
Di waktu pagi hari, saat Putry baru saja bangun tidur Putry dikejutkan dengan nada dering handphone yang tak kunjung berhenti.
Ternyata asal suara tersebut adalah nada panggilan telepon dari mami Tiara yang berada di Indonesia.
Sudah beberapa kali panggilan itu berdering, namun tak kunjung Putry angkat juga panggilan telepon itu.
Yang kesekian kalinya baru Putry angkat itu telepon.Dengan suara yang masih agak berat dan mata masih rapat serta belum sepenuhnya sadar antara masih bermimpi ataupun sudah bangun.Dengan ogah-ogahan Putry angkat telepon yang dari tadi berdering itu.
Mami Tiara : Halo asalamualaikum.
Putry : Waalaikumsalam, iya mami ada apa tumben pagi-pagi telepon Putry?
Mami Tiara : Nak, nenekmu..
Putry : Kenapa dengan nenek mami???
Mami Tiara : Nenek meninggal dunia Put, tadi sekitar jam dua dini hari.
Putry : Inalilahiwainalilahi rajiun, mam Putry ingin pulang hari ini juga untuk melihat nenek yang terakhir.
Mami Tiara : Boleh Put,nanti kalau sudah sampai bandara Soekarnohatta kabari ya, biar travelnya punya papimu yang jemput.
Putry : Oke deh kalau begitu, Putry minta izin cuti dulu dosen,semoga saja di acc cepat.
Mami Tiara : Iya Put, semoga di acc cutinya, nanti kabari mami lagi saja.
Putry : Iya mami, sudah dulu ya wasalamualaikum.
Mami Tiara : Waalaikumsalam.
Sambungan telepon dari mami Tiara pun terputus, Putry lalu bergegas menuju kamarnya Novita masih dalam keadaan suasana panik.Karena jarak kamar Putry dan kamar Novita yang berdekatan, hanya terhalang oleh beberapa bangunan Putry pun sudah sampai di depan kamar asramanya Novita.
__ADS_1
Dengan nafas yang masih berat, seperti yang sedang terkena penyakit sesak nafas.Putry pun mencoba tenang dan mencoba mengetuk pintu kamar asrama Novita yang masih tertutup rapat dikunci karena masih terlalu pagi.
Tok..
Tok..
Pintu kamar asrama Novita pun diketuk.
Novita yang baru bangun tidur pun kaget ada yang mengetuk pintu pagi buta begini.
Novita pun menuju ke depan pintu karena siapa yang bertamu masih pagi-pagi begini.Begitu pintu dibuka,alangkah terkejutnya Novita karena yang mengetuk pintu itu adalah Putry.
"Put, kenapa? Ada apa masih pagi sudah keluar kamar?" tanya Novita yang kaget melihat kondisi Putry.
"Nov,nenekku Nov...huhu." ucap Putry sambil menangis tersedu-sedu.
"Nenekmu kenapa Put?" tanya Novita menjadi semakin kaget karena Putry menjadi nangis sejadi-jadinya.
"Nenekku meninggal dunia tadi jam dua dini hari."
"Iya Nov,terima kasih, aku nitip izin cuti ya aku akan pulang pagi ini juga mungkin semingguan, ini surat izin cutinya sudah aku bawa,tolong sampaikan ke dosen bagian absensi ya."
"Oke deh kalau gitu, nanti aku sampaikan surat permohonan izin cutinya,kamu hati-hati dijalan."
"Iya Nov,terima kasih ya, aku kembali ke asrama lagi mau beres-beres baju belum dimasukin koper soalnya."
"Iya sama-sama,titip salam nanti buat mami papimu ya."
"Iya siap, aku kembali lagi ya."
"Iya."
__ADS_1
Setelah Putry kembali menuju kamar asrama, lalu pintu kamar Novita pun ditutup kembali, karena ini masih terlalu pagi masih jam empat.Novita pun tarik selimut lagi sebentar karena suhu udara masih terlalu dingin.
Setelah beberapa lama, Novita pun bangun dari tidurnya lalu bersiap-siap untuk ke kampus seorang diri karena Putry akan izin cuti untuk beberapa hari kedepan karena akan pulang dulu menuju Indonesia.
