Bertemu Jodoh Di Thailand

Bertemu Jodoh Di Thailand
Bab 75 Dilanjut Ke Bandara Soekarnohatta


__ADS_3

Setelah melakukan perjalanan dari bandara Wiriadinata Tasikmalaya selama tiga puluh menit, Putry dan Anggara pun telah sampai di Bandara Halim perdana kusuma Jakarta.


"Akhirnya, sudah sampai Jakarta juga." ucap Putry.


"Jangan senang dulu neng, perjalanan masih panjang belum sampai Bangkok ini."


"Iya juga ya, masih jauh hmmp.."


"Kita lanjut perjalanan memakai transportasi kereta cepat aja ya biar cepat ke Bandara, kita lanjut jalan sebentar kedepan terus ke stasiun."


"Memangnya jalannya tahu A kemana?"


"Tahu lah neng, makanya ayo ikutin Aa ya biar gak nyasar."


"Oke A aku ikutin."


Mereka pun berjalan dari bandara halim itu menuju ke depan lalu setelah berada di depan bandara, mereka berjalan sedikit menuju stasiun kereta.


Setelah sampai di stasiun kereta, lalu Putry dan Anggara pun memesan tiket kereta cepat jurusan ke bandara soetta dengan harga yang lumayan murah.


Setelah mendapatkan tiket, lalu Putry dan Anggara pun mulai masuk ke kereta cepat.Di dalam kereta cepat itu ada bangku untuk tempat duduk yang menyamping atau pegangan untuk berdiri pun ada.


Putry pun akhirnya memilih tempat duduk yang menyamping itu, karena sepertinya fisiknya tidak mungkin kuat untuk berdiri lama-lama.Anggara pun memilih duduk disamping Putry tapi sesekali Anggara berdiri karena merasa pegal terus-terusan duduk.


Perjalanan menggunakan kereta cepat selain harga tiketnya murah juga bisa melihat pemandangan yang ada yaitu berupa sawah-sawah dan berbagai perkebunan milik orang lain.Juga kereta itu jarang berhenti dan macet paling berhenti di setiap stasiun tapi itu pun tidak lama hanya menurunkan dan mengangkut penumpang sesuai jurusannya.


Dua puluh lima menit kemudian, mereka berdua pun telah sampai di Bandara yang dituju.Seperti biasa prosedur di area bandara itu dilakukannya.


Saat berada di bandara, mata Anggara tiba-tiba seperti mengantuk dan mulut tak berhentinya menguap.Karena jadwal take off masih lama sekitar satu jam lagi, Anggara pun mengajak Putry untuk mampir dulu ke sebuah cafe yang berada di sekitar bandara.Karena untuk dipaksakan berjalan sepertinya tidak mungkin dalam keadaan mengantuk.


"Neng, A mau mampir dulu ke cafe itu, neng mau ikut gak?" ucap Anggara sambil menunjukan cafe terkenal yang dimaksud.


"Boleh A, lagipula jadwal take off nya juga masih lama satu jam lagi."


"Ya sudah kalau gitu, ayo kita kesana sekalian ngadem dan ngobrol-ngobrol ya neng."


"Iya A."


Lalu, mereka berdua pun berjalan disekitaran bandara untuk menuju ke sebuah tempat cafe yang menyediakan kopi yang beraneka macam aroma, aneka minuman coklat, softdrink, dessert dan makanan penutup lainnya.


Begitu sudah sampai di depan cafe, lalu mereka berdua pun masuk ke dalam melewati pintu kaca yang bertuliskan open.

__ADS_1


Setelah masuk ke dalam, lalu Anggara yang memilih tempat meja yang masih kosong. Setelah menemukan ada meja yang kosong, lalu mereka berdua pun menunggu datangnya pelayan yang menawari dan membawa buku menu.


Sambil menunggu datangnya pelayan membawa buku menu, daripada hening Anggara pun memulai sebuah obrolan.


"Hmm, neng A boleh tanya gak?" Anggara memberanikan diri untuk bertanya pada Putry.


"Iya, mau bertanya apa ya A?"


"Neng berangkat berdua bareng A begini ada yang marah gak sih?" tanya Anggara penasaran.


"Emang siapa yang marah A, perasaan gak ada?" tanya Putry semakin bingung.


"Pacarnya mungkin yang marah."  Anggara menebak.


"Gak ada A, aku gak punya pacar."


"Halah, masa orang paling cantik gak ada yang deketin satupun?"


Disaat sedang berbincang satu sama lain, pelayan pun datang sambil membawa buku menu.


