
Malam telah habis dan kini berganti pagi,suasana kota Bangkok yang sangat cerah banyak warga sekitar yang mulai keluar rumah sekedar menghangatkan tubuh dari cahaya matahari,yang berjalan-jalan sambil menghirup udara pagi termasuk yang mencari sarapan seperti kami.
Pagi ini kami ingin menikmati makanan khas daerah sana walaupun di hotel pun kami disediakan tapi tak mengapa bisa disimpan buat cemilan nanti.
Kita berkeliling dari depan hotel hingga ke tepian sungai Chao phraya yang punya pemandangan indah yang banyak kapal-kapal bersandar.Telah cukup berkeliling dan telah sarapan kini,kami pun kembali lagi menuju hotel karena semakin siang matahari semakin meninggi maka semakin panas juga suhu diluar.
Ketika hendak menuju pintu hotel,tiba-tiba handphone yang disimpan di dalam tas kecil pun berbunyi.
Ternyata itu suara pesan masuk dari sahabat lamanya mami Tiara yang sudah lama menetap dan menikah disini selama hampir sepuluh tahun.
Riyanti
(Asalamualaikum,Tiara apa kabar?Kapan kamu datang kok gak bilang sih mungkin aku jemput).
Tiara
(Waalaikumsalam,alhamdulilah kabar sehat say, Kemarin datangnya say udah malam juga kasian takut ganggu,makanya langsung menuju hotel aja biar besok-besok lagi ketemu kamunya gitu)
Riyanti
(Ya udah sekarang aja kesini ya tidak jauh kok cuma sepuluh menit dari hotel)
Tiara
(Alamatnya dimana?)
Riyanti
(Ini say, Soi Ramkhamhaeng 32, Hua Mak, Bang Kapi district)
Tiara
(Oke,aku berangkat sekarang,ya!)
Lalu mami Tiara pun masuk menuju kamar hotel disusul yang lain.Dari belakang Putry nanya,
"Mam,kita habis ini mau kemana?"
"Oh iya,Mami hampir lupa memberitahu mu,kita berkunjung yuk ke rumah tante Riyanti.Mami ada perlu." Ucap Mami.
"Ada perlu apa,mam?" Tanya nya.
"Ya sudah ikut saja ayo." Ajak Mami.
"Kalau gitu Putry siap-siap dulu ya."
Tiga puluh menit kemudian sesudah Putry siap-siap lalu mereka pun menunggu taksi yang akan menuju ke daerah dimana Riyanti tinggal.Sesampainya di kediaman Riyanti mami Tiara pun kembali menghubungi Riyanti memberitahu kalau mami Tiara sudah sampai di depan.
__ADS_1
Tingtong..!!
Tingtong..!!
Bel rumah pun berbunyi,
Lalu,ada seseorang yang membuka pagar rupanya Riyanti sendiri yang membuka.
"Hai..Ini Tiara bukan?" Tanya Rianti terheran-heran.
"Iya,ini saya say,ya ampun lama tidak bertemu pangling juga ya kamu." Ucap Tiara sambil bersalaman Tangan dengan Rianti.
"Ya sudah ayok masuk ke dalam,masa tamu dibiarin diluar sih?" Ajak Rianti kepada tamunya untuk memasuki rumah.
Mereka pun mengikuti tuan rumahnya menuju ke dalam rumah.Dan Rianti pun mempersilahkan tamunya untuk duduk di sofa yang telah tersedia.
"Ayo silahkan duduk Tiara,mbak dan mbak itu nya juga."
Setelah dipersilahkan duduk oleh tuan rumah,para tamu pun duduk di sofa ruang tamu rumah Riyanti.
"Mau pada minum apa nih Tiara?mbaknya dan mbak yang itu? Eh,yang disebelahmu ini anakmu bukan Tiara?"
"Iya say,ini anakku sudah gadis ya? Oiya,aku ingin yang segar-segar gitu seperti jus ada kan Yanti?"
"Oalah,udah lama banget kita ga ketemu.Adanya juga minuman kaleng Tiara di kulkas,buah-buahan nya tidak ada belum belanja lagi saya." Ucap Riyanti.
"Saya juga sama iya mbak,habis panas banget makin siang suhunya." Ucap tour guide.
"Boleh,sebentar ya saya ambilkan dulu di dalam kulkas minumannya."
