
Sesudah pulang dari pusat perbelanjaan, Putry lalu membereskan barang-barang yang dibeli didalam jinjingan itu kedalam lemari satu-persatu.Lumayan ada yang belanjain jadi uang bulanan yang selalu ditransfer papi pun awet.
Putry kalau dikasih memang selalu diterima cuma kalau Putry yang minta-minta ke cowok kayaknya itu bukan type Putry deh! Sudah beres, lalu Putry pun rebahan diatas tempat tidur sambil memegang handphonenya.Berharap ada kabar dari Anggara, namun sampai saat ini pun belum juga ada kabarnya sudah dua jam Putry menunggu.
Putry menuangkan air kedalam gelas pun ada perasaan tidak enak dihatinya.Putry pun menjadi gelisah, berharap tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan dengan Anggara.
Ketika Putry akan menyalakan televisi, handphone pun bergetar.
Deeeerrrtt...deeeeerrrttt..
Begitu dilihat layarnya, no teleponnya asing seperti bukan no handphone pada umumnya.Tapi no kantor atau no instansi yang lain.
Karena penasaran, lalu Putry mengangkat telepon itu.Begitu diangkat ternyata telepon dari rumah sakit mengabarkan yang mempunyai handphone ini mengalami kecelakaaan bersama taksi yang ditumpanginya.Supir dan penumpangnya atas nama Anggara mengalami luka-luka yang cukup serius.
Pihak rumah sakit mendapatkan dompet yang berisi atm,ktp,dan juga kartu penting yang lain juga satu buah handphone dari salah seorang warga yang kebetulan melintas dan membantu mengevakuasi korban kecelakaan itu.Karena takut disalahgunakan, maka warga tadi menyerahkan dokumen penting beserta barang korban kecelakaan itu kepada pihak rumah sakit.
Berharap nanti ada pihak keluarga atau rekan yang mengenal korban yang menyelesaikan administrasi dan menjenguknya.
Saat dikasih tahu mengenai informasi kecelakaan itu dari pihak rumah sakit, Putry langsung syock tak percaya akan kejadian itu.Karena baru saja dia dan Putry bertemu.
Lalu, Putry pun segera menuju ke rumah sakit untuk memastikan yang mengalami kecelakaan itu Anggara atau bukan.
Putry pun lalu bersiap-siap dan langsung bergegas berangkat menuju rumah sakit yang dimaksud pihak rumah sakit di telepon itu dengan memesan taksi online.
Beberapa menit kemudian, Putry pun sampai di rumah sakit yang dimaksud.Dan Putry masuk ke dalam rumah sakit itu dengan bertanya di ruangan admistrasinya dimana Anggara dirawat, setelah mendapat informasi, Putry pun segera menuju ke ruangan ugd atau unit gawat darurat.
Begitu sampai didepan pintu, Putry pun terlihat gelisah karena masih ada dokter yang sedang memeriksa kondisi pasien kecelakaan itu.Begitu dipersilahkan masuk oleh dokter, karena Putry mengaku rekan terdekatnya.Ketika Putry masuk ke dalam, alangkah terkejutnya kondisi Anggara luka di tangan dan kakinya serta kepala yang berdarah sepertinya bekas benturan.
Putry pun berteriak saat itu juga."A Anggara.....!!!!!!"
"Kenapa jadi begini A? Apa yang terjadi dengan Aa?" tanya Putry sambil menangis tersedu-sedu.
Perawat disana pun berusaha menenangkan Putry yang masih menangis histeris itu.
Putry yang masih syock itu lalu pingsan dan para perawat disana pun panik karena belum ada anggota keluarganya yang membesuk.
__ADS_1
Tiga puluh menit kemudian, setelah kondisi Putry dinyatakan membaik, lalu Putry pun disuruh mengabarkan kepada anggota keluarganya.Karena Putry hanya punya no handphone tante Evelyn saja, maka Putry pun hanya mengabarkan tante Evelyn saja.Berharap nanti tante Evelyn yang akan mengabarkan kepada orangtuanya yang berada di Garut itu.
Handphone pun diambil dari tasnya, dalam keadaan masih menangis lalu Putry pun menelepon tante Evelyn.
Tidak berlangsung lama, telepon itu diangkat oleh Tante Evelyn.
