“Keenan, kamu merintis usaha properti sejak kapan?”, tanya Gideon.


“Sejak saya kuliah uncle dan saya hanya meneruskan bisnis keluarga saja”, ucap Keenan.


“Apakah saya bisa bekerja sama dengan kamu untuk masalah properti lainnya?”, tanya Gideon.


“Tentu uncle”, ucap Keenan.


“Kamu juga harus ikut bekerja sama di usahaku yang saat ini telah dikembangkan oleh Thomas dalam pengukiran kayu dalam interior”, ucap Hans.


“Tentu, itu lebih bagus. Aku senang saat ada yang mau bekerja sama denganku. Lebih banyak orang yang mau bekerjasama malah semakin banyak mengepakkan sayap yang lebih luas”, ucap Keenan.


“Benar kamu, Keenan. Aku akan mendukung segala bisnis yang sedang kamu kembangkan”, senyum Tina.


Thomas yang berada di samping Tina merasa cemburu karena perhatian yang Tina berikan kepada Keenan walaupun mereka sudah pernah hidup serumah.


Hans melihat ekspresi Thomas yang begitu tidak suka karena Tina memperhatikan Keenan, Hans memulai memanasi hati Thomas yang saat ini bara apinya baru percikan sedikit di dalam hati.


“Keenan, uncle bangga dengan kamu lho. Kamu tidak hanya pria baik tapi kamu sosok pria yang patut mendapatkan perhatian dari seorang wanita yang cantik seperti anak saya”, ucap Hans.


“Daddy..”, ucap Tina dengan ekspresi tersipu malu.


“Coba kalau Tina di dapat kamu dahuluan sudah uncle jadikan kamu menantuku nak”, ucap Hans.


“Thank’s uncle”, ucap Keenan.


Felix yang berada di tengah grandpa-nya yang sedang memanasi daddy-nya. Felix mencoba membela daddy-nya sebelum amarah kobaran api memuncak.

__ADS_1


“Grandpa, harusnya tidak boleh melakukan seperti itu di depan daddy-ku. Walaupun dia bukan kriteria grandpa namun daddy-ku adalah cinta pertama momy. Coba kalau grandma direbutkan oleh pria lain dan yang dipilih oleh ayahnya grandma itu bukan grandpa. Apakah grandpa tidak akan merasa kesal?”, ucap Felix yang langsung memberikan ultimantum kepada Hans sampai mengenai ulunb jantungnya.


“Benar yang di katakan Felix honey”, ucap Alena mendukung perkataan Felix.


Lalu Gideon malah tertawa dengan keras mendengarkan pembelaan dari bibir Felix sampai orang disekitarnya terkejut.


Kemudian setelah tawa itu mereda Gideon memuji pembelaan Felix.


“Nak, kamu hebat sekali.Kamu anak yang menghormati orang tuamu dan peyayang keluarga. Grandpa sangat terharu dengan ucapan kamu nak sampai Hans tidak berkutik”, ucap Gideon.


“Iya dong, putranya siapa dahulu”, ucap Thomas dengan bangga.


“Iy Thomas, dia putramu dan cucuku. Jangan lupakan itu”, senyum Herlena.


Sementara Ellizabeth sedang melakukan pertemuan dengan Brian untuk membahas masalah memisahkan Tina dari Thomas.


“Bagaimana rencana siasat kamu? Apakah sudah ada perkembangan untuk menghancurkan rumah tangga mereka?”, tanya Ellizabeth sambil menyeruput kopi latte.


“Tentu, aku akan membuat Tina tidak percaya lagi dengan Thomas dan dia jatuh ke dalam pelukkan aku”, ucap Brian.


“Dengan memberikan obat tidur dan kamu naik ke atas ranjang di hotel VIP yang sudah ku siapkan dimana acara pertemuan itu di laksanakan”, ucap Brian.


“Wao.. amazing juga. Bagus tuh idenya kalau bisa kasih obat yang membuat Thomas terangsang gitu biarkan aku merasakan kebolehannya”, ucap Ellizabet.


“Ok, aku akan lakukan semua untukmu yang telah membantuku”, ucap Brian.


“Kalau begitu, aku harus segera pergi karena ada syuting di jam 09.00”, ucap Ellizabeth.


“Selamat bekerja”, senyum Brian.


