
Kini di media sosial sedang di hebohkan dengan kabar buruk dari artis tersohor yang dahulu redup dan sekarang melejit. Wanita itu bernama Ellizabeth. Beberapa orang mendapatkan rekaman mengenai Ellizabeth yang kena teguran dengan wanita paruh baya dan tak lain dia adalah ibu dari Thomas.
Para reporter mengepung villa milik Ellizabeth. Sementara Ellizabeth sedang kebingungan dengan apa yang terjadi saat ini? Dia bahkan dapat teguran kembali dari agency. Orang yang selalu membelanya kini tidak dapat berbuat apa-apa. Bahkan pria itu mendapatkan kemarahan besar dari presdir pemilik agency tersebut.
Berita terus bermunculan baik di sosial media, televisi, maupun surat kabar. Bahkan haters ikut andil menghancurkan Ellizabeth dengan hujatan kasar sampai berteriak dengan sebutan wanita pelakor.
Amanda yang kini tengah istirahat syuting iklan, dia menikmati momen kehancuran Ellizabeth yang telah tersebar kemana-mana. Amanda sampai tersenyum sinis.
“Nikmatilah apa yang telah kamu tuai”, gumam Amanda dengan menyesap wine.
Selain Amanda yang menikmati kehancuran Ellizabeth. Lauren pun juga ikut menikmati kebodohan Ellizabeth.
“Sekarang aku tidak perlu merasa rendah setelah melihat kamu berada di bawah”, gumam Lauren yang masih di dengar oleh Victor yanh ikut melihat berita panas.
“Kamu bersyukulah, bahwa wanita itu sudah tidak bisa di selamatkan”, ucap Victor.
“Aku sangat bersyukur”, ucap Lauren dengan ekspresi puas.
Sedangkan Brian yang berada di rumah kecil itu tidak menggubris deringan ponsel dari Ellizabeth. Brian mengabaikan semua panggilan Ellizabeth sambil menikmati makan siangnya.
Ellizabeth yang berada di Villa benar-benar hancur. Dia hanya dapat berbaring diatas ranjang. Dia juga menyumpahi Brian yang pernah di tolong jatuh ke jurang yang lebih dalam dari pada dirinya.
Sementara Tina dan Thomas pergi ke sebuah toko perhiasan. Thomas memilihkan perhiasan untuk Tina sembari memilih cincin untuk pernikahannya. Thomas tidak peduli dengan berita yang saat ini tengaj panas dan hits jadi bahan pembicaraan para kaum baik wanita maupun pria.
Thomas hanya fokus untuk membahagiakan Tina dan putranya.
Setelah selesai memilih beberapa perhiasan yang di sukai Tina, Thomas membawa Tina ke sebuah pantai yang sudah dia pesan untuk menikmati suasana romantis. Thomas mengemudikan mobilnya ke arah dimana helikopter tersebut terpakir.
Sampai di sana Tina terkejut dengan kendaraan yang selama ini hanya sepintas di bayangan saja.
“Thomas, ini kan helikopter. Kamu mau pergi kemana?”, ucap Tina dengan tidak mengalihkan pandangan rasa kagumnya terhadap kendaraan tersebut.
“Aku sudah mengatakan kalau kita akan pergi ke pantai”, ucap Thomas.
“Jika hanya ke pantai, kenapa kita harus naik helikopter segala Thomas. Itu hanya membuang duit”, ucap Tina dengan nada sedikit marah.
__ADS_1
“Tapi pantai yang akan kita kunjungi tidak dekat sweety. Jadi, kita harus menaiki helikopter ini”, ucap Thomas.
“Emangnya pantai mana?, sampai kamu dengan susah payah menyewa helikopter ini”, ucap Tina.
“Itu akan menjadi kejutan untukmu sweety”, ucap Thomas.
“Mari kita naik sweety”, ajak Thomas dengan menyodorkan tangannya agar Tina tidak jatuh.
Setelah memasah set bealt dan penutup telinga. Mereka mulai perjalanannya ke sebuah pulau milik Thomas sendiri. Thomas selama ini tidak pernah kehabisan uang meski perusahaan Stefanus diambil alih oleh Hans ataupun sebagian diambil oleh Gideon. Thomas masih memiliki banya usaha properti tanpa sepengetahuan lainnya. Baik itu aliansi hitam ataupun orang di sekitarnya.
Thomas tidak suka memamerkan hartanya kepada khalayak masyarakat. Dia lebih suka menyembunyikan semua yang dimiliki olehnya dari hasil jerih payahnya sendiri.
Kini Tina tengah tertidur setelah mengagumi keindahan alam dari atas.Thomas menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajahnya dan memberikan kecupan di dahinya.
