Bertemu Jodoh Di Thailand

Bertemu Jodoh Di Thailand
Bab 59 Orang Tua Putry Berkunjung Ke Thailand


__ADS_3

Pagi harinya, sewaktu Putry akan melakukan aktifitas seperti biasanya yaitu berangkat ke kampus.Mami Tiara yang merupakan maminya Putry mengabarkan kembali akan berangkat menuju Thailand pada hari ini.Dan sekarang orang tuanya masih berada di Bandara Wiriadinata Tasikmalaya sedang menunggu pesawat yang hendak berangkat menuju Bandara Halim perdana kusuma Jakarta.


Kemungkinan mami dan papi sampai sini nanti sore atau malam pikir Putry.


Kabar ini tentu langsung disampaikan kepada Phonapong ketika dia sudah berada di depan asrama untuk menjemput Putry berangkat ke kampus seperti biasa.Phonapong pun terkejut mendengar kabar ini.


"Apa? hari ini orang tuamu berangkat kesini, yang?" tanya Phonapong.


"Iya,tadi pagi mami ku yang ngabarin langsung katanya mau kesini."


"Sekarang juga masih di Bandara Wiriadinata Tasikmalaya,yang." lanjut Putry lagi.


"Aduh, aku grogi sekali sayang, aku takut terjadi sesuatu terhadap hubungan kita selanjutnya, sayang." ucap Phonapong yang merasa ketakutan begitu mendengar kabar ini.


"Tenanglah dulu sayang,semoga tidak terjadi apa-apa untuk hubungan kita kedepannya." ucap Putry menenangkan kekasihnya itu yang sedang dilanda kepanikan yang teramat sangat.


"Mending kita berangkat ke kampus yang, sudah jam tujuh lebih dua puluh menit,takut telat kita." ajak Putry.


"Iya, kita berangkat sekarang ya,sayang!" ucap Phonapong menyanggupi ajakan Putry itu.


Lalu, Phonapong pun menyalakan starter kendaraan roda dua dan menyalakan mesinnya itu, setelah kendaraan roda dua itu benar-benar menyala, Phonapong pun lalu tancap gas dengan kendaraan roda dua itu disertai membonceng Putry dibelakangnya.Kendaraan roda dua atau Phonapong selalu menyebutnya si kuda besi itu melaju dengan kecepatan sedang melewati jalanan kota Bangkok yang mulai padat di pagi hingga siang hari.


Di sepanjang perjalanan, Phonapong terlihat gelisah sekali memikirkan hal itu.Hingga dia tidak sadar akan menabrak seekor kucing yang kebetulan sedang menyebrang dijalan, untungnya Putry keburu teriak sehingga Phonapong tersadar dari lamunannya dan tidak jadi menabrak si kucing yang malang itu.


Delapan menit kemudian, kendaraan roda dua Phonapong pun telah sampai menuju kampus karena tadi dengan sigapnya berhasil menyalip sebuah mini bus sehingga tidak terjadi kemacetan.Syukurlah kendaraan roda dua itu bisa  dikendalikan dan mereka berdua berhasil menuju kampus dengan selamat.


Seperti biasa, Phonapong pun memarkirkan kendaraan roda dua itu di tempat parkir kampus yang telah tersedia.Putry pun lalu turun dari kendaraan punya Phonapong itu.Ketika hendak akan berjalan menuju ke kelas,Phonapong pun menarik tangan Putry.


"Sayang, tunggu dulu sebentar, aku ingin bicara." ucap Phonapong.


"Iya sayang, mau bicara apa?" lalu Putry pun berbalik badan menghadap Phonapong didepannya.

__ADS_1


Putry juga menyimak dengan serius apa yang hendak dikatakan Phonapong itu, sambil berjalan dari arah tempat parkir menuju ke kelas, Phonapong akhirnya memberanikan diri mengobrol serius dengan Putry.


"Aku gak tahu sayang, nanti gimana nasib cinta kita kedepannya, yang pasti kalau orang tua kita sudah sama-sama tahu tidak akan pernah bisa direstui yang." ucapan Phonapong membuat batin Putry merasa sedih.


"Di keyakinan manapun, hubungan kisah cinta beda keyakinan itu tidak boleh,sayang." lanjut Phonapong lagi.