Usai kepergian mereka, Lauren yang berada di depan tersenyum setelah mendengarkan rencana mereka . Lalu Lauren menghubungi Vector untuk membantunya menghancurkan rencana dari Ellizabeth. Kemudian Lauren kembali ke Villa miliknya.


Paginya Lauren pergi beraktivitas ke lokasi syuting. Kini Lauren mendapatkan tawaran iklan setelah foto yang di pajang sebuah butik kecil itu namanya menjadi melambung meski posisinya belum mencapai setara dengan Ellizabeth dan Amanda.


Setelah pemotretan, Lauren pergi ke kantor agency untuk menerima tawaran syuting untuk ikut bermain drama bersama aktor ternama. Stefanus yang beberapa bulan tidak mengusik kehidupan Lauren saat ini mulai memperhatikan mulai dari foto dalam majalah hingga drama yang dimainkan oleh mantan kekasihnya.

__ADS_1


Stefanus bersumpah saat melihat foto yang terpampang dalam majalah. Dia bersumpah akan mengejar Lauren kembali bagaimanapun caranya. Namun Stefanus harus menyelesaikan bisnisnya yang kini sedang di tengah mulai stabil untuk melawan Gideon, Hans, maupun Thomas meski dia putra kandungnya. Stefanus tidak terima dengan perlakuan putranya terhadap dirinya sehingga Stefanus bersiasat untuk menaklukkan saham yang diambil oleh mereka yang sudah selayaknya milik dirinya sendiri.


Stefanus melihat kartu undangan pertemuan dengan pembisnis terkenal dan artis-artis yang ikut andil dalam pertemuan itu. Membuat Stefanus bertambah bersemangat untuk menjalankan siasat perebutan saham miliknya kembali. Setfanus juga akan lebih senang apabila Lauren juga ikut berada di pesta itu. Stefanus memanggil sekretarisnya untuk menyiapkan jadwal untuk perjalanan bisnisnya setelah melakukan acara pertemuan dengan beberapa pengusaha di pesta tersebut.


Malam hari pukul 08.00,Thomas berangkat ke pesta bersama dengan Tina dan Felix. Sampainya di sana Thomas, Tina, dan Felix mendapatkan suguhan dari para wartawan yang terus mencerca dan memotret mereka. Hingga Thomas kewalahan untuk menahan para wartawan yang terus tidak mau mendengarkan permohonan Thomas. Thomas harus menggendong Felix agar tidak terinjak oleh rombongan waratawan saat ini. Lalu Thomas menggandeng Tina berjalan di red carpet untuk memberikan senyuman setelah itu mereka masuk ke gedung pesta dan membuat mereka begitu lega.


Thomas berjalan menemui beberapa pembisnis untuk memberikan sapaan hangat untuk mereka.


“Hallo tuan Aldo”, sapa Thomas


“Hallo Thomas, apa kabar kamu?”, ucapnya.


“It’s ok”, ucap Thomas.


“Apakah kamu tidak ingin memperkenalkan istrimu dan anak imut ini?”, tanya istri Aldo.


“Tentu, akan aku perkenalkan mereka. Tina perkenalkan ini Mr. Aldo yang sedang berbisnis di desain grafis interior dan dia istrinya bernama Ika”, ucap Thomas.


“Salam kenal”, senyum hangat yang diberikan Tina sambil bersalaman.


“Dan dia putraku bernama Felix”, ucap Thomas.


“Hai boy, kamu imut sekali”, ucap Ika.


“Ngomong-ngomong bukankah dia yang muncul di majalah karena terus memenangkan berturut-turut dalam pemrogaraman robot dan aplikasi yang dia desain honey”, ucap Ika.


“Iya, aku baru ingat”, ucap Aldo.


“Pantesan dia anak Thomas. Kecerdasannya saja menuruni dalam otak di kepala kamu boy”, puji Aldo.


“Apakah saya boleh minta berfoto dengan kalian untuk ku pamerkan kepada putriku yang selalu mengagumi Felix?”, tanya Aldo.


“Tentu”, ucap Tina menyetujui.


Setelah sesi berselfi Aldo dan istrinya pamit untuk menemui para pembisnis lainnya. Sementara Ellizabeth dan Lauren sejak tadi berada diujung sana dengan arah berbeda mengamati dengan senyuman kecut melihat kebahagiaan Tina bersama dengan Thomas.

__ADS_1


__ADS_2