Beberapa lama kemudian Thomas dan Tina telah sampai di pulau tanpa penghuni. Thomas mencoba membangunkan Tina yang terlelap tidur dengan bersender kepalanya di bahu milik Thomas.
“Tina!”
“Sweety!”
“Kita telah sampai”, ucap Thomas.
“Apa kita sudah sampai Thomas?”, tanya Tina dengan nada lirih.
“Iya sweety, kita telah sampai”, ucap Thomas.
“Ayo, kita turun dari sini”, ajak Thomas.
Lalu mereka turun dari helikopter sambil bergandengan tangan. Kemudian Tina terkejut saat kesadarannya telah menumpuk.
“Oh my god’s!”, terkejutnya dengan melepaskan tangan Thomas.
“Ini mansion milik siapa Thomas?”, tanya Tina tanpa mengalihkan pandangannya terhadap istana mega yang saat ini dia lihat.
“Ini milik pria yang selalu berusaha demi kebahagiaan terkasihnya sweety”, ucap Thomas.
__ADS_1
“Maksud kamu apa Thomas?”, tanya Tina.
Lalu Thomas mengalihkan pembicaraannya dengan mengajak Tina berkeliling melihat mansion yang telah lama tak berkunjung.
Thomas menggandeng tangan Tina dengan perasaan bahagia yang kali ini dia bawa ke pulau asing itu.
Kemudian Tina memprotes Thomas saat melihat kemewahan mansion yang disewa oleh Thomas yang dirinya tahu.
“Thomas, kamu itu terlalu berlebihan untuk menyewa satu pulau ini’, protesnya.
“Kamu sungguh manusia yang amat boros. Bahkan daddy tidak akan sanggup menyewa pulau sebesar ini Thomas”, ucap Tina.
“Lain kali kita pergi ke pulau yang biasa saja agar tidak mengajarkan Felix untuk menghambur-hamburkan uang Thomas”, ucap kembali Tina.
“It’s ok sweety”, ucap Thomas.
“Sekarang kita beristirahat untuk kejutan malam nanti”, ajak Thomas.
“Yaampun Thomas kamu terlalu banyak mengeluarkan uang”, ucap Tina.
“Sweety, kita tidak bisa mengembalikan uang uang sudah kita beli ataupun pesan”, ucap Thomas menarik tangan Tina ke kamar kemudian membawa Tina ke alam surga dunia sampai malam telah tiba.
Malam harinya Thomas membawa Tina ke tempat yang sudah di hias begitu indah untuk memberikan momen yang tak terlupakan. Thomas menuntun Tina yang tidak dapat melihat apa pun karena penutup mata yang di pasang oleh Thomas.
Thomas membawanya sampai ke tepian pantai dan memberikan aba-aba untuk melepaskan penutup mata hitam itu.
Lalu Tina terkejut melihat hiasan bunga mawar merah putih membentuk hati. Kemudian Tina membalikkan tubuhnya dan mencium bibir Thomas sambil mengatakan, “ I love you”.
Thomas tersenyum bahagia dan menarik tengkuk Tina sebelum terlepas dari pelukkannya untuk berciuman yang lebih dalam dan lama. Setelah itu, Thomas membawa Tina ke meja bundar yang telah tersedia.
“Sweety, mari kita makan di sana”, ajak Thomas dengan menggandeng tangannya dan Tina mengangguk kepala.
Thomas memanggil para pemain musik pianis dan Violin untuk sebagai pelengkap keromantisan yang saat ini sedang dinikmati bersama Tina.
Ketika Tina memakan kue tart tiba-tiba ada sesuatu yang sangat keras di dalam mulutnya. Lalu Tina mengeluarkan benda keras itu dan terkejut melihat sebuah cincin berhias berlian yang begitu indah. Tina bertanya kepada Thomas, “ini..”, tunjuk Tina tanpa bisa berkata apa-apa.
__ADS_1
Thomas beranjak dari duduknya dan berinisiatif untuk menyatakan semua isi perasaannya kepada Tina.
Thomas mengambil cincin itu lalu mengatakan, “will you marry me”, sambil mendekatkan cincin itu di jari tangan kanan milik Tina dan Tina memberikan jawaban dengan menganggukan kepala. Kemudian Thomas menyematkan cincin tersebut ke jemari Tina. Lalu memberikan pelukan dan dilanjutkan dengan berciuman kembali yang amat panjang dan mengangkat tubuh Tina ke kembali ke kamar yang sudah dihias oleh para pelayan saat Thomas mengajak Tina ketepian pantai. Mereka kembali menikmati momen bahagia surga dunia milik dua sejoli yang saling mencintai tanpa batas.