
Sudah beberapa bulan ini tidak melihat keberadaannya Rihana, mahasiswi pendidikan sejarah yang lebih satu tingkat dengan Putry dan Novita.
Ternyata mendengar kabar bahwa dia baru saja habis mengajukan pengajuan cuti kuliah, dikarenakan daerah dia baru saja terkena bencana gempa bumi yang lumayan sangat kencang.Jadi, dia diminta oleh orang tuanya untuk mengajukan cuti kuliah dulu untuk sementara selama satu semester atau selama enam bulan.
Kota tempat orang tuanya tinggali sempat lumpuh dikarenakan jalan dan berbagai bangunannya hancur berantakan karena guncangan gempa bumi yang sangat dahsyat itu.
Rihana pun menyanggupi, dan akhirnya pada hari ini, Rihana menuju ke kamar asramanya Putry dan Novita untuk berpamitan.Kebetulan Putry dan Novita sedang ada di asrama tidak kemana-mana.
Saat Novita sedang berada di kamar asrama Putry, tiba-tiba Rihana datang ke tempat mereka.Lalu, Rihana pun dipersilahkan masuk oleh Putry menuju kamar asramanya.
"Putry, Novita maaf ya kalau aku ganggu." ucap Rihana.
"Aku kesini mau pamitan kepada kalian." lanjut Rihana lagi.
"Engga kok gak ganggu malahan senang kakak Rihana berkunjung kesini." ucap Putry.
"Loh, memangnya pamitan mau kemana?" tanya Putry kemudian.
"Aku mau cuti dulu selama satu semester,ya kurang lebih enam bulan lah."
"Alasannya di daerahku sedang dilanda bencana gempa bumi, mereka butuh bantuanku termasuk ayah dan ibuku." lanjut Rihana.
"Inalilahi, pasti gempa buminya kencang banget ya kak?" tanya Novita.
"Iya Nov, selain kerugian materi juga banyak berjatuhan korban jiwa dan luka-luka juga, makanya aku disuruh cuti dulu."
"Turut prihatin ya kak Rihana dengan apa yang menimpa daerah kakak." ucap Novita memberikan suport.
Disusul Putry juga.
"Iya Nov,Put terimakasih ya atas ucapan dan dukungannya." ucap Rihana.
"Insya allah kami semua disana diberi ketabahan." lanjut Rihana kembali.
"Tetap semangat ya, mudah-mudahan masalah gempa bumi nya cepat teratasi, korban-korban lukanya cepat tertangani, dan korban-korban jiwa yang tertimbunnya cepat diketemukan dan diangkat supaya bisa dikuburkan dengan layak." ucap Putry memberi semangat.
__ADS_1
"Iya Put terima kasih banyak." ucap Rihana.
"Aku pamit dulu ya mau ambil koper, nanti aku kesini lagi, kalau kalian mau ikut antar aku ke bandara ya boleh kok." lanjut Rihana lagi.
Novita dan Putry serempak menjawab. " Iya kak,kalau kita dibolehin ikut ya ayo nanti kita antarkan menuju bandara, kita tunggu disini."
Rihana pun berjalan menuju kamar asrama yang terhalang lima kamar dari depan kamar asramanya Putry.Kamar dia berada di pojok dengan pot bunga matahari di dekatnya.
Seluruh koper, barang-barang bawaan dia angkut dan dia kembali menuju kamar asrama Putry.
Putry dan Novita pun masih tetap menunggu di depan kamar asramanya Putry.
"Tuh,Rihana udah datang." ucap Novita sambil menunjuk ke arah Rihana.
"Iya Nov, bantuin yuk kasihan dia bawa barangnya banyak." ucap Putry.
Lalu Putry dan Novita pun berlari ke arah Rihana dan secara sigap membantu membawa segala barang yang sedang Rihana bawa.
"Sini, aku bantu bawa ya barangnya kak." ucap Putry sambil membawa koper dan mendorongnya.
"Ini kita ke bandaranya naik apa?" tanya Rihana.
"Naik taksi online saja kak biar gampang langsung order terus tinggal nunggu drivernya jemput." jawab Putry.
"Aku bantu order taksi onlinenya ya"
Ucap Novita.
