Bertemu Jodoh Di Thailand

Bertemu Jodoh Di Thailand
Bab 74 Berangkat Bareng Anggara


__ADS_3

Hari ini hari terakhir Putry berada di rumah, karena hari ini Putry akan berangkat lagi menuju Thailand.Putry tidak mau berlama-lama bolos kuliah, empat hari sudah cukup sepertinya untuk berkunjung pulang kerumahnya melepas rindu dengan keluarganya.Kali ini Putry berangkat lagi menuju Thailand tidak sendiri, tetapi ada yang menemani yaitu keponakannya tante Evelyn yang bernama Anggara. Putry berkenalan dengan Anggara baru beberapa hari yang lalu ketika Putry diajak oleh tante Evelyn untuk berkunjung ke rumahnya.


Pagi ini pun Putry sudah bersiap-siap untuk segera berangkat menuju ke Bandara Wiriadinata.Sebelum berangkat menuju bandara, Putry menunggu dulu Anggara karena Anggara akan berangkat bersama Putry.


Beberapa menit kemudian, Anggara pun datang ke rumah Putry ditemani Tantenya dengan memakai mobil pribadi milik tantenya.Sesampainya di rumah Putry,terlihat Putry beserta mami papinya sedang berada di depan rumah seperti yang sedang menunggu seseorang datang. Mobil tante Evelyn pun berhenti tepat di depan rumah Putry.


Begitu Anggara dan tante Evelyn keluar dari dalam mobil.Keluarga Putry pun langsung menyambut kedatangan Anggara dan tante Evelyn tersebut.


"Jeng Evelyn, A Anggara, akhirnya sudah sampai juga." sambut mami Tiara.


"Iya, maaf kalau sedikit agak telat ya, isi bahan bakar dulu soalnya." ucap Tante Evelyn sembari memohon maaf atas keterlambatan datangnya.


"Iya gak apa-apa kok, masih keburu perjalanan ke bandara kan dekat say, tidak memakan waktu satu jam."


"Yuk, neng Putry sudah siap belum, kita ke bandaranya bareng-bareng aja lah ya, tuh di jok tengah dan belakang masih kosong say, Pak Indrawan dan Bu bos kalau mau ikut silahkan." Tante Evelyn mempersilahkan tumpangan.


Putry, papi Indrawan beserta mami Tiara pun memasuki dalam mobil tante Evelyn.Koper milik Putry pun lalu disimpan ke bagasi mobil tante Evelyn.


Begitu semuanya sudah berada di dalam mobil, lalu mobil pun melaju menuju bandara.Dari rumah hingga bandara tidak lama hanya butuh beberapa menit saja.Ketika waktu didalam perjalanan pun tak hentinya mereka saling mengobrol.


Papi Indrawan yang pertama membuka obrolan, "A Anggara kerja di Thailand ya?" tanya papi Indrawan.


"Iya om, ini juga mau kembali bekerja lagi setelah mengambil cuti tahunan.Soalnya tahun kemarin tidak pulang dan tidak mengunjungi tante." jawab Anggara.


"Rumah dimana gitu?" Papi Indrawan pun lanjut menanyakan saking penasaran.


"Rumah di Garut om, kota dodol." jawab Anggara sambil sedikit bercanda.


"Oh orang Garut, om kira orang sekitar sini." ucap papi Indrawan.


"Bukan om, yang orang sini mah si tante yang lagi nyetir ini." Anggara sambil melirik sekilas tantenya yang sedang menyetir kendaraan roda empat itu.

__ADS_1


"Dia itu anaknya adik saya Pak, paling akrab sama suami saya, jadi sering datang ke Tasik sekedar main atau silaturahmi sambil sharing bisnis sama suami saya." tante Evelyn menimpali.


"Oh, begitu ya bu ceritanya." papi Indrawan menanggapi.


"Terus kerja di negara Thailand sana sudah lama?" tanya papi Indrawan lagi.


"Alhamdulilah, sudah lama dan sudah mulai betah, apalagi kalau sudah ada Putry disana mungkin makin betah deh saya." ucap Anggara sambil senyum.


