
Sudah kurang lebih tiga jam melakukan perjalanan udara dari bandara Suvarnabhumi Thailand, kini sudah sampai di Bandara International Kuala Lumpur Malaysia.Akhirnya, Zidan pun telah sampai di negara tujuan yaitu Malaysia.Di Bandara yang terletak di kota Kualalumpur itu, sudah ada yang menjemput Zidan yaitu Ayahnya dan juga adik dari ayahnya yaitu pamannya.
Mereka terlihat di ruang tunggu penumpang sedang menunggu kedatangan Zidan, yang akan muncul dari pintu area kedatangan penumpang dari luar negeri.Begitu Zidan keluar dari pintu kedatangan penumpang, Zidan melihat dari kejauhan ada yang mirip ayahnya sedang menunggu di ruang tunggu penumpang.Karena takut salah memanggil, Zidan akan memastikan terlebih dahulu kalau itu memang benar ayahnya.Setelah beberapa meter, jarak Zidan dan ayahnya sudah sangatlah dekat Zidan pun yakin kalau yang sedang menunggu itu ayahnya dan juga pamannya.
Zidan pun berlari menuju ke arah dimana ayahnya sedang menunggu lalu memeluknya.
"Ayah.." teriak Zidan sambil berlari dengan mendorong stroler yang berisi koper dan beberapa paperbag yang berisi berbagai macam Oleh-oleh.
Ayah Zidan pun menoleh kebelakang ke arah sumber suara tersebut, nampaklah ada Zidan sedang berlari akan menghampiri ayahnya.Dan ayahnya pun berkata, "Akhirnya, kau pulang juga nak, Jam berapa berangkat dari Bangkok sana?"
"Iya Ayah, maafkan Zidan yang baru bisa pulang sekarang, Zidan sibuk ini juga Zidan izin dulu sekejap untuk tidak masuk kampus selama beberapa hari ke depan." jawab Zidan.
"Dari Bangkok pagi-pagi sekali sekitar jam lima sehabis waktu subuh." lanjutnya lagi.
"Ya sudah syukurlah, kau sudah sampai dengan selamat pun ayah kau sudah bersyukur nak, tak usahlah kau repot-repot bawa banyak barang begini." ucap ayahnya Zidan dengan melihat stroler yang sedang didorong Zidan penuh dengan barang bawaan.
"Oh iya, kau masih ingat ini yang disebelah ayah siapa?" tanya ayah Zidan kemudian.
Zidan pun melirik sekilas yang disebelah ayahnya ini, seperti yang tidak asing pernah bertemu tapi dimana?
Zidan akhirnya mengingat-ngingat memori kenangan masa lalu sebentar. Lalu, Zidan pun akhirnya bisa menebak orang yang berada di samping ayahnya itu.
"Pak Cik Abdullah kan? Ayahnya Imelda?"
Lalu, paman Zidan pun menjawab, " Iya, kau benar Zidan, ini pak cik mu, dulu memang pak cik sempat tinggal di sini di Kuala Lumpur, cuma karena ada tugas negara dan pak cik dipindah tugaskan, terpaksa pak cik meninggalkan Kota Kuala lumpur dan pindah ke negara tetangga yaitu Singapura selama bertahun-tahun."
"Lalu, mengenai putri pak cik yang bernama Imelda, dia sudah lama meninggal dunia karena kecelakaan, kejadiannya sudah lama waktu itu Imelda masih sekolah dasar dan sedang melakukan kunjungan wisata. Namun naas, pulangnya bus yang ditumpangi Imelda pun oleng dan menabrak tiang listrik." lanjut paman Zidan lagi.
"Inalilahi wa Inalilahi rajiun." lantunan tahlil pun Zidan ucapkan sebagai bentuk belasungkawa yang menimpa putri semata wayang pamannya itu.
"Oh iya, katanya kau sudah kuliah sekarang di Thailand ya Zidan?" tanya pamannya.
__ADS_1
"Iya paman, sudah agak lama juga, cuma sekarang saye izin dulu tidak masuk kampus selama beberapa hari kedepan karena pulang kampung dan ada keperluan juga." jawab Zidan masih agak sedikit canggung karena sudah lama jarang bertemu.
"Ya syukurlah, semoga lancar ya Zidan."
"Iya paman, Aamiin..terimakasih doanya."
