Anak Genius Ayah Mengejar Ibu

Anak Genius Ayah Mengejar Ibu
Bertemu Mantan Licik


__ADS_3

Tina dan Felix pergi ke Cafe memesan minuman dan kue manis untuk mereka santap.


“Mom aku mau makan macaron dan cokelat susu”, ucap Felix


“Saya, ingin cheese cake dan es kopi susu”, pesan Tina


“Silahkan di tunggu”, ucap pelayan pria mengundurkan diri.


Mereka menunggu dengan kesibukan masing-masing, tidak membutuhkan waktu lama menu yang di pesan Felix dan Tina datang lalu mereka menyantapnya.


Tiba-tiba Brian datang dengan wajah liciknya seperti enam tahun lalu membuat Tina hatinya campur aduk.


“Hai Tina”, panggil Brian di samping kanannya.


“Brian..”, Tina terkejut saat menoleh.


“Kenapa dia ada di sini, bikin selera makan jadi gak mood”, batin Tina.


“Aku boleh duduk?”. Ia menyapa dan duduk bersama


dengannya tanpa permisi sebelum dipersilakan oleh Tina.


Dia juga bercerita bahwa dirinya telah putus dengan Elizabeth karena Elizabeth sudah selingkuh dibelakangnya. Brian juga memohon untuk Tina kembali kepadanya tanpa tahu malu.


“Bagaimana kabar kamu Tina?”, tanya Brian dengan wajah tebalnya.


“Baik”, ketus Tina sambil menyeruput es kopi susu


“Baguslah..,”jeda Brian, “Tina aku sudah lama putus dengan Eli karena dia telah selingkuh dibelakangku. Aku juga sudah tidak menyukai wanita j*l*ng itu. Kami selalu bertengkar hanya masalah uang. Dia itu lama-lama menjadi wanita matr*. Sejak ia telah debut dan bertemu dengan Doni pria tua itu”, cerita Brian


“Aku ingin kembali kepadamu Tina”, ucap Brian membuat Tina ingin muntah.


Felix yang masih berada di sebelah Tina hanya memperhatikan saja. Bagi Felix yang terpenting momynya tidak di sakiti si pria licik itu setelah Felix mencari tahu setahun yang lalu.


Ketika Tina berdiri untuk pindah tempat, “Felix,” panggil Tina, “Ayo kita pindah ke tempat lain”, ajaknya sambil menarik tangan Felix. Namun Brian mencekal dan menarik tangannya dengan mengancam dengan siasat liciknya.


“ Tina.., aku ingin kamu kembali padaku,karena aku masih mencintaimu”, ucap Brian


Tina masih tidak menggubrisnya yang terpenting ia ingin melepaskan lengannya dari pegangan Brian yang kuat.

__ADS_1


“Lepasin! Brian lepasin!”, suarah lirih Tina dengan gigi mengetat.


“Jika kamu menolak, akan aku edarkan jika kamu wanita penggoda, ck. Kelihatannya saja polos dan alim ternyata malam-malam si klub minta ditiduri oleh laki-laki kaya”, ucap Brian sambil berdecak pinggang.


“Kamu sama liciknya dengan Elizabet. Kesamaan kalian wanita j*l*ng”, bisik Brian di telinga Tina. Lalu Tina menampar pipi kanannya, “plak”, para pengunjung memperhatikan pertengkaran mereka.


“Aku akan mengajarkan cara memukul”, ucap Brian yang sudah siap akan memukul Tina namun Felix yang melihat pertengkaran anak dewasa akhirnya turun tangan dan membantu Tina keluar dari jeratan laki-laki itu dengan tembakan penyetrum lalu jatuh tersungkur.


“Rasain itu pria tua”, ucap Felix dengan mata elangnya seperti Thomas.


“Ka..kamu bo..cah, awas akan aku balas”, ancam Brian sambil memegang perutnya yang masih tersungkur.


Thomas datang dengan terkejut melihat laki-laki itu tersungkur di lantai.


“Tina”, panggil Thomas yang baru datang bersama dua sahabatnya dengan kening mengernyit.


“Ini ada apa?”, tanya Thomas.


“Dia pria jahat dad”, sahut Felix


“Lalu aku menyetrumnya, dia sudah ganggu momy dan aku yang sedang menikmati makanan manisan dad”, lanjut Felix. Thomas yang mendengarkan penjelasan Felix lalu menghajarnya meski dia sudah lumpuh oleh sengatan listrik dari Felix.


“Brengs*k”, batin Brian yang terkapar di lantai.


Thomas meninggalkannya dengan menarik tangan Tina bersama Felix dalam gendongan. Saat mereka di dalam mobil mereka bertengkar kembali membuat Felix menyengir saja.


“Thomas, tadi itu apa-apaan sih, aku itu bukan istri kamu dan barang yang bisa kamu selalu geret”, marah Tina.


“Felix, kamu punya benda itu darimana?”, tanya Tina mengalihkan lawan bicaranya.


“Itu dapat dari uncle Xander”, ucap Felix dengan bohong karena benda yang ia dapat dari memesan dengan identitas Tina.


