
Sudah seminggu menjalani ujian tengah semester, kini Putry mendapatkan liburan dari kampusnya seminggu lamanya.Supaya tidak terlalu jenuh, Putry pun meminta Anggara menemaninya jalan-jalan.Kebetulan hari ini Anggara masuk kerja shirt malam, jadi ada waktu menemaninya Putry untuk jalan-jalan.
Jam delapan pagi, Anggara sudah berada di depan asrama Putry.
Begitu pintu dibuka, nampak Anggara sedang memarkirkan motornya.
"A udah datang aja, biasanya ngabarin dulu." ucap Putry.
"Eh neng,dikira siapa..iya baru saja A mengambil handphone mau ngabarin nengnya sudah disini di depan Aa."
"Hari ini Aa mau ngajak neng jalan-jalan, sekalian ada sesuatu hal yang mau Aa sampaikan ke neng."
"Apa itu A?"
"Nanti juga tahu."
"Sudah siap belum?"
"Sudah A, ayo kita berangkat aja takut keburu siang."
"Oke, tapi sebelumnya pakai dulu helmnya ya."
Anggara pun lalu memakaikan helm itu ke kepalanya Putry.Sesudah helm itu terpasang, lalu motor pun segera melaju dijalanan kota Bangkok.
Hari ini cuaca sangat cerah, sehingga sangat cocok bagi insan muda untuk melakukan perjalanan melepas kepenatan sejenak.
Beberapa menit kemudian, mereka berdua pun telah sampai di lokasi tujuan.Tujuan mereka adalah ke taman bunga, mereka berdua pun langsung berjalan menuju cafe di dalam taman bunga itu yang dikelilingi oleh tanaman bunga yang indah.
Mereka pun lalu masuk ke dalam cafe dan kemudian mereka pun mencari tempat yang kosong, setelah menemukan tempat yang kosong lalu mereka berdua pun segera duduk.Tak berapa lama kemudian, datanglah seorang pelayan cafe membawa buku menu serta langsung menuju ke tempat dimana Putry dan Anggara sedang duduk.
"Permisi,mau pesan apa kak? Ini buku menunya silahkan dipilih-pilih dahulu ya." ucap pelayan cafe itu dengan ramah.
"Saya mau Laksa singapore 1 , mie ramyeon 1 minumannya jus strawberry 2 ya." ucap Anggara.
"Baik, pesanan akan segera dibuat,mohon ditunggu sebentar ya."
"Iya kak, ini buku menunya saya kembalikan lagi."
"Terima kasih."
Pelayan pun lalu kembali menuju dapur produksi untuk segera membuatkan pesanan makanan konsumennya.
Saat pelayan itu sudah menuju ke dapur produksi lagi, Putry pun lalu bertanya pada Anggara "A katanya tadi mau bicara sesuatu sama aku, memang mau bicarain apa sih?"
__ADS_1
"Hmm, jadi gini neng, Aa kan sudah minta cuti sama atasan Aa,katanya cutinya sekitar empat bulan lagi mau di accnya, nah nanti pas cuti itu Aa rencananya mau melamar neng ke Tasikmalaya apa neng sudah siap?"
"Serius A?"
"Iya serius neng, masa Aa bohong lagian gak ada gunanya kalau bohong kan?"
"Apa gak kecepatan A?"
"Enggak kok, justru niat dan hal baik harus segera disegerakan, lagian Aa gak rela kalau nanti neng dilamar orang lain makanya Aa mau cepat-cepat aja lamar dan minta restu mami papi neng."
"Oke A neng siap dilamar Aa, tapi mungkin harus bilang dulu ya sama mami papi dirumah, supaya bisa persiapan ini itunya dari jauh-jauh hari?"
"Nah, itu lebih bagus neng biar gak serba dadakan jadi harus ada persiapan dulu."
"Iya A siap, nanti aku bilang dulu sama mami papi."
"Aa juga harus beli dulu sepasang cincinnya dan seserahan yang lainnya."
"Iya udah beli dulu aja A."
"Tapi Aa gak tahu ukuran cincin untuk neng berapa."
