Bertemu Jodoh Di Thailand

Bertemu Jodoh Di Thailand
Bab 27 Liburan Ke Pantai


__ADS_3

Setelah kemarin tidak jadi merayakan kemenangan klubnya.Dikarenakan terlalu capek hanya makan-makan saja di sebuah restoran. Akhirnya hari ini, Phonapong mengajak Putry untuk berlibur ke pantai.


Putry pun sangat senang,karena baru pertama kali merasakan liburan bareng kekasih.


Biasanya bareng keluarga liburannya,tapi sekarang ada yang istimewa yaitu bareng kekasih.Putry pun akhirnya mengiyakan ajakan kekasihnya itu untuk ikut pergi bersama dia ke suatu pantai yang berpasir putih dan airnya masih jernih.


Sepertinya pengelola pantai disini,sangat memperhatikan keadaan lingkungannya.Terbukti disekeliling tempat tidak ada sampah yang berserakan.Semua tertata rapi, tempat sampah disini pun dibagi-bagi menurut jenisnya.


Pagi-pagi sudah diperjalanan,karena perjalanan menuju ke tempat wisata biasanya macet.Dan itu membutuhkan waktu yang lumayan lama.Makanya,demi menghindari macet berjam-jam berangkatnya pun pagi-pagi sekali.


Satu jam kemudian,mobil yang ditumpangi Putry dan Phonapong pun telah sampai di tempat tujuan.Dilihatnya hamparan pasir putih membentang juga dari kejauhan sudah terlihat birunya air laut yang masih asli belum tercampur sampah-sampah kiriman.Mereka pun turun dari mobil,lalu mencari tempat penginapan terlebih dahulu karena rencananya mereka mau menginap.


Tapi,meskipun mereka akan menginap,mereka tidak bebas juga seperti anak seusianya yang nakal belum ada ikatan tapi sudah sekamar.Mereka masih menjaga adab,masih yang sewajarnya anak muda yang sedang dimabuk asmara tapi tidak diluar batas.


Sudah lama berkeliling sekitar pantai, akhirnya menemukan juga penginapan yang lumayan nyaman.Mereka pun memesan dua kamar yang jarak dari kamar satu ke kamar dua sangat berdekatan.


Ketika hendak sedang melihat-lihat keadaan sekitar kamar tersebut.Tanpa sengaja tangan Phonapong menarik-narik tangan Putry."Sayang..mau ngapain?" Tanya Putry dengan mimik muka kaget.


Ketika tangan Putry telah ditarik oleh Phonapong, badan Putry pun tidak seimbang, ketika akan terjatuh berhasil ditahan oleh Phonapong.Hampir saja kedua bibir itu akan bertemu.


"Maaf sayang,telah membuat kamu kaget."


"Aku ingin mengecup bibirmu yang merah merona seperti apel itu,bolehkah?"


"Janji aku,tidak akan melakukan apapun yang tidak wajar." lanjut Phonapong.


Putry pun akhirnya tidak bisa berkata apapun.Dan Phonapong pun kini telah ada dihadapan Putry.


Lalu bibir Phonapong pun kini mengecup bibir Putry berkali-kali.Dan dilanjut dengan memeluk tubuh Putry hingga Putry pun merasakan kehangatan dari tubuh Phonapong.

__ADS_1


Sekiranya sudah menyalurkan hasratnya,lalu mereka pun kembali ke tujuan awal yaitu berenang dan bermain pasir disekitar pantai.Kamar yang telah mereka pesan itu dikunci dulu,lalu mereka berdua akan kembali ke kamar kalau sudah puas bermain-main di pantainya.


Waktu masih menunjukan pukul sembilan pagi, masih cocok untuk berjemur dipinggir pantai.Karena selain udara masih segar tentu masih mengandung vitamin yang baik untuk kesehatan tulang.


Phonapong pun menyewa peralatan selancar karena melihat keadaan ombak yang bagus sangat cocok berselancar, sementara Putry hanya duduk di tempat bersantai dipinggir pantai yang diteduhi oleh payung besar agar sinar matahari tidak menembus menyengat kulit.Sambil bersantai,Putry pun meminum es kelapa muda yang diminum langsung dari batoknya.Seperti yang tidak ada beban bersantai dipinggir pantai sambil menikmati deburan ombak.Bersantai sejenak dari hiruk pikuknya kota dan setumpuk tugas di kampus.


