
Tante Evelyn beserta rombongan keluarga Anggara telah sampai di Bangkok.Dan tante Evelyn beserta keluarganya langsung berkunjung menuju ke sebuah rumah sakit terbesar di Bangkok yaitu Bangkok hospital.
Setelah bertanya-tanya di ruang administrasi rumah sakit, akhirnya ketemu juga ruangan rawat yang ditempati Anggara di rumah sakit tersebut.
Begitu sampai di depan pintu ruangan, ibu bapaknya Anggara langsung histeris.Dan mereka pun lalu masuk ke dalam ruangan rawat inap tempat Anggara di rawat.
Putry yang berada di tempat itu langsung kaget begitu keluarganya Anggara datang menjenguk.
Tante Evelyn pun memperkenalkan Putry kepada kedua orang tuanya Anggara.
"Kak Ridwan dan Kak Resvita ,perkenalkan ini Putry yang Evelyn maksud." ucap Tante Evelyn kepada kedua orang tuanya Anggara.
"Oh, jadi ini ya yang sedang dekat dengan Anggara, salam kenal ya nak." ucap tante Resvita ibunya Anggara.
"Om juga ngucapin salam kenal ya dan terima kasih juga sudah jaga anak kami." ucap om Ridwan.
"Iya om dan tante sama-sama, salam kenal dari saya."
"Karena om dan tante sudah datang, izinkan saya pamit ya." lanjut Putry.
"Loh mau kemana? Kok buru-buru amat?" tanya tante Resvita.
"Saya mau pulang ke asrama belum mandi juga dan besok saya harus masuk kuliah om dan tante." ucap Putry sambil pamitan kepada kedua orang tua Anggara juga tante Evelyn.
"Ya sudah kalau gitu, hati-hati dijalan ya nak, besok kalau tidak sibuk kesini lagi." ucap tante Resvita.
"Iya, sekalian kita mau ngobrol-ngobrol juga." ucap om Ridwan.
"Pasti om tante, nanti besok sepulang kuliah saya mampir lagi kesini kok, pokoknya om dan tante santai aja yah."
Lalu Putry pun diantar oleh tante Evelyn menuju depan rumah sakit sampai Putry mendapatkan taksi.
Sudah malam juga tante Evelyn pun khawatir Putry pulang sendirian.Tapi Putry pun bisa meyakinkan tante Evelyn, bahwa Putry bisa jaga diri dan akan pulang menuju asrama dengan selamat.
__ADS_1
Begitu Putry mendapatkan taksi, Tante Evelyn pun berpesan "Hati-hati dijalan ya Put, pulang ke asrama dengan selamat dan utamakan jaga diri."
"Iya tante, terima kasih sudah merhatiin, aku pamit ya tante besok siang pasti besuk kesini lagi." ucap Putry.
Lalu Putry pun masuk ke dalam taksi dan taksi pun lalu melaju meninggalkan rumah sakit itu dan sekarang telah berada dijalan raya untuk menuju ke arah asrama dimana Putry tinggal.
***
“Hufft..lelah sekali hari ini, mana badan lengket belum mandi.” ucap Putry dalam hati.
Beberapa menit kemudian, taksi pun telah sampai di depan asrama.Karena malam itu jalanan agak lengang jadi perjalanan pun cepat sampai dan beruntungnya selamat sampai tujuan.
Lalu Putry pun turun dari taksi itu dan memberikan ongkos kepada supir begitu sampai di asrama.
Setelah Putry turun dari mobil taksi itu, Putry pun lalu bergegas memasuki kamar asramanya.Dan mobil taksi yang tadi ditumpangi Putry melaju lagi menuju jalan raya dan mencari penumpang yang lainnya.
Begitu Putry memasuki kamar asrama, lalu Putry pun segera mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi.Seharian berada di rumah sakit takut banyak virus yang hinggap ditubuhnya Putry dan tubuh Putry pun lengket kena keringat sangat tidak nyaman juga.Dan dia pun segera membersihkan tubuhnya dengan air serta memakai sabun supaya bersih sempurna.
