
Sudah semingguan ini neneknya Putry yang bernama Mardiana kambuh lagi sakitnya.Dengan usia yang sudah sepuh menginjak delapan puluh tahunan membuat neneknya Putry sering sakit-sakitan.
Nenek Putry pun hari ini dirawat di rumah sakit swasta yang berlantai dua.
Nenek Putry menderita diabetes yang mana makanannya harus sedikit mengandung gula.Sehari saja makanannya tidak dijaga maka akan kambuh lagi penyakitnya.
Pak Indrawan sejak siang hari sudah sibuk bolak balik poll bus-rumah sakit.
Beliau meskipun sibuk juga tapi kalau soal keluarga di nomor satukan, Beliau juga yang mengurus segala administrasi rumah sakitnya.
Hari ini yang menjaga neneknya Putry adalah mami Tiara dari pagi hingga siang, lalu disambung oleh papi Indrawan dari siang hingga sore.
Sedangkan kalau malam ada saudara sepupu-sepupunya pak Indrawan yang memang sudah pulang dinas kerja di perkantoran. Jadi, bisa bergantian membesuk nenek Mardiana atau neneknya Putry ini.
Kini, sudah menunjukan pukul 12.00 selepas makan siang, Pak Indrawan bergegas menuju ke rumah sakit untuk membesuk ibunya yang sedang terbaring lemah.Karena di Poll tidak ada mobil bus yang harus di kontrol semuanya masih dalam keadaan baik.
Pak Indrawan pun berangkat ke rumah sakit memakai mobil berwarna silver itu melaju menuju arah rumah sakit.Beberapa menit kemudian, mobil itu pun sudah masuk parkiran rumah sakit dan pak Indrawan pun berjalan menuju ruang Teratai kelas VIP yang berada di lantai atas.Begitu sampai ruangan rawat inap teratai, Pak Indrawan membuka pintu ruang rawat inap itu nampaklah Ibunya pak Indrawan yang bernama Mardiana itu sedang tertidur pulas mungkin karena pengaruh obat yang tadi di minum.
Pak Indrawan pun menutup kembali pintu ruang rawat inap itu,Beberapa detik saat pintu itu akan ditutup terdengar lirihan suara bu Mardiana memanggil putranya Pak Indrawan.
"Wan,baru pulang? Tiara mana?"
Setelah mendengar itu, Pak Indrawan lalu menoleh ke belakang tempat Ibu Mardiana terbaring.
Pak Indrawan pun menghampiri ke tempat tidur bu Mardiana dan mencium tangan ibunya. Lalu, Pak Indrawan pun menjawab, "Iya Ibu, Indrawan langsung dari Poll menuju ke sini jenguk Ibu,Ibu tadi pulas banget tidurnya mau dibangunin tidak tega, jadi Indrawan balik ke luar lagi tadi."
"Tiara sudah pulang tadi begitu Indrawan datang, giliran yang besuknya sekarang Indrawan." lanjutnya lagi.
"Oh iya,tidak apa-apa."
"Maaf ya nak, Ibu selalu sakit-sakitan terus merepotkan kamu dan Tiara." lanjut bu Mardiana atau nenek Putry itu.
"Kenapa Ibu bilang seperti itu?Ibu sama sekali tidak merepotkan Indrawan maupun Tiara." lirih pak Indrawan.
"Ibu adalah satu-satunya lagi buat Indrawan, setelah almarhum ayah tiada." ucap Pak Indrawan lagi.
__ADS_1
Suasana di ruang rawat inap pun menjadi haru, percakapan antara putranya juga ibunya sangat terharu.
"Ibu cuma tak ingin merepotkan kamu dan Tiara istrimu dimasa tua Ibu."
"Tidak Ibu, bagi Indrawan dan Tiara tidak ada yang merasa di repotkan sama sekali, karena sudah sewajarnya sebagai seorang anak harus berbakti kan?"
"Indrawan sekarang bisa sukses juga berkat doa tulus dari seorang Ibu." lanjut Pak Indrawan lagi.
Mendengar kata-kata dari Pak Indrawan putranya itu, Bu Mardiana merasa terharu atas ucapannya.
Ternyata sama seperti yang dulu, Pak Indrawan masih rendah hati dan masih memperdulikan keluarga dari dulu.
