Bertemu Jodoh Di Thailand

Bertemu Jodoh Di Thailand
Bab 60 Orang Tua Putry Tiba di Bandara


__ADS_3

Beberapa jam kemudian, Putry baru saja terbangun dari tidurnya.Karena waktu tadi sepulang dari kampus Putry ketiduran.Mungkin karena kelelahan ataupun karena banyaknya beban yang hinggap dipikiran Putry dan jalan satu-satunya adalah berhenti dulu dengan aktifitas biasanya dengan cara tidur.


Bangun tidur pun terasa segar dan seolah tak kepikiran apa-apa.Diliriknya jam di dinding yang terpasang di dinding itu, waktu sudah menunjukan pukul 15.00 sore.Putry pun lalu mengambil Handphone yang berada di dalam tas ungu yang merupakan tas kuliahnya yang dia pakai sehari-hari itu.


Benar saja, setelah membuka layar handphone itu, panggilan tak terjawab dari maminya pun ada sepuluh kali tak Putry angkat karena tadi memang Putry lagi pulas dan memang tak mendengar nada dering juga karena lupa nada deringnya tidak diaktifkan masih berupa nada getar dari jarak beberapa meter pun tidak terdengar sama sekali.Lalu, cepat-cepat Putry pun menghubungi balik maminya dengan cara meneleponnya.Satu panggilan pun terjawab, karena mungkin maminya Putry sedang memegang handphone.


Putry   : Hallo..Asalamualaikum mami.


Mami Tiara  : Waalaikumsalam, Put, kemana aja mami telepon dari tadi tidak diangkat-angkat?


Putry   : Maaf mami, Putry ketiduran ini baru bangun, mami sudah sampai mana?


Mami Tiara   : Bikin cemas aja kamu,nak! Mami kira kamu kemana?


Putry  : Iya maaf mami, tadi Putry kecapekan pulang dari kampus makanya ketiduran,oh iya, mam sekarang sudah nyampe mana?


Mami  Tiara  : mami sudah sampai bandara nih, baru saja landing.


Putry   : Bandara mana mami?


Mami Tiara  : Bandara Thailand itu loh Put, aduh mami susah nyebutnya.


Putry   : Bandara Suvarnabhumi?


Mami Tiara  : Nah, itu dia namanya.Mami tunggu disini.


Putry  : Oke mami, Putry berangkat kesana jemput mami dan Papi, ditunggu ya mami.


Mami Tiara  : Iya Put sayang, mami dan papi tunggu disini.


Putry  : Oke, sudah dulu ya mam, Putry mau siap-siap dulu, dadah mami wasalamualaikum.


Mami Tiara  : Oke Put, waalaikumsalam.


Sambungan telepon dari maminya pun dimatikan, handphone pun disimpan lagi ke dalam tas yang selalu tiap ke kampus dia pakai. Lalu, Putry pun bersiap-siap, memakai baju yang bagus dan rapi juga tak lupa untuk mengabari kekasihnya untuk menjemput mami papi nya ke bandara.


Phonapong pun menyanggupi dengan meminjam kendaraan roda empat milik ayahnya, dan Phonapong pun meminta waktu sedikit agak telat menjemput Putry menuju asrama soalnya dia mau pergi ke tempat pengisian bahan bakar dulu. Mobilnya lupa belum diisi bahan bakar bekas kemarin ayahnya pulang tugas dari luar kota.


Tiga puluh menit kemudian, setelah mobilnya sudah full diisi bahan bakar, lalu Phonapong pun bergegas menuju asrama untuk menjemput Putry yang akan menjemput orang tuanya menuju bandara.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian, kendaraan roda empat milik ayahnya Phonapong telah sampai di depan asrama.Disana sudah ada Novita juga yang ingin ikut menemani Putry.


Phonapong pun menyuruh keduanya untuk segera memasuki mobil, Putry disuruh duduk di jok depan sedangkan Novita berada di jok belakang.Tidak mengapa jadi obat nyamuk juga sekali-kali suruh siapa ingin ikut.


Setelah semuanya memasuki mobil, dan pintu kamar asrama telah dikunci semua lalu mobil pun bergegas melaju menuju Bandara karena akan menjemput orang terspesial di hidup Putry dan akan menjadi yang berkesan juga di hidupnya Phonapong.


