Bertemu Jodoh Di Thailand

Bertemu Jodoh Di Thailand
Bab 50 Zidan Menengok Novita


__ADS_3

Setelah pulang dari klinik, Putry dan Novita pun menuju ke kamar, kali ini Novita sudah bisa berjalan pelan-pelan jadi Putry pun langsung masuk ke kamar asramanya juga.


Lelah sekali rasanya habis mengantar sahabat ke klinik ditambah di klinik itu banyak bau obat yang bikin kepala pusing dan perut sedikit agak mual.


Sesampainya di kamar asrama, Putry lalu merebahkan diri dulu sejenak ke atas kasur.


Sepertinya tubuh perlu istirahat dulu sejenak, Putry pun akhirnya ketiduran, di dalam ketiduran itu Putry bermimpi bahwa ibunya papi Putry atau Putry menyebutnya nenek itu meninggal dunia.Walaupun hanya di dalam mimpi, tapi itu semua sangatlah menyedihkan bagi Putry karena sejak kecil Putry selalu dimanja oleh neneknya itu. Hingga tak terasa, saat tidur pun Putry bercucuran air mata karena tak kuat menahan sedih.


Tak berapa lama, Putry pun terbangun dari tidurnya. Wajahnya masih sendu bekas air mata.Semoga hanya mimpi saja pikir Putry.


Putry pun lalu menyibukan diri dengan membuat olahan untuk cemilan, setidaknya kalau disibukan tidak banyak yang dipikirkan.


Beberapa lama kemudian, olahan yang dibuat Putry sudah jadi.Lalu, Putry simpan dulu olahan yang dibuat itu ke dalam kulkas mini supaya bisa dingin dan membeku biar nanti memakannya segar.


Sesudah olahan itu beres dibuat dan dimasukan ke dalam kulkas mini, lalu Putry pun bersiap untuk membersihkan tubuh dengan guyuran air karena hari sudah mulai sore.Dan juga niat Putry akan menuju ke kamar Novita untuk mengantarkan sedikit olahan cemilan yang dibuat Putry tadi.


Setelah beres, lalu Putry pun berdandan tipis-tipis supaya tidak terlihat wajah kusam dan sendu.


Sudah berdandan dan sudah berpenampilan rapi, lalu Putry pun segera bergegas menuju kamar asramanya Novita.Tidak berada jauh, hanya beberapa langkah saja dari kamar asrama Putry.


Putry pun sambil menenteng keranjang yang berisi beberapa box olahan yang tadi sudah di dinginkan dulu di dalam kulkas.Semoga saja Novita suka dengan olahan yang diberikan Putry itu.


Beberapa menit kemudian, Putry pun telah sampai depan kamar asrama Novita.


Nampak pintu kamar asramanya sedang terbuka sedikit, dari luar terlihat Novita sedang menonton Televisi acara kesayangannya.


Putry pun lalu menuju ke kamar asrama dan menghampiri Novita.


"Nov, sedang ngapain? boleh aku kesini? Ini aku bawakan puding apel bikinan aku sendiri loh!"


"Eh Putry, ini aku sedang nonton televisi saja,duh..repot-repot amat pake bikin segala,emang ada acara apa sih?"


"Ya bolehlah Put, kalau mau kesini ya kesini aja kayak sama siapa aja, mulai deh jaimnya." lanjut Novita lagi.


"Iya barangkali lagi istirahat,takut keganggu kamunya." ucap Putry.


"Engga ada acara apa-apa kok, iseng aja bikin daripada gabut gak ngapa-ngapain." lanjut Putry lagi sambil tertawa kecil.


"Bagus,lanjutkan ide kreatifmu wahai anak muda." ucap Novita sambil tersenyum.


"Aku cicip ya hasil eksperimen kamu Put."lanjut Novita lagi.


"Oh iya silahkan Nov, ambil saja aku juga sengaja bawa ini untuk kamu."


Putry pun mempersilahkan Novita untuk mencicip puding apel hasil karya eksperimen Putry itu tadi. Novita pun sangat menikmati hasil bikinan sahabatnya ini hingga habis tiga potong puding.

__ADS_1


Putry pun sangat senang hasil karyanya itu dihargai dan sahabatnya itu bisa menyantapnya dengan lahap.


Putry pun bertanya ketika Novita masih sibuk mengunyah dengan mulut penuh puding itu.


"Gimana Nov enak?"


