
Pagi ini, dihari ketiga masih dalam suasana berduka cita.Tante Evelyn datang lagi ke rumah Mami Tiara atau maminya Putry.
Tok..
Tok..
Pintu pun diketuk oleh Tante Evelyn.
Yang membuka pintu adalah asisten rumah tangganya Bi Laksmi.
Begitu pintu dibuka, " Eh nyonya Ev, apa sih duh susah nyebutnya." sambut Bi Laksmi.
"Evelyn, ceu." Evelyn menjelaskan.
"Nah, itu lah, tumben nyonya pagi-pagi sudah kesini lagi ada apa ya?" tanya Bi Laksmi masih di depan pintu.
"Eh, mari nyonya silahkan masuk." Bi Laksmi pun mempersilakan masuk tamu yang datang pagi-pagi itu.
"Tiaranya ada Ceu?"
"Ada, tunggu sebentar ya nyonya saya panggilkan dulu." ucap Bi Laksmi sambil menuju naik ke sebuah tangga menuju lantai dua, tempat dimana kamar Putry berada.
Begitu sampai di depan kamarnya Putry, Bi Laksmi langsung bicara kepada Putry, "Neng, itu ada yang nyariin, Oh iya, nyonya kemana ya neng?"
"Siapa bi yang nyariin?" tanya Putry heran.
"Itu neng tante-tante yang kemarin kesini."
"Oh, Tante Evelyn ya?"
"Iya neng, ya sudah bibi kembali ke bawah ya mau ke dapur lagi."
"Iya bi silakan."
Bi Laksmi pun menuju ke lantai bawah lagi dengan menuruni tangga.
Begitu Putry mau turun ke lantai bawah, nampak mami Tiara bertanya kepada Putry.
"Tadi mami dengar kata Bi Laksmi ada yang nyariin mami, siapa Put?"
"Oh, itu mam tante Evelyn datang lagi kesini."
"Ya sudah, yuk kita kesana temukan dia, kasihan pasti dia nunggu dari tadi."
Putry dan mami Tiara pun lalu turun menuju ke lantai bawah dengan menuruni tangga.
Begitu sampai di ruang tamu, nampak tante Evelyn sedang menunggu Mpu nya rumah nongol.
__ADS_1
"Hai jeng, sudah lama menunggu? " tanya mami Tiara.
"Ah, engga kok saya barusan kok datangnya juga."
"Neng Putry lagi tidak sibuk kan? Boleh aku pinjam sebentar say?" tanya tante Evelyn sembari meminta izin Putry untuk bisa diajak keluar jalan-jalan.
"Sepertinya sekarang lagi santai, memang mau kemana?" tanya Mami Tiara.
"Aku ajak jalan-jalan boleh ya biar gak suntuk dia."
"Oh gitu, sebentar ya aku tanya dulu anaknya barangkali mau."
"Gimana Put? tuh si tante ngajak jalan-jalan." tanya mami Tiara kepada Putry yang berada di sampingnya.
"Memangnya mami ngizinin Putry keluar?" tanya Putry.
"Boleh kok, asal jangan lama nanti sore pulang ya, kan malamnya mau ada acara tahlilan ketiga dirumah."
"Ya sudah kalau gitu, Putry siap-siap dulu."
Lalu Putry pun berjalan menuju tangga lalu Putry pun naik ke atas tangga untuk sampai di kamarnya dilantai dua.
Sementara di ruang tamu mami Tiara masih mengobrol dengan tante Evelyn."Iya, mau katanya, sebentar ya Putrynya lagi siap-siap dulu."
"Tapi ingat jangan kesorean, nanti malam mau ada acara dirumah soalnya."
"Oke bu Bos siap, Putry nya dipinjam dulu ya."
Begitu sampai di ruang tamu, lalu tante Evelyn pun bertanya memastikan Putry sudah siap diajak jalan dan ada yang ketinggalan atau enggak.
"Put,sudah siap nih kita jalan?ada barang yang ketinggalan atau enggak?"
"Sudah siap kok tante, gak ada barang yang tertinggal juga, memangnya kita mau kemana tan?" tanya Putry penasaran.
"Kita kerumah tante yuk sebentar, sambil belajar bikin kue juga.Katanya Putry ingin belajar bikin kue waktu itu." jawab tante Evelyn.