Matahari di langit semakin meninggi, suhu udara di sekitar pantai pun semakin panas.Akhirnya mereka pun menuju penginapan untuk bersih-bersih dilanjut dengan mencari makanan karena sudah siang sudah waktunya untuk makan siang juga.


Tiga puluh menit berlalu, mereka berdua pun sudah bersih-bersih dan berganti pakaian. Rencananya, mereka akan mencari makanan yang berupa sea food seperti kepiting dan perikanan.Tidak membutuhkan waktu lama, setelah mendapatkan makanan yang mereka mau, mereka pun bergegas kembali menuju penginapan.


Di tengah perjalanan menuju penginapan, Phonapong bertanya dan memulai membuka obrolan.


"Sayang,apa tidak apa-apa memakan sea food?"


"Tidak apa-apa gimana maksudnya sayang?" Putry malah bertanya balik.


"Oh,tidak sayang,sejauh ini tidak apa-apa sih aku makan seafood.Memangnya kenapa yang?" Putry merasa tidak puas dengan ucapan Phonapong dan kini malah bertanya balik.


"Takutnya ada alergi,kita beli dulu obat anti alergi ke toko obat.Begitu maksudku."


"Kalau aman-aman saja tidak ada gejala yang timbul dari alergi ya tidak apa-apa malah bersyukur." lanjut Phonapong.


"Tidak kok sayang,aman terkendali,yuk kita menuju penginapan lagi." ajak Putry sambil menarik-narik tangan Phonapong.


"Eh sebentar, sepertinya aku ada yang lupa deh sayang." Ucap Putry sambil berusaha mengingat sesuatu.


"Lupa apa sayang?"


"Lupa membeli jagung buat bakar-bakar nanti malam sayang."

__ADS_1


"Ribet ah, lagipula kita tidak membawa peralatan pembakaran, kalau kamu mau jagung bakar nanti malam kita bisa cari penjualnya tanpa harus repot kita yang buat,lebih praktis kan langsung makan?" Ucap Phonapong sembari memberikan pengertian kepada kekasihnya itu.


"Ya sudah deh kalau begitu,aku nurut saja apa katamu." Ucap Putry sambil menganggukan kepalanya.


Tidak berasa berjalan dari kedai diujung,kini mereka sudah sampai kembali di penginapan.Lalu , Putry pun mengambil peralatan makan dari ruang dapur penginapan yang telah tersedia berjejer alat makan itu dengan lengkap, kecuali peralatan pembakaran yang tidak disediakan di penginapan ini, karena tidak disarankan untuk membakar apapun di area penginapan.


Takutnya, tamu yang singgah di penginapan disini merasa terganggu oleh asap pembakaran tersebut.


Setelah beres makan siang, lalu mereka pun masuk kedalam kamar masing-masing karena sudah sangat lelah.Tempat penginapan mereka berupa rumah kecil, lalu di dalam nya ada dua kamar dengan masing-masing kamar terdapat tempat tidur ukuran big dan pendingin ruangan serta tiap kamar terdapat kamar mandi. Mereka beristirahat dulu sebentar sebelum nanti malam lanjut menikmati suasana pantai.


Sekiranya istirahat mereka sudah cukup, lalu mereka pun bergegas untuk bersih-bersih dan bersiap-siap untuk menikmati panorama alam berupa sunset atau proses matahari tenggelam yang bisa disaksikan didekat pantai yang langsung menghadap ke laut.


Peristiwa itu, membuat Putry ingin sekali mengabadikannya melalui video handphone miliknya. Kapan lagi bisa melihat proses tenggelamnya matahari secara langsung.


Setelah beres merekamnya melalui handphone, tidak afdol rasanya kalau belum mengunggahnya ke akun sosial medianya.


Sunset pun sudah hilang, lalu Phonapong pun segera mengajak Putry menuju pertunjukan musik yang sedang berlangsung.


Secara kebetulan di pantai itu sedang ada acara pertunjukan panggung musik, yang salah satu sponsornya merupakan perusahaan tembakau terkenal.


Tiba-tiba Putry celetuk,


"Yang,tahu tidak lagu ini adalah lagu kesukaan aku semasa sekolah loh."


"Oh iya,kamu suka?"


"Iya sayang,aku suka cerita dibalik lagunya sangat menyentuh."


"Ya syukurlah kalau kamu suka sayang."

__ADS_1


__ADS_2