
Empat bulan kemudian
Anggara sudah pulang kampung ke Garut. Begitupun Putry, sudah pulang juga ke daerahnya yang berada di Tasikmalaya.Anggara memutuskan untuk berhenti kerja dari pabrik di Thailand setelah empat bulan yang lalu ibunya meninggal dunia.Begitupun Putry, Putry memutuskan juga untuk pindah kuliah ke Universitas Perjuangan yang berada tak jauh dari rumahnya.
Hari ini, Anggara yang berasal dari Garut akan melangsungkan lamaran menuju ke kediamannya Putry yang berada di Tasikmalaya.
Anggara ditemani ayah dan tante Evelyn sebagai pengganti ibunya Anggara yang sudah wafat empat bulan yang lalu.Mereka bersama rombongan keluarga yang lain yang berasal dari Garut pun berangkat menuju Tasikmalaya pada pukul delapan pagi dan sesampainya di Tasikmalaya sekitar pukul sembilan pagi.Kurang lebih satu jam perjalanan darat menuju ke kediaman Putry.
Sesampainya di kediaman Putry,Putry terlihat cantik memakai kebaya warna biru dengan dibalut jilbab biru pula.Sementara Anggara memakai kemeja berwarna putih dengan celana berwarna cream.
Seluruh anggota keluarga Putry menyambut baik kedatangan Anggara beserta keluarganya itu.
"Silahkan masuk.. Pak Ridwan, Bu Evelyn beserta keluarga yang lainnya." papi Indrawan menyambut dan mempersilahkan masuk keluarga besar dari Garut.
Mereka pun masuk kedalam rumah yang nampak begitu bersih dan sudah dihiasi sedemikian rupa.
"Akhirnya, kita bertemu juga setelah sekian puluh tahun ya Ridwan." ucap papi Indrawan sambil menepuk pundaknya Ridwan sahabat lamanya itu.
"Iya wan,tidak menyangka juga anak-anak kita dipertemukan dan sepertinya akan menjadi besanan nanti." ucap Ridwan ayahnya Anggara.
"Tapi sebelumnya, saya dan sekeluarga menyampaikan rasa turut berduka cita kepada almarhumah ibunya Anggara empat bulan yang lalu, kita tahu karena dikasih tahu Putry anak semata wayang kami."
"Iya Wan, terima kasih banyak atas ucapannya, kepergiannya yang begitu cepat membuat kami semua begitu kehilangan."
"Padahal dia sudah menanti-nantikan acara ini, dimana Anggara mendapatkan calon pendamping yang begitu cantik seperti anaknya kamu wan, andaikan dia masih ada mungkin dia begitu bahagia sekali." lanjut ayahnya Anggara.
Lalu datanglah mami Tiara dengan membawa Putry yang muncul dari arah lantai atas dan turun ke bawah melalui tangga.
Anggara yang melihat pun terpesona melihat Putry hari ini begitu anggun memakai kebaya berwarna biru dengan memakai jilbab.
Mami Tiara dan Putry pun lalu duduk disamping papi Indrawan.
"Semua sudah hadir dan berada disini,mari kita mulai saja acaranya yang pertama kita ucapkan bismilah acara akan kita mulai." ucap papi Indrawan.
__ADS_1
"Maksud kedatangan saya beserta keluarga, putra saya yang bernama Anggara bermaksud ingin melamar putri bapak Indrawan yang bernama Putry."
"Apakah lamaran putra saya diterima pak Indrawan?" lanjut ayah Anggara lagi.
"Saya serahkan sepenuhnya kepada putri saya untuk menjawabnya."
"Bagaimana nak kamu akan menerima lamaran ini?" tanya papi Indrawan kepada Putry.
"Saya terima pak, lamaran ini dan saya ingin hidup bahagia bersama Anggara."
"Alhamdulilahhhh..." ucap orang-orang disekitar ketika melihat acara itu.
Lalu Putry dan Anggara pun terlihat bertukar cincin. Dan rombongan keluarganya Anggara menyerahkan berbagai seserahan untuk keluarganya Putry.
"Acara kita dicukupkan sekian, silahkan selanjutnya acara makan-makan, kita makan makanan yang telah disediakan disini secara bersama-sama." ucap papi Indrawan.