Lalu Novita pun mengeluarkan handphone dari saku celananya dan segera mencari aplikasi hijau berbentuk helm. Lalu Novita pun mengorder taksi menuju ke bandara.
Beberapa menit kemudian, taksi online pun datang juga ke hadapan mereka bertiga.
Supir pun kemudian mempersilahkan ketiga orangnya untuk memasuki mobilnya.Setelah ketiganya memasuki mobil, lalu mobil taksi pun segera bergegas meninggalkan asrama dan segera melaju menuju bandara dengan melewati jalanan kota Bangkok.
Satu jam kemudian, mobil taksi itu sudah sampai menuju bandara.Lalu segala barang bawaan Rihana pun diturunkan dari bagasi mobil taksi itu.
__ADS_1
Setelah semua barangnya diturunkan dari bagasi, lalu Rihana pun membayar ongkos taksi itu dan setelah menerima ongkos, supir taksi itu pun langsung segera pergi lagi menuju ke tempat orderan yang lain.
Mereka bertiga kemudian menuju ke dalam bandara. Sementara untuk menukar voucher tiket menjadi tiket itu Rihana sendiri yang melakukannya.Yang dua lagi hanya menunggu di ruang tunggu penumpang.
Setelah Rihana beres menukar tiket, lalu Rihana pun disuruh tunggu dulu sebentar di dalam ruang tunggu penumpang itu.
Beberapa menit kemudian, ketika proses pemeriksaan paspor dan visa selesai,panggilan dari speaker bandara pun bunyi yang mana penumpang dengan tujuan Jakarta Indonesia harus segera bersiap-siap.
Rihana pun mendekati Putry dan Novita lalu Rihana saling memeluk Putry dan Novita untuk wujud perpisahannya.
Rihana pun mengucapkan kepada mereka. "Put,Nov aku pamit dulu ya,aku mau pulang dulu, tapi nanti aku bakal aktif lagi kuliah disini dan kembali lagi kesini, kalian jaga diri baik-baik ya."
Putry dan Novita pun serempak berucap juga. "Iya, kita juga minta maaf ya kalau kita ada salah sama kakak, selama berteman kalau kita bikin jengkel kita minta maaf ya."
"Kalian gak ada salah kok Novita,Putry terima kasih selama disini sudah bersedia berteman ya." ucap Rihana lagi.
Setelah saling berpamitan, lalu Rihana pun menuju ke Terminal A mencari pesawat yang akan dinaiki.Sedangkan Putry dan Novita hanya melambaikan tangan dari kejauhan.Beberapa menit sesudah Rihana memasuki pesawat lalu perlahan pesawat itu take off juga dari bandara suvarnabhumi menuju ke Bandara Soekarnohatta Tangerang selama kurang lebih lima jam perjalanan udara.
Setelah pesawat yang ditumpangi Rihana itu sudah benar-benar terbang melintasi bandara.Lalu Putry dan Novita pun pulang kembali menuju asrama.
Di perjalanan menuju pulang ke asrama, Putry bicara ke Novita.
"Teman dari Indonesia satu persatu sudah pada pulang, asrama jadi sepi cuma kita berdua yang masih tersisa."
"Iya sih, sepi sih iya,tapi semoga semester depan ada mahasiswa yang masuk ke kampus kita lagi deh ya." jawab Novita.
"Iya semoga lah ya, jadi kita gak sepi-sepi amat nanti di asrama." Novita menimpali.
"Yuk ah Nov, kita pesan taksi online dulu." ajak Putry.
"Eh,pesannya pakai handphone kamu aja ya." lanjutnya lagi.
"Ya sudah pakai handphone ku, sekarang aku pesankan taksi onlinenya." ucap Novita.
Novita pun lalu mengeluarkan handphonenya dari dalam tas slempang kecil yang berwarna ungu itu, lalu Novita pun mulai mencari aplikasi hijau bergambar helm itu dan Novita pun mulai memesan taksi.Beberapa menit kemudian, taksi pun sudah berada di depan mereka.Mereka pun masuk taksi satu persatu dan mobil taksi pun melaju menuju asramanya mereka.
__ADS_1