" Permisi mas, mbak mau pesan apa?ini buku menunya silakan bisa dilihat-lihat dulu." ucap pelayan itu sambil memberikan buku menu.


Buku menu pun dibuka dan dibaca serta dipilih-pilih mau pesan apa oleh Anggara.Lalu Anggara pun bertanya, "Kamu mau pesan apa, neng? ada cappuccino ada luwak coffe atau softdrink?"


"Oke siap, makanannya apa? Biar sekalian." tanya Anggara menawarkan kembali kepada Putry.


"Ada Chocolate Stroop Waffle,  Sumatra Chocolate Éclair, dan Blue Velvet Roll Cake." lanjut Anggara lagi.


"Makanannya aku mau blue velvet roll cake aja deh." ucap Putry.


"Oke kalau gitu, aku pesankan ya."


"Mbak, aku pesan blue velvet roll cake satu, softdrink coklat strawberry satu, cappuccino satu dan sumatra chocolate eclair nya satu." ucap Anggara kepada pelayan cafe.


"Siap mas, mohon ditunggu ya sebentar, makanannya akan segera dibuatkan,ada pesanan lagi?"


"Oh, sudah mbak itu aja."


"Baiklah mas, ditunggu ya, pesanannya nanti kami antar ke meja B1 sini ya."


"Boleh saya ambil lagi buku menunya mas?"

__ADS_1


"Oh ini mbak bukunya." ucap Angara sambil memberikan buku menu itu kepada pelayan cafe.


"Terima kasih."


Lalu pelayan itu kembali menuju ruang dapur produksinya untuk segera melapor kepada kokinya apa yang tamunya pesan.Setelah itu, koki di dapur itu segera membuatkan menu yang tadi dipesan.


Beberapa menit kemudian, pesanan tamu itu pun sudah beres tinggal diantarkan oleh pelayan cafe menuju meja yang telah terisi tamu yang berkunjung ke cafe.


Pelayan yang tadi pun kembali mendatangi meja yang Putry dan Anggara tempati, lalu menghidangkan minuman dan makanan yang tadi dipesan.


"Silahkan mas,mbak ini pesanannya sudah jadi." ucap pelayan itu sambil menyodorkan pesanan makanan dan minuman yang tadi dipesan.


"Terimakasih mbak." ucap Putry dan Anggara berbarengan.


Lalu pelayan itu pun kembali melayani menuju meja yang lain.


Anggara pun menyuruhnya Putry untuk cepat-cepat dimakan dan diminum pesanan yang tadi dipesan, karena waktu tidak banyak sebentar lagi pesawat akan datang yang menuju Bangkok.


"Silahkan neng,nanti keburu ada pesawatnya,habiskan ya."


"Iya A , duh ini cake dan softdrinknya enak banget." ucap Putry sambil tak berhenti mengunyah dan menyedot softdrink itu melalui sedotan.


"Ini A buat bayarnya jadi aku habis berapa nih?" tanya Putry kemudian.


"Gak usah neng, dari Aa aja bayarnya, sudah simpan lagi ya ke dalam dompet." suruh Anggara.


"Tapi A?? "


"Gak ada tapi-tapi, simpan lagi aja neng ke dalam dompet uangnya."


"Terimakasih ya A."


"Iya sama-sama neng."


Setelah semua menu pesanan habis disantap tak bersisa, lalu terdengar pengumuman dari speaker bandara bahwa pesawat yang menuju Bangkok akan segera datang dan penumpang yang merasa tujuan kesana diminta siap-siap.


Anggara pun lalu mengajaknya untuk segera keluar cafe yang berada di bandara itu untuk segera menuju ruang tunggu penumpang.Takutnya nanti kalau masih berada di dalam cafe akan ketinggalan pesawat menuju Bangkok.


"Hayu neng, tuh sudah ada pengumuman kita segera menuju kesana keruang tunggu penumpang." ajak Anggara sambil menarik-narik pergelangan tangan Putry.


"Iya A siap." Putry pun keluar dari cafe itu sambil menarik-narik koper miliknya.

__ADS_1


Setelah keluar dari cafe bandara, tak berapa lama kemudian pesawat dengan jurusan Bangkok pun datang.Putry dan Anggara tidak jadi ke ruangan tunggu penumpang tapi langsung menuju ke tempat pesawat itu berada.Lalu mereka berdua pun segera memasuki ke dalam pesawat itu, Pesawat pun langsung take off menuju ke tempat tujuan.


__ADS_2