
Setelah mengajak Putry menuju ke sebuah taman dan berkeliling disana.Terus Anggara mengungkapkan perasaannya disana lalu Putry pun bersedia menerimanya akhirnya mereka resmi jadian.
Kabar baik ini langsung diungkapkan kepada orang tuanya Anggara yang berada di Garut melalui sambungan telepon.Orang tuanya ini yang sejak lama memang menyuruh Anggara mencari perempuan untuk dijadikan istri.
Orang tua Anggara pun justru merasa sangat senang sekali mendengar kabar ini tapi meskipun demikian, orang tuanya harus bisa bersabar belum bisa bertemu dengan calon istrinya Anggara karena baik itu Anggara maupun Putry masih sama-sama berada di Thailand.Masih menyelesaikan pendidikan dan masih bekerja menghabiskan sisa kontrak kerja selama beberapa tahun kedepan lagi sambil menunggu pendidikan Putry selesai dan bisa lulus dengan nilai dan ipk yang sangat baik.
Orang tuanya Anggara entah keceplosan atau bagaimana, sehingga kabar baik ini sampai juga ke telinganya Evelyn tantenya Anggara.Karena tantenya Anggara ini merasa penasaran dengan kabarnya keponakan yang paling dekat dengannya,tante Evelyn pun lantas mengkonfirmasi kabar baik ini kepada orang tuanya Putry.
Putry memang belum bercerita apapun mengenai hal ini, karena Putry pun masih kuliah dan masih jauh sepertinya untuk memikirkan jodoh karena Putry sempat bilang setelah lulus kuliah ingin bekerja di perusahaan papinya.Tapi semuanya itu diluar dugaan Putry, orang tua Putry justru sangat senang dan sangat mendukung apabila Putry menjadi calon menantunya adiknya tante Evelyn karena mungkin nanti akan menjadi saudaranya tante Evelyn.Yang mana mungkin nanti hubungan persahabatan antara maminya Putry dan tante Evelyn menjadi lebih dekat bahkan bukan lagi menjadi sahabat melainkan menjadi saudara.
Pagi-pagi buta pun ketika Putry masih tidur, nampak sudah ada panggilan video call dari maminya Putry.Begitu Putry menerima panggilan video call dari maminya Putry itu, mami Tiara nampak kaget sekali melihat penampilan Putry yang berubah drastis itu.
Mami Tiara : Asalamualaikum Put.
Putry : Waalaikumsalam, mami ada apa pagi-pagi menghubungi? disini masih sangat pagi loh, matahari juga belum muncul.
Mami Tiara : Mami kaget kok penampilanmu berubah begitu, mana potongannya pendek sekali.Kenapa? Coba cerita.
Putry : Tidak kenapa-kenapa mami, pengen nyoba penampilan baru lagipula rambut panjang terus gerah mami.
Mami Tiara : Ya sudah terserah kamu,gimana nyamannya kamu.Oh iya, mami boleh bertanya sesuatu gak?
Putry : Mau bertanya apa mami?
Mami Tiara : Apa benar kamu sudah pacaran dengan Anggara?
Putry : Mami tahu darimana informasi ini? Sebenarnya...hmm...
Mami Tiara : Kalau beneran juga tidak apa-apa kok, insya allah papi dan mami akan mendukung.
__ADS_1
Putry : Iya mam beneran, baru jadian kemarin.Jadi tidak apa-apa ini? tadinya Putry mau bungkam dulu gak akan cerita dulu, tapi informasinya malah sudah menyebar gini?
Mami Tiara : Ya tidak apa-apa kok kalau sama Anggara, karena mami tahu betul adiknya tante Evelyn ibunya Anggara itu.
Ya sudah, sudah dulu ya sayang, takut mami ganggu tidur kamu, silahkan lanjutkan lagi tidurnya, Asalamualaikum.
Putry : Waalaikumsalam mami.
Setelah menerima panggilan video call tersebut, lalu handphone Putry pun disimpan lagi ketempat semula.Dan Putry pun kembali tarik selimut dan kembali rebahan karena masih terlalu pagi masih jam setengah empat disini.