"Ah, A Anggara bisa aja." ledek mami Tiara.


"Ih, serius bu, mungkin nanti jadi penyemangat saya disana." ucap Anggara dengan geer nya.


Ketika sedang asyik mengobrol dan membahas sesuatu yang tidak penting, mobil pun telah berada di depan bandara. Lalu, semua yang berada di dalam mobil itu bergegas mulai keluar satu-persatu dari dalam mobil. Untuk segera ke tempat tunggu penumpang.


Putry dan Anggara pun melakukan adegan peluk dan ciuman kening selama beberapa menit kepada keluarganya masing-masing sebagai bentuk perpisahan mau berjauhan lagi dengan para keluarganya.Papi Indrawan pun berpesan kepada Anggara, "A, tolong titip Putry disana ya,tolong jaga dia dari lengahnya pantauan kami orang tuanya disini."


"Iya om,saya akan berusaha untuk menjaga amanah om yang om titipkan kepada saya." ucap Anggara.


Putry dan Anggara pun berjalan menuju terminal B2 untuk masuk ke dalam pesawat yang akan ditumpangi.


Sementara, tante Evelyn dan mami papinya hanya bisa melihat dari kejauhan melihat keduanya sudah mulai berjalan cukup jauh untuk menuju ke tempat pesawat itu berada.


Ya, Putry pun akan meninggalkan kota kecil ini lagi, kota yang sudah melahirkan Putry kedunia ini dan yang sudah membesarkannya disini hingga semandiri ini.


Setelah ketemu pesawat yang akan ditumpanginya, lalu Putry dan Anggara pun bergegas masuk ke dalam pesawat itu.


Anggara pun memulai sedikit obrolan agar tidak terlalu kaku.


"Neng, waktu kemarin emang tidak takut pulang sendirian seperti ini?" tanya Anggara.


"Takut sih A, tapi ya mau gimana lagi gak ada yang menemani." jawab Putry.

__ADS_1


"Hmm, tenanglah kalau gitu yak, sekarang kan ada Aa yang mau bareng sama kamu."


"Iya A, terima kasih sudah mau bareng sama Putry."


"No handphone Aa masih ada kan neng?


"Masih ada A memangnya kenapa?"


"Nanti kalau sedang butuh Aa telpon aja ya, nanti A sempetin kesana."


"Iya A, duh jadi ngerepotin atuh nanti sama Aa."


"Engga kok neng, Aa engga direpotkan sama sekali kok, jadi santai aja ya."


"Terima kasih ya A udah baik sama Putry." ucap Putry berterima kasih kepada Anggara.


"Iya,sama-sama neng."


"Oiya, neng teh kuliah di Bangkok university kan ya?" lanjut Anggara lagi sambil bertanya sesuatu.


"Iya A, memangnya kenapa ya?" tanya Putry penasaran.


"Dari tempat Aa kerja dan mess Aa tidak jauh kok dari situ,neng!" jawab Anggara menjelaskan.


"Oh gitu ya A, kapan-kapan lewat aja ke kampus neng kalau gitu."


"Iya neng, insya allah ya."


Setelah mengobrol lumayan agak lama, lalu pesawat pun mulai akan take off menuju tempat tujuan.Para pramugari dan pramugara pun mulai terlihat sibuk memberikan pengarahan bagi penumpang pesawat. Ada yang sibuk memberikan pengarahan sabuk pengaman, tata cara menghidupkan video di dalam kabin ketika bosan, cara menghidupkan dan mematikan ac di dalam kabin, maupun yang sibuk mengantarkan makanan dan minuman kepada para penumpang serta memberikan selimut bagi penumpang yang ngantuk mau tidur.


Pesawat pun mengudara sekitar kurang lebih selama tiga puluh menit untuk mencapai kota Jakarta.Lumayan agak lama bisa untuk makan lalu rebahan dulu di dalam pesawat. Nanti kalaupun sudah di tempat tujuan para pramugari dan pramugara akan memberikan pengumuman melalui speaker yang berada di kabin.

__ADS_1


__ADS_2