Bertemu Jodoh Di Thailand

Bertemu Jodoh Di Thailand
Bab 83 Phonapong Lulus Sidang Skripsi


__ADS_3

Setelah kejadian kemarin siang di sebuah toko buku, hari ini Putry kembali bertemu dengan nenek lampir itu di kampus ketika Phonapong berada di ruangan sidang dan dia sedang menunggu diluar.


Padahal Putry tidak ada niat untuk menghampiri mantannya itu, Putry hanya kebetulan lewat saja dan malah disangka yang bukan-bukan oleh perempuan kemarin.


Dan adu mulut pun kembali tidak dapat dihindarkan.


"Heh bondol, ngapain lagi kamu mau menghampiri calon suamiku? Apa kemarin tidak mendengar ultimatumku?" tanya perempuan itu sembari nyolot ngajak ribut.


"Siapa juga yang mau menghampiri calon suamimu? bekas sampah makan tuh sampah!" ucap Putry yang dirundung emosi.


Perempuan tadi yang tidak terima dikatakan bekas sampah lantas ingin menampar Putry.


Begitu akan ditampar, beruntunglah Anggara datang tepat waktu dan memisahkan keduanya yang masih beradu mulut.


Sedangkan Phonapong yang mengaku calon suaminya perempuan tadi masih berada di dalam ruangan sidang skripsi, seolah tidak peduli akan keributan yang terjadi di luar.


Beberapa menit kemudian, ketika emosi kedua perempuan itu sudah agak mereda.Lalu Phonapong pun keluar dari ruangan itu dengan wajah yang bingung.


"Ada apa nih ngumpul di depan ruangan sidang, malu-maluin saja." ucap Phonapong kesal.


"Itu tuh si bondol muncul lagi." ucap perempuan tadi mencari pembelaan.


"Emang ada apa dengan Putry?dia lagi diam kok gak mencari gara-gara." ucap Phonapong kembali.


"Heh bondol, mau berusaha mencari simpati calon suamiku kan?" tanya perempuan itu ketus.


"Sudah-sudah kamu jangan malu-maluin di kampusku,mending pulang sana rusak moodku gara-gara kamu." Phonapong pun menjadi marah dengan perempuan hasil perjodohan orang tuanya itu.


"Sayang, kok gitu sih sama aku?tega kamu ngusir aku." ucap perempuan itu sambil terus memegang tangannya Phonapong seolah tak mau lepas.


"Kalau kamu terus ribut di area kampus mending pulang ya." ucap Phonapong.


"Ya sayang,maafkan aku ya."


"Gimana sayang, apakah ujian sidang skripsinya lulus?" lanjut perempuan itu.


"Iya lulus kok."


Anggara yang merasa enek dengan kemesraan mereka berdua, lalu mengajak Putry keluar dari kampus itu dan mengajaknya belanja sepuasnya yang Putry mau.

__ADS_1


"Neng, Aa dapat bonus nih dari bos, kita belanja yuk." rayu Anggara.


"Masa tunangan Aa gak dikasih sesuatu kan pelit itu namanya." lanjut Anggara lagi sambil mengajaknya Putry pergi dari tempat itu.


“Oh, Putry sudah tunangan rupanya.“ ucap Phonapong dalam hati.


Anggara pun memakaikan helm dikepalanya Putry dengan hati-hati dan penuh perasaan.


Lalu mereka berdua pun bergegas pergi dari kampus dan menuju ke pusat perbelanjaan.


Mengelilingi jalanan kota Bangkok yang panas dan gerah membuat keduanya keringatan.


Begitu tiba di pusat perbelanjaan, Anggara pun langsung mengajak Putry masuk ke dalam dan Anggara pun membawa stroler belanjaan lalu Anggara pun menyuruhnya Putry untuk mengambil barang atau makanan yang disuka.


Putry pun akhirnya mengambil peralatan mandi seperti sabun,shampo dan pasta gigi, makanan ringan, berbagai macam merk mie,nugget, dan juga bumbu instan kalau Putry ingin masak sendiri disaat libur ngampus.


"Sudah belanja ini aja neng?" tanya Anggara begitu Putry akan menuju ke kasir untuk membayar belanjaan itu.


"Sudah segitu aja kayaknya Aa, malah bingung jadinya mau belanja apa lagi." ucap Putry sambil menggaruk kepala padahal tidak gatal.


