
Kini Lauren sedang bersiap-siap untuk mencapai tujuannya mengumpulkan uang. Dia pergi menaiki taxi untuk sampai ke gedung agency yang saat ini telah dipilih oleh victor.
Lauren terus bersenandung dengan rasa bahagia akan menemui kesuksesan. Setelah dalam perjalanan lama, Lauren turun dan menyambangi manager yang telah menghubungi dirinya.
Lauren masuk dengan melewati beberapa karyawan dalam agency. Lauren pergi ke recepsionis untuk menanyakan manager yang beranama Hana.
“Permisi Mrs. saya mau tanya ruangan manager yang beranama Hana dimana?”, tanya Lauren.
“Apakah anda sudah membuat janji?”, tanya wanita resepsionis.
“Ya”, jawab Lauren.
Ketika Lauren sedang bertanya, Hana melihat wanita yang pernah ditunjukkan oleh Victor. Hana mendekati dan ternyata benar sama dengan photo yang pernah ditunjukkan oleh Victor.
“Apakah kamu yang bernama Lauren?”, tanya Hana.
“Benar Mrs”, ucap Lauren.
“Kalau begitu ikut saya”, ucap Hana.
Lauren ragu mengikuti ajakan dari Hana. Lauren memandan wanita yang ada di meja resepsionis.
“Ikutlah dengan bu Hana yang anda sebutkan tadi”, ucap wanita itu.
Lauren langsung bergegas mengikuti Hana dengan sedikit berlari.
Sampainya di ruang kerja Hana. Lauren masih berdiri sedangkan Hana telah menjatuhkan bokongnya dengan langsung membuka dokumen profil mengenai Lauren.
“Lauren, umur 26,pernah terlibat skandal dengan pria tua pengusaha terbesar yang bernama Stefanus dengan tinggi badan 169cm dan berat badan cukup proposional”, ucap Hana sambil melihat tubuh yang molek dan wajahnya.
“Kamu cukup cantik dan elegan. Cocok untuk jadi model”, puji Hana.
“Silahkan duduk”, ucap Hana mempersilakan.
Lauren menggeser bangku dan duduk di depan meja kerja Hana.
__ADS_1
“Kenapa kamu ingin menjadi seorang entertainment?”, tanya Hana.
“Saya ingin jadi terkenal dan memiliki karier untuk menginjak harga diri yang telah meremehkan saya”, ucap Lauren.
“Jika ingin terkenal, kamu sudah terkenal akibat skandal kamu dengan Stefanus. Apabila kamu ingin menginjak harga diri musuh, kamu bisa minta tolong dengan Stefanus. Uhmm apabila kamj ingin memiliki karier itu jawaban lebih bagus daripada lainnya”, senyum Hana dengan sinis.
Lauren mendengarkan perkataan dari bibir Hana membuatnya merasa jengkel.
Awas saja, jika kau sudah memuncak kariekku di atas, aku akan tinggalkan agency kamu ke agency lebih besar. Dasar Victor, mencarikan agency malah yang kecil.
“Baiklah, kamu bisa menandatangani kontrak kerja kita. Aku akan carikan asisten untukmu”, ucap Hana.
Lauren menandatangani kontrak yang ditawarkan oleh Hana yang lumayan cukup menjadi wanita karier. Kini Lauren mengalah untuk sesaat. Lauren ingin mencapai tujuan dan mendapatkan Thomas kembali.
Sementara Ellizabeth sedang adu akting dengan aktor baru bernama Iyan.
Ellizabeth sedang memerankan sebagai wanita pelakor dan dia cocok memerankan itu. Sampai Amanda yang terus dipertemukan terus mengejek Ellizabeth. Hingga Ellizabeth tidak bisa menahan emosinya sampai mendorong Amanda hingga terjungkal ke lantai. Amada merasa jengkel dan membalas perbuatan Ellizabeth dengan menjegalnya hingga dirinya jatuh.
Persengitan diantara mereka menjadi gosip di kalangan para kru di sekitar tempat syuting sampai rumornya menyebar di dalam kantor dan kalang dunia artis dunia entertainment.
Kini Wily juga tengah menonton finalis antara Felix dan Jaiden di tengah panggung bersama teamnya meski dia sering kali bermusuhan dengan Felix.
MC kondang sedang mewawancarai beberapa juri untuk memberikan semangat mereka untuk presentase program dan beberapa pertanyaan juri yang akan diajukan.
