
Hari ini kerja shift pagi, Anggara ingin mengajak Putry dimalam harinya menuju street food.Tempat para pemuda biasa nongkrong dan terdapat banyak jajanan makanan.
Sesudah beres dari beraktifitasnya, baik Anggara maupun Putry sore ini lalu langsung siap-siap untuk pergi street food yang diadakan setiap seminggu sekali di dekat pusat kota.
Malam pun tiba, Putry dengan penampilan barunya terlihat sangat modis dan berbeda dari hari sebelumnya.Memakai dalaman kaos dan kemeja retro yang dibuka kancingnya juga celana jeans panjang.Putry pun menunggu diteras depan sambil memainkan handphonenya.
Anggara pun akhirnya datang menemui Putry menuju asramanya.
"Selamat malam neng, sudah lama nunggunya? Kok diluar sih?" tanya Anggara sambil mematikan mesin motornya.
"Masuk yuk, nanti masuk angin, aa bawain tomyum kesukaan neng loh." lanjut Anggara lagi.
"Sebentar, Aa kok bisa tahu makanan kesukaan aku sih?" tanya Putry yang penasaran dari mana Anggara bisa tahu makanan kesukaannya dia.
"Dari siapa ya? Ah pokoknya Aa sudah tahu semua tentang neng." jawab Anggara.
"Gak usah dipikirkan dari siapa-siapanya neng, sekarang mending makan dulu itu tomyumnya nanti keburu dingin loh!" suruh Anggara.
"Aa ambilkan mangkok dan sendoknya ya." lanjutnya lagi sambil mengambil mangkok dan sendok yang berada dibelakang.
Sesudah mangkok dan sendok itu diambil dari rak dibelakang, lalu Anggara pun menuangkan kuah tomyum dari plastik itu ke dalam sebuah mangkok yang berbentuk bulat.
"Ini satu mangkok buat neng, satu mangkok lagi buat Aa." ucap Anggara sambil memberikan semangkok tomyum itu ke Putry.
"Terimakasih banyak ya A, sudah dibelikan dituangkan juga."
"Iya sama-sama, sok dimakan dulu sampai kenyang,nanti kalau sudah makannya kita jalan-Jalan ke Thai foodstreet." Anggara pun menyuruh makan tomyum yang dibawanya itu sampai habis.
Disaat sedang makan, Anggara mengajak ngobrol Putry.
Mulut Putry yang sibuk mengunyah pun jadi tersedak.
Uhuukk..uhuukk..
"Aa, kalau lagi makan diem dulu jangan ngajak ngobrol ya, jadi aja neng kabesekan."
"Iya maaf neng, ini minum dulu neng habisin airnya."
Beberapa menit kemudian, mereka berdua pun sudah selesai makannya.Lalu mereka pun berencana mengunjungi thai streetfood untuk menghabiskan malam ini berdua,sambil Anggara mau mengatakan sesuatu yang selama ini dipendamnya.Berharap Putry pun mempunyai perasaan yang sama terhadap dirinya agar perasaan yang diungkapkan tidak bertepuk sebelah tangan.
Sebelum berangkat menuju thai streetfood, Putry membereskan dan mencuci mangkok dan gelas sisa tadi agar tak menimbulkan bau tak sedap didalam kamar asramanya.
Setelah selesai semuanya beres, lalu Putry pun dandan dulu tipis-tipis supaya wajahnya tidak terlihat kusam.
__ADS_1
Sambil menunggu Putry yang sedang siap-siap, Anggara pun menghidupkan dulu motor kesayangannya.Begitu Putry telah selesai bersiap-siap, sudah memakai sepatu dan tak lupa Anggara pun memasang helm dikepalanya Putry.Inisiatif Anggara yang kekeuh ingin memasangkan helm itu olehnya meskipun Putry pun bisa sendiri.
Beberapa menit kemudian, Motor yang ditumpangi Putry dan Anggara pun sudah melaju di jalanan kota Bangkok.
Tidak memerlukan waktu lama untuk mencapai lokasi tujuan, kini mereka sudah tiba di thai street food banyak terdapat yang menjual jajanan dan juga acara musik kaum muda.
Anggara pun kemudian mengajak Putry menikmati alunan musik tersebut dengan duduk disebuah kursi yang terdapat sebuah meja didepannya.