"Jadi,gimana yang? Solusinya bagaimana?" Putry bertanya tentang jalan keluar dari masalah ini.


"Nanti kita pikirkan lagi ya solusinya." ucap Phonapong mencoba menenangkan Putry yang sedang dilanda kebimbangan.


"Ya sudah deh kalau begitu, aku masuk ke kelas dulu ya." ucap Putry dengan raut muka yang seperti sedang menahan kecewa.


"Iya sayang,silahkan aku juga mau masuk ke kelas kok sebentar lagi."


Lalu, keduanya pun berpisah dekat kolam ikan hias menuju kelasnya Putry.


Di dalam kelas pun, Putry tidak bergeming sama sekali, selalu bengong dan ketika ditanya oleh teman-temannya pun tidak ditanggapinya.


Novita yang merupakan sahabat terdekatnya Putry mencoba menenangkan sahabatnya itu dan mencoba untuk memahami apa yang sedang terjadi dengan Putry.


Ketika sedang beres-beres buku yang akan dimasukan ke dalam tas kuliahnya, getar handphone yang tak bernada itu bunyi.


Deeerrrtt..deeerrrtt..


Menandakan ada pesan dari aplikasi hijau yang masuk.


Putry pun lalu mengambil handphone dari dalam tas, begitu diambil dan layar handphone itu menyala rupanya ada pesan dari maminya melalui aplikasi hijau itu yang katanya maminya baru saja berangkat dari Bandara Soekarnohatta Tangerang menuju ke Bandara Suvarnabhumi Thailand berarti sekitar tiga jam lagi mami dan papinya itu tiba di negara yang mendapat julukan negeri gajah putih itu.


Novita yang melihat ekspresi Putry berubah drastis lantas bertanya.


"Put, kamu kenapa? Ada masalah ya? Cerita aja sini siapa tahu aku bisa bantu." tanya Novita dan Novita pun menghampiri Putry.

__ADS_1


Tanpa merasa canggung lagi Putry pun lalu bercerita kepada Novita.


"Begini Nov, orang tua aku hari ini mau datang nengokin aku."


"Ya bagus dong, tandanya orang tua kamu perhatian sama kamu ingin tahu keadaan anaknya bagaimana." ucap Novita memberi tanggapan.


"Issshh..bukan gitu maksudnya, iya memang aku senang ya kalau orang tua aku nengokin, masalahnya kalau orang tuaku tahu tentang hubunganku dengan Phonapong gimana? Bisa-bisa tidak direstui." ucap Putry dengan suara parau dan wajah tertunduk lesu.


"Bingung juga ya yang dihadapi kamu Put, tapi itu sih resiko Put mau gimana lagi." Novita yang memperhatikan masalah yang dihadapi sahabatnya itu pun merasa bingung dan tak tahu mau memberikan saran apalagi untuk sahabatnya itu.


"Iya sih, kami yang melakukan hubungan terlarang ini dan kami pun yang harus menerima konsekuensinya."


"Tapi aku sudah mulai ada rasa nyaman dan sayang sama dia Nov." lanjut Putry lagi dengan tangis terisak.


"Sudah Put, jangan nangis ya, kalau kamu nangis aku jadi ikutan sedih."


"Kita pulang yuk,orang lain sudah pada keluar kelas tuh." lanjut Novita sambil mengajak Putry untuk keluar dari kelas karena jam mata kuliah sudah selesai.


"Iya Nov, ayo kita keluar kelas."


Putry dan Novita pun lalu keluar dari kelas dan berjalan menuju taman.


Putry ingin menenangkan hati dulu disana sebentar, tak lupa air matanya dia hapus dengan memakai tissue karena dia tidak mau terlihat kalau dia habis menangis.


"Put,kalau orang tua mu diperjalanan tiga jam lagi,berarti sampai sini jam tiga sore dong? Sekarang aja masih jam dua belas siang."


"Iya,sepertinya begitu Nov."


"Aku ikut ya Put menjemput orang tuamu ke bandara,boleh kan?" pinta Novita.


"Iya boleh, temani aku ya Novita."

__ADS_1


"Sudah ah ngademnya, ayo kita pulang ke asrama saja Nov." ajak Putry kemudian sambil beranjak dari bangku panjangnya.


Putry dan Novita pun akhirnya pulang menuju asrama.


__ADS_2