Tina yang duduk di tengah penonton merasakan jantungnya terus bertalu. Sampai tidak menyadari jika ibunya dan ayahnya juga ikut menyusul menonton cucunya di finalis pemrograman robot.
Alena menepuk pundak anaknya.
“Tina!”, panggil Alena.
Tina mendengarkan suara yang dikenal dan ia menoleh ke belakang lalu terkejut karena tidak menyangka bahwa momynya akan menghadiri acara lomba cucunya.
“Momy!”, ucap Tina dengan mata berbinar.
Hans yang disamping Alena juga ikut menyapa putrinya.
__ADS_1
“Tina!”, sapa Hans dengan canggung.
“Daddy juga ikut”, ucap Tina.
“Tentu sayang, daddy harus menghadiri cucuku yang cerdasnya kelewatan”, ucap Hans. Membuat orang disekitarnya ikut tertawa.
Saat giliran Felix untuk menjelaskan hasil pemrograman robot yang dibuat dengan team, Thomas datang tepat pada waktunya. Thomas duduk di dekat Tina dan mencium pipinya membuat Hans merasa tidak terima namun bagaimana lagi bahwa Thomas sebentar lagi akan menjadi suami putrinya.
Felix di depan sana menjelaskan beberapa elemen robot dan sistem program di dalam komputer dengan cukup baik hingga membuat juri merasa kagum dengan jawaban polos Felix sampai para penonton yang ikut hadir memberikan tepuk tangan.
Usai menyelesaikan presentasi, kini sang MC meminta waktu untuk para juri berdiskusi dalam penilaiannya dan akumulasi angka nilai.
Beberapa lama kemudian sang MC membacakan hasil akumulasi dari tingkat pemrograman robot dan sistem data yang dibuat oleh para peserta bersama teamnya. MC itu menyebutkan hasil kemenangan setelah melihat akumulasi dari para juri. MC tersebut menyebutkan bahwa pemenang kali ini di posisi pertama yaitu Felix. Para penonton berdiri dan bertepuk meriah sebagai tanda hormat. Begitupun Wily juga ikut bertepuk tangan dan mengakui bahwa dirinya tidak sebanding dengan Felix. Sementara Tina memeluk Thomas dan Herlena atas kemenangan anaknya kali ini kembali memecahkan rekor membuat Hans merasa bangga dengan daya intelektualnya.
Setelah menerima penghargaan dan berfoto, Felix memanggil kedua orang tuanya bersama neneknya dan kekeknya untuk ikut bergabung merasakan kemenangan Felix. Felix berjalan menuju keluar.
“Momy, daddy, grandma, grandma Herlena, grandpa”, panggil Felix satu persatu dari jarak satu centimeter.
“Iya boy, grandpa ada di sini untuk mendukungmu”, ucap Hans dengan mengangkat tubuh Felix sambil mencium pipi gembul cucunya dengan diikuti Alena dan Herlena sampai Felix tidak tahan.
“ Stop! Kita harus berfoto bersama”, ucap Felix.
“Baiklah, cucu grandpa yanh cerdasnya kelewatan”, kekeh Hans.
Lalu mereka berfoto bersama sampai mengangkat tubuh Felix di atas pundak Thomas sebagai hadiah untuk putranya. Tina dan Thomas merasa bangga sebagai orang tua. Apalagi Herlena yang baru mengetahui jika cucunya lebih cerdas dari Thomas.
Grandma bangga dengan kamu Felix. Grandma akan memerkan kepada grandpa Gideon. Pasti dia akan iri dengan kamu.
Herlena membayangkan reaksi Gideon aja sudah bisa membuat Herlena tersenyum sendiri.
Usai pemotretan Thomas, Tina dan lainnya kembali di kediaman masing-masing. Thomas mengajak Tina dan Felix untuk bermain sepuasnya ke pusat perbelanjaan . Sementara Herlena pergi du kediamana Gideon sedangkan Hands dan Alena kembali ke mansionnya sendiri.
Felix merasa senang diajak Thomas berbelanja sampai Tina mengatakan, “kamu jangan terlalu memanjakan anak kita”.
“Tidak sweety, aku ingin memberikan penghargaan kepadanya karena keberhasilan yang dicapai oleh Felix. Dia sungguh membuatku bangga dan aku sangat berterimakasih kepada kamu yanh telah membimbingnya menjadi anak yang terhebat”, ucap Thomas dengan mengecup kening Tina.
__ADS_1