Anak Genius Ayah Mengejar Ibu

Anak Genius Ayah Mengejar Ibu
Kemurkaan Stefanus


__ADS_3

Setelah menandatangani syarat yang diajukan oleh Hans secara sepihak semua saham Stefanus yang dia kumpulkan diserahkan kepada Hans meskipun sempat mendapatkan protes dari dua sahabatnya dan Gideon.


Mereka juga mengingatkan akan terjadi saat Stefanus mengetahui jika saham yang direbut oleh anaknya dipindah tangankan menjadi kepemilikan keluarga Reffalino.


Thomas sudah tidak peduli lagi protes dari pihak manapun. Saat ini yang dipedulikan oleh Thomas yaitu istri dan anaknya yang amat dia sayangi.


Ellizabeth dan Lauren yang mendengarkan berita bahwa Thomas menyerahkan sahamnya di serahkan semua kepada keluarga Reffalino membuat mereka tambah geram dan menyalahkan Tina sebagai pelaku dibalik permasalahan yang dialami oleh Thomas.


Kemarahan yang membuncah juga dialami oleh Stefanus. Dia menghajar semua barang yang tidak bersalah sebagai pelampiasan dia. Apalagi istrinya juga terkena imbas dari kemarahan Stefanus sampai ada memar di wajahnya dan berdarah di sudut bibirnya.


Stefanus mendekati istrinya yang tersungkur dilantai dengan mengapit dua pipinya.


"Kamu seorang ibu tidak becus mengurus anaknya sampai membangkang seperti ini. Asalkan kamu tahu aku bekerja pagi siang malam untuk mengembangkan bisnisku dan memberikan pendidikan tinggi tetapi dia malah membalasku dengan air tumban.Dia anak durhaka tidak tahu terima kasih!", marah Stefanus dengan menghempaskan wajah Herlena dengan kasar. Alena hanya menangis dan tidak dapat berbuat apa-apa.


Stefanus yang masih dalam pandangannya, ia mengepalkan kedua tangannya dengan erat sambil mengumpat kasar dan menendang meja rias sampai kegeser.


"B*ngs***! *njing!!!!".


Lalu Stefanus pergi meninggalkan Herlena di dalam kamar menuju ke perusahaan yang dia bangun bertahun-tahun.


Sementara Thomas sedang mengerjakan beberapa laporan di bagian karyawan. Saat ini dia bekerja sebagai karyawan biasa. Dia menghabiskan waktu untuk bekerja di tempat yang sama dengan karyawan biasa.


Para karyawati di dekat Thomas pada terpesona dengan penampilan yang tampan seperti aktor-aktor di film yang pernah mereka tonton.


Ada beberapa kartawati yang menggoda dan mendekati Thomas dengan mata centil. Tetapi oleh Thomas diberikan tatapan tajam ketika ada yang sampai berani meraba tubuhnya hingga ia di panggil bagian HRD dan dipecat.


Semua karyawati hanya bisa melihat saja ketampanan Thomas.

__ADS_1


Di sisi lain Hans sedang tersenyum atas kemenangannya merebut saham milik Stefanus. Hans di dalam ruang kerja yang biasa di duduki oleh Stefanus sedang mengobrol dengan Gideon yang baru saja datang. Mereka saling menyapa.


"Hai Hans, apa kabar kamu selama ini?", sapa Gideon dengan bertanya keadaan dia selama ini.


"Baik Gideon, thanks sudah mau datang", ungkap Hans dengan wajah berseri.


"Silahkan kita duduk di sofa", ucap Hans mempersilakan Gideon duduk.


"Ok, thank you", ucap Gideon.


"Apakah ada kesulitan selama ini yang pernah kamu alami Gideon?", tanya Hans dengan menuangkan anggur yang telah dia pesan sebelum Gideon datang lewat perantara asistennya dari perusahaan Reffalino.


"Cukup sulit, aku butuh banyak perjuangan untuk mencapai semua yang ku impikan dan membalaskan perbuatan Stefanus atas pengkhianatan yang ku alami beberapa tahun untuk bisa bangkit dari keterpurukan",cerita Gideon.


"Aku juga memiliki ke samaan dengan kamu. Tapi bersyukurnya istriku selalu mendampingiku dan memberiku kekuatan untuk bangkit dari keterpurukan yang ku alami setelah pabrikku terbakar habis oleh jago merah yang melalap habis hingga hancur dan daddyku meninggal itu masa yang paling sulit ku alami Gideon", ungkap Hans.


"Tapi aku memiliki menantu dari darah yang mengalir dari Stefanus. Entah itu takdir atau hanya permainan dari Tuhan", ucap Hans dengan sedikit sesal.


