Anak Genius Ayah Mengejar Ibu

Anak Genius Ayah Mengejar Ibu
Kejahatan Di Balas Dengan Kejahatan


__ADS_3

Brian telah sampai di cafe dekat shooting Ellizabeth. Brian masuk dengan berpakaian tertutup. Brian mencari sosok Ellizabeth. Brian menemukan Ellizabeth di bagian sudut dalam.


Brian menghampiri Ellizabeth dan memanggil namanya.


“Elli!”, panggilnya dengan menggeser kursi dan menjatuhkan bokongnya.


“Berapa yang ingin kamu minta untuk membayar para rentenir itu?”, tanya Ellizabeth to the point.


“Dua ratus dollar”, ucap Brian.


“What’s!”, terkejut Ellizabeth.


“Kamu gila, mana mungkin aku mempunyai duit segitu. Aku tidak memiliki uang segitu banyak. Meski aku punya tidak akan aku berikan untukmu. Lebih baik aku investasikan”, ucap Ellizabeth.


“Ayolah, kamu kan sekarang terkenal. Mudahlah buat membayarkan utang untukku”, ucap Brian.


“Tidak ada uang segitu. Walau aku sekarang terkenal, mana mungkin aku memberikan uang sebesar untukmu”, ucap Ellizabet.


“Jika kamu memberikan aku uang segitu banyak untuk membayar hutang. Aku akan lakukan apapun untukmu sampai mati”, ucap Brian.


Ellizabeth mendengarkan ucapan dari Brian berdecak dan menatap sinis.


“Emangnya aku bank”, ucap Ellizabeth.


“Kalau begitu aku mundur untuk tidak bekerja sama dengan kamu”, ucap Ellizabeth kembali dengan beranjak dari bangku.


Ketika akan melangkah Brian mencekal lengan Ellizabeth.


“Tunggu!”, ucao Brian.


“Aku menolak untuk membiayai hutang kamu. Lebih baik aku bekerja untuk aku bersenang-senang sendiri”, ucap Ellizabeth.


Brian menatap dengan penuh kebencian terhadap kesombongan Ellizabeth.


Aku tidak akan melepaskan kamu. Awas saja saat aku bisa melabui kamu. Aku akan membunuhmu.


“It’s ok, aku akan meminta bantuan untuk membayar hutang kurang dari itu! Berikan aku seratus dolar”, ungkap Brian.

__ADS_1


“Tidak bisa”, ucap Ellizabeth dengan memanfaatkan kebodohan Brian.


“Kalau begitu tujuh puluh dolar untuk biaya cicilan hutangku”, ucap Brian dengan terpaksa.


“Baiklah, kita Deal”, ucap Ellizabeth dengan menyodorkan tangan dan senyum menyeringai.


Ellizabeth lalu pergi meninggalkan Brian yang akan meledakkan amarahnya.


Arghhh, aku gagal kembali untuk dapat memanfaatkan Ellizabeth. Dasa bodoh! Kau Brian. Aku harus mencari siasat untuk memanfaatkan keadaan ini. Aku hanya bisa membayar hutangku saja. Aku tidak bisa mendapatkan lebih untuk aku bersenang-senang.


Brian juga ikut pergi meninggalkan cafe tersebut dengan perasaan dongkol.


Sementara Thomas sedang berdebat sengit dengan klien masalah interior. hingga akhirnya menemukan jalan tengah yaitu Thomas menolak kerja sama dengan kliennya. Klien tersebut pergi meninggalkan Thomas dengan wajah sungut.


Thomas akhirnya dapat bernafas lega dengan menyenderkan punggungnya di kursi.


Ketika Thomas sedang bersantai di restoran setelah berdebat dengan klien, Lauren datang dengan memanggil namanya.


“Thomas!”, dengan menggeser kursi.


Thomas merasakan kehadiran Lauren di depannya tersenyum sinis dan begitu jijik untuk menatapnya dengan senyum sinis.


Lauren merasa tidak diindahkan lalu ia berusaha untuk terus mencari perhatian dari Thomas.


“Thomas, kenapa kamu tidak menjawab. Padahal kita sudah lama tidak bertemu lho”, ucap Lauren.


“Aku begitu merindukan kamu sebagai seorang calon tunangan kamu”, ucap Lauren kembali.


Thomas mendengarkan ucapan dari bibir Lauren tersenyum sinis dan mengatakan, “ternyata wajah kamu tebal juga”.


“Apa maksud kamu?”, tanya Lauren dengan ekspresi polos.


“Basi! Sudahlah, aku tidak ingin berlama-lama memandang kamu. Jijik tahu gak”, ketus Thomas pergi meninggalkan Lauren di restoran itu.


