
Sepulang dari kampus dijemput Anggara, Putry pun mengajak Novita untuk pergi ke salon.Tadinya mau minta antar Anggara tapi tidak jadi, Anggara balik lagi menuju mesnya terlihat kelelahan dari sorot matanya.
Novita pun mengiyakan dan segeralah berangkat menuju salon yang berada di ruko perempatan jalan tidak terlalu jauh dari Asrama.
Ketika masih diperjalanan, Novita pun bertanya pada Putry.
"Put, beneran kamu mau potong rambut?"
"Iya, memang kenapa?" Putry pun bertanya balik.
"Ih...sayang tahu,sudah panjang dan lebat gitu." ucap Novita seolah tidak setuju dengan keputusan yang diambil sahabatnya itu.
"Gak apa-apa, nanti juga bisa panjang dan lebat lagi kok."
"Kenapa? Apa ada masalah? Coba cerita sini?"
"Gak apa-apa gak punya masalah juga, cuma gerah aja, butuh suasana dan penampilan baru aja."
"Rencana itu rambut mau model gimana?" tanya Novita penasaran.
"Mau aku pendekin seperti lady Diana." ucap Putry mantap.
"Dih, apa gak kependekan itu Put? pendek banget itu."
"Gak apa-apa sekali-kali, yuk ah cepetan Nov, aku udah gak sabar nih."
"Iya Put ayo, sebentar lagi juga nyampe."
Lalu, mereka pun berjalan menuju arah salon dan beberapa menit kemudian, mereka sudah sampai di sebuah salon yang memang dari desain luar diperuntukan untuk perempuan.
Para pegawai salon itu menyambutnya tamu-tamu yang datang ke salonnya itu.
Putry dan Novita pun dipersilahkan untuk duduk satu-persatu menghadap cermin yang besar.
Putry yang pertama mau mau potong rambut seperti keinginannya, diwarnai menjadi pirang lalu dicuci dan dikeringkan kembali memakai hairdryer, sedangkan Novita mau smoothing rambut menjadi lebih lurus dan lembut.
Ketika sedang di dalam salon, mereka diperlakukan istimewa mau makan saja diantarkan.Dan juga disediakan majalah supaya tidak jenuh menunggu proses perubahan penampilan yang diinginkan.
Cukup lama juga berada di salon itu, yang lebih lama adalah menunggu beres proses smoothing rambut Novita.Rambut Putry sudah selesai dipotong, dicuci dan yang terakhir yaitu proses diwarnai menjadi pirang.Novita yang melihat perubahan penampilan Putry yang masih setengah itu pun terkesima ketika melihatnya hampir tidak berkedip.Seperti bukan Putry yang Novita kenal.
__ADS_1
"Widih, pangling banget Put, aku hampir tidak mengenali sumpah." ucap Novita yang terkesima melihat penampilan baru Putry.
"Aku bosan aja penampilan yang dulu, ingin berubah tampilan aja." ucap Putry.
"Gimana cocok gak?" tanya Putry sembari memegang rambut barunya.
"Cocok banget, kamu sudah beres apa masih ada lanjutan yang lain?" tanya Novita.
"Aku masih ada satu proses lagi Nov." ucap Putry.
"Oh ya udah santai aja, aku juga belum beres kok Put."
Beberapa menit kemudian, Putry pun telah selesai mulai dari cuci rambut, potong rambut hingga warnai rambut.Putry pun kini sibuk ngaca dikaca yang besar itu sambil membersihkan bajunya pakai sikat takut ada sisa rambut yang menempel dibaju.
Novita pun menyindir saking gemasnya.
"Sudah cantik kok, sudah jangan ngaca terus nanti kacanya pecah." sindir Novita sambil tersenyum.
"Iya Novita."
Novita pun sudah beres dismoothing menjadi lebih lurus rambutnya dan juga lembut, Putry pun sama kini rambutnya sudah pendek dan berwarna pirang seperti bule tapi bule lokal Tasik.
Mereka berdua pun langsung bayar ke pemilik salon itu.Setelah bayar, mereka pun langsung bergegas pulang kembali menuju asrama.
Setelah itu,Putry pun langsung membersihkan tubuhnya dengan air karena takut ada sisa-sisa potongan rambut yang menempel dikulitnya.