"Iya, kamu benar juga. Semoga dia selalu membahagiakan cucuku dan putriku", ucap Hans dengan menyesap anggur yang dituangkan dalam gelas.


"Tentu, dia pasti membahagiakan cucu dan putrimu. Buktinya dia berani mengorbankan segalanya seperti jabatan yang saat ini kau duduki Hans. Dia juga mau menjadi karyawan biasa di perusahaan kamu tanpa mengeluh", ucap Gideon dengan menyesap anggur.


"Benar juga, tapi entahlah, istriku selalu mengomel jika Thomas selalu di goda para karyawati di cabang usahaku sampai telingaku selalu sakit. Dia menyuruhku untuk memindahkan Thomas menjabat sebagai direktur Gideon", ucap Hans dengan senyuman saat membayangkan istrinya merajut. Gideon yang berada di depannya menggeleng kepala.


Saat mereka sedang mengobrol tiba-tiba Stefanus datang dengan murka dan berapi-api sampai menghajar security di depan dan mendorong dua penjaga kepercayaan Hans.


"Hans!!"

__ADS_1


"Hans!!!"


Teriak Stefanus terus menggema seisi ruangan dan menjadi pusat perhatian para karyawan yang ada di kantor miliknya dengan mata menyalang dan penampilan berantakan.


Hans terkejut dan beranjak dari tempat duduk sedangkan Gideon tetap tenang duduk di sofa dengan jari telunjuk mengusap dibibirnya tanpa mengalihkan pandangannya ke arah Stefanus yang saat sedang murka.


Stefanus berjalan dan langsung menarik kerah Hans yang tersenyum sinis di hadapan Stefanus sekarang.


"Apa yang telah kau lakukan dengan Thomas ? Ha!", tanya Stefanus dengan amarah yang tinggi sampai wajahnya memerah. Namun Hans hanya diam saja membuat Stefanus tambah murka dengan melayangkan tinjuan di wajah Hans yang hampir terhuyung kebelakang dan Hans tidak mau mengalah dia juga memukul wajah Stefanus membuat para karyawan yang mendengarkan merasa takut.


Jordhan dan Reyhan yang akan menemui Hans muncul ketika mereka sedang saling hajar menghajar. Perkelahian itu akan memicu sebuah berita hot di laman medsos, majalah dan koran.


Jordhan dan Reyhan mencoba akan melerai namun oleh Gideon untuk membiarkan saja. Alasan Gideon membiarkan mereka berkelahi agar saling melampiaskan sesuatu yang selama ini mereka pendam terutama Hans yang memiliki dendam atas kematian ayahnya.


Setelah mereka lelah Gideon mulai membuka suara dengan kata-kata menusuk hati.


"Bagaimana rasanya setelah berkelahi dan saling melampiaskan kekesalan yang selama ini kalian pendam? Bukankah itu sangat luar biasa", ucap Gideon yang masih santai duduk diatas sofa cokelat.


"Terutama kamu Stefanus, kau adalah biang keladi yang memicu permusuhan. Kau yang telah membuat orang menderita bertahun-tahun. Kau telah membuat orang sampai meninggal. Kau yang membuat semuanya jadi kacau. Keserakahanmu akan memicu perang bagi pengusaha dibalik kesuksesan kamu. Tapi kamu tidak pernah berubah. Sifat keserakahan kamu membuat istrimu menderita. Jika dia tahu bahwa kamu telah menghamili wanita belia dan notabenenya kau jodohkan oleh Thomas apa yang akan terjadi pada Herlena dan Thomas", ungkap Gideon yang membuat para karyawan terkejut terutama dua sahabat dari Thomas yang sejak awal telah mengetahui kebusukan dari Stefanus.


"Diamlah br*ngsek", lirih Stefanus yang duduk di lantai dengan wajah penuh dengan lebam.


"Aku tidak akan diam selama aku masih ada", ucap Gideon.


"Kau masih menyukai Herlena, sungguh naas hidup kamu Gideon", ejek Stefanus.


"Benar kata kamu Stefanus. Aku masih menyukainya sampai sekarang. Aku masih setia untuk mencintainya walaupun dia telah menikah dengan pria bajing*n yang aku temui saat ini", ucap Gideon.

__ADS_1


"Aku berharap kamu akan mendapatkan balasan pedih atas keserakahan kamu", geram Gideon dengan pandangan lurus lalu beranjak pergi keluar.


Stefanus yang memandang Gideon meludah kedepan dan beranjak dari lantai lalu keluar dari ruangan kerja yang dulu dia duduki dengan wajah lebam dan penampilan berantakan.


__ADS_2