Bertemu Jodoh Di Thailand

Bertemu Jodoh Di Thailand
Bab 49 Novita Dibawa ke Klinik


__ADS_3

Begitu Putry dan Phonapong sudah pergi menuju kampus, Kaki Novita yang tadi bekas keserempet motor menjadi bengkak dan ketika ditekan oleh tangan menjadi sakit.


Novita pun semakin bingung, karena di sekitar kamar asrama sudah tidak ada orang yang bisa diminta tolong, mau minta tolong Putry sedang di kampus.Mau minta tolong Zidan, baru saja Zidan tadi pulang karena akan masuk kampus juga.


Tidak enak rasanya kalau ngerepotin, karena mereka pun saat ini punya kesibukan yang lain.Terpaksa, Novita pun menahan sakit hingga akhirnya sudah pukul 12.00 waktunya anak mahasiswa istirahat.Dan seperti biasa, Putry pun pulang ke asrama karena jadwal untuk materi kuliah selanjutnya 2 jam lagi.


Daripada di kampus clingak-clinguk gak ada kegiatan lebih baik pulang dahulu.Lumayan ada waktu untuk istirahat entah itu makan atau rebahan dulu istirahatkan otak dari materi yang disampaikan dosen.


Putry berjalan dari arah kampus menuju asrama sendirian, Waktu Putry sedang berjalan ada penjual roti lewat. Putry teringat, dulu Novita ingin sekali memakan kue dorayaki itu. Lalu, Putry pun menanyakan kue itu ke penjual dan ternyata penjual tersebut menjualnya.Putry membeli lah kue yang disukai Novita itu. rencananya, begitu sampai asrama mau langsung ke kamarnya Novita dulu untuk menengok.


Kue yang di sukai Novita sudah di tangan dan Putry pun sudah membayar kue tersebut.


Putry pun lalu melanjutkan perjalanan menuju kamar asrama.


Beberapa menit kemudian, Putry pun sudah sampai menuju asrama.Putry ke kamarnya dulu untuk mengisi air untuk tumbler yang sering dibawa Putry kemana-mana.


Setelah tumbler itu terisi air penuh, lalu Putry pun menuju ke kamarnya Novita sambil membawa tentengan bungkusan berwarna putih dari tukang roti itu.


Tidak berapa lama, Putry pun sampai depan kamar Novita.Karena kamar Novita tertutup pintunya, jadi dia harus mengetuk pintu dulu.


Pintu pun diketuk.


Tok..


Tok..


Novita yang berada di dalam kamar asrama sedang tertidur merasa kaget ada yang mengetuk pintu siang-siang.


Lalu, Novita pun berteriak dari dalam kamar dengan suara yang agak parau.


"Siapa?"


"Nov, ini aku Putry, kamu lagi engga tidur kan? Boleh aku masuk?" tanya Putry.


"Oh kamu, masuk saja Put tidak dikunci kok, cuma aku tutup saja pintunya." suruh Novita dari dalam kamar.


"Oke, aku masuk ya Nov."

__ADS_1


Pintu pun dibuka.


Ceklek


Begitu pintu terbuka, betapa kagetnya Putry melihat Novita sedang terbaring tidak berdaya seperti menahan rasa sakit.


Putry pun mendekat ke arah Novita dan segera berkata.


"Ya ampun Nov, kamu kenapa?" ucap Putry dengan penuh rasa kaget melihat keadaan sahabatnya itu.


"Gak tahu nih Put, tiba-tiba kakiku jadi sakit saja dan membengkak gini." ucap Novita sambil memperlihatkan kaki yang bengkaknya.


"Infeksi sepertinya nih, kita ke klinik saja ya."


"Tapi, kalau berjalan masih bisa kan?" lanjut Putry lagi.


"Agak sakit sih Put,gimana ya?" tanya Novita.


Putry pun berpikir sejenak, kalau minta bantuan Zidan pasti sekarang Zidan sedang sibuk di kampus.Apa harus memakai jasa taksi online saja.


Putry pun lalu mengeluarkan handphonenya dari tas slempangnya.Lalu dia mencari aplikasi hijau yang berbentuk helm itu, Putry pun mengorder taksi online menuju klinik.


Beberapa menit kemudian, taksi pun berhenti di depan kamar asrama Novita.


Jika dilihat-lihat alamat di aplikasi sih memang betul ini alamatnya.


Lalu, supir itu pun menghampiri Putry yang sedang berdiri di depan kamar asrama sambil melihat supir itu yang akan datang menghampiri dirinya.


Setelah supir bertanya-tanya bahwa benar ini alamatnya, lalu Putry punĀ  meminta bantuan untuk memapah Novita yang sedang kesakitan.Supir pun lalu menyutujuinya dan beliau pun masuk ke dalam untuk memapah Novita keluar kamar menuju mobil taksi itu.


