Bertemu Jodoh Di Thailand

Bertemu Jodoh Di Thailand
Bab 61 Diintrogasi Orang Tuanya Putry


__ADS_3

Masih di dalam mobil yang dikendarai oleh Phonapong, jalanan kota Bangkok lumayan padat kalau dari petang menjelang malam.Karena bertepatan dengan jam pulang kantor, jam pulang karyawan pabrik disebuah pusat industri dan lalu lalang para pemuda pemudi yang menghabiskan waktu dijalanan.


Sekedar memecah keheningan di dalam mobil, lalu papinya Putry pun berbasa basi sedikit dengan Phonapong yang sedang sibuk memegang stir mobil itu.


"Dek,sudah lama mengenal putri kami?"


Phonapong yang tidak dengar Papinya Putry lalu disenggol sikut nya sama Putry.


"Aawww..sakit tahu." Phonapong pun meringis.


"Papiku ngajak ngobrol kok gak direspon,sih?" tanya Putry.


Phonapong pun melirik ke belakang melalui kaca spion.


"Eh maaf, om bertanya sama saya? Maaf saya terlalu fokus nyetir,jadi tidak dengar om tanya apa."


"Soal saya kenal non Putry kan om? Saya kenal non Putry semenjak non Putry masuk ke kampus om."


Putry pun memotong pembicaraan antara calon menantu dan calon mertuanya itu.


"Alah,lebay sekali panggilnya nona." ucap Putry sembari meledek.


"Lantas, aku panggilnya apa dong dihadapan orang tuamu?"


Putry pun terdiam ketika Phonapong bertanya seperti itu,karena Putry pun merasa bingung juga untuk panggilannya memakai panggilan apa.


"Sudah-sudah kok malah jadi adu argumentasi gitu sih." maminya Putry pun turun menjadi penengah diantara Putry dan Phonapong di depan.


"Terima kasih ya nak,sudah menjaga Putry yang jauh dari pantauan kami ini." ucap mami Tiara kepada Phonapong.


"Sama-sama tante, tante dan om tidak usah khawatir,ada saya yang jaga." ucap Phonapong sambil tersipu malu campur grogi.


Novita yang sedari tadi diam di jok belakang tidak bersuara sama sekali.Hanya menyimak saja pembicaraan Phonapong dan keluarganya Putry.


Sesekali Novita mendengarkan musik dari handphonenya sambil tertidur di jok belakang.


Papi Indrawan pun masih penasaran dengan sosok yang bernama Phonapong ini, lantas papi Indrawan pun bertanya kembali.


"Dek, kamu ini asli orang sini ya?"


"Iya om, saya memang asli orang sini."


"Tapi kok bisa bicara bahasa Indonesia ya, lancar lagi."


"Hehe, belajar om secara otodidak lewat youtube pula."


"Baguslah anak muda, ada kemauan."


"Iya om."


"Terus, apa orangtuanya orang sini juga maksud saya asli Thailand juga?"

__ADS_1


"Iya om, orang tua saya memang asli sini dan saya pun kelahiran asli sini."


"Oh, begitu."


"Iya,om."


Phonapong yang menjawab segala pertanyaan dari papinya Putry sambil merasa gemetaran karena baru pertama diintrogasi oleh orang tua pacar.


Tak berhenti sampai disitu, papinya Putry terus bertanya mengenai asal usul Phonapong ini.


"Terus, Ayah dan ibunya masih ada dek?"


"Ayah dan Ibu masih ada dan masih sehat dua-duanya om."


"Punya kakak perempuan juga satu, tapi beliau sudah menikah dan menetap di negara Jepang dengan suaminya. Lanjut Phonapong lagi.


"Wah, hebat juga ya dapat menantu orang jepang." ucap Papinya Putry.


Phonapong pun hanya tersenyum.Tak terasa banyak obrolan di jalanan sambil menyetir kendaraan.Hingga tak terasa sudah sampai asrama lagi.


Putry pun lalu memberitahu ketika mobil Phonapong yang ditumpangi mereka sudah tiba di depan asrama yang dituju.


"Mami,Papi inilah asramanya yang Putry tinggali." ucap Putry.


"Oh, disini ya rupanya, suasanya adem ya Put." ucap mami Tiara penuh takjub.


"Sudah sampai om dan tante, mari kita turun dari mobil." ajak Phonapong kepada Orang tuanya Putry.