Ketika sedang duduk tersebut, Putry kemudian melihat Phonapong bergandengan mesra dengan perempuan.Tapi yang Putry lihat perempuan ini wajahnya bukan wajah Indonesia, melainkan wajah khas Thailand yang putihnya khas.
Oh, itu rupanya gadis pilihan orangtuanya.
Kini mereka sudah berani tampil dihadapan publik.
Karena penasaran, Putry pun sengaja lewat dengan mengajaknya Anggara untuk membelinya minuman Thai tea yang berada tepat didepan dimana Phonapong itu berada.
"Permisi,numpang lewat ya." ucap Putry ketika berada tepat didepan Phonapong.
Phonapong yang berada disana pun kaget ketika melihat Putry.
"Putry???"
Lalu, Putry pun menggandeng tangan Anggara dan menariknya.
"Ayo A kita duduk disana supaya kelihatan penyanyinya."
Tidak berapa lama, Phonapong pun menyusul Putry yang sedang berjalan itu.
"Put, tunggu sebentar."
Putry pun menoleh ke arah suara itu berasal.
Lalu Phonapong pun bertanya.
"Put, apakah itu lelaki barumu?"
Putry pun lalu menjawab pertanyaan Phonapong itu tanpa bertele-tele.
"Kalau iya memang kenapa?yang sedang berada disampingmu juga merupakan gadis pilihan orangtuamu kan?"
Anggara yang sedang disana pun tidak tinggal diam, Anggara lalu mengajaknya pergi dari tempat itu.
"Sudah jangan ribut ditempat umum malu neng, ayo kita pulang saja." ajak Anggara.
__ADS_1
Phonapong pun kembali bicara.
"Ya sudah kalau sama-sama sudah menemukan jalannya, kakak bersyukur dan senang ya Put."
"Semoga yang sedang bersama sekarang memang pantas untukmu dan pihak keluarga saling merestui satu sama lain,semoga kalian berjodoh." lanjut Phonapong lagi.
Putry yang masih berada disana tidak bergeming sama sekali, hanya diam membisu di hati kecilnya masih ada perasaan untuk Phonapong.Tapi apalah daya, banyak rintangan dan terhalang perbedaan keyakinan tentunya membuat hubungan asmara pun ikut kandas.
Phonapong pun berkata sesuatu lagi ketika Putry mau pergi meninggalkan tempat itu.
"Rambutmu kenapa jadi pendek Put?padahal bagus kalau masih panjang."
Putry pun menampik perkataan itu.
"Suka-suka saya lah, toh pacarku juga suka penampilan saya sekarang."
Deg.
Perasaan Anggara jadi campur aduk padahal Anggara belum menyatakan apapun tentang perasaannya, tapi sudah dianggap pacar oleh Putry.
Tadinya mau menyatakan perasaan itu ke Putry hari ini.Tapi dengan adanya peristiwa ini Anggara jadi bimbang.
Putry pun lalu meraih tangannya Anggara dan mengajaknya untuk pulang.
"A pulang yuk, neng pusing mau istirahat di asrama." ajak Putry.
"Ya sudah ayo, kita ke parkiran dulu sebentar ya ambil motor."
Anggara dan Putry pun berjalan menuju parkiran motor.Sesampainya di parkiran lalu Anggara memakaikan helm itu dikepalanya Putry.
Disaat sedang menghidupkan motornya, Anggara pun bertanya kepada Putry karena penasaran yang tadi itu siapa yang sudah bertemu dengan Putry.
"Neng, aa boleh bertanya sesuatu gak?"
"Iya A mau bertanya apa?" Putry pun malah balik bertanya.
"Yang tadi ketemu tuh mantan neng bukan?"
"Sudahlah A gak usah dibahas lagi ya, ayo kita pulang neng pusing." ucap Putry sambil memegang kepalanya.
"Iya neng maaf, kita pulang sekarang ya." ajak Anggara.
Dan motor Anggara pun telah menyala dan siap melaju dijalanan kota Bangkok untuk menuju asrama tempat dimana Putry tinggal sekarang.
__ADS_1
Beberapa menit telah berlalu, Anggara dan Putry sudah sampai di depan asrama.Tadinya Anggara mau mampir dulu sebentar, tapi melihat keadaan raut wajah Putry yang kelelahan dan sepertinya memang beneran sedang tidak enak badan membuat keinginan Anggara untuk mampir pun urung dilakukan.Kapan-kapan lagi saja masih banyak waktu.
Dan untuk menyatakan perasaannya ke Putry pun gagal lagi.