"Nyantai aja sama Aa mah neng, mau habis berapapun juga nyantai uang aa pribadi ini, bukan mahasiswa yang uang jajannya masih diatur."


"Gak beli roti atau puding gitu neng?" lanjut Anggara lagi.


"Ke arah sana kayaknya deh neng." ucap Anggara sambil menunjuk arah dan stroler pun didorong ke lokasi tujuan.


"Neng, mau beli kue blackforest gak?" tanya Anggara ketika tiba di stand kue dan roti.


"Haiiisstt...ulang tahun neng sudah terlewat jauh A." ucap Putry.


"Iya gak apa-apa dong sudah terlewat juga, biar sekalian atau mau anniversary-anniversary an?" tanya Anggara lagi.


"Aa ngungkapin juga baru kemarin, belum genap seminggu juga."


"Gak apa-apa lah ya, kan makan kue gak harus acara ulang tahun atau anniversary aja toh!"


"Ya sudah terserah Aa aja deh."


Dan akhirnya, Anggara pun memesan kue blackforest dan puding mangga di stand kue dan puding itu.

__ADS_1


Setelah dirasa barang belanjaannya cukup banyak diambil di stroler, lalu mereka pun antri menuju kasir untuk membayar barang belanjaannya.Tidak nyadar, begitu sampai di tempat parkiran sepertinya bagasi motornya tidak cukup.


Putry malah ngomel begitu tiba dilokasi parkiran itu bukannya kasih solusi.


Akhirnya, Anggara diam sejenak memikirkan selanjutnya bagaimana.


Tapi malah Putry yang mendapat ide, idenya adalah Anggara mengantarkan dulu Putry dengan taksi.Nanti Anggara balik lagi ke pusat perbelanjaan untuk mengambil motornya.Dan idenya Putry tersebut disetujui oleh Anggara.


Lalu, mereka pun menunggu taksi didepan pusat perbelanjaan.Begitu taksinya lewat, mereka pun memberhentikan taksi itu dan segera untuk memasuki taksi dengan barang belanjaannya yang banyak.


Dan taksi pun melaju menuju asramanya Putry.Tak membutuhkan waktu yang lama taksi pun sudah sampai di asrama.


"Biar Aa yang angkut barang belanjaannya neng, neng buka aja pintunya." suruh Anggara kepada Putry.


"Oke A, neng turun dari mobil sekarang ya." ucap Putry.


"Iya sok neng, jangan lama."


Lalu Putry pun turun dari mobil taksi itu dan segera menuju ke depan pintu untuk membuka pintu yang tadi pintunya dikunci.


Begitu pintunya sudah terbuka lebar, lalu Anggara memasukan jinjingan belanjaan yang tadi itu ke dalam kamar asrama satu persatu.Putry pun turut membantu mengambil yang dirasa jinjingannya cukup ringan saja supaya lebih cepat.Setelah selesai semua jinjingan belanjaannya dimasukan ke dalam kamar asrama, Anggara pun pamit untuk kembali ke pusat perbelanjaan itu lagi untuk mengambil motor memakai taksi yang tadi supaya lebih cepat tidak harus menunggu dulu.


"Neng, Aa pamit dulu ya mau ambil dulu motor." ucap Anggara kepada Putry.


"Oh iya A, hati-hati dijalan,pakai taksi yang tadi A?" tanya Putry.


"Iya neng, biar sekalian taksinya juga mau ke pusat perbelanjaan lagi katanya."


"Oh ya sudah kalau gitu."


"Terimakasih banyak ya A untuk semuanya." lanjut Putry lagi.


"Iya neng sama-sama, kebetulan Aa lagi ada rezeki, nanti kalau Aa ada rezeki lagi gak akan pelit kok Aa mah pasti ajak neng lagi."


"Iya A sekali lagi terima kasih."


"Iya neng, sok sekarang mah istirahat ya, kasihan tuh badan diajakin jalan-jalan terus."


"Iya A ini juga mau istirahat."

__ADS_1


"Ya sudah, Aa pamit ya kasihan tuh supir taksinya sudah nunggu dari tadi."


Anggara pun balik lagi menuju ke pusat perbelanjaan tadi untuk mengambil kendaraan roda duanya yang masih tertinggal diparkiran sana.


__ADS_2