
Sesampainya di ruang tamu, Anggara pun meletakkan minuman dalam kemasan kaleng dan cemilannya itu ke atas meja.
"Silakan Neng Putry dicicipi dulu." ucap Anggara menyuruhnya dicicipi minuman dan cemilan yang berada di atas meja itu.
"Terima kasih A, aku cicip ya."
"Iya neng, silakan." Anggara pun mempersilakan.
"Oh iya, dengar-dengar nenek Neng Putry meninggal dunia ya?" lanjut Anggara sembari membuka obrolan.
"Iya A, meninggal dunia sudah ada tiga harian yang lalu."
"Inalilahiwainalilahi rajiun, turut berduka cita yang sedalam-dalamnya ya Neng."
"Iya A terima kasih banyak ucapan bela sungkawanya."
"Pokoknya Neng Putry yang tabah ya, doakan terus almarhumah neneknya di alam sana supaya tenang."
"Iya A, selalu Putry doakan kok setiap sehabis sholat."
Mereka berdua baru ketemu hari ini, tapi tampak seperti sudah akrab.Saling mengobrol satu sama lain, Anggara pun kembali untuk bisa mengobrol dengan Putry.Tanpa basa basi Anggara pun bertanya langsung intinya.
"Hmm..ngomong-ngomong apa neng kuliah di Thailand?"
"Iya A, aku memang kuliah di Thailand, sebentar kok Aa bisa tahu aku kuliah di sana?" Putry pun bertanya balik.
"Tante Evelyn yang cerita,neng." jawab Anggara kembali.
"Iya, aku memang kuliah disana dan sekarang aku cuti dulu selama beberapa hari, mungkin besok atau lusa aku kembali lagi kesana."
"Oh begitu, kalau begitu bareng saja yuk sama aa nanti berangkatnya." Anggara menawarkan diri untuk berangkat bareng dengan Putry.
"Memang aa kerja disana juga?"
"Iya neng, aa memang kerja disana di perusahaan pabrik ban tidak jauh kok dari Bangkok."
"Ayo a boleh kalau mau bareng, kebetulan Putry juga berangkat sendirian agak takut juga mana baru perjalanan jauh."
"Tuh kan, apalagi cewek bikin khawatir apa gak takut diculik nanti?" Anggara bertanya sambil menakut-nakuti Putry.
"Ih aa mah, nakutin aja ya jangan sampai diculik lah." jawab Putry sambil bibir agak monyong sedikit merasa kesal.
__ADS_1
"Maaf ya neng aa bercanda, kalau kata orang sunda katanya banyak heureuy."
"Iya a gak apa-apa."
"Bagi no ponselnya atuh boleh nggak?supaya gampang nanti komunikasinya."
"Ini A no handphonenya +62821 xxx."
"Oke neng, Aa sudah save nanti dikabari lagi ya kalau mau berangkat."
"Iya A, siap."
Begitu asyiknya mengobrol dengan keponakannya tante Evelyn, hingga niat Putry ingin belajar membuat kue menjadi lupa.Tante Evelyn sudah menyiapkan segala bahan seperti terigu, telur,mentega,dan bahan yang lainnya juga peralatannya.Lalu, tante Evelyn pun memasuki ruang tamu, ketika Putry dan keponakannya sudah mulai terlihat akrab, tante Evelyn hanya senyum-senyum.
"Hmmm...maaf ganggu, Put ayo katanya mau belajar membuat kue sama tante."
"Tante sudah siapkan segala bahan dan peralatannya di dapur." lanjut tante Evelyn.
"Eh iya tan, ayo kita bikin." ajak Putry mendadak semangat.
"Anggara, Tante pinjam Putry dulu ya sebentar." pinta tante Evelyn.
"Mau diapakan tan pakai dipinjam segala?" tanya Anggara penasaran.
"Oh, ya sudah kalau gitu tan silakan, Anggara mau ke kamar dulu si bos suruh wfh ada kerjaan mendadak." ucap Anggara sambil berjalan menuju kamarnya.
"Iya, selamat bekerja aja meskipun wfh tetap semangat nanti tante buatkan kue spesial."
"Oke tan yang enak ya bikinnya." teriak Anggara dari dalam kamarnya.