Sesudah beres mandi dan berganti baju, handphone Putry pun bergetar tidak terdengar nada dering soalnya tadi di salon dinonaktifkan nada deringnya.
Deeerrrtt...deeerrrtt..
Begitu dibuka layarnya, ternyata ada panggilan video call dari Anggara.
Tumben banget Anggara video call ada apa ya?
Putry pun segera menerima panggilan Video call itu.
Begitu diterima, dari seberang sana Anggara kaget melihat penampilan baru Putry.
Merasa bukan Putry yang Anggara kenal.Tapi meskipun begitu, Anggara tetap memuji Putry lebih cantik dan fresh terlihat lebih muda.Anggara tetap suka dengan penampilan baru Putry sekarang.
__ADS_1
Anggara tidak melarang apapun yang dilakukan Putry, selagi membuat Putry merasa lebih nyaman dengan dirinya dan semakin percaya diri.Meskipun Anggara sampai detik ini masih berstatus gebetan, karena Anggara belum menyatakan perasaannya terhadap Putry.Tapi Anggara tentu akan merasa cemburu apabila suatu saat Putry dekat dengan lelaki lain selain dirinya.Tinggal menunggu waktu yang tepat saja untuk menyatakan perasaan ini, soal restu mungkin sudah mendapat sinyal lampu hijau saat masih di Indonesia kemarin waktu Anggara bertamu ke kediamannya Putry bertemu kedua orangtuanya.
Lama Anggara bengong menatap Putry dari seberang sana, sehingga Putry pun mengagetkannya.
Putry : Hei...Aa kenapa? Kenapa natapnya gitu? Apa ada yang aneh dengan aku A?
Anggara : Oh enggak kok neng, Aa cuma meleleh lihat penampilan baru neng, mirip mantan ratu inggris.
Putry : Ah, Aa mah bisa aja, masih jauh kali A sama ratu inggris mah.
Anggara : Pangling beneran neng, jadi pengen ketemu langsung boleh neng?
Putry : Boleh dong A, mau kesini nengokin neng kapan A?
Anggara : Ya sudah ya nanti sebelum Aa berangkat kerja, sekarang Aa mau mandi dulu, sudah dulu ya neng video call nya, Asalamualaikum.
Putry : Waalaikumsalam.
Lalu, Video call pun dimatikan dan handphone pun disimpan kembali ke tempat semula.Putry pun terus saja memegang rambut barunya sambil berkaca di cermin.Merasa puas sekali dengan penampilan barunya.
Sambil menunggu kedatangan Anggara mampir ke asrama, Putry pun beres-beres dulu buku novel yang tadi sudah dibaca dibereskan kembali menuju raknya.Sesudah membereskan buku-buku yang sudah tersimpan di rak lalu Putry pun menyapu lantai juga.Sudah kelihatan rapi, barulah Putry duduk kembali dan menunggu Anggara datang mampir.
Sepuluh menit kemudian, terdengar suara motor yang masih asing terdengar di kuping Putry itu melaju menuju ke depan kamar asrama Putry.Ketika Putry mengintipnya dari balik tirai jendela, ternyata yang datang itu Anggara sambil membawa beberapa makanan siap saji karena Anggara pikir Putry belum makan jadi inisiatif Anggara untuk membawakan makanan untuk Putry.
Putry pun akhirnya keluar, dengan masih malu-malu dengan penampilan baru.
Begitu Putry sudah diluar, Anggara pun menggoda Putry.
"Ciee, penampilan baru nih, Aa jadi pangling lihatnya, ini beneran Putry anaknya bapak Indrawan atau bukan?" goda Anggara.
"Ih Aa apaan sih,gaje deh." ucap Putry sambil bibirnya sengaja dibikin gemas lawan bicara seperti minta dikecup.
"Duh cantiknya ya itu teh." ucap Anggara sambil tersenyum.
"Ayo A mampir dulu masuk ke dalam." ajak Putry.
"Nanti lagi aja ya, Aa lagi buru-buru mau damel nanti lagi mampirnya, ini Aa bawakan makanan dimakan ya."
"Ya sudah kalau gitu, terimakasih ya A, dan semoga selamat sampai pabriknya, selamat damel Aa."
__ADS_1
"Iya neng, Aa pamit ya Asalamualaikum."
"Waalaikumsalam."