Lauren merasakan amarah yang memuncak setelah mendengarkan ucapan ketus dari bibir Thomas yang begitu menyakitkan hatinya sampai dirinya meneteskan air mata. Lauren merasa terhina harga dirinya. Dia menyalahkan segala perbuatan ayahnya dan Stefanus. Lauren juga pergi meninggalkan restoran tersebut lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi dan bertepi di tempat sepi dengan berteriak keras sambil memukul kemudi mobilnya.


Di balik tangisannya Lauren bersumpah pada dirinya untuk membalas dendam membunuh ayah kandungnya dan Stefanus atas kelicikan dua pria paruh baya.

__ADS_1


Lauren juga berjanji untuk dirinya akan melakukan kekejamannya terhadap Ellizabeth yang notabenenya dia yag sudah menyelamatkan Ellizabeth.


Ketika Lauren sedang menangis tiba-tiba ada deringan ponsel entah itu nomor milik siapa? Lauren mengangkat panggilan dari seberang sana.


“Hallo, apakah benar ini nomor kamu, Lauren”, ucap manager agency.


“Iya, saya pak. Ada apa?”, ucap Lauren dengan menghapus air matanya.


“Besok anda datanglah ke kantorku untuk melakukan kontrak kerja. Apakah bisa?”


“Tentu, saya bisa. Besok saya akan datang ke sana”, ucap Lauren dengan perasaan lega.


Setelah selesai mengangkat panggilan dari manager agency, Lauren melesat kembali ke villa yang baru dirinya beli setelah menjual mansion milik Stefanus.


Di seberang sana Victor tertawa setelah mendengarkan bahwa manager agency yang pernah diajak bermalam mau menerima Lauren untuk masuk ke dunia entertainment. Victor begitu senang mendapatkan keberuntungan yang begitu besar. Sampai mengatakan, “dalam satu perahu terlampaui dua pulau dalam sekejap mata”, sambil tersenyum menyeringai.


Sementara Tina pergi ke butik bersama Herlena untuk menembus semua perilakunya terhadap cucunya dan Tina selama dirinya terpengaruh dengan Stefanus.


Herlena memilihkan gaun yang cantik untuk Tina namun Tina selalu menolak dengan kata mahal. Herlena tersenyum dengan mengatakan, “nak, gaun ini tidak terlalu mahal. Kamu bisa mendapatkan gaun ini. Tenang saja, uangku tidak akan habis”.


Lalu Felix ikut menyela, “iya mom, yang dikatakan grandma benar. Terimalah sebagai tanda bahwa grandma menyanyangimu”, dengan wajah polosnya.


“Tuh, yang dikatakan anak kamu itu benar nak”, ucap Herlena.


“Felix!”, Tina memberikan peringatan untuk anaknya.


Felix hanya menggaruk tengkuk yang tidak gatal. Herlena melihat adegan ibu dan putranya menjadi teringat waktu Thomas masih kecil. Sekarang dia sudah menjadi seorang ayah darj cucunya.


“Cobalah Tina, kita nanti kemalaman untuk pulang menunggu kamu mencoba gaun itu”, ucap Herlena dengan memperlihatkan waktu menunjukkan pukul 08.00 malam.


Tina pun bergegas mencoba gaun. Herlena dan Felix menunggu Tina di luar.Beberapa saat kemudian Tina keluar memakai gaun bercorak coklat muda dengan kerenda diatas dadanya dan dia terlihat cantik juga elegan. Lalu Felix memujinya, “wow, momy terlihat cantik. Coba kalau Felix sudah sebesar daddy. Felix akan menikahi momy”, kekehnya. Herlena mendengarkan pujian dari bibir cucunya begitu gemas apalagi Tina. Tina mendekati Felix dengan mencubit kedua pipinya sambil berkata, “bisa saja bibir manis ini berceloteh”. Herlena dan Tina tertawa dengan sikap Felix begitu menggemaskan.


Sedangkan Ellizabeth sedang tersenyum di depan kamera yang terus memotret dirinya di red carpet merah. Kini Ellizabeth datang untuk berkontribusi sebagai pembawa acara. Dia terlihat bersinar dengan gaun berwarna kuning keemasan dan gaun itu begitu sexy juga pas di tubuh milik Ellizabeth yang sedang tersenyum menawan.


Para netizen memuji kecantikan Ellizabeth meski mereka tahu bahwa Ellizabeth mempercantik diri dengan operasi plastik yang dahulu pernah booming diberbagai media sosial. Para fans semua sudah tidak peduli dan mengungkit keburukan Ellizabeth.


Para fans hanya melihat sosok Ellizabeth yang sekarang saja. Sementara Amanda di belakang panggung melihat Ellizabeth di monitor terlihat kesal. Sampai Amanda ingin mencari kesalahan Ellizabeth selama dirinya berdiri di dunia entertainment. Amanda iri dengan kesuksesan Ellizabeth yang notabenenya merupakan musuh bebuyutan dalam dunia model ataupun akting.

__ADS_1


__ADS_2