
Hari sabtu, kuliah pun masih libur dan garapan proyek membuat artikel dikerjakan pada waktu malam hari.Siangnya terasa begitu jenuh,makanya Putry meminta untuk ikut Phonapong yang akan melatih basket yang rutin diadakan setiap hari sabtu dan minggu.
Lagipula ini masih pagi, bisa sampai siang ikut ke lapangan sekalian jalan-jalan dulu.Biar tidak terlalu jenuh berada di asrama terus.
Sekitar pukul enam pagi,Putry sudah mandi biar kelihatan segar dan biar lebih nyaman juga menemani kekasihnya yang menjadi pelatih basket di hari ini.
Putry sengaja belum sarapan,karena dia ingin mencari sarapan bareng Phonapong sebelum berangkat menuju lapangan nanti.
Putry sudah ada dua puluh menit menunggu kekasihnya datang ke asrama untuk menjemputnya,namun tidak kunjung datang.Sepuluh menit kemudian, dari kejauhan terdengar suara si kuda besinya yang khas menggelegar itu.Dan ketika Putry baru membuka pintu,Phonapong pun sudah nampak berada di depan asrama.
Phonapong pun langsung turun dari motornya dan menyapa Putry.
"Pagi Nona manisku."
"Astaga sayang,ngagetin saja deh! Kapan sampainya?" tanya Putry.
"Baru saja nyampe,ini aku mau mengetuk pintu kamu udah buka pintu dan keluar duluan."
"Sudah sarapan belum sayang?" Lanjut Phonapong lagi.
"Oh begitu ya,hmm aku belum sarapan sayang,sengaja aku ingin sarapan bareng kamu." Ucap Putry agak manja.
"Kalau belum,ayo kita cari sarapan bareng."
"Ayo sayang,eh bentar aku ngambil dulu tas kecil ya."
"Oke sayang,aku tunggu disini ya."
Putry pun berbalik arah dan berjalan menuju dalam kamar untuk mengambil tas nya.Beberapa menit kemudian,Putry pun keluar kembali dengan membawa tentengan tasnya.
"Ayo yang kita berangkat."
"Yuk,ga ada barang yang ketinggalan kan?coba cek lagi takutnya ada yang lupa?" tanya Phonapong sambil memastikan tidak ada barang yang ketinggalan.
"Engga ada kok yang,semuanya sudah aku simpan di dalam tas ini."
__ADS_1
"Ya sudah baguslah kalau gitu,ini helmnya dipakai dulu." Ucap Phonapong sambil memberikan helm itu kepada Putry.
Setelah helm itu diberikan ke Putry dan Putry pun segera memakainya.Lalu, si kuda besi Phonapong pun segera melaju dijalanan kota Bangkok yang masih dipenuhi kabut embun.Suhu udaranya masih sedikit dingin tapi segar untuk menghirup udara,Masih asli belum terkontaminasi polusi.
Sudah sekitar sepuluh menitan keliling-keliling jalanan kota Bangkok untuk mencari kedai yang buka.Akhirnya di ujung jalan sana ada sebuah kedai yang baru saja buka.
Kita pun langsung bergegas menuju kedai yang baru buka itu,dan langsung menuju kedalam dan memilih meja tempat duduk.Karena baru kita yang sampai menuju kedai,jadi belum ada siapa-siapa di kedai itu selain kita berdua dan dua orang pelayan yang sedang berdiri sambil memegang buku menu.
Begitu kita duduk di meja paling depan,datanglah satu orang pelayan sambil membawa buku menu.Lalu kita memesan menu sarapan dan satu gelas susu juga satu gelas mokacino.
Setelah menunggu selama beberapa menit, akhirnya pesanan makanan dan minuman yang dipesan pun datang juga.
Putry pun lalu mengucapkan terimakasih kepada pelayan itu,dan dibalas anggukan kepala dan tersenyum oleh pelayan itu.
"Ayo Sayang sarapan dulu ya biar ada tenaga." ucap Phonapong sambil mempersilahkan Putry untuk memakan makanan yang telah dipesan tadi.
"Iya yang,aku makan ya."
"Iya silahkan,makan yang banyak sayang biar.."
"Hayo,biar apa sayang?" tanya Putry dengan penasaran.
"Iya maksudnya biar tidak kelaparan nanti dijalan,kamu ya belum selesai bicara sudah dipotong saja."