"Oh iya, Putry lupa waktu itu pernah bilang deh, ayo deh kalau gitu kita menuju ke rumah tante." ajak Putry.
Lalu mereka pun menuju ke depan tempat mobil tante Evelyn diparkir.Nampak masih ada papinya Putry diluar.
Tante Evelyn pun berinisiatif meminta izin dulu untuk meminjam anaknya itu.
"Pak Indrawan, saya minta izin pinjam dulu Putry ya sebentar mau belajar bikin kue dirumah."
Lalu Papinya Putry pun menjawab, "Oh iya, silakan bu Evelyn, kalau bisa sampai mahir ajarkannya jangan nanggung-nanggung." ucap pak Indrawan papinya Putry itu sambil agak bercanda sedikit.
"Siap pak, saya gembleng sampai bisa, ya sudah kalau gitu saya pamit dulu ya."
__ADS_1
"Iya bu Evelyn silakan."
Mobil tante Evelyn pun melaju meninggalkan kediamannya pak Indrawan.Putry pun tidak tahu kalau di rumah tante Evelyn ada Anggara keponakannya.
Sekitar sepuluh menit, mereka berdua pun telah sampai menuju kediamannya tante Evelyn.
"Sudah sampai nih Put, ayo kita turun dari mobil." ajak tante Evelyn.
"Iya tante." ucap Putry.
Putry pun lalu turun dari mobil tante Evelyn tersebut.
"Selamat datang di rumah tante." ucap tante Evelyn sambil membuka pintu.
Setelah pintu dibuka nampak ada satu orang lelaki berwajah tampan berkisar umur dua puluh lima tahunan tersentak kaget ketika pintu itu dibuka oleh tante Evelyn tantenya itu.
"Ya ampun, tante ngagetin aja, dikira maling masuk rumah." gerutu Anggara yang sedang duduk di sofa ruang tamu sambil memegang sebuah koran dan menikmati secangkir kopi vanilalatte yang masih mengepul asap panas.
"Maaf Anggara kalau bikin kamu kaget, kenalin yang sedang bersama tante sekarang nih anak sahabatnya tante."
Putry pun yang masih malu-malu akhirnya memberanikan diri untuk berjabat tangan dan berkenalan dengan sosok yang bernama Anggara itu.
Putry pun mengulurkan tangan sambil berkata, " Saya Putry." lalu di balas oleh Anggara "Saya Anggara."
"Silakan ngobrol-ngobrol dulu ya, tante mau menyiapkan bahan-bahan dan mixer juga loyangnya."
Tante Evelyn lalu masuk ke dalam rumah meninggalkan Putry dan juga Anggara di ruang tamu.
Sementara di ruang tamu, Anggara dan Putry mulai terlihat bisa mengobrol satu sama lain. Pelan-pelan Anggara yang mulai membuka obrolan tersebut.
"Teteh eh neng, manggil apa ya?" tanya Anggara begitu grogi Anggara dihadapan Putry.
"Panggil saja Putry A, usiaku baru duapuluh tahun kok masih muda A." jawab Putry.
"Oh iya, panggil neng aja lah ya."
"Terserah Aa mau manggil apa asal jangan panggil om saja." ucap Putry sambil mulai bisa bercanda.
"Ah, si neng nih bisa saja, bisa lawak juga rupanya."
"Lagian Aa yang ada-ada saja, tinggal panggil nama aja biar tidak ribet hehe." ucap Putry sembari tertawa kecil.
"Ya sudahlah panggil neng Putry saja, duh jadi lupa belum ditawari minum."
"Mau minum apa neng?" lanjut Anggara lagi sambil menawari Putry minuman.
"Hmm..air dingin ada gak a?" ucap Putry sambil berpikir sebentar.
__ADS_1
"Oh ada neng, sebentar ya A ambilkan dulu ke dalam kulkas."
Anggara pun berjalan menuju ke tempat yang terdapat sebuah kulkas dua pintu yang terlihat sangat besar ukurannya.Lalu, Anggara pun mengambil beberapa minuman kaleng dan beberapa cemilan dari dalam kulkas tersebut untuk dibawa keruang tamu untuk menjamu tamu yang bernama Putry tersebut.