Bertemu Jodoh Di Thailand

Bertemu Jodoh Di Thailand
Bab 40 Mengajak Putry ke Park Zoo


__ADS_3

Setelah pulang dari minimarket dengan Novita jam sepuluh pagi tadi, beberapa jam kemudian ada notifikasi pesan masuk ke handphonenya Putry.


Rupanya pesan itu datang dari Phonapong sang pujaan hati Putry yang paling disayangi.


Phonapong ngajak Putry jalan-jalan ke Park Zoo hari ini,Lalu Putry pun segera lanjut bergegas siap-siap karena akan dijemput duapuluh menit lagi.


Duapuluh menit kemudian, Phonapong sudah sampai di depan asrama Putry lalu Phonapong pun membunyikan suara klakson motornya.


Tid..


Tid..


Begitu mendengar suara bunyi klakson dari luar, Putry pun lalu keluar dan menghampiri Phonapong.


"Sayang, tumben nunggu diluar biasanya suka masuk dulu."


Phonapong pun menjawab ucapan Putry itu.


"Iya sayang,aku lagi malas buka sepatu jadi nunggu diluar deh, biar langsung berangkat."


"Oh begitu, ya sudah ayo kita berangkat, aku sudah siap kok ini dari tadi."


"Ini helm nya dipakai dulu sayang." Phonapong pun memberikan helm itu ke Putry untuk segera dipakaikan.


Setelah helm itu terpasang dikepala nya Putry, lalu Phonapong pun segera menghidupkan motornya dan bergegas untuk melaju di jalanan.Butuh waktu tiga puluh menit untuk bisa sampai ke Park Zoo atau kebun binatang itu.


Kebetulan hari ini hari libur, suasana di jalanan pun agak ramai karena banyak orang yang akan berlibur juga.


Tiga puluh menit kemudian, mereka berdua sudah sampai di depan pintu masuk Park Zoo.Lalu Phonapong memarkirkan dulu motornya di parkiran, sedangkan Putry menunggu di depan loket tiket masuk.


Begitu Phonapong kembali ke tempat loket tiket masuk, Phonapong lalu memesan dua tiket ke petugas tiket.


Suasana di dalam Park zoo itu sedang ramai karena dalam rangka tahun baru juga dan anak-anak sekolah sedang libur juga.Jadi otomatis pengunjung membludak dua kali lipat dari hari biasa.


Setelah memesan tiket dan membayar tiket itu ke petugas loket,lalu Phonapong dan Putry pun segera memasuki Park Zoo.Pertama yang mereka kunjungi adalah kandang buaya.Phonapong pun berkata kepada Putry.


"Sayang,lihat deh itu..kalau lelaki yang suka main-main perempuan disebut apa? "

__ADS_1


Putry pun langsung menjawab pertanyaan konyol Phonapong dengan gelak tawa.


"Ya disebut itu tuh sayang..disebut buaya."


"Loh kok buaya sayang?" Phonapong pun bertanya kembali.


"Iya seperti itu,ganas sekali." jawab Putry sambil tertawa kecil.


"Oke..oke..biar aku tidak disebut buaya, mending aku jadi lelaki setia aja deh ya sayang."


"Cuma kamu yang ada di hati aku." lanjut Phonapong lagi sambil memegang tangan Putry.


"Tuh ya mulai deh sayangku mulai gombal." ledek Putry.


"Issh beneran kok sayang,cuma kamu gak ada yang lain."


"Lagipula aku gak mau disebut buaya seperti itu yang mulutnya menganga terus." lanjut Phonapong sambil menunjuk buaya yang sedang berada di kandang itu.


"Iya sayang,aku pegang ya janjinya." ucap Putry sambil melirik ke arah Phonapong.


Tempat yang kedua ini adalah kandang si raja hutan,siapa lagi kalau bukan singa.


Hewan itu sedang diam sambil mulutnya mengaum-ngaum seperti lapar.Rupanya hewan itu belum dikasih makan karena stok daging untuk dia makan sedang kosong, dan baru saja petugas park zoo itu datang membawa stok daging dan seketika daging itu langsung disambar oleh singa yang sedang kelaparan.


Karena dinilai berbahaya, petugas park zoo pun akhirnya melarang para pengunjung untuk dekat dengan kandang.Dan dihimbau untuk segera menjauh dan pindah ketempat lain.