"Hehe..maaf sayang."
"Ya sudah,habisin ya makannya,takutnya nanti pingsan dijalan aku yang repot sayang." perintah Phonapong.
"Iya sayang,ini mau dihabiskan kok makanannya,terimakasih ya sudah di traktir." Ucap Putry sambil bibirnya belepotan lalu phonapong pun mengelapnya dengan tissue.
"Iya sayang sama-sama,apa sih yang engga buat kamu sayang.asal sayang senang pasti apapun akan aku berikan dan lakukan."
"Uhh sayang..aku terharu dengan perkataanmu."
Sarapan sudah beres dan makanan pun habis di meja, Phonapong pun segera membayar makanan itu ke kasir.
__ADS_1
Setelah selesai membayar, lalu Phonapong pun mengajak Putry cepat-cepat naik menuju motornya karena sudah ditunggu oleh anak-anak didiknya yang mau latihan basket.
Phonapong pun menghidupkan motor lalu bergegas motor itu melaju menuju jalanan kota Bangkok dan akan menuju lapangan basket yang berada di Pusat kota di area komplek olahraga.
Beberapa menit kemudian,Phonapong dan Putry pun telah sampai di tempat yang dituju.Lalu,Phonapong menyuruh Putry untuk turun dari motor terlebih dahulu karena akan diparkirkan di tempat parkir yang sedikit penuh oleh yang memarkirkan kendaraan disana.
Putry pun lalu turun dan menunggu Phonapong yang masih memarkirkan motor itu di depan parkiran.
Setelah Phonapong beres memarkirkan motor,lalu Phonapong pun menghampiri Putry yang masih berdiri didepan parkiran menunggu dirinya.
Mereka berdua pun akhirnya berjalan berbarengan menuju lapangan basket.Phonapong menitipkan air minum dalam botol dan tas gendong yang berisi handuk untuk mengelap keringat serta baju ganti.Putry pun lalu berjalan menuju bangku penonton lalu duduklah dia disana untuk melihat kekasihnya menjadi pelatih basket kepada anak-anak seusia smp.
"Tunggu disini ya sayang,serta aku nitip barang-barangku disini,aku mau melatih anak-anak dulu." Perintah Phonapong sambil menyerahkan tas gandong dan botol air itu kepada Putry.
"Iya sayang,aku nunggu disini sambil lihat kamu melatih,semangat ya sayang." ucap Putry sambil memberikan semangat kepada kekasihnya itu.
"Ashiaap sayangku." ucap Phonapong kemudian sambil tersenyum ke arah Putry.
Lalu Phonapong pun berlari menuju lapangan dan bersiap-siap melakukan pemanasan dengan menggerakan tangan dan kaki sedikit sebelum melatihnya.
Kira-kira dengan waktu empatpuluh menit,Phonapong dengan semangat bisa melatih anak-anak didiknya yang berjumlah lima orang itu.
Setelah dirasa cukup lama melatih dan memberikan arahan kepada anak didiknya,Phonapong pun memberikan waktu kepada anak didiknya itu untuk bermain sendiri.Phonapong pun bergeser ke pinggir lapangan,melihat kemampuan anak didiknya sampai sejauh mana sudah dilatih berminggu-minggu dengan dia apakah sudah agak bisa atau belum.
Alangkah senangnya ketika melihat anak didiknya cukup bisa bermain basket itu hanya perlu sedikit lagi untuk melancarkan memasukan bola itu ke dalam ring.
Karena kasihan melihat kekasihnya penuh keringat dipinggir lapangan yang terus memberikan arahan kepada anak didiknya,Putry pun lalu menghampiri Phonapong ke Pinggir lapangan untuk memberikan sebotol air minum dan mengelap keringat yang mengucur diwajahnya Phonapong dengan menggunakan tissue.
"Sayang,pasti lelah kan? Ini minum dulu,aku lap keringatnya ya."Ucap Putry sambil memberikan botol minum kepada Phonapong dan langsung membersihkan keringatnya dengan tissue.
"Terimakasih sayang sudah pengertian."
"Iya sayang sama-sama."
Setelah Putry memberikan botol berisi air minum dan mengelap keringat Phonapong,lalu Putry pun kembali lagi menuju bangku penonton.
__ADS_1