Begitu Novita sudah dipapah ke dalam mobil dan Putry pun ikut serta dibelakang.Lalu, mesin kendaraan pun segera dihidupkan dan segera berlalu meninggalkan asrama dan mobil taksi itu pun kini sudah melaju berada dijalanan daerah Bangkok yang terkenal dengan pomelo atau buah jeruk besarnya.


Sepanjang jalan, Novita mengaduh kesakitan kakinya semakin membengkak. Putry tidak bisa berbuat banyak cuma bisa menyuruh Novita untuk bersabar dan menyuruh supir itu untuk mengemudikan cepat sampai menuju klinik.


Beberapa menit kemudian, mobil taksi pun telah sampai di depan klinik.Lalu, mobil taksi itu pun berhenti.


Putry yang pertama turun dari mobil itu, kemudian disusul supirnya lalu, Putry pun menuju jok belakang untuk membantu memapah Novita keluar dari mobil dibantu supir dari pintu belakang.

__ADS_1


Lalu Putry dan supir pun membawa Novita ke dalam klinik.Setelah Novita dibawa ke ruang praktek dokter, supir taksi pun pamit karena ada orderan lagi.Putry pun segera membayar ongkos dan mengucapkan terimakasih karena sudah membantu sahabatnya.


Setelah transaksi ongkos itu dibayar, lalu mobil taksi itu pun kembali menuju jalanan untuk mengambil orderan yang lain.


Sementara Putry, sedang merasa cemas berada di ruang tunggu menunggu sahabatnya Novita yang masih menjalani pemeriksaan dokter.


Tak berapa lama, Novita pun muncul dari ruang dokter.Putry pun yang kini sedang duduk di kursi ruang tunggu itu, menghampiri dokter dan bertanya apakah Novita mengalami luka yang cukup serius atau tidak dan membutuhkan penanganan yang lebih lanjut atau tidak.


Dokter tersebut hanya bisa memberikan saran menebus resep obat di apotek saja berupa salep dan obat untuk lukanya saja.


Putry pun menyanggupi, dan meminta Novita untuk menunggu dulu di kursi ruang tunggu.Biar menebus resep obat Putry yang melakukannya menuju ke apotek yang berada di sebelah depan ruang administrasi klinik.


Putry berjalan menuju ke apotek dan beberapa menit kemudian, Putry pun sudah keluar lagi dari apotek dan membawa satu paperbag kecil dari apotek itu dengan isinya salep dan obat luka.


Setelah semuanya didapat, lalu Putry pun kembali berjalan menuju kursi ruang tunggu tempat Novita menunggu.


Begitu sampai ruang tunggu, Putry pun berucap. " Yuk Nov, kita pulang..ini obatnya sudah ada."


"Kamu masih kuat berdiri dan berjalan kan Nov?" lanjut Putry lagi.


"Cepat amat Put,dikira ambilnya lama. Oh iya, terimakasih ya Put maaf aku merepotkanmu." ucap Novita sambil mencoba untuk bangkit dari kursi.


"Pelan-pelan Nov,kalau masih sakit tidak usah dipaksain." ucap Putry.


"Iya tadi kebetulan apoteknya sedang tidak banyak orang makanya cepat, Iya sama-sama Nov tidak merasa merepotkan kok, tapi sudah seharusnya sesama teman harus saling membantu dikala teman yang lain sedang dalam kesulitan bukan?" lanjut Putry lagi.


Novita pun merasa terharu dengan perkataan Putry itu, Sungguh bijaksana sekali pemikirannya.Novita pun bangga memiliki sahabat seperti Putry biarpun anak orang kaya tapi masih punya hati yang tulus.


"Iya Put, aku bangga punya sahabat sepertimu.Ada dikala senang dan susah meskipun kita sama-sama di rantau orang." ucap Novita sambil matanya berkaca-kaca.


"Sudah ya Nov, jangan berlebihan gitu,Malu dilihat banyak orang.Kita pulang yuk pusing kepala lama di klinik banyak aroma obat bikin mual." ajak Putry kepada Novita.


"Iya Put ayo, aku juga ingin pulang ingin segera rebahan.Kita pulang naik taksi online lagi kan Put?" tanya Novita.


"Iya, aku sudah order dari tadi taksinya, mungkin sebentar lagi sampai sini."


Beberapa menit kemudian, mobil taksi orderan Putry pun telah sampai juga menuju depan klinik.

__ADS_1


Lalu mereka berdua pun masuk menuju ke dalam mobil taksi itu.Kini, Novita tidak harus dipapah jalannya.Dia sudah bisa sedikit-sedikit untuk berdiri dan berjalan walaupun masih pelan-pelan.


Setelah semuanya sudah berada di dalam mobil taksi, lalu supir pun menyalakan mesin kendaraannya dan segera bergegas pergi dari klinik dan mobil taksi pun melaju di jalanan kota Bangkok yang cuaca sedang cerah itu menuju asrama.


__ADS_2