
Sudah dua hari papi Indrawan dirawat di rumah sakit, gejala awal karena kelelahan dan banyak pikiran. Karena beliau baru saja kena penipuan calon investornya senilai puluhan juta.Menurut Diagnosis dokter, katanya penyakit typus yaitu penyakit demam disekujur tubuh terkadang menggigil kedinginan terkadang keluar keringat dingin yang sangat banyak.
Lalu,dirawatlah papi Indrawan di salah satu rumah sakit umum daerah dengan fasilitas kelas VVIP kenanga.Yang menjaga pasien yaitu mami Tiara dan adik-adiknya papi Indrawan.Masalah ini jangan diberitahu Putry yang sedang kuliah di luar negeri sana,karena dapat mengganggu konsentrasi belajarnya dia.Biarlah papi sakit disini biar mami yang rawat dan menjadi urusan mami,mudah-mudahan nanti juga bisa sembuh sedia kala lagi.
Salon kepunyaan mami Tiara tutup dulu untuk sementara,karena sangat tidak memungkinkan untuk bolak balik rumah-salon-rumah sakit karena akan menyita waktu.
Bi Laksmi yang berada di rumah merasa sangat gelisah dan merasa kasihan melihat keadaan majikannya itu.Bagaimana tidak,orang yang selama ini menggaji dan memberikan bonus diwaktu lebaran sedang tidak berdaya dirumah sakit.
Pagi ini seharusnya Bi Laksmi izin tidak masuk kerja karena akan menghadiri resepsi pernikahan saudaranya.Tetapi tidak jadi berangkat,karena mendapat tugas dari majikannya untuk menjaga rumah.Tidak apa-apa toh bisa dilakukan dengan video call untuk memberikan bingkisan bisa dilakukan kapan saja dan soal saudaranya pun bisa mengerti keadaan Bi Laksmi sekarang.
Pukul 07.00 pagi tukang sayur lewat.
"Sayur..Sayur..Sayurnya ceu!!!"
Bi Laksmi teriak memanggil tukang sayur yang sedang lewat dijalan.
"Kang sayur berhenti,saya mau beli."
"Oke siap ceu,saya putar balik kesana."
Tukang sayur pun putar balik menuju arah rumah majikan Bi Laksmi.
"Mau beli apa ceu?" Tanya tukang sayur itu sambil menawarkan barang dagangannya.
"Beli ikan tongkol seperempat kg,sayur bayam satu ikat,tahu satu bungkus,buah pisang satu sikat, dan buah jeruk satu kilogram."
"Sudah segitu saja belanjaannya,totalin ya kang jadi berapa?"
"Oke Ceu siap,saya totalin sekarang ya."
"Jadi totalnya delapan puluh ribu,ceu." tambahnya lagi.
"Oh iya,ini kang uangnya,pas ya."
"Saya terima ya uangnya,terimakasih ceu sudah berbelanja."
Lalu tukang sayur pun kembali berbalik arah dan melanjutkan perjalanannya untuk menjajakan jualannya.
Hari ini Bi Laksmi akan memasak sayur bayam,goreng tahu,tongkol pedas rica-rica,masak bubur,buat dibawa bekal ke rumah sakit yang mau besuk ke rumah sakit.
Makanan yang disajikan dari rumah sakit rasanya hambar pak Indrawan tidak mau makan.
__ADS_1
Setelah beres masak,makanannya ditata di atas meja makan dan sisanya dimasukan kedalam rantang yang akan dibawa mami Tiara membesuk suaminya di rumah sakit.Mami Tiara pun turun dari tangga lantai dua dan segera menghampiri Bi Laksmi Art nya.
"Bi,Gimana makanannya sudah disiapkan?"
"Eh nyonya,kaget saya tiba-tiba ada dibelakang saya."
"Sudah dipersiapkan nyonya,ini baru saja saya masukin dalam rantang." lanjutnya lagi.
"Ya syukur kalau gitu,saya langsung bawa ya bi,mau jenguk papi lagi di rumah sakit,bibi jaga rumah ya dan jangan kemana-mana nanti saya berikan bonus tambahan buat bibi." Ucap Ibu Tiara sambil membawa tas jinjing berisi rantang makanan dan air minum.