Dari sudut matanya pun Putry masih sangat mengantuk berat.Dan dari dalam hatinya Putry berkata “Baru saja sehari, informasinya sudah kemana-mana awas saja A Anggara nanti besok pagi kalau ketemu.”
Pagi pun telah tiba, seperti biasa Anggara menjemput Putry di asramanya.Ketika Putry keluar dari kamar asrama, langsung dikejutkan oleh sambutan Anggara.
"Selamat pagi neng cantik, lihat aa bawa apa ?" tanya Anggara kepada Putry yang baru keluar kamar itu.
"Iya maaf neng, sarapan dulu yuk pasti neng mau keluar mau mencari sarapan kan?" Anggara menebak sepertinya tebakannya tidak salah dan Anggara pun sambil menuntun Putry untuk masuk kamar asramanya lagi.
Putry pun langsung mengambil piring beserta sendok dengan gelas yang sudah diisi dengan air minum.Putry pun membuka obrolan sambil menyiapkan piring sendok itu.
"A, aa kan yang membocorkan informasi kita berdua?" tanya Putry.
"Membocorkan gimana maksudnya neng?" Anggara bertanya balik pura-pura tidak mengerti apa yang telah Putry tanyakan itu.
"Jadi saja semuanya sudah tahu tentang hubungan kita." jawab Putry sambil cemberut.
"Ya bagus dong neng, peluang direstuinya makin besar kan?" tanya Anggara lagi.
"Tapi kan ini baru hari pertama loh A, kan belum tahu kedepannya gimana." ucap Putry lagi dengan nada agak tinggi sepertinya agak sedikit kesal.
__ADS_1
"Ya maaf ya neng, tapi mudah-mudahan hubungan ini lancar, aa gak akan melakukan hal yang aneh-aneh kok yang bikin neng sakit hati."
"Janji ya a, jangan ngelakuin hal yang sama dengan lelaki kebanyakan diluar sana."
"Iya aa janji, karena niat aa juga ingin serius dengan Putry, cuma butuh waktu saja kan kita masih sama-sama disini."
"Ya sudah gak apa-apa keluargaku dan keluarga aa sudah pada tahu juga tentang hubungan kita, aku pegang janjimu ya a."
"Ya sudah dimakan dulu itu makanan yang aa bawa, takut jadi dingin gak enak dimakannya." ucap Anggara lagi.
"Iya A, ini lagi dimakan kok makanannya."
Setelah beres sarapan, lalu Putry pun diantar Anggara menuju kampusnya.Perasaan Putry senang sekali ada yang mengantar, jadi tidak perlu keluar ongkos untuk membayar ongkos taksi.Maklum Putry sekarang sedang berhemat karena akhir bulan, belum ada jatah transferan yang masuk juga ke rekeningnya mana sekarang jarang ada job freelance juga yang menawarkan kepada Putry.
Beginilah resikonya berada di lingkungan yang mandiri jauh dari keluarga dan saudara.Harus siap menerima perihnya jalan kehidupan.Tapi walau bagaimanapun Putry tetap santai menjalaninya tidak diambil beban sama sekali.Karena ini merupakan keinginan Putry sejak masih berada di Indonesia untuk bisa hidup mandiri.
Beberapa menit kemudian, Putry pun telah sampai menuju kampus tercintanya.Suasana di dalam kampus sudah sangat ramai orang yang berlalu lalang,entah itu yang menuju kantin, menuju taman kampus, menuju perpustakaan maupun menuju ruko seberang untuk memfotokopi tugasnya maupun memprint hasil tugas dari laptop ke dalam bentuk kertas satu lembar.
Putry pun lalu turun dari motor Anggara sambil memberikan helm yang telah dipakai Putry tadi kepada Anggara.
"Terima kasih ya A sudah antar Putry, kalau begitu Putry langsung masuk ke kelas ya." ucap Putry kepada Anggara ketika masih didepan gerbang kampus.
"Iya sama-sama neng, semangat belajarnya ya, Aa mau balik lagi menuju mes."
"Iya Aa hati-hati dijalan."
Anggara pun hanya menganggukan kepala dan tersenyum kepada Putry.
Lalu Anggara pun berbalik arah dan melajukan kendaraan roda duanya menuju mes tempat dia tinggal.
__ADS_1