Tak berselang lama, mereka pun tiba di bandara Suvarnabhumi,Bandara internasional kebanggaan warga Thailand. Mereka pun clingak-clinguk mencari keberadaannya orang tua Putry berada.


Daripada membuang waktu lebih lama, lalu Putry pun menelepon maminya.


Putry  : Hallo, Asalamualaikum Mami


Mami Tiara  : Waalaikumsalam, iya nak masih dimana?


Putry   : Putry dan teman sudah sampai di Bandara, mami dan papi posisi berada dimana sekarang?


Mami Tiara   : Oh iya, nak mami sekarang posisi lagi di depan outlet kopi starbak lagi duduk sama papi.


Putry   : Oh ya udah, Putry kesana nyusul ya mam ditunggu ya, wasalamualaikum.


Mami Tiara  : Iya nak, waalaikumsalam.


Sambungan telepon bersama maminya pun kembali terputus, dan kini Putry mengajak Novita beserta Phonapong untuk menemui papi mami nya yang berada di depan outlet kopi.


"Itu,di depan outlet kopi,ayok kita kesana." ajak Putry.


Mereka bertiga pun langsung menuju ke tempat yang Putry sebutkan tadi.


Beberapa menit kemudian, sesampainya di depan outlet kopi itu,akhirnya Putry pun bertemu dengan orang tuanya.Mami Tiara pun langsung menyambutnya dengan pelukan saking kangennya kepada anak semata wayangnya itu.


"Anak mami, sudah bisa mandiri ya sekarang, gimana kabarnya sehat nak?" tanya mami Tiara.


"Alhamdulilah, mami Putry sehat kok, Putry kangen mami papi."


Papi pun ikut-ikutan memeluk anak semata wayangnya itu dan merupakan anak kesayangan sekaligus anak kebanggaan keluarga, selayaknya seperti di film teletubies saling berpelukan keluarga ini.


Yang melihat pun menjadi iri dengan kehangatan keluarga ini.


"Oh iya, mami ini kenalin sahabat Putry disini namanya Novita."

__ADS_1


Novita pun mengulurkan tangan ingin berjabat tangan dengan papi maminya Putry itu.


"Kenalin Om,saya sahabatnya Putry."


"Tante, saya sahabatnya Putry."


Mami dan Papinya pun membalas jabatan tangan Novita itu.


"Dan, satu lagi Putry mau ngenalin pacar Putry disini." lanjut Putry lagi.


Phonapong pun menghampiri mami dan Papinya Putry dilanjut dengan berjabat tangan.


"Selamat Petang,Om ini saya yang bernama Phonapong."


"Selamat petang juga tante, ini saya yang bernama Phonapong."


Mami dan papi Putry pun merespon jabatan tangan Phonapong dan biasa terlihat ramah di depan mata mereka.


"Ya sudah, nanti lagi ngobrolnya,kita menuju ke asrama Putry saja, asramanya dimana Put?" tanya papi Indrawan papinya Putry.


"Lumayan agak jauh pih disana." ucap Putry.


"Hampir lupa saya, mari ikut ke mobil saya, bukan mobil saya sebenarnya tapi mobil orang tua saya."


"Mari om dan tante." ajak Phonapong.


Mereka pun mengikuti arahnya jalan Phonapong disusul Putry dan Novita menuju ke sebuah parkiran mobil di area bandara.


Begitu sampai di depan mobil ayahnya Phonapong, Phonapong pun mempersilahkan mami dan papinya untuk masuk ke mobil dahulu.


Pintu mobil pun dibuka oleh Phonapong.


"Silahkan om dan tante,masuk ke dalam mobil saya, mau di jok tengah atau belakang juga silahkan gimana nyamannya om dan tante." ucap Phonapong mempersilahkan mami dan papi nya memasuki mobil.


Lalu, mami Tiara pun memilih jok di tengah-tengah disusul papinya.


"Berarti Novita di belakang ya gak apa-apa?" tanya Phonapong.


"Iya,gak apa-apa kok,kayak ke siapa aja,nyantai aja teman." jawab Novita sambil menepuk pelan pundaknya Phonapong.

__ADS_1


"Dan terakhir, nona Putry didepan ya duduknya." ucap Phonapong sambil tersenyum menggoda.


Putry pun hanya tersipu malu diperlakukan begitu di hadapan orang tuanya.


__ADS_2