Bertemu Jodoh Di Thailand

Bertemu Jodoh Di Thailand
Bab 63 Putry Mulai Menghindar


__ADS_3

Pagi harinya, di Asrama masih ada mami dan papinya.Biasanya tepat jam tujuh atau jam tujuh lebih sepuluh menit Phonapong sudah terlihat menjemput Putry, namun hari ini Putry menunggu malah tidak kunjung datang.Putry pun bertanya-tanya dengan perubahan sikap Phonapong itu.


Oh, mungkin karena waktu kemarin malam panggilan dari dia tak kunjung Putry angkat.Lantas sekarang Phonapong semakin enggan untuk mendekati Putry lagi bahkan cenderung cuek.


Atau mungkin papi maminya yang terlihat tidak menyukai Phonapong membuat Phonapong pun sadar diri bahkan Phonapong mencuekan Putry hari ini.


Putry pun tak mempermasalahkan akan hal ini, karena bagi Putry pun hubungan asmara dengan Phonapong akan menjadi masalah besar suatu saat nanti di keluarga besarnya, Putry menyadari hal itu apa yang dilakukan Putry selama ini adalah salah.Sebelum melangkah ke arah yang lebih jauh, alangkah baiknya Putry menuruti nasihat orang tuanya daripada Putry harus menggadaikan imannya hanya demi seorang ciptaan tuhannya.


Karena mungkin di dalam keyakinan pacarnya pun sangat melarang bahkan berdosa apabila umatnya ada yang menyimpang dengan cara mencintai bahkan terlanjur menyayangi dengan umat yang berbeda keyakinan.Dan Phonapong pun tidak akan mungkin menggadaikan imannya dia hingga menjadi seorang mualaf hanya demi perempuan yang dicintainya.Pasti didalam keluarganya pun Phonapong akan diusir dari rumah dan akan dicoret dalam kartu keluarganya.


Merupakan pilihan hidup yang sangat berat bagi kedua insan yang tengah dimabuk asmara ini.Dan akhirnya, mereka berdua memilih keluarganya masing-masing dan kepercayaannya ketimbang salah satu ada yang mengalah.


Novita pun sudah berada di depan pintu kamarnya Putry, baru saja akan mengetuk pintu, pintu tersebut sudah terbuka oleh maminya yang sedang menyapu lantai.


Novita pun menyapa mami Putry nya itu.


"Asalamualaikum, pagi tante Putrynya ada tan?"


"Eh Novita ya,mari silahkan masuk Nov,Putry lagi siap-siap tuh, tunggu ya."


"Oh, iya tante gak apa-apa aku tunggu kok."


"Tan, rajin sekali masih pagi sudah beres-beres." ucap Novita berbasa-basi supaya tidak hening.


"Ah, biasa aja Nov, ini tante paling tidak suka kalau kotor dan berantakan,ini semalam papinya Putry habis nonton bola mungkin sambil makan kacang jadinya cangkang kulitnya kemana-mana."


"Oh iya, sambil nunggu mau minum apa nih Nov?sudah sarapan belum?"


"Tidak usah repot-repot tan, tadi Novita sudah sarapan sudah minum banyak air juga,takut kembung dan keluar masuk toilet nanti."


"Ya sudah kalau begitu, tante mau ke belakang dulu ya, nanti Putry juga beres sebentar lagi."


"Iya tante."


Begitu mami Tiara menuju belakang, lalu Putry pun muncul dengan membawa tas berwarna ungu dan sepatu.


Putry pun biasa lagi, menuju ke belakang menemui mami papinya dan pamit mau berangkat ke kampus.

__ADS_1


"Mami,Papi Putry berangkat ke kampus dulu ya." ucap Putry sambil cium tangan papi dan maminya.


Papi Putry pun bertanya kepada Putry.


"Sama siapa berangkatnya Put?"


"Itu sama Novita papi, sedang nunggu tuh kalau gak percaya." Papinya pun melongo ke arah Novita itu berada, benar saja Novita sedang duduk di sofa depan.


"Oh,ya sudah hati-hati dijalan"


"Belajar yang rajin." tambahnya lagi.


"Iya papi sayang." jawab Putry.


Putry pun berjalan menuju ke depan dimana Novita itu sedang duduk menunggu Putry di sofa.


"Sudah beres Put?"