Putry : Hallo, asalamualaikum Tante Evelyn huhuhu.
Tante Evelyn : Waalaikumsalam, kenapa Put telepon sambil nangis gitu? Ada masalah dengan Anggara?
Putry : Anggara Tante...huhuhu.
Tante Evelyn : Iya, Ada apa dengan Anggara? Coba cerita.
Putry : Anggara ke-ce-la-kaan tante huhuhu.
Tante Evelyn : Apa? Anggara kecelakaan? Sekarang Anggara nya dimana Put?
Putry : Sudah berada di rumah sakit tante, di ruang ugd.
Tante Evelyn : Iya sudah terima kasih ya Informasinya, nanti tante kabarkan ke orang tuanya biar langsung terbang kesana.
Tut..tut..lagi mengobrol dengan tante Evelyn tiba-tiba daya baterainya habis.
Lalu, Putry pun mengambil chargeran dari dalam tasnya.Dan Putry pun kembali duduk disamping tempat tidur yang Anggara tempati, sesekali sembari menangis histeris kembali.
"Aa bangun A...ini Putry disini,tolong sadar A huhuhu."
Semalaman ini Putry akan berada di rumah sakit untuk menemani Anggara yang sampai saat ini belum sadar juga.
Mungkin tante Evelyn sekarang sedang berusaha untuk ngasih kabar ke kedua orangtuanya bahwa anak tercintanya berada di rumah sakit dengan disekujur tubuh penuh luka dan pasti Anggara pun disini menahan perih.
Sambil menunggu handphone yang sedang di charger, tak henti-hentinya Putry berdoa supaya Anggara cepat segera sadar kembali. Lalu beberapa menit kemudian tante Evelyn kembali menghubungi Putry.
Tante Evelyn : Asalamualaikum Put.
__ADS_1
Putry : Waalaikumsalam tante, gimana sudah dikabari pihak orangtuanya tan?
Tante Evelyn : Alhamdulilah sudah, oiya, nama rumah sakitnya apa ya Put? Nanti besok Insya allah kami akan berangkat kesana.
Putry : Nama rumah sakitnya Bangkok Hospital tante, tapi maaf kalau besok Putry tidak bisa menjemput ke bandara, soalnya Putry kuliah tante mana mau uts juga.
Tante Evelyn : Iya gak apa-apa, nanti kami naik taksi online saja, gimana keadaannya sekarang sudah sadar belum Anggara Put?
Putry : Masih belum sadar sama sekali huhuhu.
Tante Evelyn : Ya sudah jangan nangis Put, doakan saja supaya lekas sadar dan sehat kembali.
Putry : Iya tante, sudah dulu ya tante teleponnya asalamualaikum.
Tante Evelyn : Waalaikumsalam.
Sambungan Telepon pun terputus dan telepon dari tante Evelyn pun ditutup.Kini Putry melihat Anggara sudah mulai membuka mata sedikit demi sedikit.
"A-ku di-mana?" tanya Anggara seperti yang sesak.
"Aa sudah sadar? Sekarang Aa lagi dirumah sakit A." jawab Putry.
"Ke-na-pa a-pa yang ter-ja-di?" tanya Anggara tapi masih berat dan sesak.
"Sudah ya A jangan kebanyakan gerak dan kebanyakan berbicara dulu, kata dokter harus istirahat."
"Putry akan disini jagain Aa, jadi tenang ya." lanjut Putry lagi.
Putry lihat jam di dinding sudah menunjukan pukul dua belas malam.Putry berpikir bagaimana besok Putry harus pulang ke asrama dan harus menuju ke kampus.
Mana Putry tidak kenal dengan teman se mesnya Anggara.
Tapi, tidak lama kemudian handphone Anggara berbunyi sepertinya ada pesan melalui aplikasi hijau. Lalu, handphone itu Putry ambil dan Putry buka aplikasi hijaunya dan Putry lihat pesan di aplikasi hijaunya lalu Putry pun membalas pesan di aplikasi hijau tersebut.
Anggara
__ADS_1
[ Anggara kecelakaan, saat ini sedang berada di Bangkok Hospital ruang mawar lantai satu.Mohon bagi temannya segera membesuk karena saya ada keperluan sebentar mau pulang ke asrama. By: pacarnya.]
Pesan pun terkirim beberapa detik yang lalu.