
Hari sudah semakin siang, dan Putry pun sudah selesai kuliahnya.Karena pulangnya masih siang, Putry pun langsung berangkat menuju rumah sakit kembali karena kemarin sempat janji pada keluarganya Anggara untuk menjenguk kembali.
Putry pun ke rumah sakit dengan naik taksi yang Putry sudah menunggu kurang lebih lima menit.Begitu Putry masuk ke dalam mobil taksi, mobil taksi pun segera melaju menuju rumah sakit tempat Anggara dirawat.
Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk menuju rumah sakit itu, karena jalannya agak lengang belum jam pulang kantor jadi tidak terlalu banyak kendaraan yang berlalu lalang melewati jalanan tersebut.
Setibanya di depan rumah sakit, lalu Putry pun langsung masuk ke dalam.Karena sudah tahu ruangannya, Putry pun terus berjalan melewati lorong dan menaiki beberapa anak tangga.Akhirnya, Putry pun sampai juga di depan ruangan rawat inapnya Anggara.
Putry pun lalu mengetuk pintu ruangan itu.
Tok..
Tok..
Dilihatnya oleh ayah Anggara dari balik kaca pintu nampak sesosok perempuan memakai kerudung.Lantas ayah Anggara pun langsung membuka pintu itu.
Ceklek
Begitu pintu dibuka oleh ayahnya Anggara, Putry pun langsung menyapa "Selamat siang om." lalu sapaan Putry tersebut dibalas oleh ayahnya Anggara "Selamat siang juga nak, silahkan masuk."
Putry pun lalu memasuki ruangan itu setelah dipersilahkan masuk oleh ayahnya Anggara.
"Sesuai janji kemarin yah om dan tante, saya menjenguk lagi kesini." ucap Putry.
"Iya nak tidak apa-apa, kalau boleh tahu nak ini yang bernama Putry kan? anaknya Pak Indrawan?" tanya Ayahnya Anggara tanpa basa basi.
"Iya betul sekali om, sebentar kok om bisa tahu saya? Kan saya belum memperkenalkan diri secara lengkap." jawab Putry.
__ADS_1
"Om tahu dari tantenya Anggara, tapi om rasa dulu om punya teman namanya Indrawan.Cuma ingin memastikan ayah kamu yang mempunyai PO bus kan?" tanya ayah Anggara lagi.
"Iya om betul, papi saya memang mempunyai perusahaan di bidang transportasi." jawab Putry.
"Berarti benar, itu teman lama om waktu smp kalau tidak salah, om lupa tahunnya berapa." ucap ayah Anggara.
"Oh iya, main saja kalau gitu om ke rumah,berada di Tasik jarak Tasik Garut lumayan dekat kok om paling satu jam." ucap Putry sembari mempersilahkan untuk menuju ke rumahnya.
"Berarti Alamat rumahnya sekarang di Tasik ya, Insya Allah lah kalau begitu, menunggu dulu Anggara sembuh supaya sambil melamar kesananya ya nak." ucap ayahnya Anggara sembari tersenyum.
Putry hanya tersenyum ketika ayahnya Anggara berkata seperti itu.Sepertinya keluarganya sudah mulai menaruh harapan agar hubungannya bisa serius hingga menuju ke pelaminan.
"Oh iya Om dan tante, ini saya kesini cuma membawa buah-buahan saja, kebetulan tadi lewat toko buah jadi saya mampir dulu." ucap Putry sambil memberikan bingkisan yang berisi buah-buahan itu ke ibunya Anggara.
"Aduh nak, gak usah repot-repot, menjenguknya kesini saja sudah senang kok, apalagi kemarin sampai menjaga seharian, tante dan om malah mau ngucapin terima kasih." ucap ibunya Anggara.
"Iya tante sama-sama, lagipula saya sama A Anggara disini tidak punya siapa-siapa. Jadi, sudah sewajarnya apabila ada salah satu yang sakit harus bisa saling rela berkorban dan menyisihkan sedikit waktunya untuk menjaga pasien." ucap Putry lagi.