Lalu, tante Evelyn dan Putry pun menuju ke dapur dan langsung membuat adonan kue, yang pertama semua bahan itu di mixer sampai tercampur rata kemudian adonan bahan tersebut masing-masing dimasukan kedalam loyang dan yang terakhir dipanggang ke dalam oven selama beberapa menit.Setelah itu, barulah adonan kue tersebut menjadi matang dan siap dinikmati bersama kopi atau minuman hangat yang lainnya.
Tante Evelyn pun menuju ke kamarnya Anggara, terlihat Anggara masih sibuk dengan kerjaan mendadak yang diberikan oleh bosnya itu yang dilakukan secara daring. Tugasnya membuat laporan keuangan perusahaan tempat dia bekerja, lalu hasilnya dia presentasikan melalui aplikasi video live.
Tante Evelyn pun lalu masuk ke dalam kamar dan memberikan beberapa potong kue bersama secangkir kopi.
"Anggara, ini kuenya sudah jadi, tante simpan disini ya dengan secangkir kopinya." ucap tante Evelyn sambil menyimpan nampan yang berisi sepiring beberapa potongan kue bersama secangkir kopi diatas meja kerjanya.
"Oh, iya tante terima kasih ya,Putry masih ada tan belum pulang?"
"Masih ada kok belum pulang, itu lagi menonton televisi sambil makan kue, kenapa emang?"
__ADS_1
"Nanti kalau mau pulang biar Anggara anterin ya, sekalian biar tahu juga rumahnya dimana."
"Iya nanti tante bilangin ke Putry kalau mau pulang supaya diantar kamu."
"Oke deh, aku selesaikan dulu kerjaan ya tante, nanti begitu beres aku nyusul kesana."
Beberapa menit kemudian, kerjaan dari bos pun telah beres Anggara kerjakan. Lalu, Anggara menyusul Putry dan tante Evelyn menuju ke ruang tengah dimana tante Evelyn dan Putry sedang berada.
Anggara sepertinya besok akan kembali berangkat ke perantauannya, tapi bagaimana dengan Putry? Ah, sepertinya harus dibicarakan lagi supaya berangkat bareng.
Anggara pun duduk disofa dekat Putry yang sedang asyik menonton televisi sambil menikmati sepotong kue itu.
Putry pun yang baru nyadar langsung terkejut begitu Angara telah berada di sampingnya.
Putry pun menoleh ke arah Anggara dan bertanya, "Eh Aa sudah beres kerjaannya?"
"Iya, sudah beres kok kerjaannya."
"Ini kuenya enak sekali, duh neng Putry ini sudah mulai pintar ya bikin kuenya?" lanjut Anggara sambil menggoda.
"Tantemu yang bikin, aku cuma bantuin aja sedikit sambil merhatiin cara-caranya." ucap Putry agak tersipu malu.
Tak terasa setelah banyak mengobrol sambil menikmati kue, kini waktu sudah menunjukan jam empat sore.
Putry harus segera pulang ke rumahnya karena tadi pesan maminya Putry jangan pulang kesorean.Malam harinya akan ada pengajian dan tahlilan yang ketiga untuk mendoakan almarhumah neneknya.
Anggara pun menawarkan diri untuk mengantar Putry untuk pulang.
"Neng Putry rumah dimana?" aku antarkan pulang ya?" tanya Anggara.
"Itu a di perum mawar blok 29A yang dekat bandara perumnya." Putry pun memberikan alamat rumah beserta patokannya.
"Oh yang itu, iya a tahu, sebentar ya a ambil dulu kunci motor dan juga helmnya."
"Iya a silakan, aku tunggu."
Beberapa menit kemudian, Anggara pun sudah memakai jaket dan membawa kunci motor beserta helm dua.
"Ini neng pakai dulu helmnya ya, takut ada polisi nanti dipertigaan bandara, nyegat kalau gak pakai helm." ucap Anggara sambil menyodorkan helm kepada Putry.
"Iya a, neng pakai dulu ya helmnya."
__ADS_1
Setelah motornya dihidupkan dan mesinnya menyala lalu Anggara pun mengantarkan Putry menuju rumahnya.