Sedangkan di kamar lain, Putry sedang sibuk mengemas baju-baju ganti untuk di masukan ke dalam koper.Lalu Putry pun memesan tiket pesawat melalui sebuah aplikasi tiket pesawat online yang bisa ditukar nanti di Bandara.Setelah semuanya beres, lalu Putry pun sarapan dulu dan tidak lupa meminum suplemen anti masuk angin supaya di perjalanan lancar tidak pusing karena masuk angin.
Setelah mengerjakan kewajibannya sebagai seorang muslim, sudah beres semuanya lalu Putry pun mengambil sepatu yang berada di dalam rak dan segera memakaikannya.Tak berselang lama, mobil taksi yang dipesan Putry pun datang juga dan sudah berada di depan asrama.
Putry pun menutup dulu jendela dengan gorden dan mengunci pintu.Setelah semuanya beres, lalu Putry pun bergegas untuk segera memasuki ke dalam mobil taksi.Karena semakin lama berada di luar semakin dingin yang Putry rasakan.
Mobil taksi yang Putry tumpangi pun langsung bergegas berangkat menuju bandara suvarnabhumi, mobil taksi pun melaju melewati jalanan kota Bangkok yang masih gelap dan sepi karena masih terlalu pagi.Putry pun melihat jam dipergelangan tangannya masih jam lima pagi.
Jam lima pagi di daerah sana orang-orang masih tertidur pulas belum ada yang bangun.Paling cuma beberapa saja, itupun para pedagang yang akan berangkat menjajakan dagangannya menuju ke pasar, para supir angkutan umum, atau para pekerja kebun seperti diperkebunan karet atau perkebunan teh yang mengharuskan pekerjanya berangkat menuju ke perkebunan pagi-pagi sekali.
Beberapa jam kemudian, sekitar jam enam lebih tiga puluh menit, mobil taksi pun sudah sampai menuju tujuan yaitu bandara.Setelah turun dari mobil taksi lalu Putry menukarkan voucher tiket online yang dipesan kemarin jadi selembaran tiket perjalanan.Tata cara dibandara pun sudah Putry mengerti sejak dahulu ketika sedang bersama maminya Putry cermati cara-caranya. jadi, begitu berangkat ke bandara tidak akan susah lagi.
Setelah diperiksa mengenai dokumen semuanya lengkap, Putry pun disuruh menunggu dahulu ditempat ruang tunggu penumpang sembari menunggu Novita yang akan mengantarkan sahabatnya pulang meskipun hanya sampai menuju bandara.
Sembari menunggu kedatangannya Novita menuju bandara, Putry membaca dulu sebagian Novel yang belum tamat.Ada beberapa bab lagi yang belum Putry baca.Dua puluh menit kemudian, Novita pun sampai menuju bandara dan kedapatan membawa selembar kertas yang berisi surat izin cuti selama satu minggu,karena kondisinya darurat sedang berduka cita maka permohonan izin cuti itu langsung diacc oleh rektor kampus.
Begitu Novita sudah dekat, Putry pun langsung menyapanya dan menanyakan hasil pengajuan cuti itu.
"Hai Novita, gimana berhasil gak?" tanya Putry penasaran.
"Alhamdulilah Put, ini hasilnya." jawab Novita sambil memamerkan selembar kertas hasil pengajuan cutinya.
"Kalau sedang berduka cita begini diaccnya cepat ya, beda sama yang mau minta cuti liburan." celetuk Putry.
"Yee..itu sih beda lagi ceritanya Put, kan yang sedang dalam kondisi berduka cita lagi darurat banget,barangkali mau ikut menguburkan jenazah atau melarung abu jenazahnya ke laut." Novita menimpali.
"Ya sudah, aku pamit dulu ya Novita, tolong jagain kamar asrama aku."
__ADS_1
"Iya Put hati-hati dijalan ya, semoga selamat sampai tujuan dan yang pasti kamar asramanya aman." ucap Novita.
Putry pun lalu menuju ke tempat dimana pesawat itu berada sedangkan Novita naik ke lantai dua untuk melihat pesawat yang ditumpangi Putry take off lepas landas dari bandara suvarnabhumi.