"Sampai lupa dikasih minum, gara-gara asyik ngobrol, nak kalau mau minum ambil saja ya itu di dalam dus itu ada air kemasan." ucap ibunya Anggara.
"Iya tante terima kasih, ini juga saya bawa tumbler kok."
Disaat orang tuanya sedang mengobrol dengan Putry, lalu datang perawat dan dokter akan memeriksa kesehatannya Anggara untuk hari ini.
Dan seperti biasa, orang-orang yang menjenguk pasien itu diminta untuk keluar ruangan terlebih dahulu.Dan mereka yang menjenguk keluarga atau kerabat dekatnya menunggu sembari duduk dikursi panjang untuk menunggu pasien didepan ruangan rawat inap.
Lumayan agak lama juga dokter dan perawat itu memeriksanya.Karena harus teliti juga supaya tidak salah mendiagnosis pasien.
__ADS_1
Setelah dokter dan perawat itu memeriksa, lalu para penjenguk dan para keluarganya pun dipersilahkan untuk memasuki ruangan kembali.
Tante Evelyn yang berada disana merasa lapar dan kebetulan jam makan siang juga.Lalu, tante Evelyn mengajak Putry untuk menuju keluar mencari makanan di kedai dekat rumah sakit.
"Put, antar tante yuk cari makanan, tante lapar nih sudah waktunya jam makan siang juga."
"Ayo tante."
Ibunya Anggara pun sama ingin mencari makanan untuk makan siang,tapi keburu ditawari oleh tante Evelyn.
"Kakak mau nitip apa?nanti biar Evelyn yang beliin kak." ucap tante Evelyn menawari penitipan.
"Ya sudah kakak nitip saja ya, lihat-lihat dulu saja dikedainya ada apa nanti di kabari aja."
"Oke, aku berangkat dulu yuk Put."
Tante Evelyn dan Putry pun lalu keluar mencari kedai makanan yang buka disekitar dekat rumah sakit tersebut.
Tante Evelyn dan Putry keluar melewati lorong dan juga anak tangga, lumayan capek juga bagi orang yang belum terbiasa menaiki menuruni tangga.Setelah semuanya berhasil terlewati lalu keduanya telah sampai juga didepan rumah sakit.Lalu mereka menyebrang jalan raya, karena kedainya berada di seberang jalan rumah sakit ini.
Beberapa menit kemudian, mereka berdua telah sampai di kedai.Lalu,mereka memilih-milih makanan yang akan dipesan tapi makanan itu akan dibungkus saja tidak akan makan ditempat. Karena makanannya akan dimakan di rumah sakit saja sembari menunggu Anggara yang masih terbaring di ranjang rumah sakit.
Di kedai itu terdapat berbagai menu khas Indonesia karena pemiliknya merupakan warga asli Indonesia yang berasal dari daerah Padang.Jadi menunya terdapat menu rendang dan makanan khas Padang lainnya.Lalu, tante Evelyn memesan lima bungkus nasi padang beserta minumannya ada kopi hitam, teh manis dan berbagai jus buah naga dan jus apel.
Setelah selesai memesan dan membayar, Tante Evelyn beserta Putry lalu kembali menuju rumah sakit menuju ke ruang rawat inap tempat Anggara masih dirawat.
Begitu sampai di ruang rawat inap, nampak Anggara pun sudah terlihat sudah bangun dengan keadaan masih lemas karena terlalu lama tertidur dan baru sadar juga.Jadi belum mendapatkan asupan gizi dan belum makan sama sekali.
__ADS_1
Anggara pun makan makanan yang telah diantar oleh petugas rumah sakit itu dengan sedikit garam dan sedikit penyedap rasa sehingga rasanya terlihat sedikit hambar.
Putry pun menyuapi Anggara pelan-pelan hingga makanannya habis walaupun lama yang penting ada makanan yang masuk ke dalam perutnya supaya nanti ada tenaga.