"Beres Nyonya,siap laksanakan lah."
"Oh iya,saya kelupaan,tolong bukain pagarnya bi,saya mau keluar rumah sekarang."
"Siap nyonya,tunggu ya saya bukain pagar dulu."
Bi Laksmi pun berlari menuju depan rumah dan segera membuka gerbang pagar.
Setelah gerbang pagar terbuka mobil yang berwarna silver itu pun keluar dari garasi dan segera menuju rumah sakit.
Gerbang pagar pun di tutup lagi sama Bi Laksmi.
Hari itu tampak lengang orang yang membesuk orang sakit karena hari masih pagi,belum banyak orang yang berlalu lalang.
Akhirnya mobil berwarna silver pun tiba dan segera memasuki parkiran rumah sakit.Portal parkir di rumah sakit ini otomatis pakai sistem komputer jadi tidak ada operatornya.
Begitu selesai memakirkan kendaraannya,Mami Tiara pun segera menuju ke ruangan VVIP kenanga.Tempat suaminya dirawat.
Begitu sampai ruangan kamar rawat lalu mami Tiara mengetuk pintu.
Tok..
Tok..
"Papi,sudah bangun belum? ini mami jenguk papi bawain makanan."
Dilihat dari jendela nampak saudaranya papi Indrawan ketiduran di sofa. Saudaranya pun lalu bangun.
"Eh,Buk De sudah datang,tunggu buk saya bukain pintu dulu karena semalam pintunya dikunci."
Ceklek
__ADS_1
Pintu ruangan rawat inap pun dibuka.
"Kang,gimana kabar terbarunya suami Buk de ada perkembangan?"
"Alhamdulilah,Buk de..si Pak de makin membaik.Tapi ada saran dari yang sudah pernah terjangkit penyakit typus ini katanya suruh minum air cacing."
"Air cacing,kang?" Tanya mami Tiara kaget,karena baru pertama mengenal penyakit ini jadi tidak tahu ada ramuan herbal yang memakai bahan dari cacing.
"Iya Buk de,air cacing pita."
"Gimana cara buatnya,kang?"
"Tenang buk de,banyak yang menjual kok yang sudah jadi,biasanya perbotol gitu."
"Ya sudah kalau gitu,tolong carikan ya air cacingnya,buat kesembuhan pak de mu."
"Siap,bu de nanti saya cari di toko obat atau jamu pinggir jalan."
"Ini uangnya ya,kalau ada kelebihan nya ambil saja buat jajan."
"Gede banget ini buk de uangnya?"
"Iya tidak apa-apa ambil saja,ya!"
"Siap buk de,Otw sekarang."
Lalu saudaranya pak Indrawan pun bergegas pergi mencari air cacing itu.Yang disaranin oleh dirinya.Nyari ke toko A yang berada di dekat pasar sedang kosong barangnya,nyari di dekat stasiun juga sama sedang kosong.Yang terakhir nyari di pertigaan jalan yang mau ke arah Pull bus stok barangnya tersedia.Lalu,saudaranya papi Indrawan pun membeli beberapa botol air cacing tersebut demi kesembuhan pak de nya.Sesudah mendapatkan barang itu ditangan,Saudaranya pak Indrawan pun kembali lagi menuju rumah sakit untuk memberikan air cacing tersebut kepada Tiara buk de nya.
Bergegaslah kembali memanaskan si kuda besinya lalu si kuda besinya tancap gas kembali lagi menuju rumah sakit.Sesampainya di rumah sakit,si kuda besi itu pun masuk ke dalam area parkir rumah sakit lalu saudara pak Indrawan pun menuju ruangan VVIP kenanga.
Nampak ruangan rawat inap nya sedang terbuka jadi tidak harus mengetuk pintu dulu.
"Asalamualaikum,Bu De ini air cacingnya sudah ada."
"Waalaikumsalam,cepat banget kang dapatin nya?"
"Padahal saya bolak balik ke toko yang berbeda,sudah tiga toko malah."
"Ya sudah taro disitu ya kang,airnya taro diatas lemari kecil."
"Oke Bu De, Oh iya,saya pamit dulu ya Buk De mau mandi,nanti yang jaga gantian lagi."
__ADS_1