Setelah selesai mandi, lalu Putry pun memakai baju tidur dan segera membaringkan tubuhnya ke atas tempat tidur.Putry perlu istirahat malam ini supaya besok fit kembali bisa beraktifitas kembali.
Segera Putry menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu dan Putry pun langsung melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim dan tak lupa Putry pun senantiasa mendoakan untuk kesembuhan Anggara kekasih barunya.
Dan kelihatannya orang tuanya Anggara sangat hangat dan bisa menerima dirinya.Tinggal menunggu waktu yang pas bagi keduanya untuk saling meminta restu agar hubungan cintanya bisa melangkah ke jenjang yang lebih serius lagi.
Pagi ini, seperti biasa Putry sarapan dulu, kali ini Putry memasak nasi goreng karena pagi ini Putry sedang malas keluar.Setelah beres sarapan, lalu Putry diam dulu sebentar karena jam masuk ke kampus masih lama jadi dia masih punya banyak waktu untuk santai.
Setelah melihat jam yang terpasang di dinding sudah menunjukan pukul tujuh pagi, barulah Putry berangkat menuju kampus tercintanya. Hari ini Putry berangkat ke kampus naik taksi.
***
Beberapa jam kemudian, Putry pun telah sampai di kampus.
Dari kejauhan nampak Novita datang menghampiri.
__ADS_1
Begitu sudah dekat, Novita pun berucap "Aku kira kamu masih di rumah sakit, makanya aku tinggal, maaf ya."
"Gak apa-apa kok, aku pulang karena di rumah sakit sudah ada keluarganya yang jenguk Nov." timpal Putry.
"Memangnya keluarga Anggara sudah datang Put? terus gimana kamu kenalan gak sama orang tuanya?" tanya Novita.
"Sudah datang kok kemarin, ya aku sudah kenal sama orangtuanya." jawab Putry.
"Syukurlah, sepertinya akan ada sinyal lampu hijau nih." goda Novita kemudian.
Putry tak menanggapi, dia malah mengajak Novita untuk segera memasuki kelas.
"Yuk ah kita masuk kelas, sudah jam berapa ini." ajak Putry sambil melirik jam di pergelangan tangannya.
Dan akhirnya mereka berdua pun berjalan untuk menuju ke kelas.
Begitu Putry menginjakan kaki di kampus, sepertinya aman tidak akan ada lagi si nenek lampir yang selalu sewot kalau bertemu dengan dirinya.Karena sepertinya Phonapong juga sekarang sedang libur setelah beres mengikuti ujian sidang skripsi dan tinggal menunggu untuk acara wisuda pelepasan saja.
“Aman..” ucap Putry agak keras sehingga menimbulkan tanda tanya bagi Novita.
"Apanya yang aman Put?" tanya Novita penasaran.
"Eh nggak kok, nggak apa-apa." jawab Putry gelagapan.
"Aku kira apa." ucap Novita lagi.
Di kampus, hari ini Putry akan ada dua matakuliah, setelah hari sebelumnya ada mata kuliah yang tidak masuk dan minta diganti menjadi ke hari ini.
Jadi, hari ini Putry pulang siang sekitar jam duabelas.
Putry pun sudah janji, sepulang dari kampus akan kembali menuju ke Rumah sakit untuk menjenguk Anggara kembali.Dan juga orang tuanya ingin mengobrol juga dengan Putry.
Entah obrolan apa yang akan dibahas oleh kedua orang tuanya Anggara itu, Putry pun semakin deg degan saja tidak karuan.
__ADS_1
Ketika sedang dikelas pun Putry tidak tenang dan merasa gelisah ketika sedang memperhatikan dosen mengajar.
Untung saja dosen tersebut tidak melihat gerak-gerik Putry.Jadi Putry pun terbebas dari hukuman sang dosen tersebut.