
Setelah Phonapong beres kkn,lulus sidang skripsi dan beres wisuda.Kini, Phonapong akan menjalani acara lamaran dengan calon istri yang telah dipilihkan oleh keluarganya.
Saat mendapatkan kabar mengejutkan ini,Putry tidak kaget sama sekali.Biarlah mungkin dengan dia Phonapong mantan pacarnya itu berjodoh.Putry hanya bisa mendoakan yang baik-baik saja.
Kabar ini pun Putry dapatkan dari teman Phonapong sewaktu masih menjadi mahasiswa, dan secara kebetulan juga temannya ini diundang oleh Phonapong.Tadinya temannya ini mengajak Putry untuk pergi kesana, namun Putry menolak karena merasa sudah bukan siapa-siapa lagi, sudah bukan urusannya lagi dan ingin menghargai bahwa sekarang Putry sudah ada seseorang pengganti.
Akhirnya, Putry menitipkan satu buah karangan bunga sebagai bentuk perpisahan untuk yang terakhir kalinya dan sebagai bentuk kenangan.Tapi yang Putry tulis di karangan bunga tersebut bukan nama asli dia melainkan nama panggilannya agar tidak diketahui identitasnya.
Karangan bunga pun sudah jadi, Putry pun menyuruhnya untuk datang ke asramanya mengambil karangan bunga itu.
Nama teman Phonapong itu adalah David.David pun kini telah sampai di depan asramanya Putry.
Putry pun kemudian keluar tanpa perlu David membuka pintu dulu.
"Put, karangan bunga mana yang ingin kau kirim?" tanya David.
Oiya,sekedar informasi David ini asli Medan jadi logat bataknya kental.
"Yang itu Vid, tolong nanti kamu kasihkan ke dia ya." Putry pun memberikan pesan kepada David.
"Kenapa tidak kau saja yang kasih Put?malas kali aku."
"Tolonglah kali ini saja Vid bantu aku,setelah ini aku gak akan minta bantuan kamu lagi karena aku pun cepat atau lambat akan pulang ke Indonesia."
"Kenapa kau pulang Put?tak betahkah kau disini?"
"Aku mau pulang meneruskan bisnis papiku disana,setengahnya aku yang akan pegang saham itu."
"Oke baiklah akan aku bantu kau."
"Nah,begitu baru itu yang dinamakan teman,terima kasih ya David."
"Iya Put,sama-sama."
"Apa ada lagi?"tanya David lagi.
"Oh sudah itu saja yang kamu bawa."
"Oke, kalau gitu aku permisi dulu ya Put."
"Iya David silahkan."
David pun pergi dengan menggunakan mobil honda brio merah tak lupa karangan bunga kecil dia masukan ke dalam bagasi belakang mobilnya.
Setelah mobil David melaju ke jalanan mengarah ke rumahnya calon istri Phonapong.
Kini Putry pun bersantai di asramanya karena urusannya dengan David sekarang sudah beres.
__ADS_1
Tak berselang lama,David pun kembali mengabarkan melalui pesan singkat lewat aplikasi hijau.
David
[Put, kiriman kau sudah aku taro di sini.]
David pun mengirimkan 1 buah jepretan poto sebagai bukti.
Putry
[Oke bagus,terima kasih oh iya, sebagai tanda ucapan terima kasihku, aku ada sedikit rezeki untukmu.]
David
[Apa itu?]
Putry
[Ada no rekening? ]
David
[Ada, tapi buat apa?]
Putry
David
[BeCeA 25874851265 ,itu no rek nya Put.]
Putry
[emot jempol]
Beberapa menit kemudian,masuklah notif di aplikasi mbanking milik David.David pun lalu berkirim pesan kembali.
David
[Terima kasih ya,transferannya nyampe,rezekimu semoga lancar selalu.]
Putry
[Aamiin, sudah ya urusan kita udah selesai, terima kasih sudah membantuku dan maaf merepotkanmu.]
David
[Oke siap, tenang aja gak masalah.]
__ADS_1
Setelah saling berkirim pesan, sekarang handphone Putry pun di charger dulu karena baterainya low.
