
Setelah jam mata kuliah selesai, Putry pun dijemput kembali oleh Anggara.Kali ini Anggara mau minta tolong, Anggara mau minta tolong sama Putry untuk antar ke toko buku.Karena Putry juga suka membaca maka Anggara percayakan sepenuhnya kepada Putry untuk sekalian memilihkan buku panduan menjadi manager dan dasar ilmu managemen.Karena Anggara baru saja dipilih dan langsung naik jabatan setelah kerajinannya dan ketekunan dalam bekerja.
Setibanya di depan gerbang kampus, nampak Putry sedang clingak clinguk entah sedang menunggu orang jualan lewat atau memang menunggu dijemput Anggara.Anggara mengagetkan Putry yang tampak sedang tidak fokus itu.
"Dduuaarr..."
"Astaga Aa, kebiasaan deh bikin orang jantungan aja." ucap Putry merasa kesal.
"Lagi ngapain disini neng? Lagi nunggu orang jualan lewat atau nunggu orang ganteng menjemput?" tanya Anggara sambil nyengir.
"Duh ampun aa, pede banget deh, tapi beneran kok lagi nunggu Aa jemput."
"Tuh kan Aa bilang juga apa, oh iya, antar Aa sebelum pulang bisa gak?"
"Antar kemana A?"
"Antar Aa nyari buku, buat dipelajari soalnya Aa baru saja naik jabatan."
"Alhamdulilah kalau gitu,turut senang dengarnya, selamat atas keberhasilannya ya A."
"Terima kasih neng, eh yuk atuh antar dulu bisa gak?"
"Oke ayo, mana helmnya?"
Anggara pun memakaikan helm itu kepada Putry, setelah helm itu dipakai lalu kendaraan roda dua Anggara pun melaju di jalanan kota Bangkok,tujuan utamanya adalah mencari toko buku.
Setibanya di toko buku, Putry pun lalu bertemu dengan calon tunangan atau perempuan yang telah dijodohkan kepada Phonapong.
Perempuan itu berbicara dengan nada tinggi terhadap Putry.
"Heh bondol...kamu jangan ganggu lagi Phonapong ya, dia calon suamiku." ucap perempuan itu dengan lantang di depan orang-orang yang sedang menunggu taksi di depan toko buku.
Disebut bondol karena rambutnya Putry sekarang pendek banget.
"Penampilanmu saja sekarang seperti ini, mana mungkin dia masih suka sama kamu." lanjutnya lagi.
__ADS_1
Putry yang mendengar ucapan perempuan itu yang lantang, lantas Putry pun tersulut emosi dan ingin menjambak rambut perempuan tadi.Namun ditahan oleh Anggara dan Anggara pun membela Putry.
"Anda maunya apa? Putry sedang diam, Anda yang tiba-tiba nyolot cari masalah." ucap Anggara kepada perempuan tadi.
"Anda tidak usah ikut campur urusanku dengan si bondol itu ya." ucap Perempuan itu sambil menunjuk Putry.
Anggara pun sambil mengelus-ngelus bahu Putry, berharap emosi Putry mereda.
"Yuk ah neng, kita ke dalam ya, tidak usah dilayani manusia macam dia." ajak Anggara kepada Putry.
Perempuan yang tadi pun masih disana berdiri mematung seperti tugu pancoran menghalangi pintu.Anggara membentak dengan nada tinggi," MINGGIR!!! " dan nyali perempuan itu langsung menciut dan tersentak kaget.
Begitu berada di dalam toko buku, lalu Anggara langsung mengambil keranjang dan mempersilahkan Putry yang memilih buku.Karena Anggara kurang tahu juga mengenai buku inginnya langsung ada dihadapannya malas untuk mencari-cari dahulu.
Setelah menemukan buku yang dimaksud, lalu Putry pun mengambil buku itu dan memasukan ke dalam keranjang untuk segera dibayar ke kasir.