Saat Tina akan melontarkan kembali, Thomas menghentikan omelan Tina dengan membekap mulutnya menggunakan tangan kirinya.


“Sudahlah, sweety, dia sudah membantu kamu dari pria bangs*t itu. Kamu harusnya bersyukur karena Felix bisa melindungi momynya”, ucap Thomas yang fokus menyetir.


Thomas lalu melepaskan bekapan tangannya dan Tina mulai mengomeli Thomas dari A sampai Z membuat Felix hanya diam dan memasang aerphone di telinganya. Sedangkan Thomas yang sudah terbiasa malah dijadikan omelan Tina seperti nyanyian.


Sampainya di pelataran halaman parkir apartemen, Felux segera bergegas turun seperti yang dipikirkan oleh Thomas seperti telepati yang hanya di dengar oleh Felix dan Thomas lewat kaca spion ketika Tina terus mengomel. Saat Tina akan turun pintu itu tidak bisa dibuka membuat Tina mendengus dan melontarkan omelan namun sayangnya tiba-tiba omelan terasa berat. Ternyata Thomas menciumi bibir Tina lalu ia meronta namun Thomas bisa mencekal lengannya dengan satu tangan kanannya.

__ADS_1


Kemudian Thomas melepaskan untuk menjeda mengambil oksigen untuk bernafas dan berlanjut kembali menciumi bibirnya lebih mendalam lalu Thomas memindahkan duduk Tina di pangkuan tanpa henti. Membuat Tina kewalahan namun nikmat.


Felix yang sudah berada di apartemen merasa lega karena telah terhindar dari omelan momy-nya dan ia juga bersyukur kepada Thomas membawa Tina pergi untuk membuat adik perempuan.


Sekarang Thomas membawa Tina pergi ke pusat perhiasan dan gaun untuk acara malam bertemu kolega.


"Thomas kenapa kamu membawaku ke sini?", tanya Tina yang tangannya masih di gandeng Thomas.


"Aku ingin mengajak kamu pergi ke pesta", ucap Thomas dengan masih menarik tangannya.


Ketika Tina akan melontarkan kalimat tiba-tiba sang pelayan toko datang menghampiri.


"Silahkan tuan Mrs. Sella sudah menyiapkan gaun dan perhiasan jadi langsung saja ke ruang rias", ucap pelayan wanita itu dengan membungkuk badan sebagai tanda hormat. Lalu Thomas langsung melesat dan bertemu Mrs. Sella.


"Hallo Thomas, mana kekasih kamu", ucap Mrs. Sella


"Dia", ucap Thomas menunjukkan tangannya yang bertengger di tautan jemari milik Tina, "namanya Tina, calon istriku", lanjut Thomas dengan penuh keyakinan.


"Baiklah, dia sangat cantik", puji Mrs. Sella dengan melihat Tina dari atas hingga ke bawah, "Satang, duduklah", tawarnya. Kemudian Tina duduk mengikuti tawaran Mrs. Sella.


"Aku tinggal", ucap Thomas sambil berlalu keluar.


Thomas pergi mengganti sepasang kemeja dan celana ynag di sediakan oleh pelayan di butik ini.


Beberapa lama kemudian Thomas keluaf dengan di susul Tina dari ruangan berbeda dengan gaun sangat cantik dan mempesona.



Mata Thomas tidak berhenti memuji kecantikan Tina. Penampilan wanita itu sungguh mempesona dengan memakai gaun dress pendek berwarna hitam. Lalu ia menghampiri dengan mencium bibir tanpa izin. Membuat Tina memukul dada bidangnya karena malu.


"Thomas", bisik Tina dengan melotot tetapi Thomas menanggapi dengan kekehan yang diikuti dua orang di belakangnya.


Lalu Thomas menuntun Tina ke mobil dan melajukan mobil hingga sampai di gedung tempat pesta pertemuan dengan kolega. Thomas turun dengan memegang pinggang Tina secara possesive. Tina di sampingnya hanya jengah. Para wartawan terus menginterogasi Thomas saat turun dari mobil dengan Tina. Lampu lensa di kamera terus mengkilap seperti kelap kelip mengambil foto mereka.


"Tuan bisa jelaskan, siapa wanita disamping anda ini?", tanya wartawan namun Thomas tidak menggubrisnya dan terus berjalan. Sampailah Thomas dan Tina berada di ruang gedung walaupun banyak penghalang di luar.


"Sweety, tetaplah di sampingku",bisik Thomas terus menggandeng tangannya.


Thomas bertemu dengan Mr. Hendrick dan bersalaman. Lalu mereka mengobrol mengenai bisnis sangat lama hingga kolega lain saling menimbrung dan mengumpul membuat Tina jenuh. Ketika Tina akan melepaskan diri Thomas selalu memegang erat tanpa terlepas. Kemudian Tina mempunyai alibi untuk pamit dengannya ke toilet. Thomas mengikutinya. Begitu seterusnya karena Thomas tidak ingin Tina bertemu dengan orang-orang aliansi hitam di pesta ini sehingga ia harus possesive.

__ADS_1


__ADS_2