
Penampakan hati Stefanus saat ini begitu hancur karena masalah skandal dengan Lauren.
Hari-hari mereka melewati kehancuran. Kehidupannya mulai tidak berwarna. Hanya kegelapan yang ada dalam hidupnya.
Setelah keluar dari kantor polisi. Stefanus kembali ke mansion utama dimana ia tinggal bersama Herlena.
Ketika tiba di mansionnya, Stefanus mendapatkan sebuah surat perceraian dari Herlena.
Membuat Stefanus merasa geram lalu dia menendang meja yang ada di sekitarnya dengan air mata menetes di sekita pelupuk.
Stefanus pergi menjatuhkan tubuhnya di atas sofa merah maroon dengan lengan kanan menutupi mata untuk menyembunyikan tetesan air mata sambil bergumam.
“Kenapa hidupku hancur? Aku telah melakukan dosa banyak. Apakah itu karma bagiku?”, dengan melemparkan kertas perceraian sampai tercecer di lantai.
Para pelayan sebenarnya tidak tega melihat tuan besarnya sampai hancur seperti itu. Sedangkan pelayan wanita yang diutus Lauren langsung menghubungi atasannya yang saat ini dia juga depresi atas kasus yang mencuat beberapa hari ini.
Ketika sedang menggendong putranya, Lauren mendapatkan panggilan dari pelayan yang dia suruh untuk mematai Herlena namun dia tidak mengangkat. Dia sudah tidak peduli lagi dengan kehidupan rumah tangga Stefanus yang telah hancur.
Sang pelayan wanita menyerah lalu menghubungi lewat pesan.
Nona, tuan Stefanus mendapatkan surat perceraian dari istrinya. Sekarang ia dalam keadaan tidak baik.
Lauren mendengar bunyi notif dari pelayan wanita tersebut. Lalu Lauren melihat isi notif pesan yang dikirimnya. Pada saat membaca dia hanya menghembuskan nafas kasar, “haahh__”
Lauren meletakkan putranya, kemudian menghubungi seorang pria untuk memesankan tiket. Lauren berencana meninggalkan California untuk sementara waktu sebelum menaklukkan hati Thomas kembali.
Si pria tersebut mengangkat panggilan dari Lauren.
“Hallo Lauren”, sapa si pria di seberang sana.
“Pesan kan aku tiket”, ucap Lauren menghadap jendela besar.
“Kamu mau bayar berapa?”, tanya pria itu.
“Akan aku bayar dua kali lipat jika kamu mencarikan tempat tinggal untukku dan anakku juga dalam jangka waktu panjang”, ucap Lauren.
“Di mana tujuan kamu untuk kau tinggali?”, tanya pria itu.
“Aku ingin tinggal Belanda”, ucao Lauren.
“Baiklah sweety, akan aku pesankan tiketnya dan jangan lupa upah untukku. Besok akan aku jemput kamu di mansion sesuai perintah yang pernah kita sepakati”, ucap pria tersebut.
Kemudian Lauren mematikan ponsel secara sepihak dengan hembusan nafas kasar. Lauren bersumpah untuk saat ini dia hancur dan mengalah atas kekalahan dengan Tina. Tetapi Lauren tidak pernah menyerah untuk melepaskan Thomas untuknya. Lauren pergi untuk sekedar menghindari berita yang menjijikkan bersama Stefanus. Kali ini Lauren tidak ingin terjerembab dalam kesedihan dan kehancuran. Lauren menantikan pertarungan sengit dengan Elizabeth yang telah mengkhianatinya dan juga Tina sambil mengerat genggaman ponselnya.
__ADS_1
Sementara Tina dan Grace asyik berpesta bersama Keenan yang telah lama tidak mengunjungi California. Kali ini Keenan akan memanfaatkan waktunya bermain bersama Tina dan Felix. Keenan pergi mengunjungi Tina tidak sendirian kali ini dia membawa Laura, Audrey, dan Axel untuk menikmati hari libur di California.
Mereka menikmati pestanya di sebuah restoran yang pernah dikunjungi oleh Tina dan Grace waktu kuliah. Mereka menikmati makanan sambil bersenda gurau dan tanya kabar keluarga di London.
“Keenan bagaimana dengan uncle Eddie? Apakah dia saat ini terlihat kuat saat menanam bunga-bunga di belakang halamannya”, tanya Tina.
“Tentu, dia lebih kuat dari biasanya meskipun punggungnya sering kali mengalami kram akibat terus-menerus mencakul halaman belakang rumahnya”, ucap Keenan.
“Rosi dan Xander menitip salam untuk kamu dan Felix”, ucap Keenan.
“Salam balik untuk mereka”, ucap Tina dengan mengiris daging.
“Oh ya, ngomong-ngomong Thomas akan datang tidak?”, tanya Grace.
“Iya, dia akan datang”, ucap Tina.
“Itu dia”, ucap Jack.
“Kelihatannya panjang umur dia”, ucap Keenan.
“Dia takut Tina akan direbut olehmu”, bisik Grace di telinga Keenan.
“Bisa jadi, dia kan pria posesive tanpa ekspresif”, kekeh Keenan dengan berbisik.
Rayhan menyapa, “hallo gaes, salam kenal. Namaku Rayhan”, dengan tangan melambai sambil menampakkan senyum hangat.
