Bertemu Jodoh Di Thailand

Bertemu Jodoh Di Thailand
Bab 48 Novita Kecelakaan


__ADS_3

Setelah beberapa menit berjalan menuju ke kedai yang sudah buka, tiba-tiba di perjalanan ada sebuah motor yang akan menyalip minibus. Namun, motor yang akan menyalip minibus itu tiba-tiba oleng ke arah bahu jalan.


Novita yang sedang berjalan di sisi kanan pun malah ikut keserempet oleh motor itu.Tidak mengalami luka yang serius, hanya memar dan berdarah sedikit juga mengalami kaget saja karena tiba-tiba dirinya diserempet oleh motor.


Putry pun lalu menolong Novita yang sedang tersungkur di atas trotoar.


"Nov, kamu tidak apa-apa?sini raih tangan aku, aku bantu buat berdiri." ucap Putry sambil meraih tangan Novita, dan Novita pun segera berdiri lagi tapi dalam keadaan sedikit pincang dan mengaduh kesakitan.


"Terimakasih ya Put, aduh kok kaki aku jadi sakit ya Put?"


"Aduh, gimana ini ya? Mana gak ada orang lagi ya? Sebentar deh aku hubungi Zidan dulu siapa tahu dia bisa bantu datang kesini, sini mana handphonemu?" tanya Putry sambil kebingungan juga karena disana cuma berdua.


Novita pun merogoh saku celananya untuk mengambil handphone, lalu handphone itu diserahkan ke Putry.


"Ini Put handphonenya, aku minta tolong ya bilangin aku keserempet di jalan."


"Iya Nov, ini aku lagi mau hubungi Zidan.Oh iya, nomornya yang mana?" tanya Putry agak sedikit bingung karena dia tidak tahu nomornya yang dimaksud.


"Cari saja yang bernama Zidan Put, aku simpannya cuma pakai nama bukan yang lain-lain." ucap Novita memberitahu.


"Oke, aku segera menghubungi dia ya sekarang."


Lalu, Putry pun segera menghubungi Zidan.Tidak berapa lama telepon pun diangkat juga oleh Zidan.


Zidan  : Asalamualaikum, Ada apa ya Novita?


Putry  : Waalaikumsalam, maaf kak Zidan, ini saya Putry bukan Novita.


Zidan  : Oh Putry, ada apa ya? Kok telepon saye pakai nomor Novita?


Putry  : Kak, Tadi Novita keserempet motor, bisa kesini tidak kak jemput Novita?Novita kesakitan kakinya.


Zidan  : Inalilahi, keserempet dimana Put? Saye kesana sekarang.


Putry  : Di sekitar jalan yang mau ke kedai biasa kak,kita lagi di pinggir jalan ini.


Zidan  : Siap, saye kesana sekarang,ditunggu ya.


Putry  : Ya kak ditunggu ya, sudah dulu ya kak,wasalamualaikum.


Zidan  : Waalaikumsalam.


Percakapan ditelepon pun terhenti dan sambungan telepon pun terputus.Novita dan Putry masih menunggu di pinggir jalan dekat pepohonan biar sedikit teduh.


Tak tega melihat kondisi Novita yang sedang mengaduh kesakitan,Putry pun jadi merasa cemas.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian, datanglah Zidan.Lalu, motor Zidan pun terhenti didepan Putry dan Novita.


Zidan pun segera mematikan mesin kendaraannya, Dan segera mendekat ke arah Novita.


"Inalilahi, Nov kamu kenapa? Kenapa sampai begini?"


Novita pun lalu menjawab pertanyaan Zidan itu.


"Gini ceritanya Bang, tadi kan waktu aku sama Putry lagi jalan, tiba-tiba ada motor gitu yang nyalip minibus, tapi motor itu malah oleng dan kena pembatas jalan jadi saja aku kena juga."


"Oh gitu, ya sudah saye antarkan pulang ke asrama ya."


Putry pun lalu memotong pembicaraan antara Zidan dan Novita.


"Iya Nov, pulang dengan Zidan saja biar makanannnya aku yang beliin."


"Mau pesan apa?" lanjut Putry lagi.


"Baiklah kalau begitu, aku pulang ya, makanannya nitip saja sama kamu maaf aku ngerepotin jadinya." ucap Novita.


"Samain saja sama kamu, atau Khanom khrok juga boleh tapi yang aroma pandan." lanjut Novita lagi.


