
Beberapa menit kemudian, Putry dan Anggara pun telah sampai di rumah Putry, Rumah kelihatan begitu sepi terlihat dari luar.Rupanya papi dan mami sedang sibuk menyiapkan untuk acara tahlilan nanti malam,Pintu pun diketuk.
Tok..
Tok..
Lalu pintu pun dibuka.
Ceklek
Mami Tiara langsung menyambut kedatangan anaknya itu, "Eh, anak mami yang cantik sudah pulang."
"Iya mam, kan kata mami pulangnya jangan terlalu sore." ucap Putry.
"Itu siapa yang diluar, antar kamu pulang?suruh ajak ke dalam dong." Mami Tiara pun menyuruh Putry untuk mengajak masuk Anggara ke dalam rumah.
"Oh itu, itu Anggara keponakannya tante Evelyn." ucap Putry lagi.
Lalu, mami Tiara pun berjalan keluar menghampiri Anggara dan mengajaknya untuk masuk ke dalam rumah dulu.Karena tidak baik tamu dibiarkan saja diluar tidak disuruh masuk ke dalam rumah.
"A diluar saja, kenapa tidak masuk ke dalam rumah?" tanya mami Tiara.
"Eh tante, gak apa-apa da niatnya cuma mau nganterin Putry saja." jawab Anggara sambil mencium tangan mami Tiara.
"Masuk yuk, minum dulu ngobrol dulu." ajak mami Tiara.
"Ya sudah kalau gitu, aku masuk kedalam ya tan."
"Iya, silakan duduk A, tapi maaf kalau berantakan, sedang persiapan acara buat nanti malam."
"Iya tante, tidak apa-apa kok."
Lalu, Anggara pun masuk ke dalam rumah dan berjalan menuju ruang tamu. Lalu, Anggara pun duduk di sofa yang berada di ruang tamu itu.Tanpa disuruh, Bi Laksmi pun muncul dengan membawa nampan berisi minuman.Lalu, air minum yang berada didalam gelas yang diatas nampan itu ditaruh diatas meja.
"Silakan A diminum dulu minumannya." Bi Laksmi mempersilakan Anggara untuk minum.
"Iya bi, terima kasih ya, duh jadi ngerepotin."
__ADS_1
"Engga ngerepotin kok A wajar sebagai tamu."
Mami Tiara pun lalu menghampiri Anggara dan mengajaknya mengobrol karena Putry masih di lantai atas belum turun lagi.
"A itu yang diceritain tantemu yang kerja di Thailand itu ya?" tanya mami Tiara.
"Iya tante benar, sekarang lagi cuti paling besok kembali berangkat lagi kesana." jawab Anggara.
"Kalau begitu, barengan saja berangkatnya dengan Putry gimana? Biar Putry ada temannya dijalan nanti."
"Maunya sih gitu tante, memangnya Putry berangkatnya kapan tante?" tanya Anggara.
"Besok juga sepertinya, tapi nanti tante tanyakan lagi deh." jawab mami Tiara.
"Iya tante siap." Anggara pun menyanggupi.
Ketika Anggara dan maminya Putry asyik mengobrol, Putry pun lalu turun dari lantai atas melewati tangga.
"Pada ngobrolin apa nih?sepertinya seru, aku ikut gabung dong." ucap Putry.
"Sini nak, duduk disini." Mami Tiara menyuruhnya duduk dan ikut bergabung dengan mereka.
Lalu mami Tiara pun bertanya pada Putry, "Put, berangkat lagi ke Thailand mau kapan?"
Putry pun menjawab, "Besok mam."
"Nah, bareng saja ya sama Anggara berangkatnya gimana? Biar ada teman ngobrol nanti dijalan." mami Tiara memberikan saran.
"Boleh, jadi besok Aa kesini aja dulu ya jemput aku." ucap Putry menyuruhnya Anggara untuk menjemput Putry besok pagi untuk sama-sama menuju Bandara Wiriadinata.
Biar lebih cepat, dari Tasikmalaya menuju Jakarta memakai pesawat saja terus nanti sesampainya di Jakarta naik taksi online untuk menuju bandara Soekarnohatta Tangerang.