Didikan dari Bu Mardiana sangat bagus, sehingga melahirkan seorang putra yang disiplin, bertanggung jawab, rendah hati dan juga bisa menjadi sukses seperti sekarang.
Setelah beberapa jam pak Indrawan berada di Rumah sakit,kini sudah memasuki waktu malam yang mana jadwal jaga pasien diteruskan oleh sepupu-sepupunya pak Indrawan yang lain.
Pak Indrawan lalu pulang menuju ke rumah, karena sudah lelah juga seharian bekerja mengontrol anak buah dan dilanjut menjaga ibunya di rumah sakit.
Begitu sampai rumah, mami Tiara langsung menyambut kedatangan suaminya itu.
Belum juga mengucapkan salam, mami Tiara sudah muncul dari balik pintu.
Pak Indrawan pun kaget tiba-tiba istrinya sudah berada di situ.
"Mami, kalau suaminya pulang itu beri salam dulu." ucap papi Indrawan.
"Eh,iya lupa..Asalamualaikum papi,sudah pulang?" Mami Tiara berbasa basi begitu suaminya pulang ke rumah.
"Waalaikumsalam, nah begitu dong mami kalau suami pulang itu disambut dulu, jangan langsung ditanya.Kan kaget papi." ucap Pak Indrawan yang agak sedikit kesal ke tingkah istrinya.
"Iya pih maaf, habis mami penasaran sama perkembangannya Ibu."
"Oiya, tadi juga Putry video call katanya kemarin Putry mimpi buruk pih." lanjut mami Tiara.
"Mimpi buruk bagaimana mih?" tanya Pak Indrawan semakin penasaran dengan cerita mimpi yang dialami putrinya itu.
__ADS_1
"Iya,katanya kemarin Putry bermimpi neneknya meninggal dunia, semoga jangan ya pih, semoga Ibu sehat kembali."
"Iya Mih,semoga jangan kejadian, semoga cuma bunga tidur Putry saja, bukan merupakan suatu firasat yang buruk."
"Iya pih,Aamiin."
"Ya sudah, sudah kan mih ngajak ngobrolnya, papi mau mandi dulu ini." ucap Pak Indrawan sambil membawa handuk.
"Ya, mandi dulu saja pih,nanti kalau mau makan nyusul mami saja ke ruang makan ya."
"Iya."
Pak Indrawan pun lalu menuju ke kamar mandi, guyuran demi guyuran pun membuatnya menjadi segar kembali setelah seharian melakukan aktifitas yang sangat melelahkan.
Beberapa menit kemudian, lalu Pak Indrawan pun menuju ke ruang makan.Disana sudah ada mami Tiara yang menunggu di meja makan menunggu suaminya selesai mandi.
"Sudah pih mandinya?" tanya mami Tiara begitu suaminya menuju meja makan.
"Sudah mih, ini sudah segar dan wangi." jawab Pak Indrawan.
Pak Indrawan pun lalu duduk di meja makan, di hadapannya sudah tersaji berbagai hidangan buatan Bi Laksmi.
Pak Indrawan pun lalu menyiuk nasi beserta lauknya.
Sungguh sangat syahdu makan malam ini hanya berdua saja, tapi belum lengkap rasanya kalau tanpa putri kesayangannya.
Beberapa menit kemudian, mereka berdua pun selesai makan. Mereka berdua kemudian bercengkrama lagi sejenak di ruang keluarga sambil menunggu rasa kantuk itu datang. Apapun diobrolkan oleh mereka berdua.
Sementara di ruang makan, segala piring dan gelas kotor itu segera di angkut oleh Bi Laksmi menuju ke tempat pencucian.
Bi Laksmi pun merasa senang bila melihat kedua majikannya itu akur tidak suka ribut.Merasa adem melihatnya.
Saat Bi Laksmi sedang membereskan di ruang makan sisa tadi, munculah Mami Tiara sambil berucap, " Bi, kalau sudah selesai beres-beresnya nanti pagar dan semua pintu mohon dikunci ya." perintah mami Tiara.
"Saya mau tidur duluan bersama suami." lanjut mami Tiara.
__ADS_1
"Siap nyonya laksanakan, sedikit lagi selesai kok, nanti saya akan kunciĀ pagar dan semua pintu nyonya." ucap Bi Laksmi mengiyakan perintah majikannya itu.
Lalu mami Tiara itu berlalu meninggalkan Bi Laksmi di ruang makan.