"Iya siap, ya sudah Nov kalau mau pulang duluan gak apa-apa." ucap Putry menyarankan.


Sementara Putry, terus berjalan hingga sudah menuju ke sebuah kedai yang menjual khusus menu sarapan. Lalu, Putry pun memesan makanan yang bisa dibungkus untuk dirinya dan pesanan temannya.


Beberapa menit kemudian, makanan yang telah dipesan itu pun telah dipisah dan dibungkus satu persatu.


Selanjutnya, Putry pun membayar pada kasir disana.


Setelah semua makanan yang telah dipesan itu dibayar ke kasir, Putry pun lalu segera kembali pulang menuju asrama.Putry berjalan seorang diri dari kedai itu.


Beberapa menit kemudian, Putry pun sampai ke asrama dan akan menuju ke kamarnya Novita dulu untuk mengantarkan makanan yang tadi Novita titip.


Nampak Pintu kamar asrama Novita itu terbuka, dan disana sedang ada Zidan yang sedang mengobati lukanya Novita. Jadi Putry pun tidak harus mengetuk pintu dulu.


Setelah sampai menuju kamarnya Novita, Novita pun menoleh ke arah Putry yang berada di luar.


Novita pun lalu bertanya, " Put, sudah pulang dari kedainya?" Putry pun mendekat dan menghampiri Novita.


" Iya, Novita ini pesananmu, aku kesini cuma mau mengantarkan ini titipan pesanan tadi."


"Semuanya pas ya Novita uangnya." lanjut Putry lagi sambil menyerahkan bungkusan warna hitam itu.


"Terimakasih ya Put, maaf aku ngerepotin kamu jadinya." ucap Novita berterimakasih.

__ADS_1


"Iya Nov sama-sama, Oh iya, gimana kakimu sudah baikan?"


"Alhamdulilah Put agak mendingan luka yang berdarahnya sudah agak mengering ,cuma rasa sakit ketika digerakan masih ngilu." ucap Novita sambil mengelus-ngelus kakinya yang masih sakit.


"Ya sudah Nov, jangan dulu masuk ke kampus kalau gitu ya.Nanti aku sampaikan izin ke dosen, kamu izin tidak masuk dulu hari ini karena sakit." ucap Putry.


"Iya deh, aku izin tidak masuk dulu hari ini ya, kamu gak apa-apa kan berangkat ke kampus sendirian?" tanya Novita.


"Gak apa-apa, kamu cepat sembuh saja dulu kakinya ya, biar nanti bisa beraktifitas lagi."


"Aku pamit dulu ya mau sarapan dan siap-siap berangkat ke kampus." lanjut Putry lagi.


"Iya Put silahkan." ucap Novita ketika Putry pamit menuju ke kamarnya.


Putry pun lalu berjalan menuju kamar asramanya. Cuma beberapa langkah dari kamar asrama Novita menuju kamar asrama Putry.


Setelah sampai di kamar asrama, lalu Putry pun segera membuka bungkusan plastik hitam dari kedai tadi.Dan Putry pun langsung sarapan dulu karena waktu sebentar lagi sudah akan memasuki jam sibuknya kampus.


Setelah beres sarapan dan siap-siap lalu Putry pun segera berangkat menuju kampus.


Ketika hendak akan menutup dan mengunci pintu, tiba-tiba seperti biasa datang sang pangeran yaitu Phonapong dengan motor kesayangannya itu melaju dan tepat berhenti ke arahnya dimana Putry itu sedang berdiri.


"Sayang..yuk kita berangkat." ucap Phonapong dengan pegang helm ditangannya.


"Yuk sayang, aku sudah siap kok."


Phonapong pun tanpa disuruh lalu memakaikan helm dikepalanya Putry.


Setelah helm itu terpasang, Phonapong pun menyalakan mesin kendaraannya dan berlalu bergegas pergi menuju kampus.


Saat diperjalanan, Putry pun lalu berucap.


"Yang."


"Iya,apa sayangku?"


"Tadi Novita keserempet dijalan."


"Apa yang? Kok bisa?  Terus keadaannya bagaimana sekarang?"


"Lumayan agak mendingan yang,cuma masih ngilu dikit katanya jadi sekarang meminta izin tidak masuk ke kampus dulu Novitanya."


"Oh, ya sudah semoga cepat pulih dan sehat kembali ya buat sahabatmu."


"Iya sayang, terimakasih ya."

__ADS_1


__ADS_2