Saat sedang berunding, nanti besok bagaimana.Lalu, Papinya Putry muncul dari arah belakang.
"Eh, ada tamu rupanya, ini siapa ya?" tanya papi Indrawan.
Lalu, Anggara pun langsung berdiri dari duduknya dan memberikan salam kepada papinya Putry itu.
__ADS_1
"Asalamualaikum, Om perkenalkan ini aku Anggara keponakannya tante Evelyn." ucap Anggara sambil mengulurkan tangan untuk berjabat tangan.
"Oh, keponakannya Ibu Evelyn ya, lagi liburan kah A disini?" tanya papi Indrawan berbasa basi sekaligus penasaran.
"Iya om, saya keponakannya kebetulan sedang cuti beberapa hari dan rencana mau berangkat ke Thailand lagi besok om." jawab Anggara.
"Kalau begitu, bareng saja dengan anak saya." ucap papi Indrawan.
Disaat Anggara akan membalas ucapan papi Indrawan, mami Tiara pun memotong pembicaraan mereka.
"Memang dari tadi kita bertiga membahas ini pih."
"Oh begitu, pantas saja asyik mengobrol bertiga." ucap papi Indrawan.
"Kalau begitu, saya izin pamit ya tante dan Om, sudah sore soalnya nanti besok saya kesini lagi buat jemput Putry biar berangkat bareng." ucap Anggara sembari memohon pamit kepada kedua orang tuanya Putry.
"Loh kenapa buru-buru banget A?" tanya mami Tiara.
"Saya mau beres-beres dan packing baju juga soalnya tante buat besok." jawab Anggara.
"Ya sudah kalau begitu, hati-hati dijalan ya A, terima kasih sudah mengantar Putry." ucap papi Indrawan.
"Iya om sama-sama, Asalamualaikum." ucap Anggara sambil bersalaman kepada kedua orang tuanya Putry.
"Neng, A pulang dulu ya." ucap Anggara kepada Putry.
"Iya A hati-hati dijalan."
Anggara pun lalu beranjak dari sofa ruang tamu.Lalu, berjalan menuju ke depan dan menghidupkan motornya setelah mesin motornya menyala dan hidup, lalu motor Anggara pun melaju menuju jalanan meninggalkan rumah Putry.Begitu Anggara sudah pulang, papi Indrawan pun mengobrol dengan mami Tiara.
"Mam, mending Putry dengan Anggara daripada dengan orang Thailand itu, dia seiman dengan kita dan kelihatannya baik orangnya."
"Iya pih, mami juga sependapat dengan papi, Putry juga kelihatannya sudah merespon dan mulai akrab dengan Anggara." ucap mami Tiara merespon pendapatnya papi Indrawan.
Di rumah Putry pun sudah mulai banyak kerabat, para tetangga dan saudara yang berdatangan.Karena acara tahlilan sebentar lagi akan segera dimulai.Rumah pun sudah mulai riuh dengan suara lantunan ayat suci yang menggema.Putry pun turut serta ikut dalam acara pengajian dan tahlilan itu dengan memakai gamis warna hitam.
Sudah datang pula kyai yang akan memimpin acara tahlilan itu.Para tamu dari mulai tetangga sekitar, kerabat hingga saudara sudah duduk di lantai rumah beralaskan karpet penuh satu rumah hingga menuju ke halaman depan pun dipenuhi oleh yang ingin mengikuti pengajian disertai doa bersama itu.
__ADS_1
Hingga acara pun selesai, para tamu yang menghadiri acara pengajian dan doa bersama itu diberikan bingkisan menarik yang berupa makanan siap saji dari restoran, snack cemilan dan juga uang tunai yang berjumlah lumayan sebagai bentuk wujud terima kasih karena sudah mendoakan yang telah meninggal dunia.Satu-persatu para tamu pun meninggalkan rumah pak Indrawan menuju ke rumahnya masing-masing karena acara telah selesai tinggal acara hari keempat dan kelima untuk besok dan juga lusa.
Mami Tiara pun yang semula sangat terpuruk. Kini, sudah mulai bangkit kembali dan sudah bisa pelan-pelan mengikhlaskan kepergian almarhumah mertuanya yang sangat disayanginya itu.