Riyanti pun berjalan ke arah kulkas tempat minuman dingin itu disimpan dan kembali lagi ke ruang tamu dengan tangan membawa nampan berisi minuman kaleng dingin dan sedikit cemilan.Lalu di letakan di atas meja.
"Silahkan,di nikmati ya mbak,maaf cuma seadanya."
"Terimakasih ya mba,saya ijin minum duluan." Ucap penerjemah dan Tour guide berbarengan.
"Silahkan mbak."
"Yanti,langsung saja ya,ini aku kesini sebenarnya mau ngobrolin sabun beras itu loh,di Indonesia belum ada sepertinya,boleh aku pasarin disana gak ya?" Tanya Tiara.
"Boleh banget Tiara,sabunnya juga berbahan alami dari ekstrak beras aman dari efek samping,cocok segala usia dan perempuan laki bisa pakai tuh." Jawab Riyanti.
"Aku mau nambah stok produk di salon rencana tuh,ya kalau produknya aman boleh lah nanti kamu yang pasok produknya ya."
"Sekarang aku order lima puluh pcs dulu bisa kan?kalau barang habis nanti aku bisa ngontek kamu lagi dipaketin aja gak usah dianterin." Lanjutnya lagi.
"Oke siap sobat,aku kemas dulu barangnya."
__ADS_1
"Sebenarnya aku kesini juga mau antar anakku survey kampus gitu say." Ucap Tiara.
"Gitu ya say,banyak kok kampus bagus disini." Ucap Riyanti.
"Memangnya neng Putry mau ngambil jurusan apa?" Tanya Riyanti pada Putry.
"Rencananya saya ingin ngambil jurusan bisnis tante." Jawab Putry.
"Oh begitu,besok ya neng diantar sama om suami tante,sekarang Om nya lagi tidak ada dirumah lagi belanja stok toko ke distributor." Ucap Riyanti.
"Siap tante,terimakasih ya tante." Ucap Putry.
"Sudah lama kamu punya bisnis pertokoan Yan?" Tanya Tiara.
"Alhamdulilah,ini padahal cuma kami berdua yang handle tidak pakai karyawan." Jawab Riyanti.
"Ya syukur alhamdulilah kalau gitu Yan,aku ikut senang dengarnya.Sobat baik ku sukses juga di negara orang."
"Ngomong-ngomong putra mu kemana? Kok ini rumah segede ini sepi amat ya?" Lanjut Tiara lagi.
"Anak ku yang kesatu kerja di London,yang kedua kuliah di Mesir terus si bontot yang ketiga aku malah keguguran waktu usia kandungan tujuh bulan."
"Ya Alloh kok bisa?sabar ya Yan semoga nanti bisa dapat pengganti lagi,Doain aja sekarang semoga almarhum putranya bisa jadi penerang orang tuanya di akhirat kelak ,ya!" Ucap Tiara.
"Iya,say terimakasih ya support nya,sudah agak lama juga sih kejadiannya tapi ya namanya orangtua tetap saja ingat terus tidak bisa menyembunyikan itu semua." Ucap Riyanti.
"Iya sabar say,semua butuh proses yang terpenting ikhlas,aku yakin semua kejadian dan ujian ada hikmahnya buat kita." Ucap Tiara menguatkan sahabatnya.
Saat sedang asyik berbincang tiba-tiba suaminya pulang dari pusat distributor.
Suaminya Riyanti ini sudah agak lancar berbahasa indonesia.
"Ibu dipanggil Ayah tidak jawab,rupanya ada tamu." Ucap Chanatip.
"Eh Ayah udah pulang,maaf yah ini kenalin sobat lama ibu dari Indonesia." Ucap Riyanti kepada suaminya.
"Halo semua..silahkan dilanjut lagi ngobrolnya ya,saya mau lanjut beres-beres di toko dulu." Ucap Chanatip sembari pamit sambil berlalu ke arah depan.
"Ayah tunggu dulu." Teriak Riyanti.
"Kenapa bu?" Tanya Chanatip.
"Besok ayah tidak kemana-mana kan?" Tanya Riyanti.
"Sepertinya tidak,kan belanja ke distributor sudah tadi." Jawab Chanatip.
"Tolong antar sobat ibu cari kampus bisa kan yah?" Tanya Riyanti.
__ADS_1