“Salam kenal untuk kalian aku teman sekaligus rekan kerja Thomas. Namaku Jordhan”, ucap Jordhan menampilkan ekspresi yang mempesona membuat Laura jatuh hati pertama kali melihat pesona Jordhan.
Felix yang berada di samping Laura mengkagetkan lamunan Laura yang tidak bisa lepas matanya dari pandangan Jordhan yang begitu tampan.
“Kak! Kak Laura!”, ucap Felix dengan setengah bernada tinggi membuat orang-orang disekitarnya menoleh dan terkekeh melihat ekspresi bodohnya Laura.
“Apakah kakak terpesona dengan uncle Jordhan?”, tanya Felix dengan wajah polosnya.
“Diamlah nak, biarkan aku memandangnya sebentar”, ucap Laura dengan memangku dagu sambil matanya genit.
Audrey yang berada di samping kanan Laura mencubit pahanya membuat dia mengadu sakit.
“Auchh, Audre sakit”, bentak Laura yang membuat semua orang terkekeh.
Sedangkan Rayhan yang mengamati wajah Laura menjadi teringat photo yang diberikan oleh Felix. Ketika teringat dia merasa cemburu saat Laura memandang suka kepada Jordhan apalagi Jordhan hanya tersenyum saja.
Rayhan memberikan kode dengan menyenggol tangan Jordhan sambil memperlihatkan photo yang sama dengan Laura saat ini.
__ADS_1
Setelah melihat wajah tersebut di dalam ponsel Rayhan, dia tidak terkejut dan memalingkan wajahnya ke beberapa orang yang sedang tengah berbicara.
Sementara Elizabeth sedang bermadu kasih dengan atasannya diatas ranjang untuk mendapatkan popularitas lebih tinggi. Ellizabeth juga meminta dukungan untuk dapat berakting dengan beberapa aktor dan aktris ternama untuk menaikkan kariernya yang saat ini sedang dia geluti.
Pria tersebut mengiyakan asalkan di malam ini Ellizabeth memberikan kepuasan untuk dirinya.
Ellizabeth pun tersenyum dan mengatakan akan memberikan kepuasan untuknya yang belum pernah dialami oleh pria di bawah tububnya sambil mencium pipinya.
Beberapa lama kemudian Thomas, Keenan, dan lainnya saling berpamitan dengan berpelukan. Begitupun yang dilakukan Felix bersama Audrey.
“Bye!”, ucap Audrey dengan melambaikan tangannya.
“Bye!”, ucap Laura dengan berteriak sambil melambaikan tangannya.
“Bye semua”, ucap Tina.
Thomas dan Tina memasuki dalam mobil lalu melajukan mobil mewahnya menuju ke rumah sederhana.
“Bagaimana setelah reuni dengan teman lama?”, tanya Thomas.
“Senang, kami sudah lama tidak tertawa dan bersenda gurau semenjak kami berpindah ke California meskipun ingatan dalam otakku belum sembuh total namun aku bisa merasakan kebersamaan dengan kawan lama. Apalagi bertemu dengan Keenan”, cerita Tina membuat Thomas menghentikan mobilnya mendadak membuat Tina dan Felix kaget.
“Sweety, kamu jangan membuatku cemburu. Aku tidak suka kamu menganggumi pria lain”, ucap Thomas dengan nada marah.
“Thomas jangan seperti anak kecil dong. Lihatlah ada anak kita di belakang”, lirih Tina.
“Kalau begitu berikan aku kecupan yang ku tunjukkan”, ucap thomas dengan senyuman menyeringai.
“Jangan aneh-aneh deh, di belakang kita ada Felix”,bisik Tina.
Felix yang berada di belakang melihat kedua orang dewasa bertengkar masalah ciuman lalu Felix berpura-pura tidur dengan menutup mata sambil mendengarkan perdebatan dua manusia.
“Lihatlah Felix sudah tertidur”, ucap Thomas.
“Sekarang lajukan mobilnya. Lihatlah di belakang mobil kamu banyak yang mengklakson Thomas”, geram Tina.
“Akan aku lajukan jika kamu memberikan ciuman di sini”, ucap Thomas memberikan petunjuk dibibirnya.
“Baiklah”, ucap Tina dengan terpaksa membuat Thomas tersenyum senang dengan menarik tengkuk leher Tina. Sedangkan Felix yang berada di belakang mengintip ciuman daddy nya dan momy nya tanpa sepengetahuan mereka. Lalu dua sejoli tersebut melepaskan ciumannya. Dan Thomas melajukan mobilnya kembali hingga sampai di rumah.
Kemudian Tina turun dari mobil dahuluan dengan ekspresi marah dan kesal sambil membuka pintu jok belakang dengan menggendong Felix yang telah tidur.
Di dalam gendongan Felix membuka mata tanpa sepengetahuan Tina sambil memberikan tanda ok kepada daddynya yang tersenyum senang sambil mengucapkan terima kasih dalam gumaman.
__ADS_1
Tina menidurkan Felix dalam kamarnya lalu pergi bergegas ke kamar mandi dan beristirahat. Sedangkan Thomas pergi membersihkan diri dan selesai mandi ikut bergabung tidur di sebelah Tina sambil mengucapkan, “good night sweety”, dan mengecup pipi kirinya dengan tidur membelakanginya.