"Sudah,ayo kita berangkat." ajak Putry.


Ketika hendak akan membuka pintu,maminya Putry berlari menghampiri Putry.


"Tenang mam, Putry bukan orang yang suka foya-foya, uang masih ada di atm kok mam."


"Ya sudah, syukur kalau masih ada."


"Nanti sebelum papi dan mami pulang ke Indonesia lagi uangnya mami transfer saja ya untuk keperluan nanti."


"Iya mami, Putry berangkat dulu Putry sudah telat."


"Iya hati-hati."


***


Lalu Putry dan Novita pun berangkat menuju ke kampus, tak memerlukan waktu lama mereka berdua telah sampai menuju kampus.Begitu sampai menuju gerbang Putry melihat Phonapong sedang berkumpul dengan teman-temannya, entah sedang membicarakan apa Putry hanya lewat dan tak mau tahu urusan dia.


Begitu Putry lewat, terlihat oleh Phonapong lalu Phonapong pun mengejar Putry dan menghampiri Putry.

__ADS_1


Phonapong pun mengajak ngobrol, namun Putry hanya diam tak menggubrisnya.


"Put sayang, kamu kenapa kok jadi aneh begini?"


"Semalam kenapa lagi teleponku gak kamu angkat juga." lanjut Phonapong.


Putry malah cuek tak berucap sepatah kata pun.


"Oh, aku tahu pasti mami dan papi mu gak suka aku ya? Makanya sekarang jadi berubah." ucap Phonapong lagi.


Putry tetap seperti tadi, diam tak bergeming sepatah kata pun.


Phonapong akhirnya balik arah lagi menuju teman-temannya yang sedang berkumpul.


Phonapong pun berpikir dan mencari cara supaya Putry seperti yang kemarin, Akhirnya Phonapong mendapat ide dari temannya mengajak sepupunya untuk sekedar jalan-jalan ke Mall dan membuat Putry cemburu nanti lihat apa reaksinya.


Sementara di tempat lain, Putry bersama Novita sudah memasuki kelas, saat dikelas pun Putry banyak melamun.Kenapa dirinya tega sekali dengan kekasihnya yang tiba-tiba mendiamkan tanpa sebab.


Putry belum bisa menjelaskannya sekarang, karena di hati yang paling dalam pun Putry masih ada rasa cinta dan sayang untuk Phonapong.Tapi karena perbedaan keyakinan inilah membuat Putry semakin ragu untuk tetap bersama Phonapong dan juga desakan orang tua yang tak mau anak semata wayangnya memilih jalan yang salah.


Pikiran Putry pun semakin kalut dan bingung menghadapi situasi seperti ini.Disisi lain Putry masih sayang dan masih membutuhkan kehadiran dia, disisi lain lagi Putry tidak mau mengecewakan keluarganya dan tergelincir ke dalam lubang dosa serta menyeret orang tuanya.


Saat sedang melamun banyak pikiran ini, tidak sadar Putry ditegur oleh dosen karena tidak serius memperhatikan beliau mengajar.


Setelah tersadar dari lamunannya, Putry pun lanjut menyimak lagi apa yang diajarkan dosen itu.


Novita yang berada dikursi depan pun bertanya. "Put, kamu kenapa tidak konsentrasi gitu?banyak pikiran ya?"


"Lumayan Nov bikin pusing." jawab Putry kemudian.


"Ya sudah, nanti kalau sudah beres matakuliah ini kamu bisa ceritain segala unek-unekmu supaya tenang."


"Iya Nov,terimakasih ya sudah mengerti yang aku rasakan sekarang."


"Iya Put, sama-sama."


Mereka berdua pun melanjutkan menyimak mata kuliah itu dengan sampai selesai.

__ADS_1


Beberapa jam kemudian, Dosen pun telah selesai memberikan materi mata kuliah.Semua mahasiswa sudah boleh meninggalkan ruangan kelasnya.


Putry dan Novita pun meninggalkan kelas, saat akan meninggalkan kelas tiba-tiba Putry mengajak Novita untuk duduk di sebuah taman kecil area kampus dulu.Karena Putry ingin mengobrol intens empat mata dengan Novita di tempat yang tenang, mungkin Putry ingin mencurahkan segala isi hatinya yang selama ini bimbang kepada Novita sahabatnya itu.


__ADS_2