"Tangan neng kecil A, kalau mau pakai juga belinya harus diukur dulu."
Anggara pun lalu segera memegang tangan Putry dan langsung mengukur ukuran jari tangan Putry itu.
"Oh,segitu ukurannya,oke akan segera aku pesankan." ucap Anggara pelan.
Setelah tangan Putry beres diukur, lalu pelayan pun kembali ke tempat mereka berdua untuk mengantarkan pesanan yang tadi mereka pesan.
"Ini kak pesanannya, silahkan selamat menikmati, maaf saya telah mengganggu obrolan kalian berdua ya, silahkan dilanjut kembali."
Iya mbak terima kasih ya."
Setelah mengantarkan pesanan makanan itu, lalu pelayan pun kembali lagi ke dalam dapur produksi.
Mereka berdua pun langsung menikmati makanan dan minuman yang diantarkan oleh pelayan cafe tadi.
Lalu, saat sedang makan Putry pun kembali bertanya "A memang keluarga di Garut sudah tahu tentang rencana Aa?"
Anggara pun langsung menjawab "Keluarga di Garut sudah tahu kok, kan Aa yang ngasih tahu, malahan semua keluarga pada suport ya katanya segera saja dilaksanakan daripada ditunda-tunda nanti lama lagi buat minta cutinya."
"Oke deh A,nanti aku bicarakan sama orang tuaku juga."
__ADS_1
"Siap neng ditunggu kabar baiknya ya, biar langsung gas poll."
"Sok lanjut dimakan lagi atuh jangan banyak ngobrol nanti tersedak." lanjut Anggara lagi.
Uhhukkk..uhhuukk..
"Tuh kan baru saja dibilangin neng mah jadi aja tersedak, minum air dulu nih neng."
Anggara pun memberikan segelas yang berisi air itu kepada Putry untuk segera diminum.
Beberapa menit kemudian, mereka pun telah selesai menyantap makanan dan minuman yang disajikan di cafe tersebut.
Mereka duduk-duduk dulu sebentar menikmati pemandangan cafe sebelum meninggalkan cafe tersebut.
Setelah berdatangan konsumen lain yang ingin menempati tempat duduk dan mejanya, lalu mereka berdua pun segera meninggalkan tempatnya dan terlebih dahulu membayar dulu ke kasir.
Setelah transaksi selesai, lalu Anggara mengajaknya keluar dari cafe tersebut.
"Keluar yuk, didalam gerah banyak yang berdatangan juga konsumennya."
"Iya A ayo,setelah kesini kita kemana A?"
"Neng maunya kemana?masih siang nih Aa diam di mes juga bete gak ada teman soalnya."
"Hmm kemana ya A neng bingung soalnya?"
"Bagaimana kalau ke bioskop aja yuk, tapi Aa gak tahu film yang lagi tayang film mana."
"Boro-boro Aa, neng juga kurang tahu sekarang jarang update lagi soal bioskop soalnya."
"Ya sudah kesana dulu aja, kalau penuh gak usah jadi nonton balik lagi aja ke asrama."
"Iya A ayo."
"Ayo, pakai dulu helmnya ya neng cuacanya panas takut kena tilang juga, sini Aa pakaikan helmnya."
Sesudah helm itu dipakaikan ke kepalanya Putry, lalu Anggara pun kembali melajukan kendaraan roda dua.Rencana mereka akan menuju ke bioskop yang ada di pusat perbelanjaan lantai tiga.
Beberapa menit kemudian, mereka berdua telah sampai di pusat perbelanjaan dan mereka pun segera masuk ke dalam pusat perbelanjaan tersebut dan terus menaiki eskalator karena lokasi bioskopnya ada di lantai atas.
Setelah sampai menuju bioskop, suasananya tidak terlalu padat lantas Anggara pun langsung memesan dua tiket dan dua cup popcorn untuk menemaninya menonton film.
Setelah mendapatkan dua tiket dan dua cup popcorn, mereka berdua pun segera memasuki bioskop untuk menyaksikan film yang akan diputar.
__ADS_1