Sambil menunggu handphonenya terisi daya kembali,Putry pun mengisi hari-hari dengan kegiatan yang bermanfaat yaitu mencuci baju dengan menggunakan mesin cuci.
Iya,sejak Putry punya mesin cuci,kini Putry hampir tidak pernah lagi mencuci baju ke laundry tapi Putry mencuci sendiri.Selain menghemat uang, Putry pun jadi bisa dan terbiasa melakukannya sendiri itung-itung berlatih untuk nanti kalau sudah berumah tangga.
Kebetulan hari ini cuaca sangat cerah, jadi Putry gak akan sia-sia untuk mencuci karena akan cepat kering jemurannya.
Setelah beres Putry cuci bajunya,lalu Putry jemur di depan asrama dengan memakai hanger digantung satu persatu diatas sebuah besi yang menggantung diatas atap asramanya.
Begitu Putry sedang menjemur bajunya, tiba-tiba Anggara pun lewat depan asrama Putry.Anggara pun tak segan memuji kerajinan Putry itu.
"Aduh, rajin sekali ya calon istri Aa."
Putry pun heran lalu Putry pun menoleh ke arah sumber suara itu berasal.
Ketika menoleh ternyata ada Anggara.
"Eh Aa, tumben siang gini sudah pulang kerja?" tanya Putry.
"Aa bukan pulang kerja neng, tapi Aa habis pulang disuruh bos pergi ke apotek beli obat."
"Dan kebetulan pulangnya lihat si cantik lagi rajin jemur baju, ya udah Aa berhenti dulu sebentar disini." lanjut Anggara lagi.
"Ah, neng jadi malu dilihatin Aa,berarti dari tadi ya?"
"Gak apa-apa atuh jadi Aa tahu kesehariannya neng gimana."
"Ya sudah,dilanjut lagi jemurnya Aa mau ke pabrik takut ditungguin si bos." lanjut Anggara lagi sambil pamit pergi.
"Iya A hati-hati dijalan."
"Iya neng."
Anggara pun kembali pergi menuju pabrik tempat dia kerja.Hati Putry pun jadi berbunga-bunga sudah diintip Anggara walaupun secara sekejap mata.Tapi walaupun begitu, Putry merasa sangat senang meskipun hanya lewat tapi menyempatkan untuk mampir meskipun hanya sebentar demi bisa melihat sang Putry tersenyum.
Pekerjaan Putry di asrama telah selesai, buka buku kuliah tidak ada tugas juga.Putry pun lalu membuka aplikasi video merah tapi malah jenuh juga karena keseringan membuka aplikasi itu.
Proyek kerjaan pembuatan artikel pun sudah jarang, akhirnya Putry iseng-iseng mencoba membuat salah satu karya novel di salah satu platform internasional yang pendapatannya menggunakan mata uang baht.Sedikit lebih mahal harga kursnya dibanding rupiah,kata papinya sih begitu yang merupakan seorang yang melek bisnis.
Akhirnya Putry pun iseng mencoba membuat satu bab dulu di platform tersebut.Karena untuk pengajuan kontraknya harus lima belas bab atau lima belas ribu kata.
“Boleh juga ini aplikasi, obat gabut ketika jenuh ya bikin cerita dikasih fee lagi.” gumam Putry dalam hati.
Dibutuhkan kurang lebih dua jam Putry berpikir untuk mencari genrenya,thema ceritanya, judul cerita,covernya,sinopsis hingga menjadi satu bab yang terketik di platform tersebut.
Setelah selesai, lalu Putry pun mencoba mengedit-ngeditnya sendiri.Barangkali ada kata yang typo atau kalimat yang kurang nyambung.Tapi setelah diperiksa lagi ternyata hasil karyanya cukup lumayan bagus bagi penulis iseng seperti Putry.
__ADS_1
Putry pun lalu mempublish karya itu yang masih satu bab.Tidak berharap banyak dibaca semua orang yang terpenting ide-ide imajinasi Putry keluar dalam berbentuk suatu karya. Kalau sampai hasil karya itu di review oleh seorang editor dan hasil karya itu dapat terkontrak,suatu kebanggaan terbesar bagi Putry untuk menunjukan bahwa dia juga bisa dan mampu menciptakan suatu karya.