Anak Genius Ayah Mengejar Ibu

Anak Genius Ayah Mengejar Ibu
Keromantisan Thomas


__ADS_3

Ellizabeth mulai menyusun siasat yang dikerjakan bersama dengan Brian setelah Thomas berlepas tangan dengan Tina dan anaknya. Brian mulai mendekati dengan membawa nampan yang berisi empat gelas anggur. Brian menawarkan kepada beberapa kolega untuk minum. Lalu Thomas mengambil gelas berisi anggur itu yang telah disudutkan untuknya.


Kemudian Brian pergi meletakkan nampan di meja penuh dengan sajian. Thomas meminum anggur yanv telah di tawarkan oleh Brian.


Thomas menyesap sambil mengobrol dengan klien di depannya. Setelah melihat Thomas minum wine tersebut, Ellizabeth menunggu lima menit setelah obat itu menjalar di tubunya. Saat waktu telah tiba, Ellizabeth mendekati dan memperkenalkan diri kepada beberapa kolega yang di dekat Thomas.


“Hallo, apa kabar tuan-tuan?”, sapa Ellizabeth.


“Wao, kau Ellizabeth itu kan”, terkejut salah satu pria berambut bloun.


“Ya, I’m Ellizabeth. Senang berjumpa dengan anda semua”, senyum Ellizabeth.


“Apakah aku boleh minta berfoto selfi bersama?”, tanya pria itu.


“Tentu”, senyum Ellizabeth dengan melirik Thomas yang mulai terangsang.


Ellizabeth mulai mengambil posisi untuk berselfi dengan fans-nya.


Sementara Lauren mencari Victor di berbagai sudut ruangan untuk membantu menggagalkan siasat dari Ellizabeth bersama Brian.


“Akhirnya ketemu juga”,lega Lauren.


“Apakah kamu sudah menjebak Ellizabeth?”, tanya Lauren.


“Semuanya beres”, ucap Victor.


Saat kepala Thomas terasa pusing dan tubuhnya panas, Ellizabeth mencoba membantu membawa Thomas tetapi Thomas terus menolak dan pergi sendirian dengan sempoyongan.


Hans yanv melihat calon mantunya terlihat aneh, Hans menghampirinya dan membantu Thomas. Ellizabeth yang sedang menyusul sudah kalah cepat dengan orang lain bersama Thomas saat ini. Lalu Ellizabeth mencoba mendekati Hans.


“Maaf tuan, dia sedang sakit kepala. Biarkan saya yang memapahnya”, ucap Ellizabeth membuat Hans merasa heran.


“Maaf nona, anda itu siapanya mantu saya?”, tanya Hans marah.


“Mantu?”, tanya Ellizabeth.


“Iya, dia calon mantu saya dan sudah memiliki putra sebelum terjadi pernikahan. Anda jangan ngaco dan berani menyentuhnya”, ucap Hans.


Felix melihat Hans sedang memapah Thomas di rangkul pundaknya. Felix menarik dress milik Tina yang saat ini sedang mengobrol dengan teman-temannya grandma.


“Momy!”

__ADS_1


“Momy!”


Tina menoleh ke arah Felix.


“Ada apa sayang?”, tanya Tina.


“Mom, sepertinya daddy kurang sehat. Kita ke sana menghampiri grandpa yang sedang berdebat dengan seorang wanita itu mom”, tunjuk Felix.


“Baiklah, kalau begitu kita ke sana”, ucap Tina menarik tangan Felix dengan berjalan terbirit-birit.


“Daddy, ada apa?”, tanya Tina di belakang Ellizabeth.


“Wanita ini mengaku teman mesranya sweety”, ucap Hans.


Ellizabeth mencoba menoleh ke sumber suara dan terkejut melihat Tina di belakangnya. Lalu Felix langsung menyerobot, “kamu kan nenek sihir jahat itu”.


“Apa kalian mengenal wanita ini?”, tanya Hans.


“Aku mengenalnya grandpa. Dia itu jahat, dia ingin memisahkan rumah tangga daddy dan momy. Dia juga yang pernah membuat momy kecelakaan untungnya uncle jack menolong momy”, ucap Felix dengan polos.


“Oo, jadi kamj yang bikin keluarga anak saya menjadi buruk hmmm”,marah Herlena dari belakang.


“Tina, bawa Thomas ke tempat lain. Sepertinya dia terkena bius rangsangan dari wanita itu”, ucap kembali Herlena.


Sial, aku malah terkena malu oleh keluarga Tina. Awas saja, aku akan balas perbuatanmu wanita j*l*ng.


Ellizabeth pergi berjalan sambil menutupi wajahnya.