Akhirnya, Phonapong dan Putry pun pindah menuju ke tempat penangkaran burung.Terlihat disana burung-burung berwarna-warni yang sangat indah sedang beterbangan.Terlihat pula ada burung kakaktua yang sedang berkicau diatas ranting pohon,juga burung hantu yang matanya seperti mengawasi pengunjung.


Lalu tiba-tiba ada burung kakaktua yang hinggap di pergelangan tangan Putry, tidak membutuhkan waktu lama segera Phonapong mengambil handphone lalu membuka fitur kamera untuk segera mempotretnya.


Karena menurutnya, momen ini sangat langka makanya harus diabadikan supaya menjadi sebuah kenangan di hari nanti.


Putry pun berucap.


"Sayang,indah banget ini tiba-tiba ada burung hinggap di tanganku." sambil memamerkan burung yang ada di pergelangan tangannya.


"Iya sayang,aku poto ya supaya jadi kenangan.Momen yang sangat langka ini." ucap Phonapong.

__ADS_1


"Iya boleh sayang,maaf ya sementara kamu jadi photografer dulu." ucap Putry sambil terus berpose.


"Tidak apa-apa sayangku,asalkan kamu bahagia aku sudah cukup senang."


"Gitu dong tersenyum ya biar tambah cantik." lanjut Phonapong lagi.


Begitu selesai pemotretan,lalu burung-burungnya pun sepertinya mulai mengikuti arahan pawangnya.


Kemudian, Putry dan Phonapong menuju ke tempat lain lagi untuk melihat hewan lain yang belum dilihat.


Lalu tibalah ke kandang Jerapah,terlihat leher yang sangat panjang juga kulitnya yang belang hitam putih seperti zebra cross yang selalu terlihat di jalanan.


Berputar lagi ke kandang Unta, hewan yang satu ini merupakan hewan khas dari tanah arab.Lebih tepatnya lebih suka di padang yang bergurun dan hewan ini tahan terhadap suhu panas ektreme.


Baru lima menit,Putry pun lalu berucap ke Phonapong.


"Sayang,aku ingin melihat pertunjukan lumba-lumba."


"Yuk sayang,lewat jalan kesana ya lewat lorong itu."


Mereka pun berjalan menuju tempat pertunjukan lumba-lumba melewati sebuah lorong yang gelap.


Setelah berjalan-jalan melewati sebuah lorong,lalu tibalah mereka berdua tiba di sebuah pertunjukan lumba-lumba,mereka pun duduk ditempat yang disediakan.Nampak sorak sorai penonton yang melihat pertunjukan atraksi lumba-lumba itu.


Lumba-lumba yang sudah dilatih oleh seorang pawang sangat pintar dan lincah begitu diarahkan oleh pengarah pertunjukan.


Bisa melompat diatas api, bisa menghitung angka, dan juga menciumi pengarah.Sungguh sangat menakjubkan dan menggemaskan tingkah lumba-lumba itu.


Tiga puluh menit atau setengah jam pertunjukan itu berlangsung sangat meriah.Penonton pun terlihat sangat membludak ingin menyaksikan pertunjukan lumba-lumba itu.


Tiga puluh menit pun berlalu, lumba-lumba pun sepertinya kelelahan dan kelaparan butuh istirahat dan makan.


Pertunjukan pun selesai dan pengarah pertunjukan pun pamit dari hadapan para penonton.


Penonton disana pun satu persatu berduyun-duyun meninggalkan lokasi pertunjukan, termasuk Phonapong dan Putry yang keluar dari tempat itu belakangan.Menunggu dulu orang yang duduk paling depan keluar duluan.


Setelah menonton acara pertunjukan itu,Phonapong pun mengajak ke sebuah cafe untuk berteduh karena hari mulai semakin siang matahari sudah semakin meninggi juga kondisi perut yang lapar dan haus minta diisi.Putry pun sepertinya sudah mulai kelelahan ingin istirahat, sedari tadi berjalan-jalan terus kaki pun semakin mulai pegal dan mulai terasa sakit,Phonapong hendak mau memijitnya namun Putry menolak katanya ingin duduk saja.

__ADS_1


__ADS_2