Saat Anggara menawarkan buku novel, Putry malah menolak alasannya gampang cepat bosan.Mending pinjam saja di perpustakaan biar uangnya untuk kebutuhan yang lain atau untuk traktir makan-makan sepulang dari toko buku.
Anggara pun menuruti saran dari Putry tersebut.Dan mereka berdua pun langsung ke kasir untuk membayar buku-buku yang Anggara maksud tadi.
Di tengah perjalanan, perut Putry melilit kesakitan akan datang bulan atau memang lapar.Lalu Anggara pun mampir dulu ke minimarket untuk membeli pembalut dan beberapa cemilan untuk pengganjal lapar, biar Putry yang masuk ke dalam minimarket sedangkan Anggara menunggu di depan karena kalau dia yang memilih takut salah ambil.
Setelah dari minimarket, Anggara pun mencari restoran yang buka.
Setelah menemukan ada restoran yang buka lalu Anggara pun masuk ke restoran bersama Putry.Dan mereka pun makan siang di dalam restoran itu.
Saat di dalam restoran, lalu Anggara pun bertanya.
"Neng, apakah sakit perutnya masih atau sudah mendingan?"
"Lumayan sudah reda A tidak melilit seperti tadi, memang kalau mau datang bulan selalu seperti ini." jawab Putry.
"Ya syukur kalau gitu, untung tadi sudah mampir dulu ke minimarket ya neng?" tanya Anggara lagi.
"Iya A, buat jaga-jaga juga sih."
__ADS_1
"Ya sudah, sekarang makan dulu takut perutnya sakit lagi." suruh Anggara.
"Iya A."
Beberapa menit kemudian, pelayan pun datang sambil membawa buku menu.Setelah dipilih-pilih menu yang akan dipesan lalu pelayan restoran tersebut kembali ke dapur produksi untuk memberitahukan kepada koki untuk mengolah menu yang dipesan para tamunya tersebut.
Tidak membutuhkan waktu yang lama, menu pun sudah jadi dan segera diantar menuju ke meja tamu masing-masing. Ketika pelayan restoran itu mengantarkan menu yang kita pesan, Putry pun meminta izin kepada Anggara untuk ke toilet sebentar.Anggara pun mengizinkan dan Putry pergi ke toilet sendiri karena gak mau ditemenin.
Benar saja, ketika masuk ke toilet nampak ada dar*h yang tembus ke celana jeansnya yang Putry pakai.Beruntungnya cuma sedikit dan langsung ketahuan.Lalu Putry pun memakai celana jepang itu yang tadi dibelinya dari minimarket.
“Untunglah segera ketahuan" gumamnya dalam hati.
Setelah selesai, kemudian Putry pun meninggalkan tempat itu dan kembali menuju meja dimana ada Anggara sedang duduk disana.
Lalu, Anggara yang melihat Putry dengan gerak-gerik Putry pun lantas bertanya.
"Kamu kenapa neng?wajah agak pucat gitu?"
Putry pun sambil berbisik pelan kepada Anggara yang sedang duduk dan mendekatkan bibirnya ke kuping Anggara.
"Aku tembus A."
Anggara pun yang seolah mengerti apa yang Putry ucapkan tadi.Lalu Anggara pun cepat-cepat makan makanan yang telah dipesan tadi.Supaya cepat-cepat pulang menuju asrama untuk segera istirahat.
Memang didalam keadaan seperti itu, perempuan rentan kelelahan dan wajah selalu pucat.Beberapa menit kemudian, menu makanan yang mereka pesan pun habis.Lalu Anggara seperti biasa yang membayar ke kasir dan Putry pun segera menuju ke parkiran menunggu disana.
Anggara pun keluar dari restoran itu dan menuju ke parkiran yang nampak sudah ada Putry disana.
Anggara pun kembali berucap ke Putry di parkiran itu.
"Kenapa neng ninggalin Aa ih?"
"Cepetan A pulang, perutku semakin tak karuan.ingin segera istirahat." ucap Putry meminta buru-buru segera pulang ke asrama.
Lalu Anggara pun menyetujuinya.
__ADS_1