Lauren yang berada di pojok melihat Elluzabeth di permalukan tersenyum sinis.


Syukurlah, bukan aku yang berada di sana. Bisa-bisa karierku yang baru saja melonjak malah turun.


Lauren pergi meninggalkan pesta bersama Victor.


Sedangkan Tina memapah Thomas sampai ke kamar VIP yang ada di gedung pesta yang kini diinjak.


Saat sampai di kamar, Thomas langsung mencium Tina karena tububnya sudah tidak tahan dengan rasa gerah yang dialaminya. Tina tidak bisa memberontak di dalam pelukan Thomas begitu erat sehingga Tina hanya pasrah.


Thomas terus melakukan kepada Tina dengan menyentuh beberapa area yang membuatnya merasa geli sampai pagi.


Terik matahari memantulkan sinar di sela-sela jendela kamar VIP. Di sana ada dua sejoli yang masih saling asyik memeluk tanpa melepaskan satu sama lain. Tiba-tiba ada suara deringan ponsel milik Tina dan membuat mereka terbangun dari alam mimpinya. Thomas dan Tina mengusap mata dan membuka perlahan untuk menetralkan sinar di ruang kamar itu.

__ADS_1


Tina mencoba untuk beranjak dari tidurnya ke posisi duduk namun Thomas menahan tubuh ramping Tina dan mengeratkan pelukannya. Membuat Tina mendengus kesal.


“Thomas, ini sudah siang. Biarkan aku beranjak untuk mematikan alarm di ponselku”, ucap Tina.


“Aku masih ingin memelukmu sweetheart. Nanti alarm ponsel kamu akan mati sendiri”, ucap Thomas.


“Tapi aku harus bergegas untuk membersihkan diri karena perutku keroncongan”, ucap Tina.


“Baiklah, tapi kita akan mandi bersama. Ok”, ucap Thomas.


“Aku gak mau mandi dengan kamu. Aku mau mandi sendiri”, ucap Tina.


“Ayolah sweety, aku ingin mandi dengan kamu”, ucap Thomas mencium ceruk lehernya.


“Auch!, apa yang kau lakukan Thomas”, tanya Tina.


“Itu adalah sebuah hukuman karena tidak mau menurutiku”, ucap Thomas.


“Biarkan aku mandi”,kesal Tina dengan terus mencoba mendorong tubuh Thomas tetapi dirinya tidak sanggup karena tubuh Thomas terlalu keras dan berat. Akhirnya Tina menyerah dengan menghembuskan nafas kasar.


“Baiklah, kita mandi bersama”, pasrah Tina.


Tomas tersenyum senang dan langsung beranjak dari ranjang dengan menghendong tubuh Tina.


Beberapa lama kemudian Thomas dan Tina telah menyelesaikan ritual mandi yang begitu lama. Lalu Thomas mencoba mengeringkan rambut milik Tina dengan telaten membuat hati Tina terus berdebar.


Lalu Thomas mengajak Tina makan siang di sekitaran hotel dengan memberikan kecupan saat sembari menunggu hidangan datang membuat wajah Tina merona karena aksi romantis Thomas yang terus dilakukan untuknya sampai jantungnya hampir meledak atas perhatian Thomas sejak tadi.


Thomas tersenyum melihat Tina seperti anak anjing yang terus tersipu atas perbuatan yang dilakukan olehnya.


Tina yang merasa terus di perhatikan ketika makan membuatnya salting dan menghentikan acara makannya dengan mendengus.


“Thomas! kenapa sikap kamu tiba-tiba romantis dan terus memandangiku?”, tanya Tina dengan kesal.


“Karena aku bersyukur kepada wanita cantik ini yang menolongku. Coba kalau Tuhan kejam denganku. Kemarin pasti aku jatuh ke tangan wanita menor itu”, ucap Thomas dengan menggenggam tangan Tina dan mencium.


“Tapi tingkah kamu berlebihan tahu tidak. Lebih baik yang biasa saja. Aku merasa tidak nyaman”, ucap Tina.


“Apa yang membuat kamu tidak nyaman sweety?”, tanya Thomas.


“Tatapan kamu dan kelembutan kamu membuat jantungku hampir meledak tahu tidak”,amarah Tina tersampaikan dan membuat Thomas tersenyum karena ungkapan Tina membuatnya tambah ingin kembali ke kamar. Thomas menatap Tina dengan intens membuat Tina tambah kesal, “Why?!”

__ADS_1


Lalu Thomas beranjak dan menggendong Tina saat sedang kesal dan membawanya kembali memasuki kamar hotel dan Thomas menahan sampai aksi bermadu kasih terulang kembali.


__ADS_2