"Duh,aku gak bisa berkata-kata lagi Put, bikinan kamu enak syekalee,sepertinya kamu berbakat jadi koki."


"Ada bahan nanti buka usaha cafe ini mah." lanjut Novita lagi.


"Iya, aamiin kan saja siapa tahu suatu saat jadi doa." ucap Putry.


Disaat sedang mengobrol dan bersenda gurau dengan Putry, tiba-tiba ada suara motor yang sudah tak asing bagi Novita.


Iya, itu adalah suara motornya Zidan.


Motor Zidan pun berhenti dan diparkirkan di depan asrama kamar Novita.


Sesudah mesin motor itu dimatikan, lalu Zidan turun dari motornya sambil membawa tentengan berisi bingkisan buah-buahan.


Zidan pun berjalan menuju ke tempat dimana Novita itu berada.


Zidan pun lalu masuk, karena pintu asrama sedang terbuka dan sedang ada Putry juga disana.


"Waalaikumsalam." mereka berdua pun yang tengah menonton televisi lalu menoleh ke arah Zidan.


"Eh Bang Zidan,sini masuk bang." suruh Novita menyuruh Zidan masuk ke dalam.


"Sedang sibuk rupanya ya, maaf abang ganggu ya." ucap Zidan.


"Ini abang kesini cuma mau menengok Novita, apa lukanya sudah sembuh?" lanjut Zidan lagi.


"Engga kok bang gak sibuk dan engga ganggu juga, ini Putry kesini cuma sedang bete aja katanya gak ada teman."


"Oiya, bang ini cobain puding apel buatan Putry." lanjut Novita lagi sambil menyodorkan keranjang yang berisi puding apel itu.


"Sampai lupa, abang gak ditawari minum." ucap Novita lagi.


"Gak usah repot-repot Nov,nanti kalau abang haus bisa ambil sendiri.Lagipula abang kesini cuma sebentar cuma ingin tahu keadaan Novita saja."


"Kalau sudah agak baikan ya gak masalah, alhamdulilah malah nanti bisa beraktifitas lagi." lanjut Zidan lagi.


"Iya bang, dikit lagi ini lukanya akan mengering." ucap Novita.


"terimakasih ya bang." lanjut Novita lagi.

__ADS_1


"Iya Nov sama-sama."


Putry yang ada disana, lalu meminta pamit ke Novita dan Zidan karena merasa tidak enak ada diantara mereka berdua.


"Novita,Kak Zidan aku pamit dulu ya." ucap Putry.


"Loh, kemana Put kok buru-buru amat?" tanya Novita seperti heran dengan gerak-gerik Putry.


"Disini aku takut ganggu kalian." jawab Putry.


"Ya enggak lah Put, biasa aja kok kita, malah rame jadi banyak temannya di tempat aku."


"Kesannya nanti aku yang usir kamu lagi, padahal kenyataannya kan engga." lanjut Novita kembali.


Zidan pun yang berada di sebelah Novita itu yang sedang duduk lalu mengomentari tingkah Putry yang buru-buru ingin pulang tersebut.


"Iya Put, disini saja temenin Novita ya kasihan, saye disini tidak lama kok sebentar lagi juga mau pulang."


Mendengar Zidan bicara begitu, lantas Putry kembali duduk.


"Takutnya aku ganggu kalian."


Novita pun mendekati Putry seraya berkata, "Kamu gak usah gak enakan gitu ya Put, aku malah senang kamu berada disini nemenin aku."


Putry hanya bisa menganggukan kepala tanpa bisa berkata-kata.


Setelah sekian lama mereka bertiga berkumpul, lalu Zidan pun pamit kepada Novita karena akan ada janji dengan temannya di sebuah cafe.


"Nov, saye izin pulang dulu ya."


Novita pun bertanya,


"Loh, mau kemana abang? Kok buru-buru?"


"Saye ada janji dengan teman di sebuah cafe mau ada pembahasan proyekan."


"Kamu lekas cepat pulih ya Nov, biar bisa masuk ke kampus lagi."


"Iya, bang terimakasih ya atas perhatian dan doanya, juga sudah nengokin kesini."


"Iya Nov sama-sama,abang jalan dulu ya."


"Iya bang hati-hati dijalan."


Setelah berpamitan, Zidan lalu bergegas pergi dan motornya pun melaju sudah jauh dijalanan.

__ADS_1


__ADS_2