Tak ketinggalan, Novita yang ketiduran dari tadi di dalam mobil pun dibangunkan oleh Putry.


"Nov, bangun..sudah nyampe asrama nih."


Novita pun terperanjat, ketika tiba-tiba Putry datang membangunkan dirinya di jok belakang.


Masih setengah sadar, antara masih bermimpi dan nyata lalu Novita pun terbangun dari tidurnya.


"Eh, sudah sampai asrama ya? Duh maaf aku ketiduran ya."


"Iya gak apa-apa, ayok cepat bangun, nanti lanjutin bobo lagi dikamarmu Nov."


Novita pun bangun dan memakai Jaket kembali,  karena dari tadi jaketnya hanya dipakai untuk dijadikan selimut didalam mobil.


Novita pun segera turun dari mobil dan bilang sesuatu sama Putry.


"Put, terimakasih ya sudah diajakin,aku masuk ke kamar asramaku dulu."


"Iya Nov sama-sama."


Lalu Novita pun menuju arah ke kamar asramanya sedangkan Putry masuk juga ke kamar asramanya dia yang tadi Putry sempat kunci pintunya.


Putry pun masuk.

__ADS_1


"Nah,papi mami inilah kamar asramanya Putry disini,tiap hari Putry tidur disini."


Papi dan maminya pun melihat-lihat sekeliling.


"Lumayan luas juga dan lengkap didalamnya ya pih." ucap mami berpendapat kepada papinya Putry.


"Iya dan bersih juga, semoga Putry betah disini ya."


"Memang betah pih."


Putry pun menyimpan tas dan segera mempersiapkan minuman dan beberapa toples yang berisi beberapa cemilan untuk disuguhkan.


"Mami dan papi mau minum apa?biar Putry bikinkan?"


"Kopi dan Teh ada." lanjut Putry lagi.


"Mami ingin minum Teh papi sepertinya kopi,tolong bikinkan ya Put anak mami yang cantik." suruh maminya kepada Putry.


"Siap mami,ditunggu ya Putry bikinkan dulu minumannya."


Putry pun lalu menyalakan tombol air panas dispensernya, tidak lama kemudian air di dalam dispenser itu telah berubah menjadi hangat.Lalu, Putry pun mengambil empat cangkir lalu dituangkan gula satu sendok teh di tiap-tiap cangkir dan satu sendok teh kopi di dua cangkir itu, sisanya Putry taruh Teh celup di dua cangkir itu.


Beberapa menit kemudian, Putry pun membawa nampan berisi empat cangkir yang berisi dua cangkir kopi dan dua cangkir lagi Teh manis serta tak lupa beberapa toples yang berisi berbagai cemilannya.


Phonapong pun masih berada di situ, lalu papinya Putry pun mempersilahkan masuk ke dalam untuk minum kopi bersama.


Disaat sedang minum pun, papi Indrawan yang tak lain papinya Putry masih sibuk mengintrogasi Phonapong itu ingin tahu lebih dalam mengenai kegiatan sehari-harinya dia.


"Dek, maaf om mau bertanya lagi boleh?" tanya papinya Putry itu sambil menyeruput secangkir kopi sambil menyulut sebatang rokok.


"Iya om dengan senang hati boleh, mau bertanya apa lagi ya om?" Phonapong bertanya balik.


"Orang tuamu bekerja dimana, dek?"


Tak membutuhkan waktu lama, Phonapong pun langsung menjawab pertanyaan itu.


"Ayah saya bekerja sebagai arsitek dan Ibu sebagai dosen di universitas om." jawab Phonapong.


"Wah, hebat sekali ya orangtuanya, berarti kamu juga penerus ayahmu ya dek?" tanya Pak Indrawan papinya Putry.


Phonapong hanya tersenyum kecil mendengar ucapan papinya Putry itu.


Semoga saja apa yang diucapkan orangtuanya Putry menjadi doa dikemudian hari kelak.


"Tapi, setiap seminggu sekali keluarga kami selalu beribadah ke wihara tiap hari rabu om." ucap Phonapong berterus terang.


Deg.


Seketika ekspresi wajah Papi Indrawan dan Mami Tiara berubah, mereka saling berpandangan satu sama lain.Dan mereka berdua pun saling memandangi Putry bergantian.


Tapi mereka masih bisa menyembunyikan ekspresi terkejutnya itu.

__ADS_1


__ADS_2