Ketika sedang mengobrol dengan pamannya, Ayahnya Zidan lalu mengajaknya untuk segera pulang dan segera menuju ke rumah.
"Sudah ngobrolnya, kita sekarang segera pulang ya, sudah ditunggu juga sama yang lain di rumah." ajak ayahnya Zidan.
"Iya ayah ayo, Zidan pun sudah lelah ingin tidur."
Lalu, segala barang bawaan itu dibawa oleh ayahnya Zidan, tapi ketika Zidan melihatnya, Zidan pun merebutnya dengan secara pelan dan berkata "Sudah ayah, ini dibawa Zidan saja, berat kasihan takut ayah tidak kuat."
Zidan pun membawa barang-barang itu secara sendiri.Ayahnya cuma bisa merhatikan saja karena mau dibantu membawakan Zidannya tidak mau merepotkan.
Zidan akhirnya berhasil keluar dari bandara dan sekarang dia sudah berada di parkiran mobil. Ayahnya lalu berjalan menuju mobil, lalu dengan sigapnya mobil itu berhasil keluar dari deretan mobil-mobil yang sedang terparkir disana.Mobil ayahnya Zidan pun melewati Zidan dan pamannya yang sedang menunggu di pinggir jalan.
"Sudah masuk ke dalam mobil ya semuanya?" tanya ayahnya Zidan memastikan.
"Iya ayah sudah kok."
"Baiklah, kita pulang sekarang."
Mobil ayahnya Zidan pun dihidupkan lalu mesinnya dipanaskan dulu sebentar, setelah dikira agak panas mesinnya, mobil pun langsung tancap gas melewati jalanan kota Kuala Lumpur dan melewati menara kembar petronas.
Beberapa menit kemudian, mobil ayahnya Zidan yang ditumpangi Zidan, pamannya beserta ayahnya sendiri yang mengemudikannya telah sampai di kediaman Zidan daerah perumahan di tengah kota.Semua orang yang berada di rumah yang sedang berkumpul itu menyambutnya kehadiran Zidan terutama ibunya dan kakak perempuannya.
Zidan dan pamannya turun lebih dulu dari mobil yang ditumpangi mereka sedangkan ayahnya masih di dalam kemudi karena akan memasukan kembali mobil itu ke dalam garasi di rumahnya.
Setibanya di depan pintu rumah, Ibunya lalu menyambut Zidan dan berkata, "Putra Ibu yang ganteng pulang juga, gimana nak kuliahnya disana betah?" tanya ibunya.
__ADS_1
"Iya Ibu, alhamdulilah Zidan betah berkuliah disana." ucap Zidan sambil mencium tangan ibunya.
Dari arah kamar depan muncul kakak perempuannya lalu mendekat ke arah Zidan dan ibunya, kakak Zidan pun berkata "Adik kakak gimana kabarnya?"
Zidan pun menoleh ke arah kakaknya dan menjawab, "Eh kakak yang sebentar lagi jadi pengantin, alhamdulilah kabar Zidan sehat, buktinya Zidan bisa pulang dan menyaksikan kakak bersanding dengan orang yang kakak sayang besok di pelaminan." goda Zidan kepada kakaknya.
"Semoga besok acaranya lancar dan sakinah mawadah warahmah ya kakakku." lanjut Zidan lagi berpesan pada kakaknya.
"Terima kasih adikku,sudah mengucapkan buat kakak."
"Iya kakak sama-sama."
"Zidan ada permintaan tidak nih sama kakak?roti buaya misalnya." tanya kakak Zidan.
"Tidak kak,tidak usah, lihat kakak bahagia pun Zidan turut bahagia."
"Yakin gak ada permintaan apapun?" tanya kakak Zidan sekali lagi memastikan.
"Iya kak, gak ada permintaan apapun apalagi yang aneh-aneh,cuma nanti kalau Zidan butuh pendapat apapun kakak boleh jadi teman curhat Zidan?"
"Ya sudah kalau itu maunya, kakak akan selalu ada nanti dan akan siap membantu kalau Zidan membutuhkan pertolongan asal cerita saja sama kakak."
"Terimakasih ya kak."
"Iya adikku sama-sama."
"Ya sudah, kakak mau ke kamar lagi ya mau membereskan sesuatu."
"Iya kak silahkan."
Kakak Zidan pun kembali lagi menuju kamarnya karena sedang sibuk beres-beres.
__ADS_1