Semua orang yang berada disana pun mengambil piring satu persatu dan mengantri untuk mengambil nasi,sayur dan yang lainnya.Banyak yang menyebutnya parasmanan.Setelah selesai makan-makan, lalu dilanjut dengan acara berpoto bersama keluarga besar.Putry pun terlihat bahagia berpoto berdua dengan Anggara dan selanjutnya Putry berpoto juga dengan Anggara dan keluarga.
Hari pun semakin siang dan semakin panas terik,para anggota keluarga yang lain ada yang terlihat anaknya rewel dan meminta pulang.
Anggara pun menyanggupi,Kapan-kapan Anggara akan bertemu lagi dengan Putry dan akan berkunjung lagi ke kediamannya Putry untuk bersilaturahmi kembali.
Ayahnya Anggara pun berpamitan kepada papi Indrawan.
"Wan,kita pamit dulu lain waktu lain kesempatan kita bertemu lagi dan bersilaturahmi kembali."
"Kenapa buru-buru sekali Ridwan, kita baru bertemu masih ingin berlama-lama aku bernostalgia denganmu."
"Aku tidak enak dengan anggota keluarga yang lain, lain kali insya allah kita berjumpa kembali.Kita pamit dulu ya ibu Tiara,nak Putry." ucap ayahnya Anggara.
"Iya jeng Tiara, aku juga ikut pamit ya,nanti kapan-kapan kita ngumpul lagi." ucap tante Evelyn.
"Loh kok ikutan pulang say,kan dekat rumahmu di sekitar sini." ucap mami Tiara kepada tante Evelyn sahabatnya itu.
__ADS_1
"Aku ikut kembali ke Garut say,mau mengambil barang-barangku yang masih ketinggalan disana."
"Ya sudah kalau begitu,hati-hati dijalan ya say."
Anggara juga terlihat mendekat kearah Putry sepertinya mau pamitan juga.
"Neng, Aa pamit dulu ya mau pulang,nanti kapan-Kaplan Aa pasti silaturahmi lagi kesini.Neng jangan sedih ya."
"Iya A,ya sudah kalau mau pamit pulang,hati-hati diperjalanannya ya A,nanti kabari kalau sudah sampai rumah."
"Iya neng."
Lalu, rombongan keluarga besar dari pihak Anggara pun mulai keluar dari kediamannya Putry satu persatu dan menuju ke dalam mobil.
Beberapa menit kemudian, mobil-mobil itu mulai meninggalkan perumahan dimana rumah Putry itu berada.
Dan sekarang mobil pun sudah berada dijalanan jalur Tasikmalaya kabupaten tepatnya di Rajapolah.Anggara berhenti dulu di rest area pusat oleh-oleh Tasik.Dia sedang sibuk memilih barang yang terbuat dari anyaman bambu dan sepertinya cocok dijadikan barang oleh-oleh selain makanan.
Cukup lumayan lama juga berada di dalam rest area pusat oleh-oleh itu.Selain untuk membeli oleh-oleh, ada pula sebagian anggota keluarganya yang menuju ke toilet,ada yang menuju ke restoran dan ada pula yang sekedar ngopi untuk menahan rasa kantuknya.
Satu jam telah berlalu, kini rombongan keluarga besar yang berasal dari Garut pun meneruskan perjalanan kembali.Kali ini perjalanan mereka melewati sawah-sawah yang luas dan juga beberapa perkebunan warga.Karena jalur ini kebanyakan area persawahan dan juga perkebunan.
Satu jam kemudian, mobil rombongan pun telah sampai di rumahnya Anggara.
Satu-satunya rumah besar di daerah pedesaan sana.Ayahnya punya usaha perkebunan cabai rawit dan pembudidayaan jamur.
"Akhirnya,kita sampai juga menuju rumah." ucap Anggara.
"Istirahat saja Angga kalau capek." ucap tante Evelyn.
"Ya sudah, aku tidur dulu ya tante nanti kalau ada apa-apa atau ada keperluan, bangunin aja."
"Iya siap tuannya Putry."
__ADS_1
Anggara pun lalu menuju ke kamarnya,merasa lelah banget habis perjalanan jauh menemui calon istrinya sehingga dia pun tidur dengan sangat terlelap.